Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya!
Tampilkan postingan dengan label Sastrawan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastrawan. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 02, 2022

Rekomendasi Podcast Rusia Bertema Sastra, Budaya dan Sejarah

Лучшие подкасты, чтобы провести время с пользой — REPIT Блог
Kalian sedang belajar bahasa Rusia? Kalian juga suka mendengarkan podcast? Maka postingan ini untuk kalian!
Berikut adalah rekomendasi 7 podcast Rusia yang menyajikan informasi menarik terkait sastra, budaya dan sejarah Rusia dan dunia.


Книжный базар
Di podcast ini kita dapat mendengarkan diskusi tentang buku-buku bestseller berbahasa Rusia dan opini-opini menarik yang meyakinkan kita untuk membacanya. Podcast ini diisi oleh Galina Yuzefovich yang dikenal sebagai seorang kritikus sastra, serta Anastasia Zavozova, seorang penerjemah, sekaligus redaktur layanan buku "Storytel". Podcast ini juga membahas tentang "sastra perempuan", genre fantasi dan daftar buku karya penulis-penulis kontemporer. Mereka menjelaskan bagaimana cara "membaca lebih dalam", sehingga pembaca dapat merasakan kekaguman dan kecintaan terhadap buku yang dibacanya. Untuk menyimaknya, bisa melalui YouTube, Spotify, iTunes, Google Podcasts, Castbox, Яндекс.Музыка. Siaran terbaru dipublikasikan setiap hari Rabu di podcast ini.

Читатель
Podcast ini diisi oleh Pavel Grozny yang dikenal sebagai redaktur utama layanan "Букмейт". Di podcast ini ia membicarakan tentang sastra bersama para profesional dari berbagai bidang, mulai dari desainer, wartawan, penulis, kritikus film, penerjemah hingga filolog. Di podcast ini kita bisa mengetahui cara memahami isi buku dengan waktu singkat, cerita di balik popularitas suatu karya, dan cara mengembangkan diri melalui bacaan karya sastra. Podcast ini merilis siaran terbaru setiap dua pekan. Podcast ini dapat diakses melalui https://ru.bookmate.com/specials/reader-podcast

Радио Arzamas
Podcast ini menyediakan materi audio dan kuliah umum dalam bentuk podcast, umumnya membahas tentang sastra, sejarah, seni, antropologi dan filsafat. Para pembicaranya merupakan para ilmuwan dan cendekiawan terbaik Rusia saat ini. Di podcast ini kita bisa mengetahui mengapa suatu karya sastra dapat memberikan pengaruh besar bagi pembacanya, menjelaskan tentang apa itu surealisme dalam seni rupa, serta bagaimana budaya mempengaruhi jiwa dan perasaan manusia. Untuk menyimaknya kita bisa mengaksesnya melalui aplikasi "Радио Arzamas" atau melalui situs arzamas.academy.

Полка
Di podcast ini kita dapat menyimak diskusi tentang sastra dan kaitannya dengan kehidupan, tentang para penulis, serta buku-buku apa saja yang banyak dibaca di Rusia. Para redaktur podcast ini menceritakan tentang para penulis kesukaannya, termasuk penulis yang kurang terkenal, bahkan terlupakan. Mereka juga membicarakan tentang sastra perempuan dan buku-buku dengan nuansa galau. Di podcast ini juga terdapat sejumlah rubrik siaran yang terpisah, seperti rubrik "ТОК" di mana Yury Saprykin berdiskusi dengan para tamu dari kalangan sosiolog, sejarawan hingga ahli sastra, rubrik "Тоже Россия" tentang warisan budaya Rusia, dan rubrik "Между строк" yang membicarakan tentang karya puisi. Podcast ini dapat diakses melalui SoundCloud: https://soundcloud.com/polka-academy

Виват, история!
Podcast buatan Sergey Vivatenko asal Sankt-Peterburg ini dibuat untuk membahas tentang misteri sejarah dunia serta pencapaian manusia di setiap zaman. Pengisi podcast ini menceritakan banyak hal, mulai dari hobi para tsar Rusia, biografi tokoh terkenal, dan membantu pendengar untuk memahami seluk-beluk periode sejarah dunia. Siaran terbaru podcast ini dirilis seminggu sekali di radio "Говорит Москва" atau bisa diakses melalui http://podcast.govoritmoskva.ru/?cat=27.

Чтение & Стаховский LIVE
Di podcast "Чтение" kita bisa mendengarkan suara Yevgeny Stakhovsky, seorang penulis dan presenter radio Rusia, yang membacakan cerita dan novel karya penulis Rusia maupun dunia secara langsung di Radio Mayak. Kita juga bisa memilih rekamannya di sana, mulai dari rekeman yang hanya terdiri dari beberapa menit hingga yang berdurasi hingga satu jam. Di podcast ini kita bisa menemukan rekaman suara Stakhovsky yang membacakan karya Konstantin Paustovsky, Stefan Weinfeld, Varlam Shalamov, Stephen King, Fyodor Mezrin hingga Sherwood Anderson dalam bahasa Rusia. Selain itu, Stakhovsky juga menyajikan podcast "Стаховский LIVE", di mana ia menceritakan pemikirannya tentang sejarah, beragam ilmu pengetahuan dan sastra. Podcast Чтение dapat diakses melalui https://radiomayak.ru/podcasts/podcast/id/703/ dan podcast Стаховский LIVE dapat diakses melalui https://radiomayak.ru/podcasts/podcast/id/2541/

Blitz and Chips
Podcast ini dibuat oleh Grisha Prorokov, seorang wartawan dan video blogger. Ia mengajak tamu di podcastnya untuk mendiskusikan tentang film, musik, teknologi, ilmu pengetahuan, videogames, hingga masyarakat kontemporer. Terkadang juga dibahas hal-hal yang lebih spesifik, seperti tentang perubahan moral dan etika saat ini, tentang cara memahami tuturan, tentang bagaimana kita menghadapi perubahan total dalam kehidupan. Semua hal menarik tersebut dapat disimak melalui podcast ini. Siaran terbaru dirilis setiap pekan.


Kamis, Agustus 26, 2021

Hobi yang Tidak Biasa para Sastrawan Rusia

Banyak penulis terkemuka Rusia yang tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya hidup mereka tanpa melakukan hobi favorit mereka. Bagi beberapa dari antaranya, hobi-hobinya mungkin sama sekali tidak berbahaya, tapi bagi beberapa penulis lainnya bisa dibilang cukup ekstrem. Misalnya, Lev Tolstoy, pada usianya yang ke-67 ia mulai belajar mengendarai sepeda dan dengan penuh semangat langsung jatuh cinta dengan kegiatan barunya yang satu ini. Selain Tolstoy, kita akan cari mengetahui juga hobi-hobi menarik dari para sastrawan Rusia lainnya.

 Открытки, конверты, плакаты: Календарь карманный "Лев Толстой любил  кататься на велосипеде" - купить в интернет-магазине «Москва» - 916039

 

Mikhail Lermontov dan Seni Rupa

Bagi Mikhail Lermontov, belajar melukis lebih dari pada sekadar disiplin ilmu yang wajib dipelajari. Salah satu kerabat dari penyair Rusia ini, Akim Shan-Girey, melalui ingatan masa kecilnya menceritakan bahwa Lermontov memiliki kecintaan yang tinggi terhadap seni rupa di usianya yang sangat dini, "... ia begitu bahagia karena telah dikaruniai bakat seni; ia bahkan sangat mahir melukis dengan cat air dan membuat lukisan dengan lilin berwarna..."

Необычные хобби русских писателей. М.Ю. Лермонтов

Mentor pertamanya dalam bidang seni rupa adalah seorang seniman bernama Aleksander Sosnitsky. Ia yang mempersiapkan pemuda itu untuk masuk ke Pansion (Sekolah Asrama) Universitas Bangsawan Moskwa. Selanjutnya, Lermontov mengambil pelajaran melukis dari seniman Rusia terkemuka, Pyotr Zabolotsky, yang kemudian melukis dua potret sang penyair itu sendiri pada tahun 1837 dan 1840.

Lermontov adalah seniman serba bisa. Dia bisa melukis pemandangan, potret, adegan dengan beragam genre, termasuk adegan perang, hingga ilustrasi untuk karya-karya sastranya sendiri, bahkan karikatur. Karya-karya terbaiknya berkaitan dengan Pegunungan Kaukasus, khususnya lukisan-lukisan dengan semangat romantisme, dilukis selama dan setelah pengasingan pertamanya di sana. Sampai saat ini, ada 13 lukisan karya Lermontov yang dibuat dengan media minyak di atas kanvas, karton dan kayu, 40 karya dengan media cat air, serta lebih dari 300 gambar dan sketsa buatannya.

Необычные хобби русских писателей. М.Ю. Лермонтов

Nikolay Gogol dan Kegiatan Menjahit

Nikolai Gogol adalah salah satu tokoh paling misterius di antara para sastrawan klasik Rusia. Dia tidak hanya memiliki kebiasaan dan fobia yang aneh, tetapi juga punya hobi yang aneh. Misalnya, Gogol suka sekali mengumpulkan edisi buku mini yang saat ini biasa kita sebut sebagai "buku saku" (карманные). Kadang-kadang dia menghabiskan banyak uang untuk membeli buku-buku yang sama sekali tidak menarik baginya dari sudut pandang sastra, hanya karena bentuknya yang mini itu.

Gogol juga memiliki hobi lainnya yang tidak biasa. Menurut para kritikus sastra dan teman dekatnya, Pavel Annensky, Gogol senang melakukan kegiatan menjahit. Dia sangat rajin memotong saputangan cambricnya atau memperbaiki mantelnya. Kemampuannya dalam berkutat dengan jarum kemungkinan besar datang kepadanya dari empat saudarinya, Anna, Mariya, Olga dan Yelizaveta.

Необычные хобби русских писателей. Н.В. Гоголь

Siapa yang menyangka bahwa Gogol ternyata juga suka memasak? Dia suka menyuguhkan vareniki dan galyuski buatannya sendiri kepada teman-temannya. Minuman favorit Gogol adalah susu kambing yang dimasak dengan resep khusus dengan tambahan rum, yang entah mengapa, minumannya itu ia namai juga "gogol-mogol", meskipun sebenarnya hidangan penutup "gogol-mogol" yang asli dibuat dengan tambahan gula dan telur.

Vladimir Nabokov dan Kupu-kupu

Nabokov muda adalah seorang remaja yang cerdas dan sangat tertarik pada apapun yang ada di sekitarnya. Karakternya itu menjadi alasannya untuk menyukai kupu-kupu. Kecintaannya pada serangga rapuh ini kemudian berkembang menjadi penelitian ilmiah yang nyata. Nabokov membuktikan bahwa dirinya bsa menjadi peneliti dan ahli entomologi yang serius. Ia bahkan menjadi orang pertama yang mendeskripsikan beberapa spesies kupu-kupu dalam artikel ilmiahnya.

Kupu-kupu juga menjadi simbol karyanya di bidang sastra. Para peneliti menghitung bahwa ada 570 referensi tentang serangga dalam karya-karya Nabokov. Dia berkali-kali mengatakan, bahwa seandainya dia tetap tinggal di Rusia, maka kemungkinan besar dia akan menjadi seorang peneliti di museum zoologi di salah satu provinsi di Rusia.

Необычные хобби русских писателей. В. Набоков

Nabokov mempelajari tentang kupu-kupu di mana pun dia tinggal, di Sankt-Peterburg, di Krimea, di Prancis dan di Amerika. Pada akhirnya Nabokov memilih Swiss sebagai tempat tinggal permanennya. Ketika ditanya mengapa dia memutuskan untuk menetap di sana, Nabokov selalu menjawab bahwa kupu-kupu adalah alasan utamanya. Selama hampir 70 tahun kehidupannya sebagai penulis di pengasingan, ia telah mengumpulkan beberapa koleksi yang mengesankan. Tetapi hanya kupu-kupu dari periode tinggal di Amerika dan Swiss saja yang berhasil disimpan hingga hari ini.

Nabokov juga menyukai olahraga tinju. Saat masih remaja, Nabokov pernah berlatih tinju dengan seorang pelatih pribadi. Memasuki tahun-tahun kehidupannya sebagai seorang emigran yang miskin, keahlian tinjunya itu memungkinkan Nabokov untuk tidak kehilangan tempat tinggal. Ia tidak hanya memberikan les tenis dan bahasa Prancis, tetapi juga les tinju. Selain itu, pengetahuannya tentang tinju rupanya membantu Nabokov menggambarkan adegan-adegan pertarungan dalam novelnya yang berjudul "Подвиг" (Kebanggan).

Aleksander Kuprin dan Aviasi

Penulis yang terkenal dengan novel-novelnya yang berjudul "Gelang Merah Delima" dan "Duel" ini memiliki hobi yang cukup eksotis, bahkan jika melihatnya dari sudut pandang modern, hobinya ini bisa dibilang, benar-benar ekstrem. Aleksander Kuprin memiliki ketertarikan dengan aviasi, atau kegiatan penerbangan. Sebagai seorang pria bertubuh kuat, dia suka untuk terbang ke langit dengan balon dan pesawat terbang dan menyelam ke dasar laut dengan pakaian selam.

Необычные хобби русских писателей. А.И. Купринhttps://b1.culture.ru/c/768087.webp

Hobi Aleksander Kuprin ini mulai digeluti olehnya sejak tahun 1909 setelah ia mengunjungi lapangan terbang Sankt-Peterburg dan menonton salah satu penerbangan umum pertama. Meskipun penerbangan yang ditampilkan di sana berakhir dengan insiden yang tidak menyenangkan, di mana ada pesawat yang jatuh (meski tidak ada yang meninggal dalam kecelakaan itu), namun keinginannya untuk bisa mengudara sendiri tetap ada dalam diri Kuprin. Karena keinginannya itu, ia juga mengajak temannya yang merupakan pegulat terkenal, Ivan Zaikin.

Pada tahun 1910, mereka mewujudkan mimpi bersamanya di Odessa dengan menaiki "Farman", pesawat buatan Prancis yang saat itu sedang populer. Pilot dan penumpang ini kemudian duduk di kokpit yang terbuka, di mana di depan ada Zaikin sang penerbang, sedangkan Kuprin duduk di belakangnya. Penerbangan mereka berakhir dengan kecelakaan, membuat para penggemar aviasi itu nyaris membayar impian mereka dengan hidup mereka sendiri. Ada begitu banyak kesan mendalam yang Kuprin tuangkan dalam esainya yang berjudul "Мой полёт" (Penerbanganku).

 

 Ketika sekolah penerbangan dibuka di lapangan terbang Gatchina pada tahun 1910, Kuprin jadi sering datang ke lapangan terbang tersebut. Dia berteman dengan pilot Prokofiev dan pilot Konovalov. Mereka pun sering mengajaknya terbang, dan Kuprin, pada gilirannya, menuliskan cerita-ceritanya yang didedikasikan untuk mereka. Sampai akhir hayatnya Kuprin tetap antusias terhadap dunia aviasi, bahkan ia menulis banyak cerita yang didedikasikan untuk para pengembang aviasi dan para pilot yang pemberani, seperti dalam "Люди-птицы" (Manusia Burung), "Волшебный полёт" (Penerbangan Ajaib), "Сны" (Mimpi), "Сергей Уточкин" (Sergey Utochkin), "Сашка и Яшка" (Sashka dan Yashka), "Потерянное сердце" (Hati yang Hilang).

 

 

 

 

 

Sumber:

Дарья Лёгкая. Необычные хобби русских писателей. Культура.РФ


Sabtu, Agustus 21, 2021

Film-Film yang Diangkat dari Karya-Karya Mikhail Bulgakov

Mikhail Bulgakov merupakan salah penulis, aktor dan sutradara teater terkenal Rusia di masa Soviet. Ia lahir pada 3 Mei 1891 dari keluarga terpelajar di kota Kiev. Bulgakov aktif menulis novel, cerpen, naskah film serta pertunjukan teater, khususnya di sepanjang tahun 1920-an. Ia kemudian sempat mengalami tekanan dari pemerintah represif Stalin. Bulgakov meninggal dunia pada 10 Maret 1940.

Karya-karyanya begitu disukai sehingga sebagian karyanya dibuat ekranisasi ke bentuk film. Film drama berjudul "Бег" (Pelarian) dirilis pertama kali pada tahun 1970. Yelena Bulgakova, sang istri penulis, menjadi konsultan secara langsung di lokasi syutingnya. Aleksander Alov dan Vladimir Naumov yang mengambil gambaran film tersebut tak hanya dari karya "Бег" (Pelarian), tapi juga dari karya lainnya, yaitu "Белая гвардия" (Penjaga Putih) dan "Черное море" (Laut Hitam). Pemilihan aktornya juga cukup lama, tapi pada akhirnya peran Jenderal Khludov diberikan kepada Vladislav Dvorzhetsky yang sekaligus menjadi debutnya di bioskop.

Как снимали Собачье сердце: интересные факты
Cuplikan gambar dari film "Собачье сердце"

 Film "Собачье сердце" (Hati Seekor Anjing) dirilis pada tahun 1988. Sutradara Vladimir Bortko sengaja menggunakan filter sepia dalam filmnya sebab menurutnya warna tersebut bisa lebih kuat dalam menyampaikan suasana tahun 1920-an. Film tersebut menjadi satu-satunya film adaptasi Soviet yang memenangkan penghargaan "Layar Emas" pada tahun 1989 di Festival Film Internasional Warsawa.

Pada tahun 2005, Vladimir Bortko juga membuat film serial yang merupakan adaptasi karya lain Bulgakov berjudul "Мастер и Маргарита" (Master dan Margarita). Peran utamanya dimainkan oleh Aleksander Galibin dan Anna Kovalchuk. Peran Woland dimainkan oleh Oleg Basilashvili, sedangkan  Yeshua Ha-Notsri dimainkan oleh Sergei Bezrukov. Selain itu, Bezrukov menjadi pengisi suara Master, sedangkan Basilashvili menjadi pengisi suara Afrany, kepala penjaga rahasia Pontius Pilatus.

Cuplikan gambar dari film serial "Мастер и Маргарита".

Tentunya kita tidak akan melupakan film adaptasi karya Bulgakov lainnya yang menjadi film klasik komedi Soviet paling populer berjudul "Иван Васильевич меняет профессию" (Ketika Ivan Vasiliyevich Mengubah Profesinya). Sutradara Leonid Gaidai merekam film ini berdasarkan drama yang ditulis oleh Mikhail Bulgakov berjudul "Иван Васильевич" (Ivan Vasiliyevich).

Adapun film populer lainnya yang juga merupakan adaptasi dari karya Bulgakov adalah "Белая гвардия" (Penjaga Putih) yang disutradarai oleh Sergey Snezhkin, berupa film serial dengan genre drama dan perang.

Tonton film "Бег" di culture.ru:
https://www.culture.ru/movies/418/beg

Tonton film "Белая гвардия" di culture.ru:
https://www.culture.ru/movies/1612/belaya-gvardiya 

Tonton film "Иван Васильевич меняет профессию" di russianfilmhub.com:
https://russianfilmhub.com/movies/ivan-vasilyevich-changes-his-profession-1973/
atau di culture.ru:
https://www.culture.ru/movies/2633/ivan-vasilevich-menyaet-professiyu

Tonton film serial "Мастер и Маргарита" di russianfilmhub.com:
https://russianfilmhub.com/tvshows/the-master-and-margarita-2005/
atau di culture.ru:
https://www.culture.ru/movies/1608/master-i-margarita

Tonton film "Собачье сердце" di russianfilmhub.com:
https://russianfilmhub.com/movies/heart-of-a-dog-1988/
atau di culture.ru:
https://www.culture.ru/movies/430/sobache-serdce


Minggu, Januari 10, 2021

Aleksey Tolstoy: Kehidupan dan Karya-Karyanya

 

Aleksey Tolstoy dikenal sebagai seorang penulis Rusia dan Soviet dari keluarga bangsawan ternama Tolstoy. Ia adalah penulis "Петр Первый" (Pyotr Pertama), trilogi "Хождение по мукам" (Jalan Derita), dan "Хлеб" (Roti). Ia juga dikenal sebagai penulis novela dan cerpen bergenre fiksi ilmiah. Dirinya yang mengenalkan kepada anak-anak Soviet cerita Pinokio yang ia adaptasi sebagai buku berjudul "Kunci Emas, atau Petualangan Buratino".

Masa Muda

Aleksey Nikolayevich Tolstoy lahir pada 10 Januari 1883 (atau berdasarkan penaggalan lama: 29 Desember 1882). Orang tuanya bernama Nikolay Aleksandrovich Tolstoy dan Aleksandra Leontyevna Turgeneva. Dari berbagai catatan biografi tentangnya, disebutkan bahwa Aleksey Tolstoy dibesarkan oleh ayah tirinya yang bernama Aleksey Apollonovich Boström yang menikah dengan ibunya. Aleksey kecil menghabiskan masa keclinya di pertanian Sosnovka milik ayah tirinya. Ia mendapatkan pendidikan dari guru yang diundang secara khusus baginya.

Pada 1897 keluarga Aleksey Tolstoy pindah ke Samara. Aleksey yang telah beranjak remaja kemudian masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan. Setelah menyelesaikan sekolahnya pada 1901 ia pergi ke Peterburg untuk melanjutkan pendidikannya di Institut Teknik.
    
Awal Karir di Bidang Sastra

Pada 1907 tak lama sebelum sidang tugas akhirnya di Perguruan Tinggi, Aleksey tiba-tiba memutuskan untuk melepas pendidikannya untuk fokus menulis karya sastra. Dua tahun sebelumnya ia memang pernah mencoba-coba menulis beberapa puisi untuk dipublikasikan di koran daerah dan ia menganggap publikasi atas karyanya itu merupakan keberhasilan yang besar. Oleh karena itu keputusannya untuk tidak melanjutkan kuliah bisa dimaklumi sebab ia sendiri sama sekali tidak menyesalinya. Pada tahun 1907 tersebut Aleksey Tolstoy menerbitkan kumpulan puisinya yang ia namakan "Лирика" (Lirika). Setahun berikutnya majalah Neva mempublikasikan karya prosa penulis muda tersebut berupa cerpen yang berjudul "Старая башня" (Menara Tua). Pada tahun yang sama ia kembali mengeluarkan buku kumpulan puisinya yang kedua berjudul "За синими реками" (Di Balik Sungai-Sungai Biru). Selanjutnya ia pindah ke Moskwa pada tahun 1912 dan mulai bekerjasama dengan sebuah media massa ternama, Russkiye Vedomosti", yang bersedia mencetak tulisan-tulisannya, khususnya berupa cerita pendek dan esay secara berkelanjutan. Saat Perang Dunia I bergejolak, Aleksey Tolstoy memutuskan untuk turun ke medan perang sebagai koresponden militer. Di masa perang ia pernah bertugas di Inggris dan Prancis.

Tahun-Tahun sebagai Emigran    

Pecahnya Revolusi Februari membuat Aleksey Tolstoy membuatnya tertarik untuk melihat permasalahn politik dan pemerintahan. Peristiwa itu kemudian menjadi semacam dorongan baginya untuk secara serius mempelajari tentang Pyotr Yang Agung. Ia juga mulai mempelajari arsip-arsip sejarah yang berkaitan dengan kehidupan Pyotr I tersebut, termasuk orang-orang yang berada di sekitarnya. Tapi pada saat kaum Bolshevik mengkudeta pemerintah dalam Revolusi Oktober, Tolstoy memiliki pandangan negatif terhadap peristiwa tersebut. Pada 1918 dalam salah satu karya prosanya ia mulai memunculkan motif-motif sejarah. Ia menulis cerpen "День Петра" (Hari Pyotr) и "Наваждение" (Delusi). Dari hasil penelitiannya tentang sejarah Tsar Pyotr I, Aleksey Tolstoy menulis novel sejarah yang terkenal berjudul "Pyotr Pertama".

Buku "Kunci Emas, atau
Petualangan Buratino"
karya Aleksey Tolstoy
Pada Musim Gugur tahun 1918 Aleksey Tolstoy pergi ke Odessa, lalu melanjutkan perjalannya ke Paris, lalu Berlin. Di masa emigrasinya pada tahun 1920 ia sempat menulis "Детство Никиты" (Masa Kanak-Kanak Nikita). Dua tahun kemudian ia kembali menghasilkan tiga buku, yaitu novel fantasi berjudul "Аэлита" (Aelita), serta novela berjudul "Черная пятница" (Jumat Hitam) dan "Рукопись, найденная под кроватью" (Naskah di Bawah Ranjang). Ia juga kemudian menulis buku bergenre fantasi yang berjudul "Гиперболоид инженера Гарина" (Hiperboloid Insinyur Garin). Adapun karyanya yang paling laris adalah buku berjudul "Золотой ключик" (Kunci Emas) yang menceritakan tentang petualangan seru seorang anak yang terbuat dari boneka kayu bernama Buratino. Karyanya ini bahkan menjadi salah satu bacaan yang rekomendasikan bagi anak-anak Sekolah Dasar di Rusia. Kisah dalam buku tersebut menyadur kisah dari buku "Pinokio" karya penulis Italia, Carlo Collodi. Selama berada di masa emigrasi, Aleksey Tolstoy juga mulai mengerjakan trilogi "Хождение по мукам" (Jalan Derita) yang menjadi salah satu karya penting dalam hidup sang penulis.

Kembalinya ke Uni Soviet

Setelah ia melakukan emigrasi, banyak di antara teman lamanya yang berpaling dari Aleksey Tolstoy. Tapi di Berlin, tepatnya pada tahun 1922 ia berkenalan dengan Maksim Gorky yang kemudian menjadi sahabatnya. Pada tahun 1923, Aleksey Tolstoy memutuskan untuk kembali ke tanah airnya yang telah berada dalam bentuk pemerintahan baru, Uni Soviet. Ia kemudian melanjutkan novel trilogi "Хождение по мукам" (Jalan Derita) yang masing-masing berjudul "Сестры" (Para Saudari), "Восемнадцатый год" (Tahun Kedelapan Belas) dan "Хмурое небо" (Langit Suram). Meski masih ada satu karyanya lagi yang berkaitan dengan trilogi tersebut, yaitu "Хлеб" (Roti), namun banyak yang menganggap karya tersebut tidak berhasil, sebab di dalamnya ia mendistorsi kebenaran sejarah dan menggambarkan kepribadian Stalin pada peristiwa- peristiwa berdarah dan masa kelaparan parah.

Pada 23 Desember 1945 Aleksey Tolstoy meninggal dunia akibat tumor paru-paru ganas. Jenazahnya dikremasi sehari setelah kematiannya. Upacara pemakamannya dilakukan dengan penaruhan abu jenazahnya di Pemakaman Novodevichy di Moskwa dan diakhiri dengan salam perpisahan serta lagu kebangsaan Uni Soviet.


Senin, Juni 08, 2020

Peringatan Hari Bahasa Rusia oleh Para Mahasiswa Indonesia di Institut Pushkin


Para mahasiswa Indonesia berpose bersama di depan kampus Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin, Moskwa
Pada 6 Juni 2020 kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin, Moskwa, memperingati Hari Bahasa Rusia dengan membacakan puisi-puisi bahasa Rusia di halaman kampus. Hari tersebut bertepatan dengan hari kelahiran penyair besar Rusia, Aleksander Sergeyevich Pushkin, yang memberikan pengaruh besar bagi perkembangan bahasa Rusia serta menyumbangkan karya-karya besar bagi kesusastraan Rusia dan dunia.

Bagi pencinta bahasa dan sastra Rusia, membaca karya-karya sastra di hari bahasa Rusia ini merupakan tradisi yang biasa dilakukan di Rusia. Begitu pun kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang umumnya baru mulai mempelajari bahasa Rusia tak lebih dari setahun di Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin di Moskwa ini juga turut melaksanakan tradisi tersebut dan mengekspresikan kecintaannya terhadap bahasa Rusia dengan membacakan puisi-puisi Rusia yang disukainya.  Bagaimana mereka membacakan puisi-puisi tersebut? Simak video-video berikut ini.


Puisi Rusia berjudul "И скучно и грустно" (Jemu dan Pilu) karya Mikhail Yuriyevich Lermontov ini dibacakan oleh Menly Erica Putri Soselisa. Puisi ini berkisah tentang kesepian serta refleksi tentang eksistensi kehidupan manusia yang terkadang tak sulit untuk dipahami. Puisi ini berupa monolog sang penyair yang dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni refleksi tentang keinginan, tentang cinta dan tentang hasrat. Di akhir puisi, sang penyair juga menyatakan simpulannya terhadap refleksi pikirannya tentang kehidupan.
 
 Puisi berjudul "У лукоморья дуб зелёный" (Di Tepi Laut Pohon Ek Menghijau) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini dibacakan oleh Mosyeh Abdisa. Puisi ini berkisah tentang suatu tempat di negeri dongeng di mana dapat dijumpai beragam tokoh yang ajaib, memiliki penampilan, sifat dan karakter yang luar biasa, penuh fantasi! Puisi ini kemungkinan diilhami oleh dongeng-dongeng yang dikisahkan kepada sang penyair saat dirinya masih kecil oleh pengasuh kesayangannya, Arina Radionova. Ada kemungkinan bahwa puisi ini ditulis berkat pertemuannya kembali dengan Arina Radionova di Mikhaylovskoye, karena pada saat karya ini ditulis Pushkin berada dalam masa pengasingan pada tahun 1824-1825.



 Puisi berjudul "Весна, весна, пора любви" (Musim Semi, Saatnya Mencinta) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini juga dibacakan oleh Mosyeh Abdisa. Bisa dibilang, puisi ini merupakan satu-satunya puisi Pushkin yang menggunakan judul "musim semi" dan satu dari dua puisi yang bercerita tentang musim semi. Dalam biografinya, Pushkin dikenal sebagai penyair yang tidak menyukai musim semi. Baginya, waktu yang paling produktif untuk berkarya adalah musim gugur dan musim dingin. Karenanya dalam puisi ini pun ia menunjukkan keengganannya menerima musim semi yang terlalu riang, hangat dan penuh cinta baginya. Di akhir puisi, ia begitu mendambakan salju, suatu keinginan yang tidak biasa bagi kebanyakan orang di Rusia.

Puisi berjudul "Я вас любил" (Aku Pernah Mencintaimu) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini dibacakan oleh Rima Desi Milenia. Merupakan puisi-surat cinta sang penyair kepada wanita yang dicintainya. Dalam puisi ini penyair menggambarkan betapa nyata dan suci rasa cinta yang ia miliki, meski ia tahu bahwa dambaan hatinya menolak cintanya.

Puisi berjudul "Если жизнь тебя обманет" (Jika Hidup Menipumu) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini juga dibacakan oleh Rima Desi Milenia. Puisi ini bercerita tentang kesulitan dalam hidup. Meski demikian, penyair mengajak pembaca untuk selalu melihat sisi baik dari segala sesuatu agar tetap tabah dan kuat menjalani kehidupan.

 Seperti judulnya, puisi ini berisi pengakuan. Tepatnya adalah pengakuan cinta sang penyair ini dibacakan oleh Maulana Yodha Permana. Dalam puisi ini penyair begitu sulit menyatakan perasaannya karena meski ia sangat tertarik akan kemolekan sosok yang dipujanya, namun di sisi lain ia juga merasa bahwa tidak layak mencintai.

Peringatan hari bahasa Rusia ini juga dibantu oleh Matthew Lewi Immanuel Tahapary sebagai operator kamera dan editor video. Berikut beberapa cuplikan foto dokumentasi para mahasiswa Indonesia di Institut Bahasa Rusia Pushkin yang sempat kami ambil di hari Bahasa Rusia.






Minggu, Februari 10, 2019

Kematian Sang Penyair

10 Februari 1837 merupakan hari kematian Aleksandr Sergeyevich Pushkin. Dua hari sebelumnya, penyair besar Rusia itu mendapatkan luka parah dari peluru yang bersarang di perutnya akibat duel menghadapi Georges Charles de Heeckeren d'Anthès. Di hari kematian Pushkin, semua orang menangis tanpa ada yang berani menyalahkan siapa-siapa. Namun di hari itu, Mikhail Yuriyevich Lermontov yang sedang sakit menjadi orang pertama yang menulis kenyataan tentang kematian Aleksandr Pushkin melalui puisi yang diberi judul "Смерть поэта" (Kematian Sang Penyair). Ini merupakan tindakan berani yang bahkan sahabat-sahabat dekat Pushkin sendiri tak berani melakukannya.

Pushkin tertembak di bagian perut dalam duel menghadapi d'Anthès
 
Puisi "Смерть поэта" terdiri atas dua bagian. Bagian pertama merupakan elegi, sedangkan bagian kedua berbentuk satir. Dalam puisi ini, Lermontov tak hanya menyalahkan d'Anthès yang menyarangkan pelurunya di tubuh Pushkin, namun ia juga menyalahkan komunitas masyarakat yang hidup saat itu. Menurut Lermontov, alasan kematian Pushkin disebabkan karena keterasingan penyair sehingga membuatnya tak tahan lagi menghadapi kehidupan.

Pushkin mati karena ia terus-menerus mencoba melawan cara pandang masyarakat terhadap dunia. Sayangnya masyarakat di zamannya belum siap akan kehadiran Pushkin yang terlalu berani dan bebas. Lermontov ingin menunjukkan bahwa masyarakat saat itu gagal mengerti akan pikiran Pushkin, sehingga hal itu menjadi alasan terbesar mengapa Pushkin sampai harus mati di usia muda.

Mikhail Lermontov, penyair Rusia, pengagum Pushkin

Dalam puisinya, Lermontov menulis:
Убит!.. к чему теперь рыданья,
Пустых похвал ненужный хор
И жалкий лепет оправданья?
Судьбы свершился приговор!

Ia terbunuh! ... apa guna kini isakan,
paduan suara kosong sia-sia
atau ocehan menyedihkan?
Takdir telah nyata!

Lermontov mengambil beberapa baris di bagian awal puisi ini dari  beberapa penulis dan melakukan perubahan padanya. Sedangkan bagian kedua puisi merupakan penghakiman Lermontov terhadap mereka yang membela pembunuh sang penyair:

А вы, надменные потомки
Известной подлостью прославленных отцов,..

Dan kalian, wahai anak-anak yang arogan
Yang terkenal akan kejamnya ayah kalian,..
Lermontov percaya, meski mereka yang membenarkan pembunuhan sang penyair ini tak mendapat hukuman di pengadilan dunia, tapi bagaimana pun mereka akan mendapat hukuman yang setimpal di pengadilan akhirat.

Есть грозный суд: он ждёт; ..Sedang hakim yang mengerikan sedang menunggu...


Dalam puisi ini, Lermontov juga menggunakan perbandingan:
Угас, как светоч, дивный гений,
Увял торжественный венок.

Nyalanya bagai pelita, sang jenius luar biasa,
Yang luruh bagai karangan bunga

Aleksandr Pushkin, penyair besar Rusia yang mendapat julukan "matahari puisi Rusia"
 
Pushkin tak hanya digambarkan bagaikan pelita atau nyala lilin yang menerangi jalan kehidupan, namun juga digambarkan seperti karangan bunga yang menghiasinya. Lermontov dengan berani dan terbuka menunjukan fakta bahwa Pushkin tak mati begitu saja, namun terbunuh, atau bahkan dibunuh, oleh tekanan masyarakat yang hidup di zamannya. Lermontov yang sangat menghormati Pushkin tak ragu untuk menuliskan puisi ini, meski ia tahu bahwa akibat karyanya ini ia bisa saja mendapat hukuman akibat kritiknya terhadap masyarakat.


 Berikut adalah teks puisi lengkapnya dalam bahasa Rusia:

Смерть поэта
Отмщенья, государь, отмщенья!
Паду к ногам твоим:
Будь справедлив и накажи убийцу,
Чтоб казнь его в позднейшие века
Твой правый суд потомству возвестила,
Чтоб видели злодеи в ней пример.


        Погиб поэт! — невольник чести —
        Пал, оклеветанный молвой,
        С свинцом в груди и жаждой мести,
        Поникнув гордой головой!..
        Не вынесла душа поэта
        Позора мелочных обид,
        Восстал он против мнений света
        Один, как прежде... и убит!
        Убит!.. к чему теперь рыданья,
        Пустых похвал ненужный хор
        И жалкий лепет оправданья?
        Судьбы свершился приговор!
        Не вы ль сперва так злобно гнали
        Его свободный, смелый дар
        И для потехи раздували
        Чуть затаившийся пожар?
        Что ж? веселитесь... — он мучений
        Последних вынести не мог:
        Угас, как светоч, дивный гений,
        Увял торжественный венок.

        Его убийца хладнокровно
        Навел удар... спасенья нет:
        Пустое сердце бьется ровно.
        В руке не дрогнул пистолет,
        И что за диво?.. издалека,
        Подобный сотням беглецов,
        На ловлю счастья и чинов
        Заброшен к нам по воле рока;
        Смеясь, он дерзко презирал
        Земли чужой язык и нравы;
        Не мог щадить он нашей славы;
        Не мог понять в сей миг кровавый,
        На что́ он руку поднимал!..

        И он убит — и взят могилой,
        Как тот певец, неведомый, но милый,
        Добыча ревности глухой,
        Воспетый им с такою чудной силой,
Сраженный, как и он, безжалостной рукой.

Зачем от мирных нег и дружбы простодушной
Вступил он в этот свет, завистливый и душный
Для сердца вольного и пламенных страстей?
Зачем он руку дал клеветникам ничтожным,
Зачем поверил он словам и ласкам ложным,
     Он, с юных лет постигнувший людей?..

И прежний сняв венок, — они венец терновый,
Увитый лаврами, надели на него:
     Но иглы тайные сурово
     Язвили славное чело;
Отравлены его последние мгновенья
Коварным шепотом насмешливых невежд,
     И умер он — с напрасной жаждой мщенья,
С досадой тайною обманутых надежд.
     Замолкли звуки чудных песен,
     Не раздаваться им опять:
     Приют певца угрюм и тесен,
     И на устах его печать.
---

     А вы, надменные потомки
Известной подлостью прославленных отцов,
Пятою рабскою поправшие обломки
Игрою счастия обиженных родов!
Вы, жадною толпой стоящие у трона,
Свободы, Гения и Славы палачи!
     Таитесь вы под сению закона,
     Пред вами суд и правда — всё молчи!..
Но есть и божий суд, наперсники разврата!
     Есть грозный суд: он ждет;
     Он не доступен звону злата,
И мысли и дела он знает наперед.
Тогда напрасно вы прибегнете к злословью:
     Оно вам не поможет вновь,
И вы не смоете всей вашей черной кровью
     Поэта праведную кровь!

(Михаил Юрьевич Лермонтов, 1837)
 


Sumber:

Minggu, Juli 29, 2018

Sergey Yesenin

Sergey Yesenin adalah seorang penyair Rusia yang berasal dari keluarga petani. Ia dilahirkan di kota Ryazan. Setelah lulus dari sekolah dasar, Yesenin melanjutkan pendidikannya di sekolah gereja selama dua tahun. Pada musim gugur 1912, saat Yesenin telah berusia 17 tahun, Yesenin meninggalkan rumah dan pergi ke Moskwa, kota di mana sang ayah bekerja. Awalnya Yesenin bekerja di toko daging, kemudian di percetakan Sytin. Kemudian ia menjadi seorang auditor di Fakultas Filologi dan Sejarah, Universitas Rakyat A.L. Shanyavsky.

Pada tahun 1918 - 1920 Yesenin bergabung dengan komunitas imajinis Rusia. Setahun kemudian, ia bertemu dengan Isadora Duncan, penari terkenal yang kemudian menjadi istrinya. Mereka pergi bulan madu ke Eropa dan Amerika Serikat dari musim semi tahun 1922 hingga musim panas 1923. Namun tidak lama kemudian mereka berpisah.
 
Isadora Duncan dan Sergey Yesenin
 
Tahun 1924, Yesenin meninggalkan kelompok imajinis dan mulai menjalani kehidupan yang berantakan sehingga menuai banyak kritikan. Keadaan ini bahkan membawa Yesenin dalam beberapa kasus kriminal, terutama karena hooliganisme. Di akhir November 1935, istrinya yang bernama Sofya (cucu perempuan Lev Tolstoy) membantu menyembuhkan Yesenin di sebuah klinik psikoneurologi. Namun sebulan kemudian Yesenin meninggalkan klinik itu dan pergi ke Leningrad. Di sanalah jasad Yesenin ditemukan tak bernyawa setelah melakukan bunuh diri di kamar hotelnya.



Sumber bacaan:
Sumber gambar: