Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya, rasakan jiwanya!

Minggu, Januari 24, 2021

10 Tips Belajar Bahasa Rusia

Hal-hal apa saja yang bisa dilakukan saat belajar bahasa Rusia agar bisa mendapat hasil yang baik? Berikut adalah tips-tips yang bisa kamu coba dalam proses belajar bahasa Rusia.


1. Berlatih Setiap Hari
Cobalah untuk rutin mempelajari bahasa Rusia setiap hari walau hanya 10-15 menit. Tingkatkan kemampuan menyimak dengan mendengarkan podcast, lagu, film dalam bahasa Rusia. Baca teks berbahasa Rusia. Pelajari kosakata baru setiap hari. Cobalah untuk mengerjakan latihan soal. Biasakan agar otak kita terus mendapat impuls untuk mempelajari bahasa Rusia. Jika kita malas-malasan atau tidak menyentuh bahasa Rusia sama sekali dalam beberapa waktu tertentu, misalnya seminggu, apa lagi sebulan, maka apa yang kita pernah pelajari sebelumnya akan hilang dan terlupakan.

2. Pelajari Pelafalan Bahasa Rusia Secara Serius
Kebanyakan orang tidak suka mempelajari sistem pelafalan bahasa Rusia yang benar karena dianggap sulit atau membosankan. Sebagian lainnya menganggap bahwa mempelajari tata bahasa lebih penting daripada fonetika. Padahal fonetika atau pelafalan sama pentingnya dengan mempelajari tata bahasa. Tanpa pelafalan yang tepat, maka lawan bicara kita akan kesulitan memahami apa yang kita katakan. Dalam mempelajari pelafalan bahasa Rusia kita dituntut untuk membaca setiap hari dan melafalkan setiap bunyi hurufnya sesuai aturan fonetiknya. Mempelajari pelafalan yang paling ideal adalah belajar dengan pengajar atau tutor bahasa Rusia yang dapat melafalkan bahasa Rusia dengan benar. Adapun mempelajari fonetika secara otodidak, meski bisa saja dilakukan, namun akan sangat sulit dan memerlukan lebih banyak waktu. Sedangkan jika dilakukan pengajar, maka penguasaan fonetika bisa dilakukan dengan cepat karena pengajar dapat memberi masukan dan memberikan latihan khusus untuk bunyi-bunyi yang sulit untuk dilafalkan oleh lidah kita.

3. Imitasi Cara Berbicara Penutur Asli Bahasa Rusia
Mengimitasi bisa kita lakukan dengan menggunakan podcast atau media suara yang bisa kita putar berulang-ulang agar kita bisa mengikuti kata-kata untuk dilafalkan. Selain itu, imitasi berbicara juga penting untuk memahami konstruksi intonasi yang terdapat dalam bahasa Rusia. Sebab suatu kata atau frasa bisa saja memiliki makna yang berbeda jika digunakan dalam konteks dan dengan intonasi yang berbeda.

4. Pelajari Tata Bahasa Rusia
Tata bahasa atau gramatika sering juga dianggap sulit dan membosankan. Sebagian orang malah mengabaikan untuk belajar tata bahasa dengan benar, karena menurutnya meski salah pun, orang bahasa Rusia akan tetap memahami apa yang kita ucapkan. Bisa jadi orang Rusia bisa menebak maksud dan apa yang ingin kita katakan meski ada banyak kesalahan tata bahasa pada kalimat kita. Tapi ingat kembali, apa tujuan kalian mempelajari bahasa Rusia? Apakah hanya sebatas untuk ngobrol ringan belaka atau benar-benar untuk menguasai bahasa Rusia dengan baik? Jika penguasaan bahasa Rusianya merupakan tuntutan pekerjaan atau utuk studi tentunya diperlukan penguasaan yang baik dan bukan asal-asalan.

5. Pelajari Seluruh Aspek Kebahasaan Bahasa Rusia
Banyak yang tidak menyadari bahwa ada sejumlah aspek kebahasaan yang harus kita kuasai saat mempelajari bahasa asing, termasuk bahasa Rusia. Jangan harap jika kalian hanya mempelajari kosakata saja tanpa mempelajari tata bahasa, atau belajar membaca saja bisa menguasai aspek-aspek lainnya seperti berbicara, menyimak dan menulis dalam bahasa Rusia bisa terkuasai juga. Karena itu, gunakan buku pelajaran bahasa Rusia yang bagus dan sedapat mungkin disusun oleh para profesional bahasa Rusia. Bagaimana cara mengetahui buku pelajaran bahasa Rusia yang bagus? Tentunya yang di dalamnya terdapat bahasan mengenai leksika dan gramatika, teks bacaan, bagian untuk menyimak, bahkan fonetika.

6. Analisis Prioritas dan Kebutuhan Berbahasa
Jika kalian merasa perlu meningkatkan kemampuan menyimak, maka perbanyaklah mendengar bahasa Rusia, seperti mendengarkan podcast, buku audio, lagu Rusia atau menonton film. Jika kalian merasa perlu meningkatkan kemampuan berbicara, tentunya harus memperbanyak praktik berbicara dalam bahasa Rusia. Ini akan meminimalisir kelemahan kita dalam berbahasa dan meningkatkan kemampuan berbahasa kita.

7. Berusahalah untuk Membiasakan Berpikir dalam Bahasa Rusia
Gunakan buku pelajaran yang isinya full menggunakan bahasa Rusia. Cari tutor yang siap mengajarkan bahasa Rusia dengan bahasa Rusia. Minimalisir penggunaan metode penerjemahan saat sedang mempelajari bahasa Rusia. Pahami penjelasan bahasa Rusia dengan bahasa Rusia dan upayakan untuk dapat memahami logika bahasa Rusia.

8. Masuk ke Lingkungan Berbahasa Rusia
Tinggal di Rusia atau masuk ke lingkungan berbahasa Rusia akan membantu penguasaan bahasa Rusia kita secara drastis. Jika hal itu sulit dilakukan, kita masih bisa mengubah hal-hal di sekitar kita agar semuanya menjadi bahasa Rusia, misalnya mengubah bahasa di telepon atau di komputer, atau mungkin juga di situs media sosial kita menjadi bahasa Rusia. Seringnya kita melihat bahasa Rusia atau mendengar bahasa Rusia akan membuat kita secara tidak sadar terbiasa dengan kata-kata berbahasa Rusia.

9. Cari Teman yang Berbicara Bahasa Rusia
Teman yang berbicara bahasa Rusia akan dapat membantu kita khususnya dalam praktik berbicara bahasa Rusia. Adakalanya teks atau dialog dalam buku pelajaran memberikan contoh replika tuturan yang kita gunakan sehari-hari. Tapi sayangnya dalam kehidupan nyata kita akan temui juga kenyataan bahwa sebenarnya orang Rusia berbicara dengan gaya bahasa yang beragam dan mungkin tidak kita temukan kata-kata tersebut dalam buku pelajaran, sebab dalam kehidupan sehari-hari tidak jarang juga digunakan gaya bahasa daerah dan kata-kata slang.

10. Berbicara bahasa Rusia dengan Diri Sendiri
Mungkin terdengar lucu, tapi ini sebenarnya hal yang paling sederhana untuk dilakukan karena tidak perlu melibatkan orang lain. Kita hanya perlu membicarakan apa yang kita lihat atau kita pikirkan kepada diri sendiri. Ini akan membantu kita untuk terus berbicara bahasa Rusia sesering mungkin dan melatih otak kita untuk terus berpikir dalam bahasa Rusia.

Bagaimana menurut kalian? Apakah kalian juga memiliki tips-tips tersendiri saat mempelajari bahasa Rusia? Silakan berbagi!)


Minggu, Januari 10, 2021

Aleksey Tolstoy: Kehidupan dan Karya-Karyanya

 

Aleksey Tolstoy dikenal sebagai seorang penulis Rusia dan Soviet dari keluarga bangsawan ternama Tolstoy. Ia adalah penulis "Петр Первый" (Pyotr Pertama), trilogi "Хождение по мукам" (Jalan Derita), dan "Хлеб" (Roti). Ia juga dikenal sebagai penulis novela dan cerpen bergenre fiksi ilmiah. Dirinya yang mengenalkan kepada anak-anak Soviet cerita Pinokio yang ia adaptasi sebagai buku berjudul "Kunci Emas, atau Petualangan Buratino".

Masa Muda

Aleksey Nikolayevich Tolstoy lahir pada 10 Januari 1883 (atau berdasarkan penaggalan lama: 29 Desember 1882). Orang tuanya bernama Nikolay Aleksandrovich Tolstoy dan Aleksandra Leontyevna Turgeneva. Dari berbagai catatan biografi tentangnya, disebutkan bahwa Aleksey Tolstoy dibesarkan oleh ayah tirinya yang bernama Aleksey Apollonovich Boström yang menikah dengan ibunya. Aleksey kecil menghabiskan masa keclinya di pertanian Sosnovka milik ayah tirinya. Ia mendapatkan pendidikan dari guru yang diundang secara khusus baginya.

Pada 1897 keluarga Aleksey Tolstoy pindah ke Samara. Aleksey yang telah beranjak remaja kemudian masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan. Setelah menyelesaikan sekolahnya pada 1901 ia pergi ke Peterburg untuk melanjutkan pendidikannya di Institut Teknik.
    
Awal Karir di Bidang Sastra

Pada 1907 tak lama sebelum sidang tugas akhirnya di Perguruan Tinggi, Aleksey tiba-tiba memutuskan untuk melepas pendidikannya untuk fokus menulis karya sastra. Dua tahun sebelumnya ia memang pernah mencoba-coba menulis beberapa puisi untuk dipublikasikan di koran daerah dan ia menganggap publikasi atas karyanya itu merupakan keberhasilan yang besar. Oleh karena itu keputusannya untuk tidak melanjutkan kuliah bisa dimaklumi sebab ia sendiri sama sekali tidak menyesalinya. Pada tahun 1907 tersebut Aleksey Tolstoy menerbitkan kumpulan puisinya yang ia namakan "Лирика" (Lirika). Setahun berikutnya majalah Neva mempublikasikan karya prosa penulis muda tersebut berupa cerpen yang berjudul "Старая башня" (Menara Tua). Pada tahun yang sama ia kembali mengeluarkan buku kumpulan puisinya yang kedua berjudul "За синими реками" (Di Balik Sungai-Sungai Biru). Selanjutnya ia pindah ke Moskwa pada tahun 1912 dan mulai bekerjasama dengan sebuah media massa ternama, Russkiye Vedomosti", yang bersedia mencetak tulisan-tulisannya, khususnya berupa cerita pendek dan esay secara berkelanjutan. Saat Perang Dunia I bergejolak, Aleksey Tolstoy memutuskan untuk turun ke medan perang sebagai koresponden militer. Di masa perang ia pernah bertugas di Inggris dan Prancis.

Tahun-Tahun sebagai Emigran    

Pecahnya Revolusi Februari membuat Aleksey Tolstoy membuatnya tertarik untuk melihat permasalahn politik dan pemerintahan. Peristiwa itu kemudian menjadi semacam dorongan baginya untuk secara serius mempelajari tentang Pyotr Yang Agung. Ia juga mulai mempelajari arsip-arsip sejarah yang berkaitan dengan kehidupan Pyotr I tersebut, termasuk orang-orang yang berada di sekitarnya. Tapi pada saat kaum Bolshevik mengkudeta pemerintah dalam Revolusi Oktober, Tolstoy memiliki pandangan negatif terhadap peristiwa tersebut. Pada 1918 dalam salah satu karya prosanya ia mulai memunculkan motif-motif sejarah. Ia menulis cerpen "День Петра" (Hari Pyotr) и "Наваждение" (Delusi). Dari hasil penelitiannya tentang sejarah Tsar Pyotr I, Aleksey Tolstoy menulis novel sejarah yang terkenal berjudul "Pyotr Pertama".

Buku "Kunci Emas, atau
Petualangan Buratino"
karya Aleksey Tolstoy
Pada Musim Gugur tahun 1918 Aleksey Tolstoy pergi ke Odessa, lalu melanjutkan perjalannya ke Paris, lalu Berlin. Di masa emigrasinya pada tahun 1920 ia sempat menulis "Детство Никиты" (Masa Kanak-Kanak Nikita). Dua tahun kemudian ia kembali menghasilkan tiga buku, yaitu novel fantasi berjudul "Аэлита" (Aelita), serta novela berjudul "Черная пятница" (Jumat Hitam) dan "Рукопись, найденная под кроватью" (Naskah di Bawah Ranjang). Ia juga kemudian menulis buku bergenre fantasi yang berjudul "Гиперболоид инженера Гарина" (Hiperboloid Insinyur Garin). Adapun karyanya yang paling laris adalah buku berjudul "Золотой ключик" (Kunci Emas) yang menceritakan tentang petualangan seru seorang anak yang terbuat dari boneka kayu bernama Buratino. Karyanya ini bahkan menjadi salah satu bacaan yang rekomendasikan bagi anak-anak Sekolah Dasar di Rusia. Kisah dalam buku tersebut menyadur kisah dari buku "Pinokio" karya penulis Italia, Carlo Collodi. Selama berada di masa emigrasi, Aleksey Tolstoy juga mulai mengerjakan trilogi "Хождение по мукам" (Jalan Derita) yang menjadi salah satu karya penting dalam hidup sang penulis.

Kembalinya ke Uni Soviet

Setelah ia melakukan emigrasi, banyak di antara teman lamanya yang berpaling dari Aleksey Tolstoy. Tapi di Berlin, tepatnya pada tahun 1922 ia berkenalan dengan Maksim Gorky yang kemudian menjadi sahabatnya. Pada tahun 1923, Aleksey Tolstoy memutuskan untuk kembali ke tanah airnya yang telah berada dalam bentuk pemerintahan baru, Uni Soviet. Ia kemudian melanjutkan novel trilogi "Хождение по мукам" (Jalan Derita) yang masing-masing berjudul "Сестры" (Para Saudari), "Восемнадцатый год" (Tahun Kedelapan Belas) dan "Хмурое небо" (Langit Suram). Meski masih ada satu karyanya lagi yang berkaitan dengan trilogi tersebut, yaitu "Хлеб" (Roti), namun banyak yang menganggap karya tersebut tidak berhasil, sebab di dalamnya ia mendistorsi kebenaran sejarah dan menggambarkan kepribadian Stalin pada peristiwa- peristiwa berdarah dan masa kelaparan parah.

Pada 23 Desember 1945 Aleksey Tolstoy meninggal dunia akibat tumor paru-paru ganas. Jenazahnya dikremasi sehari setelah kematiannya. Upacara pemakamannya dilakukan dengan penaruhan abu jenazahnya di Pemakaman Novodevichy di Moskwa dan diakhiri dengan salam perpisahan serta lagu kebangsaan Uni Soviet.