Film "Moskwa Tak Percaya pada Air Mata" (dalam bahasa Rusia: Москва слезам не верит) adalah salah satu adikarya film Soviet yang sukses di zamannya. Selama setahun sejak pertama kali diluncurkannya di Uni Soviet, film ini telah ditonton oleh 90 juta orang! Pada tahun 1981, film karya Vladimir Menshov mendapatkan penghargaan Oscar untuk Film Bahasa Asing Terbaik. Bahkan hingga hari ini, film "Moskwa Tak Percaya pada Air Mata" masih menjadi salah satu film populer dan tak jarang ditampilkan di layar televisi Rusia.

Secara singkat, film ini mengisahkan tentang gadis pinggiran bernama Katya Tikhomirova yang baru datang ke Moskwa demi mengejar karirnya di ibukota. Ia kemudian bekerja di pabrik dan sering bekerja hingga malam hari. Ia menjadi ahli teknik di tempat kerjanya, kemudian berhasil menjadi direktur pabrik besar tersebut. Meski demikian, ia merasakan suatu kekosongan di dalam dirinya.

Suatu hari, Katya tergoda oleh seorang pria yang bekerja di sebuah kanal televisi Moskwa. Hasil dari hubungan mereka, Katya mendapatkan seorang bayi perempuan, Sasha. Sayangnya pria itu tak mau bertanggung jawab, sehingga Katya harus membesarkan anaknya sendirian.

Waktu berlalu, Sasha pun telah tumbuh menjadi menjadi remaja. Suatu hari di kereta listrik, Katya berkenalan dengan Gosha (diperankan oleh Aleksey Batalov), seorang tukang kunci. Meski pria itu agak aneh, namun akhirnya Katya menyadari bahwa Gosha adalah sosok yang ia butuhkan.

Sasha, Katya dan Gosha dalam film "Moskwa Tak Percaya pada Air Mata".
Tokoh Katya yang sangat pendiam dan dingin diperankan oleh Vera Alentova. Selain itu, ada juga artis berbakat Soviet lainnya yang bermain sebagai teman dekat Katya di film ini, yakni Irina Muraviyeva dan Raisa Ryazanova yang memerankan tokoh Lyudmila yang ambisius dan Tosya yang sederhana. Kehidupan tiga orang wanita Soviet ini dikisahkan begitu unik dalam film ini. Mereka dengan caranya sendiri berusaha bertahan hidup dalam menghadapi kehidupan ibukota yang kejam. Berkat kesabaran dan kesedarhanannya, Tosya dapat membangun rumah tangga yang baik dan penuh cinta. Lyudmila yang awalnya merasa paling bahagia saat menikah, di kemudian hari menyadari bahwa ia merasa tertipu karena rumah tangganya menjadi yang paling menyedihkan di antara teman-temannya. Katya yang sempat rendah diri, kemudian belajar mensyukuri hidup setelah ia memulai kehidupan baru dengan si tukang kunci. Satu hal yang dapat kita sadari dari kehidupan mereka, bahwa Moskwa tak percaya pada air mata.


Judul: Moskwa Tak Percaya pada Air Mata
Tahun: 1979
Negara: Uni Soviet
Genre: Melodrama
Durasi: 150 menit (terdiri dari dua episode)
Pemeran: Aleksandr Fatyushin, Vera Alentova, Irina Muravyeva, Viktor Uralskiy, Valentina Ushakova, Aleksey Batalov, Boris Smorchkov, Raisa Ryazanova, Yuriy Vasiliyev, Nataliya Vavilova
Sutradara: Vladimir Menshov
Distributor: Mosfilm


Episode 1

Episode 2
Untuk mengucapkan "selamat tahun baru lama!", orang Rusia biasa mengatakan:
"со старым новым годом!" (dibaca: /sa-sta-rym no-vym go-dam/)

Tradisi memperingati malam tahun baru berdasarkan kalender lama (kalender Julius) dalam pergantian tanggal 13 ke 14 Januari masih berlangsung hingga saat ini di Rusia. Selain Rusia, beberapa negara yang penduduknya banyak menganut Kristen Ortodoks juga merayakan tahun baru lama ini, seperti di Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, negara-negara Baltik, di Serbia, Montenegro, Makedonia, Romania, dan Yunani.

Sejarah Perayaan Tahun Baru Lama
Sebelum masuknya agama Kristen ke Tanah Rus, perayaan tahun baru pernah berubah berkali-kali. Awalnya tahun baru dirayakan setiap terjadi fenomena titik balik matahari di musim dingin (biasanya terjadi pada tanggal 21 atau 22 Desember). Kemudian berubah dan tahun baru dirayakan pada saat ekuinoks vernal (biasanya pada 22 Maret) atau saat bulan purnama pertama muncul. Setelah agama Kristen masuk ke tanah Rus dan dijadikan agama resmi Kepangeranan Rusia pada tahun 988, mulailah digunakan kalender Julius yang diadopsi dari kekaisaran Byzantium. Berdasarkan perhitungan kalender Byzantium, hitungan tahun saat itu adalah tahun 5508 sejak masa "penciptaan dunia" berdasarkan kepercayaan Ortodoks. Meski sudah ada kalender baru, tapi perayaan tahun baru di bulan Maret masih terus terpelihara hingga abad ke-15. 

Pada tahun 1492 (atau pada tahun 7000 dari masa penciptaan dunia), berdasarkan keputusan Ivan III, perayaan tahun baru dipindahkan ke tanggal 1 September karena bersamaan dengan hari panen raya serta berakhirnya masa pembayaran pajak. Peraturan ini juga kemudian digunakan oleh pihak Gereja Ortodoks Rusia.

Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII di Roma mereformasi kalender Julius menjadi kalender Gregorian untuk menyesuaikan perbedaan yang terus meningkat antara perhitungan astronomi dengan perhitungan kalender yang berlaku. Akibatnya perhitungan kalender dimajukan 10 hari ke depan. Adapun sejumlah gereja Kristen, termasuk Kristen Ortodoks Rusia tetap melanjutkan penggunaan kalender Julius.

Pada tanggal 29 dan 30 Desember 1699, Peter I mengeluarkan dua keputusan untuk mengenalkan kalender baru serta perintah merayakan tahun baru. Pertama, yakni perhitungan tanggal dimulai dari masa kelahiran Yesus Kristus, sehingga tahun saat itu yang seharusnya terhitung sebagai 7208 mulai dihitung menjadi tahun 1699. Kedua, tahun baru dirayakan pada tanggal 1 Januari. Namun pada saat itu kalender Gregorius masih belum digunakan oleh Rusia. Hingga awal abad XX, bangsa Rusia masih terus menggunakan kalender Julius sehingga tahun baru mereka dirayakan 11 hari setelah kebanyakan negara lainnya di Eropa. Adapun perhitungan awal tahun baru gereja masih tidak berubah, yakni pada 1 September.

Memasuki abad XX, kalender yang di gunakan Rusia bahkan tertinggal selama 13 hari dari kalender yang digunakan di kebanyakan negara-negara Eropa. Saat itu kaum Bolshevik telah mendapatkan kekuasaannya di Rusia. Menyadari hal ini, mereka pun mencoba mengurangi celah tersebut. Pada 24 Januari 1918, Dewan Komisioner Rakyat RSFSR mulai mengadopsi sebuah keputusan tentang pengenalan kalender Gregorius di Rusia. Keputusan resmi ini ditandatangani pada 26 Januari 1918 oleh Ketua Dewan Komisar Rakyat, Vladimir Lenin. Di kemudian hari, kalender Gregorius ini lebih dikenal sebagai kalender "gaya baru", sedangkan kalender Julius disebut sebagai kalender "gaya lama". Berdasarkan keputusan tersebut, satu hari setelah tanggal 31 Januari 1918 bukanlah dihitung sebagai 1 Februari, namun tanggal 14 Februari demi menghilangkan celah perbedaan 13 hari antara kalender "gaya lama" dan "gaya baru" tersebut. Adapun pihak gereja Ortodoks Rusia tetap mempertahankan penggunaan kalender Julius tersebut.

Sejak keputusan itu, seperti di kebanyakan negara lainnya di dunia, tahun baru di Rusia juga mulai dirayakan pada 1 Januari berdasarkan kalender Gregorius. Adapun tanggal sebelumnya (1 Januari berdasarkan kalender Julius) berada pada tanggal 14 Januari. Meski bukan liburan resmi, namun sebagian orang masih merayakan "tahun baru lama" ini. Perbedaan antara kalender Julius dan Gregorius ini akan terus meningkat di awal tahun 2100-an, hingga akan mencapai 14 hari. Pada tahun 2101, tahun baru akan dirayakan pada malam tanggal 14 saat beralih ke tanggal 15 Januari.

Tradisi Saat Perayaan Tahun Baru Lama
Tahun baru berdasarkan kalender baru jatuh pada hari keempat puluh puasa dalam kepercayaan Kristen Ortodoks. Adapun tahun baru lama dirayakan setelah perayaan Hari Natal (7 Januari), pada saat svyatki (12 hari setelah hari Natal hingga Epifani). Karenanya para penganut Kristen Ortodoks yang menjaga tradisi Ortodoks secara ketat baru benar-benar merayakan tahun barunya pada 14 Januari.

Pada 14 Januari, pihak gereja biasanya melakukan perayaan untuk mengenang Santo Basil Yang Agung. Hari itu juga dikenal sebagai Hari Vasiliyev atau di beberapa wilayah Rusia dikenal juga dengan sebutan hari Ovsen', sedangkan malam Vasiliyev sendiri dirayakan setiap tanggal 13 Desember.

Meja makan yang penuh dengan hidangan saat perayaan tahun baru, merupakan
simbol pengharapan akan kehidupan yang makmur sepanjang tahun.
Secara tradisional, biasanya mereka yang merayakan tahun baru lama ini menghidangkan sebanyak mungkin makanan di atas meja makan. Berdasarkan kepercayaan, dengan menghidangkan sedemikian banyaknya akan memberikan kemakmuran di rumah orang yang menghindangkannya sepanjang tahun.

Hidangan utama yang disajikan salah satunya adalah "kut'ya", yakni bubur berbahan dasar padi atau gandum yang dicampur dengan kacang, biji-bijian dan madu. Orang-orang biasanya saling bertukar hidangan kut'ya yang mereka buat satu sama lain sambil bermaaf-maafan bila pernah ada konflik di antara mereka. Selain kut'ya, ada juga kue panggang, pai, vareniki (semacam kue goreng isi) dan anak babi goreng atau panggang. Setelah semua anggota keluarga berkumpul di meja makan, mereka bersama-sama berdoa, mengharapkan kesehatan, kesejahteraan keluarga dan di antara keluarga petani, mereka juga mengharapkan keberhasilan panen. Orang-orang merayakan hari itu dengan suka cita, minum bersama, menceritakan kisah-kisah lucu dari kehidupan sehari-hari, kenangan-kenangan indah yang pernah dialami, atau bahkan rencana pekerjaan mereka di masa yang akan datang.





Sumber Bacaan:
Tampilan laman utama kamus pintar "Rossiya"
Kamus ini tak hanya berbentuk seperti kamus bahasa, tapi juga menjadi semacam ensiklopedia pengetahuan umum tentang Rusia yang dilengkapi dengan konten multimedia (teks verbal, gambar, foto, rekaman audio, fragmen video, panorama, karaoke, hingga kuliah dalam bentuk video).

Institut Pushkin belum lama ini mengenalkan proyek situs yang inovatif berupa kamus pintar multimedia "Rossiya".  Dalam webinar (seminar yang dilangsungkan secara daring lewat situs tertentu) yang berlangsung pada 11 Januari 2018 lalu, Yevgeniya Rostova selaku pembicara dari Institut Pushkin menjelaskan kegunaan kamus "Rossiya" ini. Ia menekankan bahwa dalam mempelajari bahasa Rusia, pemahaman budaya Rusia sama pentingnya dengan memahami tata bahasa, sehingga diperlukan kamus yang tak hanya menjelaskan makna suatu kata, tapi juga kamus yang memuat penjelasan yang berkaitan dengan seni, sejarah, dan budaya Rusia secara umum.

Kamus "Rossiya" bisa menjadi sumber yang menarik bagi mereka yang ingin mengetahui lebih banyak tentang bahasa dan budaya Rusia. Dalam kamus daring ini terdapat latihan interaktif yang bisa dicoba oleh pengunjungnya untuk menguji wawasan dari yang telah mereka pelajari. Hal-hal inilah yang membedakannya dengan kamus elektronik lainnya.

Tujuan dibuatnya kamus ini adalah untuk membantu para pemelajar bahasa Rusia dalam menguasai kosa kata dan ungkapan yang memiliki komponen semantik dan unsur budaya nasional Rusia. Kamus ini juga sangat berguna bagi pengajar bahasa Rusia untuk penutur asing serta pemelajar bahasa Rusia yang setidaknya telah memasuki tingkat A1.

Hasil tampilan pencarian dengan kata kunci "новый год" (tahun baru)

Kamus ini tak hanya menampilkan makna kata atau frasa saja, namun juga menampilkan penjelasannya
secara umum, kaitannya dengan budaya Rusia serta penggunaannya dalam percakapan sehari-hari.
Contoh laman interaktif untuk menguji kemampuan berbahasa setelah pengguna
membaca materi dari hasil pencarian kata kunci yang ditampilkan sebelumnya.
Proyek kamus ini telah dikerjakan sejak tahun 2014 dan pada tahun 2018 ini akan segera dibuat korpus utama kamus ini. Hingga kini kamus ini masih terus mengalami pembaruan secara teratur, khususnya dalam hal kelengkapan materi yang menampilkan interaksi antara bahasa dan budaya Rusia.

Kamus ini kini bisa diakses secara gratis tak hanya oleh pengguna komputer, namun juga bisa diakses secara nyaman oleh pengguna tablet dan ponsel pintar. Para kontributor kamus juga memberikan kesempatan bagi pengguna untuk ambil bagian dalam mengevaluasi artikel-artikel yang tersedia di dalam kamus ini serta untuk memberikan saran materi dan laman uji interaktif yang menarik agar kamus ini bisa menjadi lebih baik lagi.

Untuk mengakses kamus pintar "Rossiya" ini, silakan kunjungi di tautan: https://ls.pushkininstitute.ru/lsslovar/index.php





Sumber:
Penumpang di Stasiun Kereta MTsK yang sedang menggunakan ponsel pintar.

Buku-buku yang masuk dalam daftar rekor buku audio yang terbanyak diunduh di aplikasi ini antaranya adalah "Dongeng dari Kota Kuno Vilnius" karya Max Frei (nama pena dari Svetlana Yuryevna Martynchik), "Pulau Hari Kemarin" karya Umberto Eco, "Jam Malam" karya Sergey Lukyanenko, "Master dan Margarita" karya Mikhail Bulgakov dan "Perangkap bagi Para Pencinta" karya Oleg Roy.

Lebih dari 30 ribu buku telah diunduh dari "perpustakaan mobile" oleh para penumpang kereta di Jalur Lingkar Tengah Moskwa (Moskovskoye Tsentral'noye Kol'tso) atau biasa disingkat sebagai "MTsK" sejak pertama kali dirilisnya aplikasi tersebut. Sejak bulan April 2017, sebanyak 30 rak virtual telah ditempatkan di stasiun-stasiun MTsK lengkap dengan foto sampul buku dan kode QR. Untuk mengunduhnya secara gratis di ponsel pintar, para penumpang hanya perlu memindai kode tersebut atau membuka tautan yang telah ditentukan.

"Proyek "perpustakaan mobile" ini memungkinkan warga Moskwa dan para pelancong yang mengunjungi ibukota Rusia ini untuk memanfaatkan waktu perjalanan mereka dengan membaca karya sastra atau mendengarkannya dalam bentuk buku audio. Para penumpang menyukai buku-buku karya sastra yang disediakan, baik karya sastra klasik maupun karya modern," kata Deputi Utama Kepala Metro Moskwa untuk Pembangunan Strategis dan Kerja Pelanggan, Roman Latypov, sebagaimana dilansir Mos.ru pada Kamis (11/1).

Sepanjang tahun ini, sebagian besar penumpang mengunduh buku-buku seperti "Debu Bintang" karya Neil Gaiman, "Di Bawah Kubah" karya Stephen King, "Setelah Api" karya Ollie Vinget, kumpulan karya berbagai penulis "12 Kisah tentang Cinta Sejati" dan "Stasiun Mimpi yang Hilang" karya China Miéville. Di antara buku audio yang paling populer diunduh para penumpang adalah ""Dongeng dari Kota Kuno Vilnius" karya Max Frei, "Pulau Hari Kemarin" karya Umberto Eco, "Jam Malam" karya Sergey Lukyanenko, "Master dan Margarita" karya Mikhail Bulgakov dan "Perangkap bagi Para Pencinta" karya Oleg Roy.

Melalui aplikasi "Perpustakaan Mobile" penumpang juga mengunduh buku-buku terlaris karya para penulis terkenal Rusia, seperti Pavel Sanaev, Dina Rubina, Yekaterina Vilmont dan Helena Mikhailov. Begitu juga dengan karya-karya klasik dunia yang ditulis oleh Ivan Turgenev, Fyodor Dostoyevsky, Anton Chekhov, William Shakespeare, Honore de Balzac dan Friedrich Nietzsche. Selain buku audio bahasa Rusia, para penumpang juga bisa mengunduh buku audio yang tersedia dalam bahasa Inggris. Totalnya ada 200 karya yang tersedia di rak perpustakaan virtual ini.

Untuk mengunduh koleksi buku yang tersedia, pengguna hanya perlu memindai kode QR menggunakan kamera ponsel cerdas atau tablet. Dalam kode tersebut terdapat enkripsi tautan yang mengantarkan pengguna ke laman internet di mana terdapat buku yang dipilih. Layanan "Perpustakaan Mobile" ini telah tersedia di lebih dari 20 stasiun kereta di MTsK, termasuk di stasiun Lokomotiv, Delovoy Tsentr, Izmaylovo, Vladykino, Okruzhnaya dan Baltiyskaya.

"Perpustakaan Mobile" adalah proyek gabungan yang didukung oleh Metro Moskwa, layanan buku elektronik terbesar di Rusia "LitRes" dan kelompok penerbit "Eksmo-AST".





Sumber Berita dan Ilustrasi: