Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Di akhir abad XII muncul kekuatan baru di Asia Tengah yang berasal dari kaum nomaden. Mereka dikenal sebagai bangsa Mongol, namun masyarakat Rus kuno menyebut mereka sebagai orang Tatar. Di bawah pimpinan khan (pemimpin) Temujin, bangsa-bangsa nomaden ini disatukan hingga menjadi tentara yang tangguh dan kuat. Temujin di kemudian hari dikenal dengan nama "Jenghis Khan".

Pasukan Mongol-Tatar mulai melakukan penaklukan terhadap bangsa-bangsa di sekitarnya, mulai dari wilayah utara Tiongkok, hingga ke arah barat Asia. Kampanye militer pasukan Mongol-Tatar ini akhirnya sampai ke tepi Laut Hitam, di mana saat itu hidup bangsa Kipchak (dalam bahasa Rusia disebut "половцы"), yakni salah satu suku bangsa Turkik nomaden. Mereka meminta bantuan kepada pangeran-pangeran Rus. Akhirnya didapatkan kesepakatan untuk bertempur bersama melawan pasukan Jenghis Khan. Pada tahun 1223 terjadi pertempuran antara bangsa Rus melawan pasukan Mongol-Tatar di tepi sungai Kalka, sebuah sungai yang tidak terlalu besar di dekat laut Azov. Para pangeran Rus bertempur dengan berani, namun karena hubungan antarmereka yang tidak terlalu akrab menyulitkan bekerja untuk saling sama. Akhirnya pasukan-pasukan mereka dengan mudah dihancurkan oleh pasukan Mongol-Tatar. Pertempuran tersebut menjadi pertempuran pertama yang mempertemukan bangsa Mongol-Tatar dengan bangsa Rus. Setelah pertempuran ini, pasukan Jenghis Khan tidak melanjutkan kampanye militernya ke arah Kepangeranan Rus, melainkan berbalik arah dan kembali ke Asia.

Lukisan karya P. Ryzhenko tentang kekalahan pasukan Rus dalam pertempuran Kalka.
 
Pada tahun 1237, cucu Jenghis Khan yang bernama Batu Khan bersama sejumlah pasukan yang besar kembali ke perbatasan Rus. Wilayah Rus pertama yang ada di hadapan mereka adalah Kepangeranan Ryazan. Selama lima hari Ryazan melakukan perlawanan, hingga akhirnya di hari keenam pasukan Mongol-Tatar berhasil menduduki Ryazan. Setelah Ryazan, secara berturut-turut pasukan Mongol-Tatar menguasai Moskwa, Tver dan Vladimir. Mereka tak hanya menghancurkan kota yang enggan menyerah, namun juga membantai banyak penduduknya.

Pasukan Mongol-Tatar begitu mudah menguasai wilayah Rus satu demi satu karena pangeran Rus enggan untuk saling berdamai dan bekerjasama dalam melawan musuh. Setiap pangeran hanya memikirkan kepentingan pribadinya dan tidak tertarik untuk membantu wilayah tetangganya yang menghadapi serangan pasukan Mongol-Tatar. Selain itu, pasukan Mongol-Tatar juga memang sangat kuat dan memiliki pengalaman bertempur lebih banyak.

Pada 1240 pasukan Batu Khan berhasil memasuki Kiev. Mereka nyaris menguasai hampir seluruh Tanah Rus, kecuali Novgorod dan Pskov. Pada musim semi tahun 1241, pasukan yang dipimpin Batu Khan mulai melakukan kampanye militer ke arah Eropa, dimulai dari Polandia, kemudian ke arah Ceko dan Hongaria. Namun serangan mereka tidak begitu lama karena Batu Khan langsung menarik kembali pasukannya dari Eropa.

Ilustrasi diorama di museum Vladimir tentang
serangan pasukan Batu Khan di kota Vladimir 
 
Selama tahun 1240-an Batu Khan mendirikan pemerintahan baru meliputi wilayah kekuasaannya yang luas. Pemerintahan bentukannya ini dalam bahasa Rusia disebut "Zolotaya Orda" atau 'Gerombolan Emas' dengan pusat pemerintahan di Saray, tak jauh dari kota Astrakhan saat ini. Meski wilayah Rus tidak dimasukkan ke dalam Zolotaya Orda, namun mereka secara penuh berada di bawah kendali khan. Pangeran-pangeran Rus wajib mengikuti perintah khan dan membayar upeti dengan jumlah yang besar kepada khan. Awalnya upeti yang dipungut berupa makanan dan benda-benda kerajinan, namun kemudian hanya uang. Di masa ini, banyak orang Rus yang ditangkap dan dijadikan budak. Industri kerajinan banyak mengalami kemunduran. Pangeran-pangeran Rus pun kehilangan kekuasaannya dan harus mendapat izin dari khan untuk bisa memimpin. Seorang pangeran harus memiliki "yarlik" atau surat kuasa dari khan. Khan pula lah yang menentukan siapa yang berhak menjadi "veliky knyaz" (Pangeran agung) di antara pangeran-pangeran Rus. Meski sempat goyah sesaat, namun kekuasaan Zolotaya Orda terus berlangsung hingga dua ratus tahun di Tanah Rus.





Sumber Bacaan :
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).

Sumber Gambar:

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]