Pada paruh kedua abad XIII wilayah Rus terbagi atas pemerintahan kepangeranan yang terpisah-pisah, seperti Pereyaslavsk, Tver, Rostov, Yaroslav, Moskwa, Vladimir dll. Kota Vladimir yang saat itu merupakan kepangeranan agung Rus yang diperintah oleh seorang "veliky knyaz"  atau 'pangeran agung' pemegang yarlik (dokumen pernyataan pemegang kekuasaan) dari khan yang saat itu masih menguasai Tanah Rus. Pangeran terebut mengirim utusannya ke Novgorod, namun tak semudah itu sekalipun bagi veliky knyaz untuk mencampuri urusan dalam negeri kepangeranan lainnya. Hubungan antara kepangeranan di timur laut Rus dengan kepangeranan di selatan Rus saat itu hampir terhenti. Sejak tahun 1259 wilayah selatan Rus sepenuhnya dikuasai oleh Mongol-Tatar. Di kemudian hari wilayah tersebut jatuh ke tangan Polandia dan Lituania.

Pemerintahan Mongol-Tatar di bawah Zolotaya Orda (Gerombolan Emas) di Tanah Rus menyebabkan kemunduran ekonomi, politik dan budaya. Kemunduran di segala bidang ini membuat Kepangeranan Rus tersisih dari pergaulan dengan negara-negara lainnya di Eropa Barat. Namun secara perlahan, bangsa Rus bangkit dari keterpurukan. Pertanian mulai kembali berkembang, begitupun di kota-kota mulai dilakukan pembangunan. Di sekitar kota juga bermunculan pasar-pasar di mana para petani dari desa datang untuk menjual hasil pertaniannya, sedangkan para penduduk kota datang untuk menjual kerajinan tangan dan membeli hasil pertanian yang dibawa dari desa. Hubungan dagang di timur laut Rus mulai membaik, khususnya antara penduduk Novgorod dan Pskov. Timbul keinginan di antara orang-orang untuk bersatu karena terlalu banyaknya batas wilayah, dengan ragam barang dagangan yang dibutuhkan, perbedaan mata uang yang digunakan di tiap daerah, serta perbedaan penggunaan satuan ukur dalam perdagangan dan pertanian. Hal ini terjadi karena setiap penguasa menentukan kebijakan masing-masing yang berbeda satu sama lain. Satu-satunya yang masih menyatukan bangsa Rus saat itu adalah Kristen Ortodoks sebagai kepercayaan mereka bersama.

"Para baskak (utusan khan yang bertugas mengumpulkan upeti)" karya S. Ivanov.
Pada 1305, khan memindahkan hak kepangeranan agung dari Vladimir ke Kepangeranan Tver. Sementara itu Tver memiliki saingan kuat, yakni Moskwa. Kepangeranan Rus-Moskwa saat itu dipimpin oleh Daniil Aleksandrovich (1276-1303), anak bungsu dari Aleksandr Nevsky. Ia memperluas wilayah kepangeranan Rus-Moskwa dengan menyatukan Kepangeranan Pereslavl-Zalessky yang dibangun oleh Yury Dolgoruky, disusul oleh kota Kolomna yang terletak di tepi sungai Oka. Tampuk kekuasaannya diteruskan oleh anaknya yang melanjutkan perluasan kekuasaan Moskwa dengan merebut kota Mozhaysk di hulu sungai Moskwa dari kekuasaan Kepangeranan Rus-Smolensk.

Pada 1325 Kepangeranan Rus-Moskwa dipimpin oleh Ivan Kalita, anak dari pangeran Daniil. Julukan "Kalita" yang ada pada namanya memiliki arti 'pundi uang' atau 'dompet', karena ia dikenal sebagai pangeran yang suka mengumpulkan uang pajak untuk dirinya sendiri. Ia sering menghadap langsung pemimpin Zolotaya Orda sambil membawakan hadiah untuk khan dan istrinya. Karena hubungannya yang baik dengan para khan, utusan Mongol-Tatar tak lagi datang ke Moskwa untuk mengambil upeti selama 40 tahun! Ivan Kalita juga membantu khan untuk menekan pemberontakan penduduk Tver melawan Zolotaya Orda, sehingga ia mendapat jalan pintas mendapatkan yarlik dari khan untuk memerintah Kepangeranan Rus-Vladimir. Selain itu ia juga mendapat hak untuk mengumpulkan upeti bagi Zolotaya Orda dari seluruh Tanah Rus. Dengan demikian, Ivan Kalita menjadi pangeran Moskwa pertama yang menduduki jabatan sebagai Veliky knyaz.

"Kremlin Moskwa di masa pemerintahan Ivan Kalita" karya A. Vasnetsov
Di bawah kepemimpinan Ivan Kalita, wilayah Moskwa menjadi tujuh kali lebih luas dari sebelumnya. Ia memerintah sepanjang tahun 1325 hingga 1340. Mitropolit Pyotr yang saat itu menjabat sebagai Kepala Gereja Ortodoks Rus awalnya tinggal di Vladimir. Namun Ivan Kalita mengundangnya untuk pindah ke Moskwa. Setelah setuju untuk pindah, Moskwa pun menjadi pusat Gereja Ortodoks di Tanah Rus. Ivan Kalita membangun benteng pertahanan dari kayu di sekeliling wilayah Kremlin saat ini. Ia juga yang pertama mendirikan bangunan dari batu di Moskwa, yaitu Katedral Uspensky dan Katedral Arkhangelsky.

Masa penyatuan timur laut Rus ke wilayah Kepangeranan Rus-Moskwa selama 1300-1462
Meski demikian, kejayaan Kepangeranan Moskwa baru diraih oleh pangeran-pangeran Moskwa setelahnya. Moskwa tak hanya menjadi kota yang besar, tapi juga pusat keagamaan di timur laut Rus. Di wilayah ini bangsa Rus dapat mengembangkan kebudayaan, ajaran Ortodoks serta bahasa Rusia. Kesadaran akan kesamaan bahasa, kesamaan gaya hidup, budaya dan agama telah menyatukan masyarakat Rus di berbagai tempat sehingga menyadarkan mereka sebagai bangsa yang besar.

Adapun penduduk di wilayah barat dan barat daya Rus diduduki Polandia-Lituania. Mereka tidak kehilangan identitasnya, meski tentunya mendapat banyak pengaruh dari bangsa lain yang menguasainya. Keadaan yang terpisah dengan masyarakat Rus lainnya menyebabkan mereka tetap mempertahankan dialek, cara hidup dan budaya dari era Rus-Kiev. Di masa ini mulai muncul perbedaan kebiasaan, tradisi, seni dan budaya dari masyarakat Rus lainnya. Sejak saat itu, masyarakat Rus terpisah sebagai tiga suku-bangsa yang berbeda, yakni Velikorus (Rusia besar) atau Rusia, Malayarus (Rus kecil) atau Ukraina dan Belarus (Rus putih). Tentunya proses ini membutuhkan waktu yang lama dan berlangsung selama beratus-ratus tahun lamanya.





Sumber Bacaan:
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).

Sumber Gambar:
Abad XIII merupakan masa-masa yang sulit bagi bangsa Rus. Bahaya tak hanya datang dari timur dari bangsa nomaden, tapi juga dari barat. Bangsa Rus harus menghadapi penyerang baru dari barat yang ingin merebut kota Novgorod yang kaya. Serangan pertama berasal dari para ksatria salib (dalam bahasa Rusia disebut "рыцари-крестоносцы") dari Jerman dan Swedia. Mereka memiliki kemampuan berkuda yang baik dan menggunakan baju zirah sebagai pelindung dalam pertempuran. Julukan "ksatria salib" melekat pada mereka karena terdapat lambang salib di baju zirahnya.

Pertempuran di tepi sungai Neva antara pasukan Rus melawan ksatria Salib Swedia
Pada tahun 1240 Birger, pemimpin ksatria salib Swedia, melakukan ekspansi amiliter ke muara sungai Neva. Kedatangan mereka disambut dengan perlawanan pasukan Rus yang dipimpin knyaz (pangeran) Aleksandr Yaroslav dari kota Novgorod. Knyaz muda yang masih berusia sembilan belas tahun ini bersama para druzhina (orang yang dekat dengan knyaz dan bertugas menjaga keamanan kota) membawa pasukannya ke sungai Neva. Pada 15 Juli pertempuran sengit berlangsung sejak fajar hingga hari kembali gelap. Aleksandr sempat bertarung langsung melawan Birger dan berhasil melukainya. Pertempuran berakhir dengan kemenangan di pihak pasukan Rus. Kekalahan tersebut membuat pasukan Swedia gagal merebut Tanah Rus karena tertahan di sungai Neva dan danau Ladoga. Atas kemenangan pada pertempuran di tepi sungai Neva tersebut, knyaz Aleksandr mendapat julukan "Nevsky".

Aleksandr Nevsky yang Agung
Kekalahan ksatria salib Swedia tak menghentikan ksatria salib Jerman untuk mencoba menguasai Tanah Rus. Di abad ke-13 ksatria salib Jerman berhasil menguasai wilayah Baltik yang saat itu masih disebut Livonia. Para ksatria salib di Livonia kemudian membentuk Ordo Livonia. Selanjutnya para ksatria salib Jerman menaklukkan suku Prusia dan di wilayah taklukannya tersebut dibentuklah Ordo Teutonik. Penaklukan demi penaklukan terus dilakukan para ksatria salib dan masyarakat yang menjadi taklukannya diharuskan menjadi penganut Katolik. Tanah-tanah mereka diambil dan di atasnya dibangun kastil-kastil. Sementara di timur saat Batu Khan berusaha untuk menguasai Tanah Rus, Paus di Roma memberikan perintah kepada Ordo Teutonik untuk bersatu dengan Ordo Livonia menguasai wilayah timur. Dengan kekuatan yang semakin besar tersebut ksatria salib Jerman mulai bergerak ke arah Rus.

Ksatria Livonia
Pada 5 April 1242 pecah pertempuran di atas danau Chudsky antara pasukan Rus di bawah komando Aleksandr Nevsky dengan para ksatria salib Jerman. Dalam pertempuran ini pasukan Rus berhasil menang dengan telak. Banyak ksatria Jerman yang tewas dan tertangkap sebagai tawanan, sebagian lagi tenggelam dalam es di danau tersebut karena baju zirah tentara salib yang terlalu berat. Sisanya kabur dari pertempuran setelah sebelumnya dikejar oleh pasukan berkuda tentara Rus. Pertempuran ini disebut juga sebagai "Pertempuran Es" karena Aleksandr Nevsky memanfaatkan es yang ada di atas danau Chudsky untuk memenangkan pertempuran.

Sekali lagi bangsa Rus berhasil melindungi tanah airnya dari serangan yang datang dari barat laut. Setelah pertempuran tersebut, kekuatan Ordo Livonia menjadi tak sekuat sebelumnya. Kemenangan pasukan Rus atas ksatria salib begitu penting, karena mereka tak hanya melindungi tanah airnya. Lebih dari itu, mereka berusaha melindungi kepercayaan bangsa Rus, yakni Kristen Ortodoks. Karenanya Aleksandr Nevsky dianggap sebagai salah satu pahlawan besar dalam sejarah nasional bangsa Rusia.





Sumber Bacaan:
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).


Sumber Gambar:
Pertempuran di sungai Neva

Di akhir abad XII muncul kekuatan baru di Asia Tengah yang berasal dari kaum nomaden. Mereka dikenal sebagai bangsa Mongol, namun masyarakat Rus kuno menyebut mereka sebagai orang Tatar. Di bawah pimpinan khan (pemimpin) Temujin, bangsa-bangsa nomaden ini disatukan hingga menjadi tentara yang tangguh dan kuat. Temujin di kemudian hari dikenal dengan nama "Jenghis Khan".

Pasukan Mongol-Tatar mulai melakukan penaklukan terhadap bangsa-bangsa di sekitarnya, mulai dari wilayah utara Tiongkok, hingga ke arah barat Asia. Kampanye militer pasukan Mongol-Tatar ini akhirnya sampai ke tepi Laut Hitam, di mana saat itu hidup bangsa Kipchak (dalam bahasa Rusia disebut "половцы"), yakni salah satu suku bangsa Turkik nomaden. Mereka meminta bantuan kepada pangeran-pangeran Rus. Akhirnya didapatkan kesepakatan untuk bertempur bersama melawan pasukan Jenghis Khan. Pada tahun 1223 terjadi pertempuran antara bangsa Rus melawan pasukan Mongol-Tatar di tepi sungai Kalka, sebuah sungai yang tidak terlalu besar di dekat laut Azov. Para pangeran Rus bertempur dengan berani, namun karena hubungan antarmereka yang tidak terlalu akrab menyulitkan bekerja untuk saling sama. Akhirnya pasukan-pasukan mereka dengan mudah dihancurkan oleh pasukan Mongol-Tatar. Pertempuran tersebut menjadi pertempuran pertama yang mempertemukan bangsa Mongol-Tatar dengan bangsa Rus. Setelah pertempuran ini, pasukan Jenghis Khan tidak melanjutkan kampanye militernya ke arah Kepangeranan Rus, melainkan berbalik arah dan kembali ke Asia.

Lukisan karya P. Ryzhenko tentang kekalahan pasukan Rus dalam pertempuran Kalka.
Pada tahun 1237, cucu Jenghis Khan yang bernama Batu Khan bersama sejumlah pasukan yang besar kembali ke perbatasan Rus. Wilayah Rus pertama yang ada di hadapan mereka adalah Kepangeranan Ryazan. Selama lima hari Ryazan melakukan perlawanan, hingga akhirnya di hari keenam pasukan Mongol-Tatar berhasil menduduki Ryazan. Setelah Ryazan, secara berturut-turut pasukan Mongol-Tatar menguasai Moskwa, Tver dan Vladimir. Mereka tak hanya menghancurkan kota yang enggan menyerah, namun juga membantai banyak penduduknya.

Pasukan Mongol-Tatar begitu mudah menguasai wilayah Rus satu demi satu karena pangeran Rus enggan untuk saling berdamai dan bekerjasama dalam melawan musuh. Setiap pangeran hanya memikirkan kepentingan pribadinya dan tidak tertarik untuk membantu wilayah tetangganya yang menghadapi serangan pasukan Mongol-Tatar. Selain itu, pasukan Mongol-Tatar juga memang sangat kuat dan memiliki pengalaman bertempur lebih banyak.

Pada 1240 pasukan Batu Khan berhasil memasuki Kiev. Mereka nyaris menguasai hampir seluruh Tanah Rus, kecuali Novgorod dan Pskov. Pada musim semi tahun 1241, pasukan yang dipimpin Batu Khan mulai melakukan kampanye militer ke arah Eropa, dimulai dari Polandia, kemudian ke arah Ceko dan Hongaria. Namun serangan mereka tidak begitu lama karena Batu Khan langsung menarik kembali pasukannya dari Eropa.

Ilustrasi diorama di museum Vladimir tentang
serangan pasukan Batu Khan di kota Vladimir 
Selama tahun 1240-an Batu Khan mendirikan pemerintahan baru meliputi wilayah kekuasaannya yang luas. Pemerintahan bentukannya ini dalam bahasa Rusia disebut "Zolotaya Orda" atau 'Gerombolan Emas' dengan pusat pemerintahan di Saray, tak jauh dari kota Astrakhan saat ini. Meski wilayah Rus tidak dimasukkan ke dalam Zolotaya Orda, namun mereka secara penuh berada di bawah kendali khan. Pangeran-pangeran Rus wajib mengikuti perintah khan dan membayar upeti dengan jumlah yang besar kepada khan. Awalnya upeti yang dipungut berupa makanan dan benda-benda kerajinan, namun kemudian hanya uang. Di masa ini, banyak orang Rus yang ditangkap dan dijadikan budak. Industri kerajinan banyak mengalami kemunduran. Pangeran-pangeran Rus pun kehilangan kekuasaannya dan harus mendapat izin dari khan untuk bisa memimpin. Seorang pangeran harus memiliki "yarlik" atau surat kuasa dari khan. Khan pula lah yang menentukan siapa yang berhak menjadi "veliky knyaz" (Pangeran agung) di antara pangeran-pangeran Rus. Meski sempat goyah sesaat, namun kekuasaan Zolotaya Orda terus berlangsung hingga dua ratus tahun di Tanah Rus.





Sumber Bacaan :
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).

Sumber Gambar:
Pada abad XII Kepangeranan Rus-Kiev mulai terbagi atas beberapa pemerintahan yang berdiri mandiri. Hal ini terjadi karena adanya tradisi dari pangeran-pangeran sebelumnya yang membagi-bagi daerah kekuasaannya untuk diwariskan pada para anaknya. Anak-anak keturunan para pangeran ini seringkali tak bisa mencapai kesepakatan untuk menentukan siapa di antara mereka yang paling berhak untuk menjadi pemimpin atas yang lainnya. Mereka bersaing dan tak mau saling membantu. Di masa-masa yang rumit tersebut, seorang pangeran Rus bernama Vladimir Monomakh (1113-1125), cucu dari Yaroslav Mudry, akhirnya berhasil memulihkan keadaan dan menyatukan kembali Kepangeranan Rus. Sayangnya keadaan ini tak berlangsung lama.

"Vladimir Monomakh sedang beristirahat setelah berburu" karya Viktor Vasnetsov
Kekuasaan para pangeran di luar Kiev kembali semakin menguat secara bertahap. Mereka memiliki tanah kekuasaan dan pasukannya sendiri. Mereka lagi mau membayar pajak kepada "velikiy knyaz" atau pangeran agung di Kiev, sementara itu ekonomi di menjadi wilayah menjadi melemah, meski kegiatan pertanian tetap berjalan. Alhasil, di pertengahan abad XII masyarakat di Tanah Rus terbagi atas beberapa kelompok berdasarkan tanah kekuasaan pangeran yang berbeda, di antaranya adalah Kepangeranan Kiev, Chernigovsk, Smolensk, Novgorod, Vladimir-Suzdal dan lain sebagainya.

Anak bungsu dari Vladimir Monomakh, yakni Yury Dolgoruky (1125-1157) mendapatkan warisan tanah di timur laut Tanah Rus (di wilayah Rostov-Suzdal), jauh dari ibukota Kiev. Namun Yury berhasil memperluas batas kekuasaannya secara bertahap. Waktu demi tahu, garis batas wilayah kekuasaannya terus bergerak dengan tujuan akhir - Kiev! Pada tahun 1155 ia akhirnya berhasil menduduki Kiev. Ia juga membangun kota-kota baru di tanah Rus, seperti Dmitrov, Kostroma, Pereslavl-Zalessky, dll. Karenanya, orang-orang memberikan julukan "Dolgoruky" yang berarti 'tangan panjang' (karena tanah kekuasaannya yang terus meluas). Nama Yury Dolgoruky juga memiliki hubungan dengan sejarah keberadaan kota Moskwa, di mana dalam letopis (babad, atau catatan sejarah pertahun) yang ditulis berkaitan dengannya, nama kota Moskwa disebutkan untuk pertama kalinya. Kota Moskwa akhirnya menjadi bagian dari wilayah kekuasaannya dan di bukit Borovitsky dibangun benteng atas perintahnya.

Perangko Rusia seri Yury Dolgoruky
Setelah kematian Yury Dolgoruky, tanah Rostov-Suzdal dipimpin oleh Andrey Bogolubsky (1157-1174). Ia adalah seorang pangeran yang cerdas dan tegas, namun keras terhadap lawan-lawannya. Andrey berjuang untuk memperkuat kekuasaannya dan melawan pengaruh para boyar, yakni kelompok orang yang memiliki posisi tertinggi di masyarakat feodal Rus karena kepemilikan tanah yang luas. Andrey memutuskan untuk tidak memerintah dari kota Kiev. Ia memerintah dari kota Vladimir dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota Kepangeranan Rus. Ia mulai membangun kota Vladimir secara bertahap, memerintahkan pembangunan Katedral Uspensky, Gerbang Emas (Pintu masuk kota Vladimir dengan kubah emas) serta dinding pertahanan dari kayu sepanjang 7 kilometer.

Setelah kematian Andrey Bogolyubsky, adiknya, Vsevolod menjadi veliky knyaz (pangeran agung). Ia mendapat julukan "Bol'shoye Gnyezdo", yang berarti 'Sarang Besar'. Seperti juga kakaknya, Vsevolod juga berjuang untuk menyatukan wilayah-wilayah di Tanah Rus di bawah kekuasaannya. Di bawah pemerintahannya, daerah utara Rus meluas hingga Kiev dan Novgorod. Periode kekuasaannya menjadi puncak kejayaan Kepangeranan Rus yang berpusat Vladimir-Suzdal. Namun setelah kematiannya pada tahun 1212 Kepangeranan Rus kembali mengalami kehancuran.

Sementara itu, jauh di timur laut Rus mulai berkembang sebuah pemerintahan di Veliky Novgorod yang pertama kali didirikan sejak abad IX di tepi sungai Volkhov. Umumnya wilayah Novgorod merupakan daerah yang dingin dan tidak subur, sehingga kerajinan dan kegiatan perdagangan lebih banyak berkembang dari pada pertanian. Hasil kerajinan dari Novgorod sangat terkenal di seluruh penjuru Rus. Lad'ya (perahu kayu) dari Novgorod sering terlihat di laut-laut utara hingga jauh ke timur. Para saudagar Novgorod melakukan perdagangan di banyak wilayah, mulai dari Eropa Barat, Uni Ganza (persatuan dagang di kota-kota di Jerman), Bizantium hingga ke arah timur ke benua Asia.

Kota Novgorod terkenal dengan penduduknya yang terpelajar. Kebanyakan dari mereka melek huruf. Hal ini dapat dibuktikan dari ditemukannya surat-surat para penduduk yang ditulis di atas kulit kayu pohon berk. Para peneliti menemukan ratusan dokumen bersejarah yang ditulis para penduduk Novgorod. Tak hanya kaum lelaki, tapi juga kaum wanitanya, bahkan anak-anak Novgorod di masa itu bisa membaca dan menulis. Hasil penelitian juga membuktikan, bahwa tak hanya penduduk yang kaya yang bisa menulis, bahkan penduduk biasa pun sudah terbiasa dengan budaya tulis-menulis.

Catatan peninggalan penduduk Novgorod kuno yang ditulis di atas kulit pohon berk
Pada tahun 1136 muncul pemberontakan terhadap knyaz (pangeran) di Novgorod. Masyarakat mengusir knyaz dan membuat perjanjian bahwa siapapun yang menjadi knyaz, maka kebijakannya harus disesuaikan dengan keinginan masyarakat Novgorod. Jika knyaz melanggar perjanjian, maka ia akan diusir dari Novgorod. Selain itu, mereka juga mengimbangi kekuasaan pangeran dengan mengangkat "posadnik", yakni seorang yang dipercaya sebagai tetua di kota tersebut. Posadnik biasanya dipilih dari kalangan boyar setempat.

Dalam menyelesaikan masalah-masalah utama, warga dari kalangan pria dewasa akan berkumpul di lapangan utama di pusat kota. Perkumpulan tersebut disebut "narodnoye veche" atau 'sidang rakyat'. Untuk mengumpulkan masyarakat, digunakanlah "vechevoy kolokol" atau 'lonceng veche' yang kemudian menjadi simbol kekuatan rakyat di Novgorod. Dalam sidang ini, hal-hal penting, mulai dari keputusan untuk berperang atau berdamai, memilih pejabat tinggi, dll.

Bisa dibilang, sistem yang mirip dengan demokrasi modern ini membuat pemerintahan Novgorod di awal abad XII ini seakan menjadi semacam pemerintahan republik pertama yang ada di Rusia, karena sistem yang berlaku di Novgorod sangat berbeda dengan sistem pemerintahan yang digunakan di berbagai wilayah lainnya di Tanah Rus di masa itu.





Sumber Bacaan :
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).

Sumber gambar
Lukisan tentang Vladimir Monomakh karya Viktor Vasnetsov
Perangko Rusia seri Yury Dolgoruky
Catatan peninggalan penduduk Novgorod kuno yang ditulis di atas kulit pohon berk
Vladimir adalah seorang knyaz (pangeran) Rus yang terkenal dan diingat oleh banyak orang hingga saat ini. Ia menjadi memerintah Rus-Kiev sejak tahun 980. Di bawah masa pemerintahannya, Rus menjadi negara yang besar dan kuat. Pasukannya berhasil melindungi wilayah kekuasaannya dari serangan bangsa-bangsa nomaden yang sering datang sebagai musuh.

Vladimir dikenal sebagai seorang yang tangguh dalam pertempuran dan bijaksana dalam pemerintahan. Pada tahun 988, sang pangeran menganut agama baru, yakni agama Kristen. Agama yang mengajarkan keyakinan kepada Yesus Kristus ini di masa itu memang sedang meluas dan menyebar di negara-negara Eropa. Knyaz Vladimir juga ingin agar masyarakat di Tanah Rus juga menganut agama Kristen agar lebih mudah dalam melakukan negosiasi dengan negara-negara tetangganya. Sang pangeran memerintahkan bangsa Rus untuk mengikuti ajaran Kristen dari Bizantium yang saat itu merupakan pusat Kekaisaran Romawi Timur.

Kristen Ortodoks Timur kemudian menjadi agama resmi di Kepangeranan Rus. Berbeda dengan kepercayaan pagan sebelumnya yang percaya pada banyak dewa, penganut Kristen Ortodoks percaya hanya terhadap satu Tuhan dan anaknya, Yesus Kristus, yang rela mati di tiang salib untuk menebus dosa umat manusia. Kitab suci mereka adalah Alkitab dan para penganut Kristen Ortodoks menggunakan salib sebagai simbol kepercayaan mereka.

Kristenisasi di Rus oleh pangeran Vladimir
Agama Kristen berperan penting dalam sejarah Kepangeranan Rus. Kehidupan masyarakat mulai berubah. Kebudayaan berkembang menjadi lebih cepat. Vladimir mengundang ahli agama dari Bizantium untuk membuka sekolah agama. Bangsa Rus juga mengenal aksara untuk menuliskan bahasa Slavia yang disebut "azbuki" (dua bunyi huruf awal aksara Slavia, yakni dari huruf 'az' dan 'buki') atau dikenal juga dengan sebutan "kirillitsa" (aksara Kiril) untuk mengenang St. Kiril sebagai penyusun purwarupa aksara ini.

Kisah tentang masa pemerintahan Pangeran Vladimir diceritakan dalam byliny (kisah-kisah puitis tentang masa lalu). Di masa hidupnya, Vladimir selalu dikelilingi oleh para bogatyr (orang-orang kuat) bangsa Rus yang terkenal, di antaranya adalah Ilya Muromets, Dobrynya Nikitich dan Alyosha Popovich. Masyarakat Rus menyebut Pangeran Vladimir sebagai "krasnoye solnyshko" yang berarti 'matahari merah' meski dalam bahasa Rus kuno, kata sifat "krasnoye" berarti 'indah'. Adapun di gereja-gereja Ortodoks, sosok Vladimir dimasukkan ke dalam kategori orang suci (Santo).

Pada abad XI mulai lahir sastra Rusia kuno. Karya-karya sastra yang pertama ditulis disebut "letopis" (babad, catatan sejarah tentang kejadian berdasarkan tahun). Letopis tertua yang pernah ditulis, di antaranya adalah "Slovo o zakone i blagodati" (Khotbah tentang Hukum dan Anugerah) yang ditulis oleh Ilarion, seorang mitropolit pertama yang berdarah Slavia. Catatan sejarah lainnya dibuat sekitar tahun 1113 oleh Nestor, seorang biarawan Ortodoks.


Letopis
Setelah kematiannya, kekuasaan Pangeran Vladimir dilanjutkan oleh anaknya, Yaroslav Mudry (1019-1054). Di bawah kepimpinannya, Rus-Kiev menjadi lebih makmur dan kuat. Masa-masa ini menjadi awal perkembangan pemerintahan Rus kuno. Yaroslav membangun gereja dan katedral, di antaranya adalah Katedral Suci Sofia di Kiev.


Katedral Sofia di Kiev
Di bawah pemerintahan Yaroslav, wilayah Rus semakin meluas. Di tepi sungai Volga ia membangun kota baru yang dinamakan Yaroslav. Kepangeranan Rus semakin berjaya dengan berkembangnya benda-benda hasil kerajinan tangan. Para ahli pembuatan senjata juga semakin baik dalam membuat peralatan perang, seperti tombak, pedang, perisai, dan baju zirah rantai (pakaian atau lapisan pelindung yang terbuat dari untaian rantai untuk melindungi tubuh dari senjata yang bisa membuat luka). 

Yaroslav Mudry juga memperkuat posisi dengan melakukan pernikahan antardinasti (pernikahan yang dilakukan antara perwakilan penguasa dari pemerintahan yang berbeda). Yaroslav sendiri menikah dengan seorang putri Swedia, sedangkan putri-putrinya menikah dengan raja Prancis, Hungaria, dan Norwegia. Adapun putra Yaroslav menikah dengan putri Bizantium.

Yaroslav membuat hukum tertulis pertama di Kepangeranan Rus yang berisi tentang aturan hukum umum, hukuman untuk pembunuhan (hutang darah dibayar darah) serta hukuman untuk pencemaran nama baik. Catatan hukum tersebut dinamakan "Russkaya pravda". Selanjutnya anak-anak Yaroslav melengkapi Russkaya pravda ini dengan hukum-hukum baru. Hukum Russkaya pravda terus berlaku hingga akhir abad XV. Berbeda dengan pangeran-pangeran sebelumnya, Pangeran Yaroslav tidak menjadi tokoh utama dalam byliny, tetapi di catatan sejarah disebutkan bahwa dirinya merupakan seorang pemimpin yang besar, seorang yang berpendidikan dan orang Rus pertama yang memberikan pencerahan kepada banyak orang. Karenanya ia mendapatkan sebutan "mudry" atau 'sang bijak'.





Sumber Bacaan :
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).


Sumber Gambar :
Bangsa Slavia muncul pada abad VI-IX di sebagian besar wilayah Eropa Timur. Mereka hidup dengan cara bertani dan beternak. Orang-orang Slavia menanam gandum, tanaman untuk bahan roti dan biji-bijian, beternak sapi, biri-biri dan kuda. Selain itu, berburu hewan dan menangkap ikan juga merupakan kegiatan penting lainnya dalam kehidupan masyarakat Slavia.

Masyarakat Slavia hidup dengan cara bertani dan beternak
Bangsa Slavia awalnya adalah penganut paganisme dan menyembah banyak dewa. Mereka melihat alam sebagai sesuatu yang hidup dan setiap unsur alam diwakili oleh dewa tertentu. Dewa utama dalam mitologi bangsa Slavia di antaranya adalah Svarog atau Rod sebagai dewa pencipta alam dan kehidupan, Yarilo sebagai dewa matahari dan musim semi, serta Perun sebagai dewa petir. Agar para dewa memberikan berkah kepada manusia, orang-orang Slavia membuat patung dewa dari pohon (terkadang dari batu) dan melakukan perayaan tertentu sebagai bentuk terima kasih kepada para dewa. Hingga hari ini beberapa perayaan tersebut masih bisa kita lihat, misalnya perayaan pergantian musim dingin ke musim semi yang disebut Maslenitsa. Saat berlangsungnya perayaan ini, orang-orang akan memasak bliny (panekuk atau kue dadar) sebagai simbol matahari.


 Perayaan Maslenitsa, bliny sebagai hidangan utama
Bangsa Slavia kuno hidup secara berkelompok. Di antara mereka ada yang mendapat gelar “knyaz” (pangeran) yang berperan sebagai pemimpin orang-orang Slavia lainnya. Seorang knyaz harus bisa bertindak sebagai kepala pemerintahan di masa damai dan cakap dalam pertempuran saat menghadapi musuh datang. Demi menjaga diri dari musuh, orang-orang Slavia membangun benteng pertahanan. Adapun pemukiman yang dikelilingi benteng tersebut disebut sebagai gorod (grad) yang kini berarti ‘kota’. Di dalam kota-kota tersebut berkembanglah perdagangan dan kerajinan. Kelompok orang bersenjata yang bertugas menjaga kota tergabung dalam satuan yang disebut druzhiny. Orang-orang druzhiny ini hidup berdampingan bersama knyaz dalam satu tempat tinggal. Perdagangan mulai berperan penting dalam kehidupan masyarakat Slavia Timur pada abad IX, berawal dari jalur perdagangan yang melalui sungai Dniepr. Jalur tersebut dinamakan “iz varyag v greki” atau ‘dari Varyag (Viking) menuju Yunani’. Jalur ini menghubungkan kegiatan perdagangan antara Laut Baltik dengan Laut Hitam. Akhir jalur tersebut mengantarkan pada Kekaisaran Bizantium dengan ibukotanya - Konstantinopel (bangsa Slavia menyebutnya sebagai Tsargrad yang berarti ‘Kota Kaisar’. Di sepanjang jalur perdagangan ini terdapat dua kota terkenal, yakni Novgorod di utara dan Kiev di selatan. Seorang Varyag yang disebut Ryurik menjadi knyaz di Novgorod pada tahun 862. Kata “Varyag” adalah sebutan bangsa Slavia untuk bangsa Viking yang pernah hidup di barat laut Eropa hingga kepulauan Skandinavia. Orang-orang Varyag atau Viking ini merupakan leluhur orang Swedia, Norwegia, Denmark dan Islandia di masa kini. Naiknya Ryurik sebagai knyaz atau pangeran di Tanah Rus ini menjadi awal dinasti kepangeranan Rus dan kekaisaran Rus kuno. Keberadaan dinasti Ryurik bertahan hingga tahun 1598.
Lukisan tentang kedatangan Ryurik ke Tanah Rus
Setelah kematian Ryurik, saudaranya, Oleg mulai melakukan ekspansi ke selatan dan merebut kota Kiev. Pada tahun 882 Oleg menjadikan Kiev sebagai pusat pemerintahan di wilayah kekuasaannya dan menyebut Kiev sebagai “ibu dari kota-kota Rus’.

Setelah disatukannya dua pusat utama bangsa Slavia Timur, yakni Novgorod di utara dengan  Kiev di Selatan, dibentuklah pemerintahan yang disebut “Rus”. Ini merupakan bentuk pemerintahan pertama yang dibentuk oleh orang-orang Slavia Timur. Pemerintahan tersebut kemudian disebut sebagai Drevnyaya Rus (Rus kuno) atau Kiyevskaya Rus (Rus-Kiev, sebutan berdasarkan nama ibukotanya).





Sumber Bacaan :
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).

Sumber Gambar :

Film hitam-putih ini diangkat dari novela karya Mikhail Sholokhov yang berjudul Nasib Seorang Manusia (dalam bahasa Rusia: "Судьба человека"), diterbitkan pertama kali pada tahun 1956-1957 di koran "Pravda". Sergey Bondarchuk, sutradara Soviet terkenal saat pertama kali membaca kisah ini langsung mendapatkan ilham untuk mengangkatnya ke layar lebar.

Film ini berkisah tentang nasib seorang tentara Soviet bernama Andrey Sokolov yang mengalami pengalaman pahit dalam hidupnya selama Perang Dunia II. Ia harus meninggalkan rumah dan anak-istrinya. Dalam pertempuran, ia tertangkap dan menjalani kerja paksa di kamp-kamp tahanan Jerman. Cobaan demi cobaan terus berlanjut, namun ia tetap menjalani kehidupannya sebagai seorang pria sejati, menjaga sisi kemanusiaannya untuk tetap bisa mencinta...


Fakta Menarik
Selama setahun pembuatan film ini, para kru bepergian ke berbagai tempat. Beberapa episode diambil di sekitar Sungai Don, tak jauh dari desa Veshenskaya, tempat kelahiran Sholokhov, misalnya adegan saat Sokolov bertemu dengan Vanyechka. Episode untuk kehidupan kamp konsentrasi Jerman diambil di wilayah pertambangan di Rostov. Episode saat tahanan tiba di stasiun diambil di wilayah Kaliningrad. Adapun pertempuran psikologis antara Sokolov dan Muller diambil di paviliun Mosfilm di Moskwa.

Film ini dirilis pada 1959 dan mendapat sambutan yang besar dari banyak pihak. Di tahun pertama kemunculannya, film ini telah ditonton oleh hampir 40 juta orang.

Judul: Nasib Seorang Manusia (Судьба человека)
Tahun: 1959
Negara: Uni Soviet
Genre: Perang
Durasi 97 menit
Pemeran: Sergey Bondarchuk, Pavel Volkov, Pavel Boriskin, Zinaida Kiriyenko, Konstantin Alekseyev, Pavel Vinnikov, Yevgeny Teterin, Anatoliy Chemodurov, Lev Borisov, Yuriy Averin.
Sutradara: Sergey Bondarchuk
Distributor: Mosfilm










Sumber:

Sumber Gambar:
Gambar 2
Gambar 2
Poster