Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya, rasakan jiwanya!

Selasa, Juli 15, 2025

Benarkah Orang Rusia Tidak Suka Tersenyum?

 

Pernahkah kalian mendengar ungkapan bahwa "Orang Rusia tidak suka tersenyum"? Atau mungkin kalian pernah mengalami sendiri saat berada di Rusia, misalnya ketika pergi ke minimarket, tapi kasir di sana sama sekali tidak tersenyum saat melayani kalian?



Ungkapan tersebut bisa jadi ada benarnya. Iosif Abramovich Sternin, seorang ahli linguistik Rusia, pernah menulis sebuah essay berjudul "Улыбка в русском коммуникативном поведении" (Senyum dalam Perilaku Komunikatif Bahasa Rusia). Menurutnya, di Rusia senyuman bukanlah tanda kesopanan, sehingga tidak tersenyum kepada orang asing yang tidak dikenal dianggap biasa saja. Karena itu jika kita sebagai orang asing tersenyum begitu saja tanpa alasan kepada orang yang tidak dikenal di jalanan Rusia, tidak ada kewajiban bagi mereka untuk balik tersenyum kepada kita. Ini tentunya berbeda dari budaya Indonesia yang tidak peduli apakah kenal atau tidak kenal dengan seseorang, umumnya orang Indonesia akan tersenyum kepada semua orang sebagai tanda kesopanan, keramahan atau untuk basa-basi.

 

Umumnya orang Rusia hanya tersenyum jika memang memiliki alasan untuk tersenyum, misalnya saat menyaksikan hal yang menyenangkan, mendengar sesuatu yang lucu, atau saat bertemu dengan sahabat baik. Dalam kondisi-kondisi terebut, tentu saja mereka akan tersenyum. Sebaliknya, jika seseorang tersenyum begitu saja tanpa ada alasan apa-apa, orang Rusia akan berpikir bahwa ada masalah dengan kewarasan orang tersebut.


Sebenarnya tidak tersenyumnya orang Rusia juga bisa jadi karena memang kebanyakan dari mereka malas untuk terlalu sering tersenyum. Ingat, bahwa iklim Rusia cukup ekstrem. Di wilayah-wilayah tertentu, seperti di Siberia, saat musim dingin suhu di luar ruangan bisa mencapai -30, bahkan mungkin lebih dingin dari itu. Bayangkan untuk membiasakan tersenyum di suhu dingin ekstrem seperti itu... Maka senyuman hanya akan membawa masalah bagi gigi dan bibir kalian.


Alasan lain mengapa senyuman merupakan hal yang eksklusif di masyarakat Rusia adalah karena senyuman dianggap sebagai tanda afeksi, baik itu untuk menunjukkan keakraban, cinta dan kasih sayang. Karenanya, tersenyum kepada orang yang tidak kita kenal sama sekali bisa jadi membuat orang tersebut menganggap kita sedang menggodanya. Alih-alih mendapat senyuman balik, mungkin sebagian dari mereka dapat tersinggung dan akan bertanya "А мы что, знакомы?" (Ada apa, memangnya kita saling mengenal?!)


Dalam bahasa Rusia terdapat banyak idiom yang berkaitan dengan senyuman. Misalnya yang paling terkenal adalah "Смех без причины – признак дурачины." - 'Tertawa tanpa alasan adalah tanda kedunguan.' Juga misalnya idiom berikut "Хорошо смеется тот, кто смеется последним.". Dapatkah kalian menerjemahkan idiom terakhir ini?)


Selasa, Agustus 02, 2022

Rekomendasi Podcast Rusia Bertema Sastra, Budaya dan Sejarah

Лучшие подкасты, чтобы провести время с пользой — REPIT Блог
Kalian sedang belajar bahasa Rusia? Kalian juga suka mendengarkan podcast? Maka postingan ini untuk kalian!
Berikut adalah rekomendasi 7 podcast Rusia yang menyajikan informasi menarik terkait sastra, budaya dan sejarah Rusia dan dunia.


Книжный базар
Di podcast ini kita dapat mendengarkan diskusi tentang buku-buku bestseller berbahasa Rusia dan opini-opini menarik yang meyakinkan kita untuk membacanya. Podcast ini diisi oleh Galina Yuzefovich yang dikenal sebagai seorang kritikus sastra, serta Anastasia Zavozova, seorang penerjemah, sekaligus redaktur layanan buku "Storytel". Podcast ini juga membahas tentang "sastra perempuan", genre fantasi dan daftar buku karya penulis-penulis kontemporer. Mereka menjelaskan bagaimana cara "membaca lebih dalam", sehingga pembaca dapat merasakan kekaguman dan kecintaan terhadap buku yang dibacanya. Untuk menyimaknya, bisa melalui YouTube, Spotify, iTunes, Google Podcasts, Castbox, Яндекс.Музыка. Siaran terbaru dipublikasikan setiap hari Rabu di podcast ini.

Читатель
Podcast ini diisi oleh Pavel Grozny yang dikenal sebagai redaktur utama layanan "Букмейт". Di podcast ini ia membicarakan tentang sastra bersama para profesional dari berbagai bidang, mulai dari desainer, wartawan, penulis, kritikus film, penerjemah hingga filolog. Di podcast ini kita bisa mengetahui cara memahami isi buku dengan waktu singkat, cerita di balik popularitas suatu karya, dan cara mengembangkan diri melalui bacaan karya sastra. Podcast ini merilis siaran terbaru setiap dua pekan. Podcast ini dapat diakses melalui https://ru.bookmate.com/specials/reader-podcast

Радио Arzamas
Podcast ini menyediakan materi audio dan kuliah umum dalam bentuk podcast, umumnya membahas tentang sastra, sejarah, seni, antropologi dan filsafat. Para pembicaranya merupakan para ilmuwan dan cendekiawan terbaik Rusia saat ini. Di podcast ini kita bisa mengetahui mengapa suatu karya sastra dapat memberikan pengaruh besar bagi pembacanya, menjelaskan tentang apa itu surealisme dalam seni rupa, serta bagaimana budaya mempengaruhi jiwa dan perasaan manusia. Untuk menyimaknya kita bisa mengaksesnya melalui aplikasi "Радио Arzamas" atau melalui situs arzamas.academy.

Полка
Di podcast ini kita dapat menyimak diskusi tentang sastra dan kaitannya dengan kehidupan, tentang para penulis, serta buku-buku apa saja yang banyak dibaca di Rusia. Para redaktur podcast ini menceritakan tentang para penulis kesukaannya, termasuk penulis yang kurang terkenal, bahkan terlupakan. Mereka juga membicarakan tentang sastra perempuan dan buku-buku dengan nuansa galau. Di podcast ini juga terdapat sejumlah rubrik siaran yang terpisah, seperti rubrik "ТОК" di mana Yury Saprykin berdiskusi dengan para tamu dari kalangan sosiolog, sejarawan hingga ahli sastra, rubrik "Тоже Россия" tentang warisan budaya Rusia, dan rubrik "Между строк" yang membicarakan tentang karya puisi. Podcast ini dapat diakses melalui SoundCloud: https://soundcloud.com/polka-academy

Виват, история!
Podcast buatan Sergey Vivatenko asal Sankt-Peterburg ini dibuat untuk membahas tentang misteri sejarah dunia serta pencapaian manusia di setiap zaman. Pengisi podcast ini menceritakan banyak hal, mulai dari hobi para tsar Rusia, biografi tokoh terkenal, dan membantu pendengar untuk memahami seluk-beluk periode sejarah dunia. Siaran terbaru podcast ini dirilis seminggu sekali di radio "Говорит Москва" atau bisa diakses melalui http://podcast.govoritmoskva.ru/?cat=27.

Чтение & Стаховский LIVE
Di podcast "Чтение" kita bisa mendengarkan suara Yevgeny Stakhovsky, seorang penulis dan presenter radio Rusia, yang membacakan cerita dan novel karya penulis Rusia maupun dunia secara langsung di Radio Mayak. Kita juga bisa memilih rekamannya di sana, mulai dari rekeman yang hanya terdiri dari beberapa menit hingga yang berdurasi hingga satu jam. Di podcast ini kita bisa menemukan rekaman suara Stakhovsky yang membacakan karya Konstantin Paustovsky, Stefan Weinfeld, Varlam Shalamov, Stephen King, Fyodor Mezrin hingga Sherwood Anderson dalam bahasa Rusia. Selain itu, Stakhovsky juga menyajikan podcast "Стаховский LIVE", di mana ia menceritakan pemikirannya tentang sejarah, beragam ilmu pengetahuan dan sastra. Podcast Чтение dapat diakses melalui https://radiomayak.ru/podcasts/podcast/id/703/ dan podcast Стаховский LIVE dapat diakses melalui https://radiomayak.ru/podcasts/podcast/id/2541/

Blitz and Chips
Podcast ini dibuat oleh Grisha Prorokov, seorang wartawan dan video blogger. Ia mengajak tamu di podcastnya untuk mendiskusikan tentang film, musik, teknologi, ilmu pengetahuan, videogames, hingga masyarakat kontemporer. Terkadang juga dibahas hal-hal yang lebih spesifik, seperti tentang perubahan moral dan etika saat ini, tentang cara memahami tuturan, tentang bagaimana kita menghadapi perubahan total dalam kehidupan. Semua hal menarik tersebut dapat disimak melalui podcast ini. Siaran terbaru dirilis setiap pekan.


Tips-Tips untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Rusia

 


 

Tips 1
Alah bisa karena biasa. Agar dapat menguasai kemampuan berbicara bahasa Rusia dengan baik, maka kita harus membiasakan diri dan melakukan kontak dengan bahasa Rusia. Cara yang paling mudah, misalnya membiasakan diri untuk membaca bacaan berbahasa Rusia secara teratur setiap hari, entah itu artikel berita hingga karya sastra.

Tips 2
Pelajarilah beragam sinonim untuk mengekspresikan suatu kata atau kalimat. Dengan memperkaya pengetahuan kosakata dan konstruksi tuturan maka bisa menghindarkan kita dari mengulang kata atau kalimat yang tidak perlu. Jaga juga tuturan kita dari "слова-паразиты" (kata-kata parasit), atau kata-kata yang tidak perlu.

Tips 3
Ada kalanya kita sering mendengar suatu kata, tapi kita belum memahami makna aslinya. Maka dari itu, perluas kemampuan "lumbung kosakata" kita dengan terus mempelajari kosakata baru setiap hari agar tidak terjebak dalam kesalahan penggunaan kata yang belum kita pahami maknanya.

Tips 4
Berlatihlah berbicara lebih sering, termasuk cara berbicara di depan publik. Pelajari juga cara berbicara penyiar TV atau radio Rusia, pelajari intonasi yang benar, pelafalan bunyi setiap katanya, bagaimana mereka menggunakan jeda dan ritme saat sedang berbicara. Catat juga kosakata atau frasa baru yang kita dengar.

Tips 5
Bergabunglah dengan komunitas, di mana kalian bisa berdiskusi, berbagi bahan untuk belajar dan berlatih bahasa Rusia bersama. Carilah topik-topik menarik untuk diskusi, sehingga dapat tercipta obrolan yang menarik. Ceritakanlah kesan kalian terhadap buku atau film Rusia yang baru kalian baca atau tonton.

Tips 6
Sebelum berbicara, usahakan untuk merencanakan dahulu apa yang ingin dikatakan, meski rencana tersebut hanya sebatas di dalam pikiran. Dengan strategi perencanaan ini, maka kita akan terhindar dari jeda bicara yang tidak diperlukan dan tidak akan susah payah dalam memilih kata atau frasa yang tepat.

Tips 7
Berlatihlah secara mandiri dengan metode "разговор ни о чём" (pembicaraan yang bukan tentang apa-apa). Caranya yaitu dengan menjelaskan fenomena atau objek tertentu secara rinci selama 5 menit tanpa henti. Ulang metode ini pada objek lainnya. Metode ini bisa membantu kita mengembangkan kemampuan berbicara dengan topik apapun.

Tips 8
Pahamilah bahwa pengetahuan tentang banyaknya kosakata belum tentu menyelamatkan kita dalam percakapan bahasa Rusia sesungguhnya. Kita harus terus menyempurnakan latihan kita untuk bisa berbicara dengan lancar. Cobalah berlatih bicara di depan cermin, ceritakan apa yang sudah dilakukan dan apa saja yang akan dilakukan.

Apakah kalian punya tips lain yang bisa meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Rusia? Ayo berbagi! Tulis tips dari kalian di bawah!


Sabtu, April 23, 2022

Tradisi Paskah di Rusia

Пасха — третий по значимости праздник в России 

Paskah adalah hari raya terbesar bagi umat Gereja Ortodoks Rusia. Rangkaian perayaan Paskah adalah untuk memperingati peristiwa saat Yesus Kristus disalibkan di Bukit Golgota dan kebangkitannya. Hari raya ini dianggap sebagai hari yang paling suci di antara hari raya keagamaan lainnya bagi umat Gereja Ortodoks Rusia. Dalam rangka memperingatinya, masyarakat Rusia memiliki sejumlah tradisi yang unik dan menarik. Perayaan Paskah oleh umat Gereja Ortodoks Rusia pada tahun 2022 ini jatuh pada tanggal 24 April 2022.


Puasa Agung
Dalam menyambut Paskah, umat Gereja Ortodoks Rusia berpuasa selama 40 hari. Puasa ini dilakukan dengan menahan diri dari makanan yang dilarang saat berlangsungnya puasa, seperti susu, daging, mentega, keju, telur dan olahan bahan-bahan makanan tersebut, serta minuman beralkohol (kecuali anggur pada waktu tertentu). Mereka menghindari kegiatan duniawi yang bersifat melenakan, banyak mengikuti liturgi gereja, membaca doa dan mempelajari peristiwa yang berkaitan dengan penyaliban Kristus.

Kue Kulich dan Telur Paskah
Seminggu sebelum perayaan puncak Paskah, masyarakat Rusia biasanya membersihkan rumahnya. Orangtua mengajak anak-anaknya menghias telur rebus dengan warna, gambar atau cara lainnya. Sebelum memakannya, anak-anak akan menggunakannya sebagai mainan, yakni dengan membenturkannya dengan telur milik lawan mainnya. Telur siapa yang pecah lebih dulu, berarti ia kalah. Selain itu, di minggu ini orang-orang akan memasak atau membeli kue Paskah yang disebut "kulich", yakni kue manis dengan warna-warni yang memikat.

Makan Pagi setelah Puasa Agung
Makan pagi bersama keluarga setelah menyelesaikan puasa agung merupakan momen terpenting dalam perayaan Paskah. Saat menjalankan puasa agung, umumnya umat Gereja Ortodoks Rusia hanya makan roti gandum, sayuran dan sereal saja. Namun setelah puasa selesai, mereka akan memakan kue kulich dari tepung putih, kue paskha dari keju cottage, dan telur rebus yang sudah dihias sebelumnya. Telur paskah yang telah disucikan dipercaya memiliki keajaiban dan bisa memberikan kesembuhan.

Ciuman Paskah
Pada puncak perayaan di hari Minggu Paskah, umat Kristen Ortodoks saling menyapa dengan ungkapan salam "Христос воскрес!" (Kristus telah bangkit!), dan orang yang disapa akan menjawab "Воистину Воскрес!" (Sesungguhnya ia telah bangkit!). Setelah saling mengucapkan salam tersebut, mereka akan saling mencium pipi masing-masing tiga kali yang disebut sebagai "Ciuman paskah".

Paskah untuk Semua
Minggu Paskah disebut juga sebagai Minggu Cerah. Paskah di Rusia tidak hanya dirayakan oleh umat Kristen, tapi juga oleh mereka yang non-religius, sebab perayaan ini dianggap sebagai momen terbaik untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Pada hari Paskah orang-orang, akan pergi ke gereja bersama keluarganya untuk mengikuti kebaktian. Setelah kebaktian, pihak gereja memberikan kesempatan bagi setiap orang yang datang ke gereja untuk membunyikan lonceng gereja.

 

Ucapan Selamat Paskah dalam Bahasa Rusia
Untuk mengucapkan selamat Paskah dalam bahasa Rusia, kita bisa menggunakan beberapa pilihan ucapan berikut:
Поздравляю с Пасхой! (Saya ucapkan selamat Hari Paskah!)
Счастливой Пасхи! (Semoga berbahagia di Hari Paskah!)
Со светлой Пасхой! (Selamat merayakan Hari Paskah yang cerah!)
С праздником Пасхи! Христос Воскрес! (Selamat Hari Raya Paskah! Kristus telah bangkit!)


Kamis, Maret 03, 2022

Sejarah Aksara Kiril (Bag. III): Perkembangan Aksara Kiril dari Masa ke Masa

 

Грамматический террор – Еженедельный «Ъ» – Коммерсантъ
Reformasi bahasa Rusia tahun 1917-1918

 

Perkembangan Aksara Kiril di Masa Kuno

Seperti yang telah kita ketahui bahwa sejarah kemunculan aksara Kiril masih belum ada kejelasan yang pasti. Ini karenakan oleh sedikitnya monumen atau peninggalan sejarah lainnya yang berkaitan dengan awal mula penggunaan aksara di Tanah Slavia. Meski para ilmuwan telah berusaha menawarkan beberapa teori, namun seringkali teori satu dapat berlawanan dengan teori lainnya. Namun pendapat umum mengatakan bahwa kemunculan aksara yang digunakan oleh bangsa Slavia ini terjadi kira-kira pada abad X.

Dalam buku berjudul "Kisah tentang Aksara Slavia" yang ditulis pada akhir abad IX oleh Chernigorizets Hrabr, seorang penulis Bulgaria, terbukti bahwa simbol-simbol huruf telah digunakan oleh bangsa Slavia bahkan di era paganisme atau masa prakristen. Setelah masa kristenisasi dalam teks-teks bahasa Rusia muncul huruf-huruf Yunani dan Latin, namun huruf-huruf tersebut belum bisa secara akurat menyampaikan bunyi-bunyi pelafalan bahasa Slavia (/б/, /ц/, /з/). Barulah melalui sistem bunyi dan fonetik Slavia yang disusun Konstantin atau yang kemudian dikenal sebagai Santo Kiril, serta dengan bantuan Santo Metodius, bunyi fonetik bahasa Slavia bisa disampaikan seluruhnya dalam bentuk tulisan. Sistem tulisan atau aksara tersebut pada awalnya diperlukan untuk menerjemahkan buku-buku keagamaan dari Bizantium ke bahasa Slavia.

Dalam penyusunan aksara tersebut, sistem alfabet Yunani digunakan sebagai dasar utamanya. Pada tahun 863 disusunlah aksara Glagolitsa (penamaannya diambil dari kata bahasa Slavia "глаголить", "говорить", yang artinya 'berbicara'). Beberapa peninggalan sejarah utama yang menjelaskan tentang aksara Glagolitsa ini adalah "Sinayskiy plastyr'" (Mazmur Sinai), "Kiyevskiye listki" (Misale Kiev) dan sejumlah Injil lainnya.

Sejarah kemunculan dan penggunaan awal aksara Kiril atau Kirillitsa (dari nama "Kiril" atau "Kirill") sendiri sebagai aksara kedua bangsa Slavia masih belum jelas. Kebanyakan peneliti meyakini bahwa para pengikut atau murid dari Kiril dan Metodius yang menciptakannya pada awal abad X. Mereka juga menyusunnya berdasarkan sistem alfabet Yunani dengan menambahkan sejumlah huruf dari aksara Glagolitsa. Pada aksara Kiril atau Kirillitsa awal terdapat 43 huruf, yang mana 24 hurufnya merupakan pinjaman dari aksara yang telah digunakan di Bizantium.

Prasasti tertanggal tahun 893 di reruntuhan kuil Preslavsky, Bulgaria, dianggap sebagai monumen tertua aksara Kiril. Selama beberapa abad, Kirillitsa dan Glagolitsa masih terus digunakan secara paralel. Namun secara bertahap, Kirillitsa yang dianggap lebih jelas dan sederhana menggantikan penggunaan Glagolitsa di berbagai negeri Slavia, khususnya di Rusia, Bulgaria dan Serbia. Sedangkan di beberapa paroki gereja Slavia-Katolik di pantai Dalmatia, Glagolitsa terus digunakan.


Selama abad X-XIV bentuk tulisan Kiril yang digunakan disebut sebagai "ustav" (устав) atau "ustavnoye pis'mo" (уставное письмо). Ustav merupakan tulisan tangan dengan pola geometris sudut yang jelas dan lugas, di mana huruf-hurufnya ditulis dalam garis, tidak miring, dengan sejumlah elemen yang memanjang ke atas dan ke bawah, ukurannya besar dan tidak ada spasi antar kata. Contoh penggunaan ustav yang paling utama adalah pada kitab "Injil Ostromir" (Остромирова евангелия) yang ditulis oleh diakon Grigory pada tahun 1056-1057. Kitab tersebut merupakan karya seni khas Slavia kuno sejati dan menjadi contoh klasik dari penulisan pada masa itu. Selain itu ada pula peninggalan penting lainnya, seperti "Izbornik" (Изборник) karya Knyaz' Svyatoslav Yaroslavich, serta "Injil Arkhangelsk" (Архангельское евангелие).
.com/img/a/
Perbedaan ustav, poluustav dan skoropis'

Dari bentuk ustav muncul kemudian bentuk penulisan Kirillitsa yang disebut "poluustav" (полуустав) atau 'setengah ustav', yang mana penggunaannya tersebar luas sejak pertengahan abad XIV. Bentuk hurufnya menyapu, lebih kecil, dan memiliki bentuk memanjang ke atas dan ke bawah. Meski secara estetika bentuknya tidak seindah ustav, tetapi bentuk tulisan ini memungkinkan seseorang untuk dapat menulis lebih cepat. Bentuk hurufnya miring, bentuk geometrinya tidak begitu terlihat, rasio garis tebal dan tipisnya tidak lagi dipertahankan dan kata pada teks sudah ditulis terpisah. Pada poluustav digunakan sejumlah superskrip dan tanda baca lainnya. Bersama vyaz' (gaya penulisan sambung) dan skoropis' (gaya penulisan kursif), bentuk poluustav digunakan secara aktif pada abad XIV-XVIII. Namun sejak abad XV poluustav popularitasnya menurun dan perlahan tergantikan oleh skoropis'.


Kemunculan skoropis' memiliki kaitan erat dengan peristiwa penyatuan Tanah Rus menjadi negeri yang satu. Peristiwa tersebut membuat budaya Slavia dapat berkembang lebih cepat. Seiring dengan kebutuhan masyarakat saat itu, maka perlu dilakukan penyederhanaan penulisan aksara serta gaya penulisan yang lebih nyaman. Skoropis' muncul pada abad XV. Bentuknya bulat dan simetris, huruf-hurufnya sebagian terhubung satu sama lain, membuat penggunanya dapat menulis lebih cepat. Garis lurus dan garis lengkung dari hurufnya pun seimbang. Selain skoropis', jenis tulisan vyaz' juga tersebar luas bersama dengan popularitas skoropis'. Ciri khas penulisan vyaz' adalah penggunaan kombinasi huruf yang indah, disertai dengan banyak garis dekoratif. Vyaz' umumnya digunakan untuk penulisan judul dan untuk menyoroti kata-kata tertentu dalam teks.

.com/img/a/
Penulisan vyaz' yang ditulis dengan tinta merah


Reformasi Alfabet Rusia

Jika pada abad XVI Tsar Ivan Grozny mengenalkan dasar-dasar percetakan buku di Rusia, maka Tsar Pyotr I membawa industri percetakan di Rusia menjadi setara dengan industri percetakan Eropa. Kirillitsa tidak mengalami perkembangan yang berarti dalam waktu yang cukup lama sampai adanya kebijakan reformasi alfabet Rusia dari Pyotr I pada tahun 1710. Ia berupaya menerapkan nilai-nilai Eropa di Rusia dalam segala bidang, termasuk ingin mengganti penggunaan aksara Kiril dengan aksara Latin, tapi sayangnya hal ini tidak berhasil. Namun bentuk penulisannya mengalami perubahan yang cukup berbeda dari varian yang ada saat itu. Reformasi aksara di masa Pyotr I membuat sejumlah huruf dibuang dari versi alfabet Rusia sebelumnya. Jumlah huruf dalam alfabet Rusia yang baru lebih sedikit, lebih sederhana, namun lebih mudah disesuaikan untuk kepentingan percetakan, seperti pembuatan buku, surat kabar, serta dokumen untuk kepentingan sipil pada umumnya. Karena itu aksara ini dikenal sebagai "гражданский шрифт" atau "aksara sipil", dalam artian aksara ini dapat digunakan tak hanya untuk kepentingan penulisan di lembaga gereja, tapi bisa digunakan secara luas di masyarakat. 

.com/img/a/
Reformasi alfabet Rusia di masa Pyotr I

Sejak pertengahan abad XVIII hingga awal abad XX "aksara sipil" ini terus mengalami perkembangan secara bertahap.  Мenurut para ahli, sejarah perubahan alfabet Rusia ini dapat dibagi menjadi tiga kategori: 1) perubahan komposisi huruf; 2) perubahan grafis huruf; 3) perubahan ejaan. Adapun dalam hal perubahan komposisi huruf, aksara Rusia dibagi lagi menjadi empat kelompok sesuai menurut sifat dan tujuannya. Salah satu kelompok tersebut merupakan jenis huruf yang dipinjam dari alfabet Yunani, tetapi sebenarnya tidak begitu diperlukan dalam tuturan bahasa Slavia, termasuk tuturan bahasa Rusia. Seperti huruf "Ѱ" (psi), "Ѯ" (ksi), "Ѡ" (omega), "Ѳ" (fita), "Ѵ" (izhitsa), serta huruf Kiril dengan bunyi yang mirip, seperti "Ꙁ" (zemlya) dan "Ꙃ" (zelo) yang kemudian dijadikan satu sebagai huruf "З" saja, serta "I" (i) dan "И" (izhe) yang kemudian dijadikan satu menjadi "И" saja. Atas saran Karamzin, penggunaan bunyi dengan dua huruf "io" perlu diubah dengan satu karakter huruf  saja, yaitu "ё". Dalam perkembangannya, mulai populer penulisan gaya "Yelizavetinsky" dengan ciri khas yang ditulis rapat dan menetapkan bentuk huruf "б" yang lebih modern seperti yang kita kenal sekarang.

cd031f51b7fe8112344185d67b7c225562bc80e4
Karikatur yang menggambarkan penghapusan sejumlah
huruf Rusia yang dihapuskan di masa Revolusi Rusia

Pada tahun 1910 di penerbitan huruf Berthold dikembangkan sebuah jenis huruf akademik yang menggabungkan elemen huruf Rusia abad ke-18 dengan alfabet Latin gaya Sorbonne. Penggunaan varian huruf Latin Rusia ini kemudian menjadi tren tersendiri dan digunakan dalam percetakan buku di Rusia hingga awal Revolusi Oktober.

 

Saat terjadi Revolusi Rusia pada tahun 1917, perubahan yang terjadi di masyarakat tidak hanya pada level struktur sosial saja, tapi juga pada alfabet Rusia. Selama tahun 1917-1918 dilakukan reformasi besar-besaran terhadap ejaan bahasa Rusia dan kembali terjadi penghapusan sejumlah huruf alfabet Rusia, seperti khususnya huruf "Θ" (fita), "Ѣ" (yat'), "i", dan penggunaan "Ъ" (tvyordiy znak/tanda pengeras bunyi) di akhir kata. Pada tahun 1938 dibuat laboratorium huruf di Uni Soviet yang kemudian menjadi Departemen Huruf Baru sebagai bagian dari Institut Penelitian Mesin Cetak (Poligraf). Sejumlah seniman Soviet, seperti G. Bannikov, H. Kydryashov dan E. Glushchenko membuat jenis-jenis huruf Rusia di departemen ini. Di tempat ini pula jenis huruf yang digunakan untuk penulisan berita di surat kabar Izvestia dan Pravda dikembangkan.

 

Di masa sekarang ini pentingnya jenis huruf Rusia yang digunakan tidak lagi diperdebatkan. Para seniman dan desainer secara aktif menggunakan pengalaman tipografi masyarakat selama berabad-abad untuk membuat jenis huruf yang baru agar lebih mudah dibaca dan dapat digunakan secara terampil untuk keperluan desain.

 

Sumber Bacaan:

Tekstologia.ru: Иcтopия пpoиcxoждeния и paзвития киpиллицы

Studwood.ru: Развитие кириллицы

Kamis, Januari 13, 2022

Sejarah Aksara Kiril (Bag. II): Kliment dari Ohrid dan Penyebaran Aksara Kiril

Teks berbahasa Gereja Slavia Tua yang ditulis dengan aksara Kiril (Kirillitsa)

Kliment dari Ohrid adalah salah satu tokoh yang menonjol di antara murid-murid awal Santo Kiril dan Metodius. Ia merupakan pendiri sekolah keagamaan di Ohrid. Ada dua "Zhitie" (Catatan kehidupan orang suci) yang menceritakan tentang dirinya yang ditulis dalam bahasa Yunani oleh arkhiepiskop Theothilakt dan Dmitry Khomatian.


Tercatat bahwa Kliment lahir pada 830 di Makedonia dan wafat pada 916. Pada saat Metodius menguasai wilayah Makedonia, ia mengangkat Kliment sebagai muridnya. Pada masa selanjutnya Kliment mengabdi kepada Kiril dan Metodius saat mereka melaksanakan misi besarnya di Moravia. Mereka bersama-sama mengunjungi Pannonia, Venesia dan Roma. Tidak ada yang mengetahui nama asli Kliment, tapi nama Kliment yang diberikan kepadanya mengikuti nama "Santo Kliment dari Roma".


Setelah wafatnya Kiril dan Metodius, murid-murid mereka yang berada di wilayah di Moravia mengalami pengusiran oleh rohaniawan yang mendukung penggunaan bahasa Latin sebagai bahasa liturgi gereja. Bersama rekannya, Naum, Kliment mengungsi ke Kekaisaran Bulgaria yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Boris I. Tsar Boris memeluk Kristen pada tahun 860 dan di bawah masa pemerintahannya didirikanlah sekolah keagamaan yang pertama yang dikenal sebagai Sekolah Alkitab Preslav. Sejak tahun 886 Kliment mendapatkan posisi sebagai guru dan pendakwah di wilayah Kutmichevitsa. Penduduk setempat menerimanya dengan penuh hormat dan memberikan segala hal yang ia perlukan. Pengajaran yang diberikan Kliment menjadikan dirinya terkenal sebagai guru yang ahli di bidang keslaviaan.


Kliment bekerja sebagai guru selama 7 tahun (hingga 893), kemudian atas perintah Kaisar Simeon ia dipilih menjadi episkop di Ohrid. Posisinya sebagai guru digantikan oleh Naum. Pada tahun 910 Naum wafat sehingga Kliment kembali ke sekolah tersebut dan mengajar hingga akhir kehidupannya. Selama 30 tahun masa pengabdiannya sebagai guru telah tercatat 3500 murid yang mendapatkan pendidikan di sekolah yang didirikannya itu. Pendidikan yang didapatkan para murid berupa pengetahuan tentang gereja dan pendidikan karakter berdasarkan Alkitab. Mereka mendapatkan pengetahuan tentang pelayanan di gereja, serta untuk menjadi pendeta dan diakon.

Nama Kliment dari Ohrid sering dikaitkan dengan kemunculan aksara Kiril atau Kirillitsa. Berdasarkan hipotesis dari Viktor Istrin, aksara Kiril yang digunakan untuk menulis bahasa Gereja Slavia Tua disusun oleh Kliment berdasarkan aksara Yunani. Dalam salah sebuah Zhitiye ditemukan catatan yang menyatakan bahwa "[Kliment] menemukan gaya penulisan untuk huruf-hurufnya, sehingga huruf-huruf tersebut menjadi lebih jelas daripada yang telah ditemukan oleh Kiril yang Bijaksana." Meski tidak semua peneliti sepakat dengan pendapat tersebut, namun sebagian besar peneliti mempercayai bahwa Kiril dan Metodius yang menyusun aksara Glagolitsa, sedangkan Kirillitsa disusun oleh murid mereka, yaitu Kliment dari Ohrid, kemudian menamakan aksara tersebut sebagai Kirillitsa sebagai penghormatan terhadap gurunya, Santo Kiril.

Gereja Santo Panteleimon di Ohrid, tempat relikui Santo Kliment dari Ohrid disimpan.
Di pojok kanan atas adalah lukisan ikon yang menggambarkan Santo Kliment dari Ohrid. 

Selama hidupnya St. Kliment melanjutkan penerjemahan dan penulisan karya-karya sastra yang pernah dilakukan oleh Santo Kiril dan Metodi. Apa yang dilakukannya sejalan dengan apa yang dilakukan pula oleh Konstantin Preslavski, di mana keduanya merupakan episkop pertama di Bulgaria. Buku-buku yang ditulis dalam bahasa Gereja Slavia Tua juga bermunculan di wilayah tersebut. Kekaisaran Bulgaria akhirnya menjadi pusat penyebaran aksara Kirillitsa ini. Penggunaan Kirillitsa terus berkembang dan mencapai masa keemasannya di masa pemerintahan Tsar Simeon Agung (893-927), putra Tsar Boris. Bahasa Gereja Slavia Tua menyebar ke Serbia, dan pada akhir abad X mulai digunakan sebagai bahasa utama gereja-gereja di Rus Kuno di Slavia Timur. Bahasa Gereja Slavia Tua yang digunakan di Tanah Rus pada akhirnya mengalami banyak pengaruh dari bahasa Rusia kuno.


Dengan demikian Kirillitsa menjadi umum dipakai di wilayah Slavia Selatan, Slavia Timur, hingga Romania. Seiring dengan berjalannya waktu, aksara Kirillitsa di daerah-daerah tersebut mulai mengalami perubahan dan menjadi berbeda satu sama lain karena adanya pengaruh masing-masing tempat. Meski demikian, sebagian besar huruf dan prinsip ejaannya masih memiliki kesamaan, kecuali di wilayah Serbia Barat yang kemudian aksara tersebut disebut sebagai bosanchitsa (aksara Kiril Bosnia).

 

Bersambung...

Selanjutnya: 

Sejarah Aksara Kiril (Bag. III): Perkembangan Aksara Kiril dari Masa ke Masa


Bahan Bacaan:

TextoLogia.Ru: Kлимeнт Oxpидcкий – yчитeль и пpoпoвeдник
https://www.textologia.ru/literature/lit-centr-jugnoj-vosoch-evropy/bolgarskaja-literatura/kliment-ohridskiy-uchitel-i-propovednik/4428/?q=471&n=4428

Wikipedia: Кириллица: История создания и развития
https://ru.wikipedia.org/wiki/%D0%9A%D0%B8%D1%80%D0%B8%D0%BB%D0%BB%D0%B8%D1%86%D0%B0#%D0%98%D1%81%D1%82%D0%BE%D1%80%D0%B8%D1%8F_%D1%81%D0%BE%D0%B7%D0%B4%D0%B0%D0%BD%D0%B8%D1%8F_%D0%B8_%D1%80%D0%B0%D0%B7%D0%B2%D0%B8%D1%82%D0%B8%D1%8F


Rabu, Januari 12, 2022

Sejarah Aksara Kiril (Bag. I): Misi Kiril dan Metodius dalam Penyusunan Aksara Slavia

St Methodius and St Cyril – May 11 First Teachers and Enlighteners of the  Slavs | One In Christ
Santo Kiril dan Santo Metodius

Santo Kiril (826-869) dan Metodius (815-885) adalah dua tokoh yang dikenal sebagai penyusun aksara Slavia. Mereka dianggap sebagai santo (orang suci) yang disetarakan dengan apostol (rasul) dalam Gereja Kristen Ortodoks. Mereka menerjemahkan Alkitab dan teks-teks keagamaan ke bahasa Slavia. Kiril (yang memiliki nama lahir Konstantin) dan Metodius lahir di kota Tesalonika (wilayah Yunani) yang saat itu berada dalam wilayah Kerajaan Bizantium.

Di masa mudanya Metodius mengawali kariernya pada tahun 833 sebagai seorang prajurit yang mengabdi kepada Kaisar Theophilus. Kemudian ia menjadi penguasa di salah satu kerajaan Slavia selama tahun 835-845. Selanjutnya ia mengabdi di Monastir (biara) Bifin di Olympus. Berbeda dengan Metodius, di masa mudanya Kiril menghabiskan waktunya dengan belajar di Konstantinopel. Kiril tertarik terhadap kajian filologi, kemudian ia bekerja sebagai pustakawan di Gereja St. Sophia (Hagia Sophia). Karena terlibat perselisihan pendapat dengan Patriark Ignatius, ia pergi dan menetap di sebuah monastir di tepi Selat Bosphorus. Setengah tahun kemudian ia kembali ke sekolah tempat ia belajar dan menjadi pengajar filsafat di sana. Di sana ia mulai dijuluki sebagai "Kiril Filosof" atau 'Kiril Sang Filsuf'.

Sekitar tahun 855 Kiril melaksanakan misi diplomatik dan dikirim kepada bangsa-bangsa Arab. Pada tahun 860-861 Kiril dan Metodius ditugaskan bersama untuk misi diplomatik dan dikirim kepada bangsa Khazar. Mereka mengunjungi wilayah Kherson (kini di wilayah Ukraina) yang waktu itu merupakan wilayah Kekhanan Khazar (Khazaria). Dalam "Zhitiye sv. Kirilla" (Catatan Kehidupan St. Kiril) hal. 10 disebutkan bahwa mereka menemukan naskah yang dituliskan dengan "aksara bangsa Rus" untuk penulisan Mazmur dan Injil. Pernyataan tentang penemuan tersebut ditafsirkan secara berbeda oleh kalangan peneliti. Sebagian peneliti menafsirkan bahwa penemuan tersebut bermaksud membicarakan tentang aksara yang digunakan oleh bangsa Rus sebelum mereka mengenal aksara Kiril atau Kirillitsa. Peneliti lainnya menafsirkan bahwa aksara yang dimaksud merupakan varian dari terjemahan alfabet Gothik yang disusun oleh Ulfilas (Wulfila), sehingga kebanyakan dari peneliti meyakini bahwa cara membacanya bukan sebagai "pyccкиe" (Rusia), melainkan "cypcкиe" (Suriah). Di wilayah Khazar inilah mereka melakukan disputasi keilahian, yaitu debat resmi demi mencari kebenaran di bidang teologi, termasuk dengan umat Yahudi.

Pada musim gugur tahun 861 mereka kembali dari Khazaria. Metodius kemudian menjadi kepala monastir di Polykhron, sedangkan Kiril melanjutkan pengabdiannya di Gereja Rasul 12 di Konstantinopel. Dua tahun kemudian, Pangeran Rostislav dari Moravia meminta Bizantium agar mengirimkan perwakilan ke wilayah Moravia untuk mengajarkan kebenaran iman Kristen bagi bangsa Slavia yang tinggal di wilayah tersebut sebagai bangsa mayoritas. Atas perintah Kaisar Bizantium Mikhail III, maka Kiril dan Metodi diperintahkan untuk melaksanakan misi tersebut. Meskipun Injil telah diajarkan di Moravia, namun rupanya ajaran Kristen masih belum mengakar kuat. Karena itu Kaisar Mikhail III memerintahkan Kiril dan Metodius untuk menerjemahkan teks-teks keagamaan yang berbahasa Yunani ke bahasa Slavia. Kiril dan Metodius mempersiapkan diri mereka untuk melaksanakan misi tersebut. Mereka menyusun aksara Slavia yang dapat digunakan untuk menerjemahkan teks-teks keagamaan sehingga pengajaran Kristen dapat lebih mengakar dan lebih mudah dipahami.

Всё же кириллица или глаголица? | Блог Крестьянин | КОНТ
Perbedaan antara Kirillitsa dan Glagolitsa

Dalam waktu yang lama para filsuf dan sejarawan mendiskusikan tentang aksara apa sebenarnya yang disusun mula-mula oleh Kiril dan Metodius saat itu, apakah aksara Glagolitsa atau aksara Kirillitsa. Para peneliti umumnya menyebutkan bahwa Kiril dan Metodius memperkenalkan terlebih dahulu aksara Glagolitsa yang disusun berdasarkan sistem aksara Yunani (dengan pengecualian huruf "Ш" diambil dari aksara Ibrani). Baru pada akhir abad ke-IX aksara Glagolitsa di seluruh wilayah Slavia Selatan segera tergantikan oleh aksara Kirillitsa. Dengan adanya aksara untuk bangsa Slavia ini maka Kiril dan Metodius mulai mengerjakan proyek pertamanya, yaitu penerjemahan Injil Aprakos yang diperlukan untuk kegiatan kebaktian.

Proyek penerjemahan yang mereka lakukan antara tahun 864-867 terhadap teks-teks keagamaan sehingga terkumpul terjemahan Injil dan Mazmur. Pekerjaan mereka rupanya memunculkan ancaman politik dari para episkop Jerman yang khawatir akan kehilangan hak-haknya di Moravia. Mereka yang tidak setuju dengan adanya proyek penerjemahan teks-teks keagamaan ini kemudian menyebarkan "doktrin trilingual" yang menyebutkan bahwa "hanya tiga bahasa yang pantas digunakan untuk memuji Tuhan, yaitu bahasa Ibrani, Yunani dan Latin". Mereka berusaha untuk menghentikan usaha yang dilakukan oleh Kiril dan Metodius. Namun Kiril terus menangkis ancaman tersebut dengan argumen-argumennya. Menghadapi situasi ini, rupanya Paus Adrianus II berada di pihak Kiril dan Metodius. Saat Kiril dan Metodius datang ke Roma sambil mengantarkan relikui St. Kliment (Paus St. Kliment I) dari Kherson, Paus Adrianus II menyambutnya dengan hormat.

Santo Kiril dan Metodius memberikan aksara kepada bangsa Slavia


Setelah kedatangannya ke Roma, Kiril wafat dan dikuburkan di sana. Adapun Metodius melanjutkan pekerjaan yang telah mereka mulai sebelumnya. Metodius menjadi arkhepiskop di Panonia dan Moravia. Ia menerjemahkan sebagian besar Kanon Alkitab pada 870 bersama tiga orang muridnya selama 8 bulan. Meski pekerjaan penerjemahan teks-teks keagamaan untuk penyebaran Kristen tersebut didukung oleh Roma, namun dalam praktiknya tetap ada perebutan pengaruh di antara Roma dan Bizantium di wilayah Slavia.

Di tahun-tahun akhir masa hidupnya, Metodius banyak menaruh harapan untuk mendapat pertolongan dari penguasa Konstantinopel dibandingkan Roma. Setelah Metodius wafat, seorang rohaniawan Jerman bernama Wiching yang memiliki pandangan berlawanan dengan Metodius menggantikan posisinya. Ia menuduh Metodius telah merusak perjanjian dalam pelaksanaan kebaktian dalam bahasa Latin yang telah disepakati di sana sebelumnya, sehingga ia mengusir seluruh murid Metodius keluar dari Moravia. Meski demikian, usaha Kiril dan Metodius tidak pernah dilupakan. Alkitab berbahasa Slavia menyebar secara luas dan dibaca oleh lebih banyak orang hingga akhirnya sampai ke Tanah Rus. Hingga saat ini Gereja Ortodoks selalu memperingati Hari Santo Kiril setiap 14 Februari, Hari Santo Metodius setiap 6 April, sedangkan Hari Santo Kiril dan Metodius setiap 11 Mei.

bersambung ...

Selanjutnya:
Sejarah Aksara Kiril (Bag. II): Kliment dari Ohrid dan Penyebaran Aksara Kiril

Sumber Bacaan:
TextoLogia.ru: Kиpилл и Meфoдий – o coздaтeляx киpиллицы

Kиpилл и Meфoдий – o coздaтeляx киpиллицы
Kиpилл и Meфoдий – o coздaтeляx киpиллицы


Kamis, Desember 30, 2021

Sejarah Perayaan Tahun Baru di Rusia

Kemunculan Perayaan Tahun Baru di Tanah Rus

Sejak ditetapkannya Kristen sebagai agama resmi di Tanah Rus oleh Pangeran Vladimir I pada abad ke-10, bangsa Rus mulai menggunakan sistem perhitungan tahun berdasarkan sistem kalender Bizantium. Perhitungan tahun berdasarkan sistem Bizantium ini dimulai dari "masa penciptaan dunia" berdasarkan Alkitab yang dimulai dari tahun 5508 SM. Sistem penanggalan tersebut cocok dengan perhitungan sistem kalender Julian. Perayaan tahun baru awalnya dirayakan setiap musim semi pada bulan Maret, namun sejak abad ke-15 perayaan tahun baru dilakukan pada musim gugur setiap tanggal 1 September. Perayaan ini dilakukan dalam bentuk kebaktian yang dihadiri oleh Tsar, patriark, perwakilan pemimpin keagamaan, bangsawan dan para abdi negara berkumpul di alun-alun katedral di Kremlin Moskwa untuk melaksanakan upacara khidmat dalam menyambut "awal musim panas yang baru". Kedatangan musim panas saat itu dijadikan patokan awal tahun, itulah mengapa kata "лет" yang merupakan varian kata yang berarti "tahun" dalam bahasa Rusia memiliki akar kata yang sama dengan kata "лето" atau "musim panas".

Поменял осень на зиму. Как Петр I перенес празднование Нового года | Люди |  ОБЩЕСТВО | АиФ Санкт-Петербург
Di masa Pyotr I untuk pertama kalinya masyarakat Rusia merayakan tahun baru di musim dingin.

Pada tanggal 29 dan 30 Desember (atau pada 19 dan 20 Desember menurut perhitungan kalender lama/kalender Julian) tahun 1699 Imperator Pyotr I mengeluarkan dua dekret tentang pengenalan sistem perhitungan tahun yang baru dan tentang perayaan tahun baru. Dokumen-dokumen yang ditulis mulai saat itu harus mengacu pada hari kelahiran Kristus dan bukan pada "masa penciptaan dunia", sehingga tahun 7208 yang tercatat pada saat itu dikonversi menjadi tahun 1699. Adapun untuk merayakan tahun baru Rusia harus mencontoh negara-negara Kristen di Eropa, yakni pada musim dingin setiap tanggal 1 Januari. Meski demikian, Imperator Pyotr I tidak memperkenalkan kalender Gregorian meskipun banyak negara di Eropa yang beralih ke kalender Gregorian. Karena itulah hingga abad ke-20 Rusia masih mempertahankan perhitungan tahun berdasarkan kalender Julian dan merayakan tahun baru 11 hari lebih lambat dari kebanyakan negara Eropa lainnya.

Pohon Cemara sebagai Simbol Natal dan Tahun Baru

Berdasarkan dekret 30 Desember 1699, Pyotr I memberikan perintah untuk menghiasi jalan-jalan utama Moskwa dan rumah-rumah bangsawan, dengan tumbuhan runjung serta cabang-cabang pepohonan, juga di gerbang atau di atas penduduk. Untuk memberikan contoh kepada masyarakat, ia menggunakan pohon cemara yang dipasang di Gostiny Dvor. Tsar mengadopsi kebiasaan ini dari orang-orang Eropa yang tinggal di pemukiman Jerman (kini masuk dalam wilayah Lefortovo).

Warga kota harus saling memberi selamat, membuat api unggun di pinggir jalan-jalan, menembakkan senapannya ke udara serta melepaskan kembang api. Lapangan Merah saat itu mulai dijadikan tempat perayaan utama tahun baru, di mana kembang api, tembakan senapan dan meriam turut memeriahkan perayaan acara tersebut. Liburan tahun baru berlangsung hingga tujuh hari. Selain itu diperkenalkan juga tradisi pesta topeng bagi masyarakat. Selanjutnya, di masa pemerintahan Yelizaveta I pesta dansa dengan topeng yang diadopsi dari tradisi Eropa barat menjadi mode tersendiri bagi kaum bangsawan Rusia.

Pohon cemara atau pohon Natal untuk publik untuk pertama kalinya dipasang pada hari Natal tahun 1852 di Sankt-Peterburg, tepatnya di bangunan stasiun kereta api Yekaterina. Setelah itu mulai dipasang juga pohon-pohon Natal di tempat umum lainnya, misalnya di Moskwa dipasang di gedung Blagorodniy di Okhotniy ryad (kini gedung itu bernama Dom Soyuzov). Para bangsawan, saudagar dan pemilik bisnis industri turut memeriahkan tahun baru dengan menyelenggarakan pesta amal tahun baru bagi anak-anak.

Pohon Natal amal yang dipasang untuk menghiasi sekolah pada abad ke-19.

Pohon-pohon Natal ini pada umumnya dihiasi sejak tanggal 25 Desember hingga tahun baru atau hingga Baptisan tanggal 19 Januari.  Perayaan tahun baru saat itu hanya dianggap sebagai perayaan tambahan dari perayaan Natal itu sendiri. Dekorasi awal untuk pohon Natal saat itu umumnya lekat dengan figur-figur bertema Kristen. Lilin, manisan, buah-buahan dan kacang-kacangan juga digunakan sebagai hiasan. Biasanya bintang yang melambangkan "Bintang Betlehem" dipasang di bagian paling atas pohon cemara itu sebagai mahkotanya. Hiasan untuk pohon cemara ini terus berkembang, sehingga orang-orang Rusia mulai mendatangkan hiasan dan mainan yang terbuat dari kaca dengan mengimpornya dari Jerman. Karena semakin banyaknya permintaan masyarakat Rusia terhadap hiasan kaca untuk pohon Natal, maka pada akhir abad ke-19 pabrik bola kaca dan manik-manik didirikan di Rusia di dekat kota Klin oleh Pangeran Aleksandr Menshikov, cicit kesayangan Imperator Pyotr I. Tradisi ini sempat terputus selama terjadi Perang Dunia I. Pada tahun 1915 tawanan perang Jerman yang berada di rumah sakit Saratov mengadakan pesta Natal yang menyebabkan reaksi yang sangat negatif dari media massa Rusia. Akibatnya sejak itu Tsar Nikolay II melarang pemasangan pohon cemara untuk perayaan Natal.

Perayaan Tahun Baru setelah Revolusi Oktober

Setelah Revolusi Oktober 1917, larangan yang pernah ditetapkan oleh Tsar Nikolay II itu dicabut, sehingga pada 31 Desember 1917, pohon Natal publik dibuat kembali di Sekolah Artileri Mikhailovsky di Petrograd. Sedangkan Moskwa yang menghadapi serangan penembakan di Kremlin pada November 1917 membuatnya tidak mengadakan perayaan. Pada 24 Januari 1918, Dewan Komisaris Rakyat RSFSR atau yang dikenal sebagai "Sovnarkom" mengadopsi dekret tentang pengenalan kalender Gregorian yang digunakan di Eropa Barat untuk digunakan di Rusia. Dekret tersebut ditandatangani oleh Ketua Dewan Komisaris Rakyat Vladimir Lenin pada tanggal 26 Januari. Karena adanya perbedaan 13 hari antara penanggalan antara perhitungan kalender lama Julian yang sebelumnya digunakan di Rusia dengan kalender baru Gregorian, maka berdasarkan dokumen tersebut hari berikutnya setelah 31 Januari 1918 bukanlah 1 Februari, melainkan 14 Februari. Namun pihak Gereja Ortodoks Rusia tidak menerima aturan baru tersebut sehingga perhitungan tanggal dan hari besar keagamaan di Gereja Ortodoks Rusia tetap mengacu pada kalender lama Julian. Inilah mengapa umat Gereja Ortodoks Rusia tidak merayakan Natal pada 25 Desember berdasarkan kalender Gregorian, tapi pada tanggal 7 Januari (yang bertepatan dengan tanggal 25 Desember berdasarkan kalender Julian). Setiap 14 Januari, umat Gereja Ortodoks Rusia juga masih tetap merayakan tahun baru berdasarkan kalender lama Julian, sehingga muncul istilah "Старый Новый Год" atau "Tahun Baru Lama".

Ilustrasi propaganda tentang Vladimir Lenin yang merayakan tahun baru dengan anak-anak.

Pada tahun-tahun awal berdirinya Uni Soviet, tradisi liburan Natal dan tahun baru masih tetap dipertahankan. Para pejabat negara dan pemimpin partai mengadakan pesta untuk anak-anak dan menghias pohon Natal di Istana Besar Kremlin. Namun pada pertengahan tahun 1920-an muncul kebijakan yang kontra terhadap tradisi keagamaan. Pada 24 September 1929 Dewan Komisaris Rakyat mengeluarkan aturan tentang pelarangan perayaan Natal. Di saat yang sama muncul juga usulan untuk menggeser perayaan tahun baru pada 1 Januari ke tanggal 7 November (perayaan Hari Revolusi Oktober). Usulan tersebut tidak disepakati, tapi perayaan tahun baru juga dibatalkan karena dianggap sebagai tradisi "borjuis" dan "sisa tradisi gereja".

Kembalinya Liburan Tahun Baru di Uni Soviet

Pada tanggal 28 Desember 1935, surat kabar Pravda menerbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh Pavel Postyshev, seorang calon anggota Politbiro Komite Sentral Partai Komunis Seluruh Serikat (Bolshevik) dan Sekretaris Kedua Komite Sentral Partai Komunis (Bolshevik) dari Ukraina yang sebagian isinya berbunyi: "Mari kita memasang pohon cemara yang elok bagi anak-anak di Tahun Baru!". Di dalam artikelnya tersebut penulis mengusulkan untuk mengakhiri "penghukuman yang salah terhadap pohon Natal": "Di masa pra-revolusi para pejabat borjuasi dan orang-orang borjuis selalu membuat pohon Natal bagi anak-anak mereka untuk merayakan tahun baru... Mengapa kita harus merampas kesenangan itu dari sekolah-sekolah, panti asuhan, tempat penitipan anak, klub anak-anak, dan istana anak-anak pionir kita, anak-anak dari kaum buruh di negeri-negeri Soviet kita ini, hanya karena sebagian orang yang menyebut dirinya "kiri" pernah mencela hiburan anak-anak ini sebagai usaha orang-orang borjuis?"

Setelah publikasi artikel itu, maka pada hari berikutnya Pravda menerbitkan dekret dari Aleksandr Kosarev, sekretaris Komite Sentral Komsomol (Pemuda Komunis), tentang pengadaan pohon cemara di sekolah, klub anak-anak, dan panti asuhan oleh anggota dan perintis Komsomol pada 1 Januari dengan catatan agar pohon tersebut "menyenangkan dan tidak membosankan." 

Сталин, Карацупа и кукуруза. Как Новый Год стал "антирождеством" — DSnews.ua
Ilustrasi propaganda tentang Iosip Stalin yang merayakan tahun baru bersama anak-anak.

Pada 1 Januari 1936, Pravda mempublikasikan foto Iosip Stalin di halaman depannya dengan ucapan "Selamat tahun baru, tovarisch, dengan kemenangan baru di bawah panji Lenin-Stalin!". Pada tahun yang sama, untuk pertama kalinya di radio, disiarkan salam tahun baru dari ketua Komite Eksekutif Pusat Uni Soviet, Mikhail Kalinin. Pidatonya didedikasikan untuk peristiwa-peristiwa yang terjadi di garis depan Perang Patriotik Raya (Perang Dunia II). Pada tahun yang sama, pohon cemara yang dihias untuk anak-anak dan remaja dan dipersembahkan di Aula Dom Soyuz. Tokoh utama yang identik dengan liburan tahun baru, yakni Ded Moroz (varian dari Sinterklas) dimunculkan di acara tersebut dengan diperankan oleh artis musik estrada Mikhail Garkavi. Setahun kemudian tokoh Snegurochka (cucu perempuan Ded Moroz) ikut dimunculkan bersamanya.

 

Tradisi Baru dalam Perayaan Tahun Baru di Uni Soviet

Pada malam tahun baru 1944, lagu kebangsaan Uni Soviet dimainkan untuk pertama kalinya. Liriknya ditulis oleh Sergey Mikhalkov dan El-Registan (bernama asli Gabriel Ureklyan) dengan diiringi musik karya Aleksander Aleksandrov.

Sejak tahun 1954, perayaan tahun baru untuk anak-anak dan remaja mulai diselenggarakan di Aula Santo Georgiy di Istana Besar Kremlin. Sejak tahun 1962, mulai diadakan di gedung Kongres Istana Kremlin (kini Istana Negara Kremlin). Anak-anak sekolah dan para mahasiswa terbaik diundang untuk menghadiri persembahan pohon cemara Kremlin yang pertama itu. Berita tentang acara tersebut disiarkan di radio, dan berita rincinya diterbitkan di surat kabar. Sejak saat itu, perayaan yang dilaksanakan di Kremlin tersebut dikenal sebagai "pohon cemara utama negara". Sejak pertengahan 1960-an perayaan tersebut mulai dibuat dalam bentuk penampilan drama berdasarkan cerita dongeng.

Pada tahun 1970-an penggunaan televisi mulai meluas di Uni Soviet. Muncul pada saat itu tradisi pidato tahunan yang disiarkan di televisi oleh para pemimpin negara untuk rakyat Soviet. Untuk pertama kalinya pidato semacam itu disiarkan oleh stasiun televisi pusat pada 31 Desember 1970 dengan menampilkan Lenoid Brezhnev, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet.

https://www.dsnews.ua/static/storage/originals/5/37/0ff0d4c38ccaa1df1ed88c5491704375.jpg
Tipikal mainan untuk hiasan pohon cemara tahun baru di zaman Soviet.

Atribut hiasaan pohon cemara untuk perayaan tahun baru di Uni Soviet juga mengalami perubahan dibandingkan dengan perayaan pada masa Kekaisaran Rusia. Bintang Betlehem di atas pohon cemara mulai digantikan dengan bintang merah berujung lima dilengkapi dengan hiasan lilin dan karangan bunga dari kabel listrik. Alih-alih kacang, buah-buahan dan figur-figur Natal, masyarakat Soviet mendekorasi pohon cemaranya dengan hiasan yang menyimbolkan Uni Soviet, seperti Kremlin, pesawat terbang, kosmonot, satelit, gandum, jagung dll. Sejak masa Uni Soviet, pohon cemara tak lagi menyimbolkan Natal yang bernilai religius, tapi lebih pada simbol perayaan tahun baru dengan tujuan sebagai hiburan bagi anak-anak.

Perayaan Tahun Baru di Rusia Baru

Setelah bubarnya Uni Soviet, tradisi perayaan tahun baru yang pernah dilakukan oleh masyarakat Soviet umumnya masih terus dilestarikan, namun dengan beberapa penyesuaian. Pada bulan Desember 1996 untuk pertama kalinya pohon cemara yang masih hidup ditampilkan di Lapangan Katedral Kremlin atas inisiatif Presiden Federasi Boris Yeltsin. Pertunjukan utama pohon cemara seluruh Rusia dikenal juga sebagai "pertunjukan utama pohon cemara presiden" dilaksanakan di Istana Negara Kremlin. Setiap tahunnya ada lebih dari 5 ribu anak-anak dari seluruh Rusia menghadirinya. Mereka adalah para pemenang lomba dan olimpiade, anak-anak panti asuhan dan sekolah asrama, anak-anak yatim-piatu dari daerah konflik, dll.

Pada malam tahun baru, Presiden Federasi Rusia memberikan selamat kepada warga Rusia. Setelah pidato kepala negara, televisi dan radio menyiarkan suara lonceng Menara Spasskaya Kremlin tepat pada tengah malam yang menandai awal tahun baru. Kemudian lagu kebangsaan Federasi Rusia akan dimainkan.

Красную площадь снова закроют на Новый год — РБК
Hiasan tahun baru di Lapangan Merah, Moskwa.


Tanggal Liburan Tahun Baru

Tanggal-tanggal yang diatur sebagai masa liburan tahun baru secara resmi di Rusia pernah mengalami perubahan selama beberapa kali. Hari libur tahun baru yang bertepatan pada 1 Januari baru diresmikan di Rusia pada tahun 1948 sesuai dengan keputusan Presidium Soviet Tertinggi Uni Soviet tertanggal 23 Desember 1947. Tanggal 7 Januari baru mendapat status sebagai hari libur Natal setelah 43 tahun kemudian, setelah adanya dekret Soviet Tertinggi RSFSR 27 Desember 1990.

Pada 25 September 1992, berdasarkan amandemen Undang-Undang Perburuhan RSFSR, ditetapkan bahwa tanggal 2 Januari menjadi hari libur kerja sebagaimana tanggal 1 dan 7 Januari. Liburan ini juga disebutkan dalam Undang-Undang Perburuhan Federasi Rusia (ditetapkan pada 30 Desember 2001, mulai berlaku pada 1 Februari 2002).

Pada tanggal 29 Desember 2004, amandemen pasal 112 dari Kode Perburuhan Federasi Rusia menyatakan bahwa liburan Tahun Baru berlangsung dari 1 Januari hingga 5 Januari secara inklusif, sedangkan 6 Januari adalah hari kerja, dan hari Natal (7 Januari) adalah hari libur. Namun pada hari ke-6 pun orang-orang tidak masuk kerja.

Sejak tahun 2013, liburan tahun baru secara resmi berlangsung dari 1 Januari hingga 8 Januari, sesuai dengan amandemen Undang-Undang Perburuhan Federasi Rusia pada 23 April 2012. Hari libur (libur akhir pekan) yang bertepatan dengan hari libur ini dapat ditunda dengan keputusan dari pemerintah Rusia ke tanggal lain, misalnya ditambahkan ke liburan di bulan Mei (bersama dengan perayaan hari buruh atau hari Kemenangan).

 

 

Sumber Bacaan:

ТАСС: История Нового года в России. Досье.


Selasa, Desember 14, 2021

Kemunculan Teater-Teater Pertama di Rusia

 

Ruang penonton di Teater Bolshoy di Moskwa

Bangsa Rusia terkenal sebagai bangsa yang sangat menjunjung tinggi seni dan budaya. Salah satu bentuk seni yang digemari di Rusia adalah teater. Unsur-unsur teater sebagai seni pertunjukan sebenarnya telah muncul di Rus Kuno, khususnya pada upacara-upacara pagan seperti pada acara pernikahan atau kelahiran. Selanjutnya seni pertunjukan ini berkembang sehingga muncul kelompok penghibur yang disebut "skomorokhi". Mereka mengenakan kostum tertentu saat melakukan pertunjukan. Biasanya kelompok skomorokhi ini beraksi di pasar atau bertualang dari desa ke desa untuk mencari penonton. Ide-ide yang mereka gunakan untuk pertunjukannya diambil dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Terkadang penguasa, baik itu pangeran maupun boyar (bangsawan penasihat tsar atau pangeran) menjadikan beberapa orang dari skomorokhi ini untuk menjadi pelawak istana.

Memasuki abad XVII bangsa Rusia mulai mengenal apa yang disebut seni pertunjukan yang disebut sebagai "teater rumahan". Seni ini diperkenalkan oleh para imigran dari Eropa yang menetap di Rusia pada saat itu. Diawali oleh warga Moskwa yang mulai sering menghadiri pertunjukan teater rumahan tersebut, hingga akhirnya mereka akrab dengan seni teater. Teater profesional di Rusia muncul pertama kalinya di masa pemerintahan Tsar Aleksey Mikhailovich Romanov (Tsar Aleksey I). Pertunjukan teater pertama diselenggarakan oleh Boyar Artamon Matveyev pada 17 Oktober 1672 yang dipersembahkan untuk Tsar dan para bangsawan. Pertunjukan ini disutradarai oleh seorang pastur Lutheran bernama Johann Gottfried Gregory. Tempat yang dipilih untuk pertunjukan ini adalah kediaman Tsar di Desa Preobrazhenskoye, tidak jauh dari Moskwa. Sebuah gedung teater dibangun di tempat tersebut dengan perlengkapan khusus. Bangunan yang dinamakan "Komediynaya khoromina" itu dibangun dengan bahan dasar kayu yang dilengkapi dengan palisade (pagar tinggi) yang melingkarinya serta beberapa gerbang. Di dalamnya terdapat karpet di lantainya dan disediakan pula bangku untuk penonton. Tempat khusus juga disediakan bagi Tsar dan keluarganya.

Pertunjukan pertama tersebut berjudul "Artaksyerksovo deystvo" (Aksi Artahsasta). Meski drama ini mengambil plot dari kisah alkitabiah, tapi dalam penampilannya memiliki unsur sekuler. Ada sekitar 60 orang yang terlibat dalam produksi pertunjukan ini. Peran-peran utamanya dimainkan oleh aktor profesional dari luar negeri, sedangkan peran lainnya dimainkan oleh para prajurit asing yang bertugas di Rusia serta anak-anak mereka. Kostum untuk para aktor dijahit menggunakan kain yang mahal, panggung begitu terang dengan nyala lilin, dan pertunjukan teater itu sendiri berlangsung hampir sepanjang hari, lengkap dengan nomor koreografinya serta alunan alat musik. Setelah pertunjukan perdananya, pertunjukan drama ini diadakan terus secara rutin. Setelah kematian Tsar Aleksey Mikhailovich pada 1676 pertunjukan drama ini dihentikan, namun masih banyak bangsawan yang terus mengadakan pertunjukan drama tersebut di kediaman mereka masing-masing.

Minat teater meningkat pesat di Rusia di masa pemerintahan Tsar Pyotr I (Tsar Pyotr Yang Agung). Tsar menghadiri sejumlah pertunjukan teater ketika ia melakukan perjalanan ke Eropa dan menyadari bahwa seni teater penting untuk terus dikembangkan. Pada musim dingin tahun 1702 pemerintah Rusia mendatangkan rombongan teater keliling Jerman yang dipimpin oleh Johann Kunst. Gedung teater baru didirikan di Lapangan Merah. Di sana Kunst tidak hanya memimpin rombongan dan memberikan pertunjukan teater saja, namun juga mengajarkan seni teater kepada anak-anak. Pertunjukan mereka berlangsung hingga tahun 1706, kemudian para aktor meninggalkan Rusia. Teater-teater amatir dan teater kekaisaran terus berkembang di Rusia hingga pertengahan abad ke-18. Istana kekaisaran juga terus dikunjungi oleh para seniman asing yang menghibur kaum bangsawan. Pada tahun 1750 teater profesional Rusia pertama didirikan di Yaroslavl oleh aktor dan sutradara bernama Fyodor Grigoriyevich Volkov. Dalam sekali pertunjukan gedung teater tersebut dapat menampung hingga 1000 penonton.

06 img123.jpg
Teater Fyodor Volkov di Yaroslavl

Pada tahun 1756 di masa pemerintahan Imperatritsa Yelizaveta Petrovna untuk pertama kalinya didirikan bangunan teater permanen nasional yang pertama di kota Sankt-Peterburg. Teater ini juga didirikan untuk publik, sehingga masyarakat bisa menghadirinya dengan membayar sejumlah biaya tertentu. Terkadang para aktor juga memberikan pertunjukan gratis untuk bangsawan istana. Teater ini pertama kali dipimpin oleh seorang penyair dan penulis drama terkenal, Aleksandr Sumarokov. Pertunjukan-pertunjukan di teater ini cukup populer sehingga tiket pertunjukan selalu terjual habis dengan cepat. 


Sumber:

Маргарита Ковынева. Культура.РФ: Когда в России появился первый театр?

VolkovTeatr.ru: История Первого русского театра



Sabtu, Desember 11, 2021

Dari Mana Asal-Usul Kata "Rusia"?

Кто такие варяги? Где они жили? рассказывает историк | Правмир 

Lukisan berjudul "Tamu dari Seberang Laut" karya Nikolay Konstantinovich Rerikh.


Dalam bahasa Rusia dikenal paling tidak tiga kata yang merujuk pada makna "Rusia", yakni kata "Русь", "русский" dan "Россия". Kata "Русь" atau "Rus'" umumnya bermakna 'Tanah Rus'. Kata "русский" merupakan kata sifat yang bisa berarti 'bahasa Rusia', 'orang Rusia (lk)', dan hal lainnya yang berkaitan dengan karakter nasional bangsa Rusia. Adapun kata "Россия" umumnya bermakna 'negara Rusia'.


File:Lestvitsa-1387.jpg - Wikimedia Commons

Penyebutan pertama kata "Rusia" yang ditulis dalam aksara Kiril, ditemukan dalam halaman akhir karya Ioann dari Sinai yang kemudian ditulis ulang oleh Metropolitan Kiprian.

Ilmu pengetahuan kontemporer belum mendapatkan jawaban yang pasti tentang bagaimana kata-kata tersebut muncul. Kebanyakan peneliti memperkirakan bahwa sebutan "Русь" atau "Rus'" digunakan sebagai sebutan suatu bangsa atau suku cikal-bakal bangsa Rusia. Dalam "Повесть временных лет" (Kisah Tahun-Tahun yang Lampau) yang ditulis pada awal abad XII disebutkan tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 862:

"И пошли за море к варягам, к руси. Те варяги назывались русью, как другие называются шведы".
"Dan mereka tiba menyebrangi laut, menuju Rus'. Mereka adalah orang-orang Varyag (Varangia) yang disebut Rus', seperti yang lainnya yang disebut sebagai Shvedi (orang-orang Swedia)".

Dalam sumber catatan yang sama dituliskan bahwa pada tahun 882 terjadi peristiwa berikut:
"И сел Олег, княжа, в Киеве, и сказал Олег: "Да будет это мать городам русским". И были у него варяги, и славяне, и прочие, прозвавшиеся русью"
"Dan Oleg, Sang Pangeran, duduk di Kiev, kemudian Oleg berkata "Semoga ini menjadi ibu bagi kota-kota orang Rusia". Dan padanya terdapat orang-orang Varyag, Slavia, dan lainnya, yang disebut Rus'".

Seorang cendekiawan Rusia, Dmitry Likhachyov, mengklarifikasi bahwa masih belum jelas apakah yang disebut dengan "yang lainnya" di dalam catatan tersebut juga disebut sebagai Rus, sehingga mencakup bangsa-bangsa Varyag, Slavia dan lainnya yang tinggal di sana.


Cukup banyak hipotesis tentang kemunculan kata "Rus'". Berikut adalah tiga hipotesis utama tentang kemunculan kata tersebut. Berdasarkan teori Normandia, upaya melacak kata "Rus'" mengarah pada kata "Ruotsi" dalam bahasa Finlandia yang berarti "Swedia". Sejak abad XVIII orang-orang Normandia mencoba membuktikan bahwa orang-orang Varyag pimpinan Ryurik dari Swedia yang datang ke Rus' memberikan sebutan Rus' untuk suku-suku yang dikuasainya. Namun belakangan ini teori tersebut dikritik oleh para peneliti karena pada sumber-sumber Skandinavia tidak ditemukan peristiwa semacam itu. Para ilmuwan juga berdebat tentang siapa yang disebut sebagai orang-orang Varyag itu. Meski secara kebanyakan orang menganggap bahwa orang-orang Varyag adalah orang-orang Skandinavia keturunan Jerman, namun ada juga versi yang berpendapat bahwa orang-orang Varyag adalah mereka yang pernah tinggal di sisi selatan Laut Baltik dan masih merupakan suku-suku bangsa Slavia. Versi ini juga menjelaskan bahwa kata Rus' dalam Letopis' (catatan sejarah) tentang orang-orang Varyag sebenarnya bukanlah orang-orang Swedia. Namun versi ini juga tidak menyangkal bahwa pangeran-pangeran Rusia memang mengundang orang-orang Skandinavia untuk menjadi tentara bayaran di wilayahnya. Tentang perjalanan ke Tanah Rus "untuk bekerja" ini juga disebutkan dalam sumber-sumber sejarah Jerman Utara.

Teori kedua menyatakan bahwa kemunculan kata "Rus'" merupakan kata dari bahasa Indo-Arya. Berdasarkan teori ini, kata "Rus'" memiliki akar kata ruksa-/ru(s)sa- ("sinar, terang") sehingga kata "Русь" diterjemahkan sebagai "sisi terang". Sedangkan teori ketiga menyebutkan bahwa kata ini berasal dari bahasa Slavia, tepatnya dari bahasa Proto-Slavia dari akar kata rud-/rus- yang berarti "merah, kemerahan". Para pendukung teori terakhir ini menyatakan bahwa bangsa tersebut menggunakan nama ini berdasarkan nama sungai Ros', anak sungai Dnieper, atau berdasarkan nama kota "Rusa" yang kini bernama "Staraya Russa". Ada juga versi yang menyatakan bahwa kemunculan kata "русь" menurunkan kata "русло" (saluran, kanal) sehingga bisa bermakna saluran tempat mengalirnya air. Ini juga berkaitan dengan cara hidup orang-orang Slavia Timur yang umumnya tinggal di sepanjang sungai, sehingga mereka sendiri menyebut orang-orangnya sebagai "rechniye" atau 'orang-orang sungai', sebagaimana orang-orang Badui menyebut diri mereka sebagai 'orang gurun', atau orang-orang Chukchi yang dihidup di tepian laut menamakan diri mereka sebagai 'orang laut'.

Setelah munculnya pemerintahan di Slavia Timur pada awal abad IX, berbagai suku bangsa di sekitarnya kemudian bersatu sebagai bangsa Rus'. Tapi selama beberapa periode fragmentasi feodal pada abad XII-XIV nama "Rus'" hanya digunakan untuk pemerintahan pusat yang terpisah. Dalam dokumen-dokumen Novgorod, Rus' disebut sebagai nama wilayah yang terletak bersebelahan dengan mereka, sehingga orang-orang di Novgorod saat itu menganggap wilayahnya bukan bagian dari "Tanah Rus'".

Dalam Catatan Sejarah Suriah abad VI disebutkan bangsa yang disebut hros atau hrus yang tinggal di Kaukasus Utara. Belum diketahui, apakah bangsa yang disebutkan tersebut ada hubungannya dengan bangsa Rus'. Bizantium yang terus-menerus menjalin kontak dengan Slavia Timur sejak abad IX setidaknya menyebutkan tentang Rus' dalam beberapa dokumen. Dalam catatan Ortodoks Bizantium tidak menggunakan kata "Rus'", melainkan merujuk dari Alkitab yang menyebutkan mereka sebagai bangsa militan dari utara yang disebut sebagai "рош" (Rosh). Dalam bahasa Yunani, bunyi huruf "ш" dari bahasa Ibrani dilafalkan sebagai [s], sehingga suku yang dituliskan dalam alkitab sebagai "Rosh" dilafalkan sebagai "Ros". Dalam catatan tersebut juga disebutkan bahwa penamaan "Ros" ini karena penampilan mereka. Namun sang penulis catatan tersebut tidak mendeskripsikan penampilan seperti apa yang dimaksud. Meski demikian, para peneliti berasumsi bahwa kata "ros" yang dimaksud mengacu pada rambut merah dan wajah merah bangsa tersebut.

Dalam tulisan karya Kaisar Bizantium, Konstantin Porphyrogenitus, yang berjudul "Tentang Upacara", ditulis pada abad X, kata "Ρωσία" atau "Rosia" mengacu pada tanahnya orang-orang Ros. Kata ini kemudian dengan cepatnya digunakan dalam penulisan buku, baik buku umum maupun buku-buku gereja Yunani. Pada akhir abad XIV hingga awal abad XV kata tersebut masuk ke dalam bahasa Rusia. Pada abad XV di dalam catatan-catatan Rusia, baik kata "Рѹсь" (atau "Русь") maupun "Рѡсїѧ" (atau "Росия" dengan satu huruf "с") digunakan sebagai istilah yang mengacu pada hal yang sama. Memasuki abad XVII, kata kedua mulai lebih sering digunakan daripada kata pertama. Selain itu, penulisan kata kedua ditulis dengan huruf "с" ganda. Kemungkinan penulisan tersebut mengacu pada analogi penulisan kata "русский" yang menggunakan "c" ganda. Di bawah pemerintahan Ivan Grozny, sejak 1547 gelar "Tsar" mulai digunakan untuk pemimpin Tanah Rus, sedangkan Kepangeranan Agung Moskwa diubah namanya menjadi "Русское царство" (atau jika mengacu pada cara penulisan dari Bizantium "Российское царство") yang berarti "Kekaisaran Rusia". Pada 1721 di bawah pemerintahan Pyotr I negara Rusia kembali mengalami perubahan nama menjadi "Российская империя" atau 'Imperium Rusia'.

Dalam perkembangannya, kata "Русь" jadi lebih sering digunakan untuk penulisan konteks tertentu, misalnya dalam penulisan sejarah atau sastra. Kata turunannya, seperti "русский" hingga saat ini masih digunakan sebagai kata sifat untuk merujuk pada karakteristik nasional bangsa Rusia. Dari kata "Россия" sendiri kemudian menuruntkan kata sifat "Российский" yang mengacu pada apapun yang berkaitan dengan "Rusia" sebagai negara, serta untuk menjelaskan sesuatu yang ada di dalamnya. Di Siberia dan Timur Jauh, kata "Россия" yang bermakna sempit "bagian Eropa dari negara Rusia" hingga saat ini masih digunakan.


Sumber:
Екатерина Гудкова. Как возникли и что исторически означали слова "Русь", "русский", "Россия"?. Культура.РФ