Full width home advertisement

Post Page Advertisement [Top]

Ada banyak sekali lagu anak berbahasa Rusia yang populer di masa Soviet masih sering dinyanyikan hingga hari ini. Lagu-lagu itu masih terus diajarkan di taman kanak-kanak dan di sekolah, dijadikan lagu latar film-film kartun favorit anak, dan terus diputar di saat hari libur dan di konser-konser musik. Dalam tulisan ini akan dibahas lagu-lagu anak terkenal berbahasa Rusia yang masih populer hingga saat ini serta kisah apa yang terjadi di balik lagu-lagu tersebut.

«В лесу родилась елочка» (Pinus Kecil Terlahir di Hutan)
Lirik lagu paling terkenal ini telah ditulis seabad yang lalu. Lirik lagu ini ditulis oleh seorang guru bernama Raisa Kudasheva dalam bentuk puisi tahun baru untuk murid-muridnya. Isi puisinya menceritakan tentang pohon "yolka" (pinus) atau "yolochka" (pinus kecil), yakni pohon pinus yang dijadikan simbol perayaan tahun baru. Pada Desember 1903 puisi ini dipublikasikan di majalah "Malyutka". Namun Kudasheva, karena kerendahan hatinya, tidak ingin menunjukkan nama aslinya, sehingga nama penulis di majalah tersebut ditulis dengan menggunakan nama samaran.

Iringan musik untuk puisi lagu tersebut kemudian disusun oleh seorang ilmuwan Rusia bernama Leonid Bekman untuk putrinya. Dia sebenanrya bukan seorang komposer, bahkan dia tidak tahu notasi musik. Namun upayanya itu baru dapat dilakukan dengan bantuan istrinya, Yelena Beckman, yang merupakan lulusan Konservatori Moskwa dan juga merupakan teman Sergey Rakhmaninov.

Lagu "В лесу родилась елочка" hingga kini selalu
dinyanyikan oleh anak-anak Rusia saat merayakan tahun baru.

Putri Beckman kemudian membawakan lagu tentang pohon pinus kecil itu di pesta keluarga bersama teman-temannya. Para pendengar sangat menyukai melodi itu sehingga mereka meminta mereka untuk menulis ulang nada dan lirik lagunya. Pada tahun 1906, Beckman menulis ulang lagu "Yolochka" ini untuk teman-temannya lebih dari 10 kali, mereka terus menyebarkan lagu ini kepada para kenalan mereka, dan akhirnya lagu tahun baru ini menjadi sangat populer di Moskwa saat itu.

Raisa Kudasheva sendiri dalam waktu yang lama tidak mengetahui bahwa puisinya itu menjadi begitu terkenal. Baru pada tahun 1921 dia mendengar untuk pertama kalinya saat seorang gadis kecil di kereta menyanyikan "Yolochka" yang menggunakan lirik dari puisinya. Nama Kudasheva sendiri baru terkenal pada tahun 1950-an, ketika dia menghadiri dua wawancara kepada surat kabar Vechernyaya Moskva dan majalah Ogonyok. Bagaimana pun dia tidak pernah mencari ketenaran sehingga dia sebuah surat kepada temannya dia mengatakan: "Aku tidak ingin menjadi orang terkenal, tetapi aku juga tidak bisa untuk tidak menuliskannya (tentang hal ini)."

Dengarkan lagunya di: https://www.youtube.com/watch?v=O9IEvXbJPmI


«Антошка» (Antoshka/Si Anton Kecil)

Seorang penyair bernama Yury Entin dan seorang komposer Vladimir Shainsky menulis lagu "Antoshka" pada tahun 1968. Beberapa tahun sebelumnya, Entin pernah bekerja sebagai guru sejarah di sekolah. Puisi yang kelak menjadi lirik lagu ini didedikasikan bagi murid-muridnya yang malas dan nakal serta sangat ceroboh, sehingga selalu menanggapi semua permintaan guru dengan kalimat: "Kami tidak bisa mengerjakannya, kami tidak bisa menjawab pertanyaan ini"

Shainsky kemudian menyusun melodi lagu ini hanya dalam beberapa menit saja, bahkan tanpa alat musik. "Dia berkata: "Saya tidak membutuhkan piano, saya akan menuliskannya di atas meja". Dia kemudian mulai mengetuk meja dan bernyanyi: "Tili-tili, trali-vali ..." Di sana ada enam baris. Lagu itu selesai pada hari itu juga." kenang Yury Entin mengenai proses kerja Shainsky dalam menyusun melodi tersebut.

Lagu "Antoshka" menjadi semakin populer setelah diputar
dalam film kartun yang juga berjudul "Antoshka"

Namun lagu "Antoshka" ini tidak langsung diapresiasi di kantor redaksi televisi anak. Entin dan Shainsky akhirnya mencoba menawarkannya ke program-program televisi yang berbeda, tapi ternyata juga mengalami penolakan. Lagu ini akhirnya baru diterima oleh sebuah program bernama "С добый утром!" (Selamat pagi!). Sehari setelah kemunculannya di televisi, lagu "Antoshka" menjadi banyak disukai. Pada tahun 1970, sebuah kartun dengan nama yang sama juga muncul. Film kartun ini disutradarai oleh Leonid Nosyrev untuk program animasi Vesyolaya Karusel.

Dengarkan lagunya di: https://www.youtube.com/watch?v=MK5LbdMH-pY


«Чунга-Чанга» (Chunga-Changa)
Lagu ini merupakan karya Inessa Kovalevskaya, pertama kali ditampilkan dalam kartun "Katerok". Yury Entin dan Vladimir Shainsky juga ikut mengerjakannya. Mereka membuat lagu ini pada hari yang sama dengan pembuatan lagu "Antoshka". Mereka awalnya kesulitan untuk memutuskan hal yang paling penting dari lagu ini, yaitu nama "pulau ajaib" yang menjadi fokus utama lagu ini. Semua pilihan yang ada tidak juga dirasa cocok bagi Entin sampai akhirnya dia secara tidak sengaja melihat poster pertunjukan balet es. Di poster balet tersebut ada nama "Yevgeny Changa" sebagai sutradaranya. Yuri Entin sangat menyukai nama marga yang tidak biasa itu sehingga dia menambahkannya dengan kata fiktif "chunga" dan memasukkannya ke dalam lirik lagu ini.

Nama Chunga-Changa mengacu pada "pulau ajaib"
serba ada yang menyenangkan untuk ditinggali

Penyanyi Soviet populer Anatoly Gorokhov dan Aida Vedishcheva kemudian menyanyikan lagu ini dalam kartun "Chunga-Changa". Entin sendiri tidak menganggap pembuatan lagu ini berhasil. Menurutnya, motif dan rima lagunya terlalu sederhana. Namun justru berkat melodi dan kata-katanya yang sederhana ini, lagu tersebut dengan cepat diingat oleh anak-anak di seluruh Uni Soviet.

Dengarkan lagunya di: https://www.youtube.com/watch?v=tSq9jJwi7rM


 
«В траве сидел кузнечик» (Belalang Duduk di Rerumputan)

Lirik lagu tentang belalang ini muncul jauh lebih awal daripada musiknya. Pada tahun 1954, seorang penulis dongeng, Nikolay Nosov, mempublikasikan buku berjudul "Petualangan Neznayka dan Kawan-Kawannya". Di salah satu bab terakhirnya, penduduk Kota Kembang menyanyikan lagu ini yang kemudian digubah oleh Tsvetik, sang penyair, dan Guslya, seorang musisi.

Lagu "В траве сидел кузнечик" mencapai popularitasnya saat diputar
dalam kartun "Petualangan Neznayka dan kawan-Kawannya".

Pada tahun 1961 dibuatlah sandiwara radio dan film kartun pendek berdasarkan kisah Neznayka. Melalui kedua karya tersebut lagu tentang belalang ini diperdengarkan. Untuk sandiwara radio, musiknya ditulis oleh Yan Frenkel dan Ilya Shakhov, sedangkan untuk film kartun musiknya ditulis oleh Mikhail Meyerovich. Namun kedua versi tersebut tidak bisa menggapai popularitas. Satu-satunya versi lagu yang berhasil mencapai popularitas adalah versi Vladimir Shainsky yang diputar dalam kartun boneka tahun 1971 berjudul "Petualangan Neznayka dan Kawan-Kawannya". Lagu itu dinyanyikan oleh aktris Klara Rumyanova, yang juga menjadi pengisi suara untuk karakter utamanya.

Dengarkan lagunya di: https://www.youtube.com/watch?v=9Zpa7BAyXfY


«Чему учат в школе» (Apa yang Diajarkan di Sekolah)
Teks lagu tentang sekolah ini ditulis oleh penulis lagu populer Soviet Mikhail Plyatskovsky. Inspirasi lagu ini berasal dari pengalaman pribadinya. Suatu hari dia sedang naik lift dengan anak tetangga yang akan mulai bersekolah dan terjadilah percakapan berikut.
    - "Hebatnya!" - Kataku terhadap anak itu. - "Kamu akan sekolah."
    - "Di sekolah akan diajarkan apa?" Tanya si anak kepadaku.
    - "Membaca!"
    - "Lalu apa lagi?"
    - "Menulis!"
    - "Lalu apa lagi?
    - "Berhitung!"
    - "Lalu apa lagi? Apa lagi? Apa lagi?"
    Dari memoar Mikhail Plyatskovsky

Dialog ini kemudian menginspirasi Plyatskovsky. Akhirnya muncul baris-baris berikut dalam lirik yang ia tulis tersebut:
"Буквы разные писать тонким перышком в тетрадь учат в школе, учат в школе, учат в школе…"
"Maka diajarkanlah huruf-huruf yang berbeda, juga menulis dengan pena yang tipis di buku catatan di sekolah, semua diajarkan di sekolah, diajarkan di sekolah..."

Eduard Khil, penyanyi Soviet yang mempopulerkan lagu "Чему учат в школе".

Aransemen musik untuk puisi karya Mikhail Plyatskovsky ini kemudian diciptakan oleh Vladimir Shainsky. Untuk pertama kalinya ini diputar di acara radio berdasarkan dongeng Sakarias Topelius berjudul "Dua Kali Dua Sama Dengan Empat". Lagu ini kemudian dinyanyikan oleh penyanyi Soviet populer Eduard Khil bersama paduan suara anak-anak.

Dengarkan lagunya di: https://www.youtube.com/watch?v=JTbb_hK_3vE


 

 

Sumber Bacaan

Irina Kirilina. Культура.рф: 5 самых популярных детских песен и их история. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Bottom Ad [Post Page]