Pasukan penembak jitu wanita Soviet, berfoto bersama saat latihan, 1943
Pemberian warna menakjubkan oleh Olga Shirnina seakan memberikan ruh baru pada foto-foto penembak jitu wanita Soviet ini. Para wanita dalam foto-foto ini adalah pembela tanah air yang dengan gagah berani melawan pasukan Jerman yang mencoba menginvasi negeri mereka pada Perang Dunia II. Foto-foto dalam artikel kali ini telah melalui proses pewarnaan secara digital oleh seniman asal Moskwa, Olga Shirnina.

Shirnina sendiri terkenal berkat laman Flickrnya yang memuat banyak foto bersejarah dalam versi berwarna. Untuk saat ini, ia banyak menampilkan foto-foto tentang sejarah Rusia yang menggambarkan kejayaan masa Soviet. Lebih banyak lagi tentang karya Shirnina, bisa langsung dilihat di akun  Flickr miliknya.

"Hanya ada sedikit foto (berwarna atau yang telah diberi warna) yang menggambarkan Tentara Merah, karenanya saya memutuskan untuk mengisi celah ini." ujar Shirnina.

"Terkadang sebuah gambar bisa menceritakan lebih banyak dari pada kata-kata. Oleh karena itu, saya akan senang jika orang-orang bisa belajar lebih banyak tentang Rusia melalui karya saya." tambahnya.
Berikut adalah para penembak jitu wanita Soviet dalam foto bersejarah yang telah melewati proses pewarnaan.

Roza Shanina
Roza Shanina adalah seorang dari 800.000 pasukan wanita yang berjuang untuk Rusia. Ia berhasil membunuh 59 pasukan musuh dalam Perang Dunia II.

Shanina tersenyum saat mengenakan ushanka (topi bulu khas Rusia)

Siaga di antara semak
Shanina dengan senyumnya yang menawan
Pose penuh sambil memegang senapannya
Sulit dipercaya, wanita pemilik mata indah ini
adalah penembak jitu berbahaya

Lyuba Makarova
Lyuba Makarova, salah satu penembak jitu yang juga berkontribusi saat Perang Dunia II.
Makarova mengenakan topi tentara Soviet

Ziba Ganiyeva
Wanita dengan senyum manis ini juga merupakan penembak jitu wanita Soviet yang berjuang melawan pasukan Nazi pada Perang Dunia II
Ganiyeva tersenyum sambil menggenggam senapannya

Yevgeniya Makeyeva
Yevgeniya Makeyeva, penembak jitu wanita Soviet yang berhasil membunuh 68 tentara Nazi saat Perang Dunia II.
Penembak jitu berbahaya juga bisa memiliki senyuman sangat bersahabat

Nadezhda Koleshnikova
Salah satu relawan penembak jitu wanita Soviet, Nadezhda Koleshnikova

Tersenyum dengan senapannya

Lyudmila Pavlichenko
Lyudmila Pavlichenko, penembak jitu wanita Soviet terbaik dalam sejarah. Ia berhasil membunuh 309 musuh. Sebanyak 36 dari korbannya adalah penembak jitu juga yang berusaha membunuhnya. Saking banyaknya korban yang jatuh dari bidikan senapannya, ia pun mendapat julukan "nona kematian".

 Pavlichenko tersenyum dengan seragam tentaranya
Pavlichenko berkamuflase di antara semak
Pavlichenko, siaga dengan senapannya
Sang "Nona Kematian" berfoto dengan seragam lengkap
di depan gambar pemimpin Soviet, Iosip Stalin.

Sumber:
Брат/Saudara (1997)
Sebuah film yang sukses dalam menggambarkan keadaan Rusia tak lama setelah runtuhnya Uni Soviet. Брат dianggap sebagai film yang paling sukses dalam sinematografi Rusia hanya sebulan setelah dirilis versi VHS-nya. Film ini juga dianggap oleh banyak orang sebagai film bertema gangster terbaik yang pernah dibuat. Брат diputar di Festival Film Cannes pada tahun 1997. Sekuel kedua Брат dirilis pada tahun 2000 dengan judul Брат 2.

Film ini menceritakan tentang seorang pemuda bernama Danila yang baru saja selesai mengikuti wajib militer. Keadaan membuatnya terseret dalam lingkungan kriminal di St. Peterburg. Danila kemudian bertemu dengan beberapa orang dengan karakter dan latar belakang yang berbeda, seperti German, Sveta dan Kat. Banyak hal yang bisa dipelajari dari tokoh utama dari film ini.





Брат 2/Saudara 2 (2000)
Merupakan lanjutan kisah dari film Брат. Danila Bagrov yang bertemu Konstantin Gromov, sahabatnya saat mereka mendapat tugas militer dalam konflik di Chechnya. Sahabatnya ini menceritakan tentang saudara kembarnya, Dimtry yang telah menjadi pemain hoki profesional di Amerika. Namun pemilik tim tempat ia bermain, bersekongkol dengan rekannya yang seorang Rusia sehingga mereka menindasnya untuk menyetujui kontrak yang memberatkan baginya, bahkan merampok dan membuatnya buta. Beberapa hari setelah percakapan mereka, Kontantin ditemukan meninggal. Demi membalaskan dendam kematian sahabatnya, Danila pun terbang ke Chicago dan memulai petualangannya. Berbeda dengan film Брат pertama, dalam Брат 2 setting yang dimunculkan adalah di Amerika Serikat.



Сёстры/Saudari (2001)
Film ini dibuat oleh pemeran utama dari film Брат dan Брат 2, Sergei Bodrov Jr. Alhasil, film ini juga oleh para penggemar dianggap sebagai bagian ketiga dari film Brat. Ceritanya berkisah tentang dua saudari, Dina dan Sveta yang memiliki gaya hidup berbeda. Sveta terbiasa hidup normal dengan neneknya, sedangkan Dina hidup bersama ibu dan ayahnya, Alik, yang adalah seorang gangster. Alik mendapatkan ancaman dari rekan-rekan lamanya karena ia memiliki utang terhadap mereka. Setelah Alik menolak membayar, anggota gangster tersebut mencoba menculik anak-anaknya. Namun Dina dan Sveta berhasil kabur. Dalam pengejaran mereka, Dina dan Sveta melewati berbagai pengalaman yang sulit di kehidupan Rusia yang liar. Alik pun berusaha mencari anak-anaknya dan tidak akan segan-segan menghabisi mereka yang mencoba melukai anak-anaknya.



Антикиллер/Antipembunuh (2002)
Dibuat berdasarkan novel Rusia berjudul "Antikiller" yang ditulis oleh seorang mantan polisi Daniil Koretsky. Film ini melegenda di antara penyuka film dengan genre kriminal masa kini.

Film ini mengisahkan cerita tentang mantan penyidik Mayor Korolyev yang melakukan balas dendam melawan rekan-rekannya yang korup dan pernah mengkhianatinya sehingga ia harus mendekam di penjara selama bertahun-tahun lamanya. Untuk mengikuti jejak mereka, Korolyev harus terjun ke dalam dunia kriminal Rusia, di mana ia bertemu dengan bos-bos gangster dan polisi korup demi mendapatkan keadilan bagi dirinya. Sebagai film aksi dengan genre kriminal, adegan-adegan dalam film ini cukup kuat dalam menggambarkan realitas yang mencekam di jalanan kota Moskwa pada tahun 90-an.



Воры в законе/Para Pencuri yang Tak Tersentuh Hukum (2010)
Film bergaya dokumenter ini ditampilkan dengan bentuk wawancara dengan beberapa bos mafia terkuat di Rusia yang disebut sebagai "Vory v zakone". Wawancara ini juga melibatkan bos mafia yang paling kuat di Vladivostok - Vitaly Dyomochka, buronan interpol Alimzhan Tokhtakhounov Taiwanchik dan seorang mobster legendaris Leonid Bilunov Machkintosh yang diyakini sebagai salah satu gangster Rusia yang menyebarkan pengaruhnya hingga ke Barat.

Dalam film ini, para gangster sejati menceritakan pengalaman mereka, sejak awal ketika mereka menghabiskan waktunya di penjara-penjara Uni Soviet yang menjadi awal mula dan berkembangnya kejahatan terorganisir di Rusia. Para oligarki yang memiliki bisnis semi legal, menyebarkan pengaruhnya hingga ke Barat dan memberikan informasi yang sedetil-detilnya tentang kehidupan pribadi mereka. Semuanya benar-benar terangkum dengan lengkap dalam film dokumenter berdurasi 90 menit dengan konten yang memancing perhatian publik ini.



Бригада/Brigade (2002) 
Merupakan serial televisi bergenre gangster berjumlah 15 seri yang melegenda di Rusia. Brigada menceritakan empat sekawan yang tumbuh bersama dan akhirnya membentuk gang terkuat di Moskwa. Meski awalnya mereka hanya mencoba membangun bisnis bersama, namun pembunuhan yang tak direncanakan membuat kelompok mereka bertransformasi menjadi kelompok gangster. Nyawa mereka menjadi terancam dan tak ada jalan kembali bagi mereka untuk hidup normal seperti orang biasa.



Бумер/Bumer (2003)
Film yang disutradarai oleh Peter Buslov dan Denis Rodimin ini berkisah tentang empat sekawan yang terseret pada masalah hukum sehingga harus kabur dengan mobil BMW hitam yang disebut sebagai "Bumer". Film ini banyak menggambarkan situasi suram di Rusia pasca Uni Soviet dengan banyaknya kekerasan, kemiskinan dan korupsi yang terjadi di mana-mana. Film ini bukan sekadar film laga biasa, tapi juga merupakan kritik terhadap kebijakan Boris Yeltsin sebagai presiden Rusia pertama pasca runtuhnya Uni Soviet. Bumer juga menggambarkan krisis ekonomi yang membuat Rusia mendadak bertransisi ke pasar bebas sehingga banyak dimanfaatkan oleh kelompok kriminal dan penegak hukum yang korup.