Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya!
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah. Tampilkan semua postingan

Selasa, Agustus 02, 2022

Rekomendasi Podcast Rusia Bertema Sastra, Budaya dan Sejarah

Лучшие подкасты, чтобы провести время с пользой — REPIT Блог
Kalian sedang belajar bahasa Rusia? Kalian juga suka mendengarkan podcast? Maka postingan ini untuk kalian!
Berikut adalah rekomendasi 7 podcast Rusia yang menyajikan informasi menarik terkait sastra, budaya dan sejarah Rusia dan dunia.


Книжный базар
Di podcast ini kita dapat mendengarkan diskusi tentang buku-buku bestseller berbahasa Rusia dan opini-opini menarik yang meyakinkan kita untuk membacanya. Podcast ini diisi oleh Galina Yuzefovich yang dikenal sebagai seorang kritikus sastra, serta Anastasia Zavozova, seorang penerjemah, sekaligus redaktur layanan buku "Storytel". Podcast ini juga membahas tentang "sastra perempuan", genre fantasi dan daftar buku karya penulis-penulis kontemporer. Mereka menjelaskan bagaimana cara "membaca lebih dalam", sehingga pembaca dapat merasakan kekaguman dan kecintaan terhadap buku yang dibacanya. Untuk menyimaknya, bisa melalui YouTube, Spotify, iTunes, Google Podcasts, Castbox, Яндекс.Музыка. Siaran terbaru dipublikasikan setiap hari Rabu di podcast ini.

Читатель
Podcast ini diisi oleh Pavel Grozny yang dikenal sebagai redaktur utama layanan "Букмейт". Di podcast ini ia membicarakan tentang sastra bersama para profesional dari berbagai bidang, mulai dari desainer, wartawan, penulis, kritikus film, penerjemah hingga filolog. Di podcast ini kita bisa mengetahui cara memahami isi buku dengan waktu singkat, cerita di balik popularitas suatu karya, dan cara mengembangkan diri melalui bacaan karya sastra. Podcast ini merilis siaran terbaru setiap dua pekan. Podcast ini dapat diakses melalui https://ru.bookmate.com/specials/reader-podcast

Радио Arzamas
Podcast ini menyediakan materi audio dan kuliah umum dalam bentuk podcast, umumnya membahas tentang sastra, sejarah, seni, antropologi dan filsafat. Para pembicaranya merupakan para ilmuwan dan cendekiawan terbaik Rusia saat ini. Di podcast ini kita bisa mengetahui mengapa suatu karya sastra dapat memberikan pengaruh besar bagi pembacanya, menjelaskan tentang apa itu surealisme dalam seni rupa, serta bagaimana budaya mempengaruhi jiwa dan perasaan manusia. Untuk menyimaknya kita bisa mengaksesnya melalui aplikasi "Радио Arzamas" atau melalui situs arzamas.academy.

Полка
Di podcast ini kita dapat menyimak diskusi tentang sastra dan kaitannya dengan kehidupan, tentang para penulis, serta buku-buku apa saja yang banyak dibaca di Rusia. Para redaktur podcast ini menceritakan tentang para penulis kesukaannya, termasuk penulis yang kurang terkenal, bahkan terlupakan. Mereka juga membicarakan tentang sastra perempuan dan buku-buku dengan nuansa galau. Di podcast ini juga terdapat sejumlah rubrik siaran yang terpisah, seperti rubrik "ТОК" di mana Yury Saprykin berdiskusi dengan para tamu dari kalangan sosiolog, sejarawan hingga ahli sastra, rubrik "Тоже Россия" tentang warisan budaya Rusia, dan rubrik "Между строк" yang membicarakan tentang karya puisi. Podcast ini dapat diakses melalui SoundCloud: https://soundcloud.com/polka-academy

Виват, история!
Podcast buatan Sergey Vivatenko asal Sankt-Peterburg ini dibuat untuk membahas tentang misteri sejarah dunia serta pencapaian manusia di setiap zaman. Pengisi podcast ini menceritakan banyak hal, mulai dari hobi para tsar Rusia, biografi tokoh terkenal, dan membantu pendengar untuk memahami seluk-beluk periode sejarah dunia. Siaran terbaru podcast ini dirilis seminggu sekali di radio "Говорит Москва" atau bisa diakses melalui http://podcast.govoritmoskva.ru/?cat=27.

Чтение & Стаховский LIVE
Di podcast "Чтение" kita bisa mendengarkan suara Yevgeny Stakhovsky, seorang penulis dan presenter radio Rusia, yang membacakan cerita dan novel karya penulis Rusia maupun dunia secara langsung di Radio Mayak. Kita juga bisa memilih rekamannya di sana, mulai dari rekeman yang hanya terdiri dari beberapa menit hingga yang berdurasi hingga satu jam. Di podcast ini kita bisa menemukan rekaman suara Stakhovsky yang membacakan karya Konstantin Paustovsky, Stefan Weinfeld, Varlam Shalamov, Stephen King, Fyodor Mezrin hingga Sherwood Anderson dalam bahasa Rusia. Selain itu, Stakhovsky juga menyajikan podcast "Стаховский LIVE", di mana ia menceritakan pemikirannya tentang sejarah, beragam ilmu pengetahuan dan sastra. Podcast Чтение dapat diakses melalui https://radiomayak.ru/podcasts/podcast/id/703/ dan podcast Стаховский LIVE dapat diakses melalui https://radiomayak.ru/podcasts/podcast/id/2541/

Blitz and Chips
Podcast ini dibuat oleh Grisha Prorokov, seorang wartawan dan video blogger. Ia mengajak tamu di podcastnya untuk mendiskusikan tentang film, musik, teknologi, ilmu pengetahuan, videogames, hingga masyarakat kontemporer. Terkadang juga dibahas hal-hal yang lebih spesifik, seperti tentang perubahan moral dan etika saat ini, tentang cara memahami tuturan, tentang bagaimana kita menghadapi perubahan total dalam kehidupan. Semua hal menarik tersebut dapat disimak melalui podcast ini. Siaran terbaru dirilis setiap pekan.


Kamis, Maret 03, 2022

Sejarah Aksara Kiril (Bag. III): Perkembangan Aksara Kiril dari Masa ke Masa

 

Грамматический террор – Еженедельный «Ъ» – Коммерсантъ
Reformasi bahasa Rusia tahun 1917-1918

Perkembangan Aksara Kiril di Masa Kuno

Seperti yang telah kita ketahui bahwa sejarah kemunculan aksara Kiril masih belum ada kejelasan yang pasti. Ini karenakan oleh sedikitnya monumen atau peninggalan sejarah lainnya yang berkaitan dengan awal mula penggunaan aksara di Tanah Slavia. Meski para ilmuwan telah berusaha menawarkan beberapa teori, namun seringkali teori satu dapat berlawanan dengan teori lainnya. Namun pendapat umum mengatakan bahwa kemunculan aksara yang digunakan oleh bangsa Slavia ini terjadi kira-kira pada abad X.

Dalam buku berjudul "Kisah tentang Aksara Slavia" yang ditulis pada akhir abad IX oleh Chernigorizets Hrabr, seorang penulis Bulgaria, terbukti bahwa simbol-simbol huruf telah digunakan oleh bangsa Slavia bahkan di era paganisme atau masa prakristen. Setelah masa kristenisasi dalam teks-teks bahasa Rusia muncul huruf-huruf Yunani dan Latin, namun huruf-huruf tersebut belum bisa secara akurat menyampaikan bunyi-bunyi pelafalan bahasa Slavia (/б/, /ц/, /з/). Barulah melalui sistem bunyi dan fonetik Slavia yang disusun Konstantin atau yang kemudian dikenal sebagai Santo Kiril, serta dengan bantuan Santo Mefody, bunyi fonetik bahasa Slavia bisa disampaikan seluruhnya dalam bentuk tulisan. Sistem tulisan atau aksara tersebut pada awalnya diperlukan untuk menerjemahkan buku-buku keagamaan dari Bizantium ke bahasa Slavia.

Dalam penyusunan aksara tersebut, sistem alfabet Yunani digunakan sebagai dasar utamanya. Pada tahun 863 disusunlah aksara Glagolitsa (penamaannya diambil dari kata bahasa Slavia "глаголить", "говорить", yang artinya 'berbicara'). Beberapa peninggalan sejarah utama yang menjelaskan tentang aksara Glagolitsa ini adalah "Sinayskiy plastyr'" (Mazmur Sinai), "Kiyevskiye listki" (Misale Kiev) dan sejumlah Injil lainnya.

Sejarah kemunculan dan penggunaan awal aksara Kiril atau Kirillitsa (dari nama "Kiril" atau "Kirill") sendiri sebagai aksara kedua bangsa Slavia masih belum jelas. Kebanyakan peneliti meyakini bahwa para pengikut atau murid dari Kiril dan Mefody yang menciptakannya pada awal abad X. Mereka juga menyusunnya berdasarkan sistem alfabet Yunani dengan menambahkan sejumlah huruf dari aksara Glagolitsa. Pada aksara Kiril atau Kirillitsa awal terdapat 43 huruf, yang mana 24 hurufnya merupakan pinjaman dari aksara yang telah digunakan di Bizantium.

Prasasti tertanggal tahun 893 di reruntuhan kuil Preslavsky, Bulgaria, dianggap sebagai monumen tertua aksara Kiril. Selama beberapa abad, Kirillitsa dan Glagolitsa masih terus digunakan secara paralel. Namun secara bertahap, Kirillitsa yang dianggap lebih jelas dan sederhana menggantikan penggunaan Glagolitsa di berbagai negeri Slavia, khususnya di Rusia, Bulgaria dan Serbia. Sedangkan di beberapa paroki gereja Slavia-Katolik di pantai Dalmatia, Glagolitsa terus digunakan.


Selama abad X-XIV bentuk tulisan Kiril yang digunakan disebut sebagai "ustav" (устав) atau "ustavnoye pis'mo" (уставное письмо). Ustav merupakan tulisan tangan dengan pola geometris sudut yang jelas dan lugas, di mana huruf-hurufnya ditulis dalam garis, tidak miring, dengan sejumlah elemen yang memanjang ke atas dan ke bawah, ukurannya besar dan tidak ada spasi antar kata. Contoh penggunaan ustav yang paling utama adalah pada kitab "Injil Ostromir" (Остромирова евангелия) yang ditulis oleh diakon Grigory pada tahun 1056-1057. Kitab tersebut merupakan karya seni khas Slavia kuno sejati dan menjadi contoh klasik dari penulisan pada masa itu. Selain itu ada pula peninggalan penting lainnya, seperti "Izbornik" (Изборник) karya Knyaz' Svyatoslav Yaroslavich, serta "Injil Arkhangelsk" (Архангельское евангелие).
.com/img/a/
Perbedaan ustav, poluustav dan skoropis'

Dari bentuk ustav muncul kemudian bentuk penulisan Kirillitsa yang disebut "poluustav" (полуустав) atau 'setengah ustav', yang mana penggunaannya tersebar luas sejak pertengahan abad XIV. Bentuk hurufnya menyapu, lebih kecil, dan memiliki bentuk memanjang ke atas dan ke bawah. Meski secara estetika bentuknya tidak seindah ustav, tetapi bentuk tulisan ini memungkinkan seseorang untuk dapat menulis lebih cepat. Bentuk hurufnya miring, bentuk geometrinya tidak begitu terlihat, rasio garis tebal dan tipisnya tidak lagi dipertahankan dan kata pada teks sudah ditulis terpisah. Pada poluustav digunakan sejumlah superskrip dan tanda baca lainnya. Bersama vyaz' (gaya penulisan sambung) dan skoropis' (gaya penulisan kursif), bentuk poluustav digunakan secara aktif pada abad XIV-XVIII. Namun sejak abad XV poluustav popularitasnya menurun dan perlahan tergantikan oleh skoropis'.


Kemunculan skoropis' memiliki kaitan erat dengan peristiwa penyatuan Tanah Rus menjadi negeri yang satu. Peristiwa tersebut membuat budaya Slavia dapat berkembang lebih cepat. Seiring dengan kebutuhan masyarakat saat itu, maka perlu dilakukan penyederhanaan penulisan aksara serta gaya penulisan yang lebih nyaman. Skoropis' muncul pada abad XV. Bentuknya bulat dan simetris, huruf-hurufnya sebagian terhubung satu sama lain, membuat penggunanya dapat menulis lebih cepat. Garis lurus dan garis lengkung dari hurufnya pun seimbang. Selain skoropis', jenis tulisan vyaz' juga tersebar luas bersama dengan popularitas skoropis'. Ciri khas penulisan vyaz' adalah penggunaan kombinasi huruf yang indah, disertai dengan banyak garis dekoratif. Vyaz' umumnya digunakan untuk penulisan judul dan untuk menyoroti kata-kata tertentu dalam teks.

.com/img/a/
Penulisan vyaz' yang ditulis dengan tinta merah


Reformasi Alfabet Rusia

Jika pada abad XVI Tsar Ivan Grozny mengenalkan dasar-dasar percetakan buku di Rusia, maka Tsar Pyotr I membawa industri percetakan di Rusia menjadi setara dengan industri percetakan Eropa. Kirillitsa tidak mengalami perkembangan yang berarti dalam waktu yang cukup lama sampai adanya kebijakan reformasi alfabet Rusia dari Pyotr I pada tahun 1710. Ia berupaya menerapkan nilai-nilai Eropa di Rusia dalam segala bidang, termasuk ingin mengganti penggunaan aksara Kiril dengan aksara Latin, tapi sayangnya hal ini tidak berhasil. Namun bentuk penulisannya mengalami perubahan yang cukup berbeda dari varian yang ada saat itu. Reformasi aksara di masa Pyotr I membuat sejumlah huruf dibuang dari versi alfabet Rusia sebelumnya. Jumlah huruf dalam alfabet Rusia yang baru lebih sedikit, lebih sederhana, namun lebih mudah disesuaikan untuk kepentingan percetakan, seperti pembuatan buku, surat kabar, serta dokumen untuk kepentingan sipil pada umumnya. Karena itu aksara ini dikenal sebagai "гражданский шрифт" atau "aksara sipil", dalam artian aksara ini dapat digunakan tak hanya untuk kepentingan penulisan di lembaga gereja, tapi bisa digunakan secara luas di masyarakat. 

.com/img/a/
Reformasi alfabet Rusia di masa Pyotr I

Sejak pertengahan abad XVIII hingga awal abad XX "aksara sipil" ini terus mengalami perkembangan secara bertahap.  Мenurut para ahli, sejarah perubahan alfabet Rusia ini dapat dibagi menjadi tiga kategori: 1) perubahan komposisi huruf; 2) perubahan grafis huruf; 3) perubahan ejaan. Adapun dalam hal perubahan komposisi huruf, aksara Rusia dibagi lagi menjadi empat kelompok sesuai menurut sifat dan tujuannya. Salah satu kelompok tersebut merupakan jenis huruf yang dipinjam dari alfabet Yunani, tetapi sebenarnya tidak begitu diperlukan dalam tuturan bahasa Slavia, termasuk tuturan bahasa Rusia. Seperti huruf "Ѱ" (psi), "Ѯ" (ksi), "Ѡ" (omega), "Ѳ" (fita), "Ѵ" (izhitsa), serta huruf Kiril dengan bunyi yang mirip, seperti "Ꙁ" (zemlya) dan "Ꙃ" (zelo) yang kemudian dijadikan satu sebagai huruf "З" saja, serta "I" (i) dan "И" (izhe) yang kemudian dijadikan satu menjadi "И" saja. Atas saran Karamzin, penggunaan bunyi dengan dua huruf "io" perlu diubah dengan satu karakter huruf  saja, yaitu "ё". Dalam perkembangannya, mulai populer penulisan gaya "Yelizavetinsky" dengan ciri khas yang ditulis rapat dan menetapkan bentuk huruf "б" yang lebih modern seperti yang kita kenal sekarang.

cd031f51b7fe8112344185d67b7c225562bc80e4
Karikatur yang menggambarkan penghapusan sejumlah
huruf Rusia yang dihapuskan di masa Revolusi Rusia

Pada tahun 1910 di penerbitan huruf Berthold dikembangkan sebuah jenis huruf akademik yang menggabungkan elemen huruf Rusia abad ke-18 dengan alfabet Latin gaya Sorbonne. Penggunaan varian huruf Latin Rusia ini kemudian menjadi tren tersendiri dan digunakan dalam percetakan buku di Rusia hingga awal Revolusi Oktober.

 

Saat terjadi Revolusi Rusia pada tahun 1917, perubahan yang terjadi di masyarakat tidak hanya pada level struktur sosial saja, tapi juga pada alfabet Rusia. Selama tahun 1917-1918 dilakukan reformasi besar-besaran terhadap ejaan bahasa Rusia dan kembali terjadi penghapusan sejumlah huruf alfabet Rusia, seperti khususnya huruf "Θ" (fita), "Ѣ" (yat'), "i", dan penggunaan "Ъ" (tvyordiy znak/tanda pengeras bunyi) di akhir kata. Pada tahun 1938 dibuat laboratorium huruf di Uni Soviet yang kemudian menjadi Departemen Huruf Baru sebagai bagian dari Institut Penelitian Mesin Cetak (Poligraf). Sejumlah seniman Soviet, seperti G. Bannikov, H. Kydryashov dan E. Glushchenko membuat jenis-jenis huruf Rusia di departemen ini. Di tempat ini pula jenis huruf yang digunakan untuk penulisan berita di surat kabar Izvestia dan Pravda dikembangkan.

 

Di masa sekarang ini pentingnya jenis huruf Rusia yang digunakan tidak lagi diperdebatkan. Para seniman dan desainer secara aktif menggunakan pengalaman tipografi masyarakat selama berabad-abad untuk membuat jenis huruf yang baru agar lebih mudah dibaca dan dapat digunakan secara terampil untuk keperluan desain.

 

Sumber Bacaan:

Tekstologia.ru: Иcтopия пpoиcxoждeния и paзвития киpиллицы

Studwood.ru: Развитие кириллицы

Kamis, Januari 13, 2022

Sejarah Aksara Kiril (Bag. II): Kliment dari Ohrid dan Penyebaran Aksara Kiril

Kliment dari Ohrid adalah salah satu tokoh yang menonjol di antara murid-murid awal Santo Kiril dan Mefodiy. Ia merupakan pendiri sekolah keagamaan di Ohrid. Ada dua "Zhitie" (Catatan kehidupan orang suci) yang menceritakan tentang dirinya yang ditulis dalam bahasa Yunani oleh arkhiepiskop Theothilakt dan Dmitry Khomatian.

Teks berbahasa Gereja Slavia Tua yang ditulis dengan aksara Kiril (Kirillitsa)

Tercatat bahwa Kliment lahir pada 830 di Makedonia dan wafat pada 916. Pada saat Mefody memimpin jemaat di wilayah Makedonia, ia mengangkat Kliment sebagai muridnya. Pada masa selanjutnya Kliment mengabdi kepada Kiril dan Mefody saat mereka melaksanakan misi besarnya di Moravia. Mereka bersama-sama mengunjungi Pannonia, Venesia dan Roma. Tidak ada yang mengetahui nama asli Kliment, tapi nama Kliment yang diberikan kepadanya mengikuti nama "Santo Kliment dari Roma".


Setelah wafatnya Kiril dan Mefody, murid-murid mereka yang berada di wilayah di Moravia mengalami pengusiran oleh rohaniawan yang mendukung penggunaan bahasa Latin sebagai bahasa liturgi gereja. Bersama rekannya, Naum, Kliment mengungsi ke Kekaisaran Bulgaria yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Boris I. Tsar Boris memeluk Kristen pada tahun 860 dan di bawah masa pemerintahannya didirikanlah sekolah keagamaan yang pertama yang dikenal sebagai Sekolah Alkitab Preslav. Sejak tahun 886 Kliment mendapatkan posisi sebagai guru dan pendakwah di wilayah Kutmichevitsa. Penduduk setempat menerimanya dengan penuh hormat dan memberikan segala hal yang ia perlukan. Pengajaran yang diberikan Kliment menjadikan dirinya terkenal sebagai guru yang ahli di bidang keslaviaan.


Kliment bekerja sebagai guru selama 7 tahun (hingga 893), kemudian atas perintah Kaisar Simeon ia dipilih menjadi episkop di Ohrid. Posisinya sebagai guru digantikan oleh Naum. Pada tahun 910 Naum wafat sehingga Kliment kembali ke sekolah tersebut dan mengajar hingga akhir kehidupannya. Selama 30 tahun masa pengabdiannya sebagai guru telah tercatat 3500 murid yang mendapatkan pendidikan di sekolah yang didirikannya itu. Pendidikan yang didapatkan para murid berupa pengetahuan tentang gereja dan pendidikan karakter berdasarkan Alkitab. Mereka mendapatkan pengetahuan tentang pelayanan di gereja, serta untuk menjadi pendeta dan diakon.

Nama Kliment dari Ohrid sering dikaitkan dengan kemunculan aksara Kiril atau Kirillitsa. Berdasarkan hipotesis dari Viktor Istrin, aksara Kiril yang digunakan untuk menulis bahasa Gereja Slavia Tua disusun oleh Kliment berdasarkan aksara Yunani. Dalam salah sebuah Zhitiye ditemukan catatan yang menyatakan bahwa "[Kliment] menemukan gaya penulisan untuk huruf-hurufnya, sehingga huruf-huruf tersebut menjadi lebih jelas daripada yang telah ditemukan oleh Kiril yang Bijaksana." Meski tidak semua peneliti sepakat dengan pendapat tersebut, namun sebagian besar peneliti mempercayai bahwa Kiril dan Mefody yang menyusun aksara Glagolitsa, sedangkan Kirillitsa disusun oleh murid mereka, yaitu Kliment dari Ohrid, kemudian menamakan aksara tersebut sebagai Kirillitsa sebagai penghormatan terhadap gurunya, Santo Kiril.

Gereja Santo Panteleimon di Ohrid, tempat relikui Santo Kliment dari Ohrid disimpan.
Di pojok kanan atas adalah lukisan ikon yang menggambarkan Santo Kliment dari Ohrid. 

Selama hidupnya St. Kliment melanjutkan penerjemahan dan penulisan karya-karya sastra yang pernah dilakukan oleh Santo Kiril dan Mefody. Apa yang dilakukannya sejalan dengan apa yang dilakukan pula oleh Konstantin Preslavski, di mana keduanya merupakan episkop pertama di Bulgaria. Buku-buku yang ditulis dalam bahasa Gereja Slavia Tua juga bermunculan di wilayah tersebut. Kekaisaran Bulgaria akhirnya menjadi pusat penyebaran aksara Kirillitsa ini. Penggunaan Kirillitsa terus berkembang dan mencapai masa keemasannya di masa pemerintahan Tsar Simeon Agung (893-927), putra Tsar Boris. Bahasa Gereja Slavia Tua menyebar ke Serbia, dan pada akhir abad X mulai digunakan sebagai bahasa utama gereja-gereja di Rus Kuno di Slavia Timur. Bahasa Gereja Slavia Tua yang digunakan di Tanah Rus pada akhirnya mengalami banyak pengaruh dari bahasa Rusia kuno.


Dengan demikian Kirillitsa menjadi umum dipakai di wilayah Slavia Selatan, Slavia Timur, hingga Romania. Seiring dengan berjalannya waktu, aksara Kirillitsa di daerah-daerah tersebut mulai mengalami perubahan dan menjadi berbeda satu sama lain karena adanya pengaruh masing-masing tempat. Meski demikian, sebagian besar huruf dan prinsip ejaannya masih memiliki kesamaan, kecuali di wilayah Serbia Barat yang kemudian aksara tersebut disebut sebagai bosanchitsa (aksara Kiril Bosnia).

 

Bersambung...

Selanjutnya: 

Sejarah Aksara Kiril (Bag. III): Perkembangan Aksara Kiril dari Masa ke Masa


Bahan Bacaan:

TextoLogia.Ru: Kлимeнт Oxpидcкий – yчитeль и пpoпoвeдник
https://www.textologia.ru/literature/lit-centr-jugnoj-vosoch-evropy/bolgarskaja-literatura/kliment-ohridskiy-uchitel-i-propovednik/4428/?q=471&n=4428

Wikipedia: Кириллица: История создания и развития
https://ru.wikipedia.org/wiki/%D0%9A%D0%B8%D1%80%D0%B8%D0%BB%D0%BB%D0%B8%D1%86%D0%B0#%D0%98%D1%81%D1%82%D0%BE%D1%80%D0%B8%D1%8F_%D1%81%D0%BE%D0%B7%D0%B4%D0%B0%D0%BD%D0%B8%D1%8F_%D0%B8_%D1%80%D0%B0%D0%B7%D0%B2%D0%B8%D1%82%D0%B8%D1%8F


Rabu, Januari 12, 2022

Sejarah Aksara Kiril (Bag. I): Misi Kiril dan Mefodiy dalam Penyusunan Aksara Slavia

St Methodius and St Cyril – May 11 First Teachers and Enlighteners of the  Slavs | One In Christ
Santo Kiril dan Santo Mefodiy

Santo Kiril (826-869) dan Mefodiy (815-885) adalah dua tokoh yang dikenal sebagai penyusun aksara Slavia. Mereka dianggap sebagai santo (orang suci) yang disetarakan dengan apostol (rasul) dalam Gereja Kristen Ortodoks. Mereka menerjemahkan Alkitab dan teks-teks keagamaan ke bahasa Slavia. Kiril (yang memiliki nama lahir Konstantin) dan Mefodiy (sering namanya juga ditulis sebagai Methodi, Methodius atau Metodius) lahir di kota Tesalonika (wilayah Yunani) yang saat itu berada dalam wilayah Kerajaan Bizantium.

Di masa mudanya Mefody mengawali kariernya pada tahun 833 sebagai seorang prajurit yang mengabdi kepada Kaisar Theophilus. Kemudian ia menjadi penguasa di salah satu kerajaan Slavia selama tahun 835-845. Selanjutnya ia mengabdi di Monastir (biara) Bifin di Olympus. Berbeda dengan Mefody, di masa mudanya, Kiril menghabiskan waktunya dengan belajar di Konstantinopel. Kiril tertarik terhadap kajian filologi, kemudian ia bekerja sebagai pustakawan di Gereja St. Sophia (Hagia Sophia). Karena terlibat perselisihan pendapat dengan Patriark Ignatius, ia pergi dan menetap di sebuah monastir di tepi Selat Bosphorus. Setengah tahun kemudian ia kembali ke sekolah tempat ia belajar dan menjadi pengajar filsafat di sana. Di sana ia mulai dijuluki sebagai "Kiril Filosof" atau 'Kiril Sang Filsuf'.

Sekitar tahun 855 Kiril melaksanakan misi diplomatik dan dikirim kepada bangsa-bangsa Arab. Pada tahun 860-861 Kiril dan Mefody ditugaskan bersama untuk misi diplomatik dan dikirim kepada bangsa Khazar. Mereka mengunjungi wilayah Kherson (kini di wilayah Ukraina) yang waktu itu merupakan wilayah Kekhanan Khazar (Khazaria). Dalam "Zhitiye sv. Kirilla" (Catatan Kehidupan St. Kiril) hal. 10 disebutkan bahwa mereka menemukan naskah yang dituliskan dengan "aksara bangsa Rus" untuk penulisan Mazmur dan Injil. Pernyataan tentang penemuan tersebut ditafsirkan secara berbeda oleh kalangan peneliti. Sebagian peneliti menafsirkan bahwa penemuan tersebut bermaksud membicarakan tentang aksara yang digunakan oleh bangsa Rus sebelum mereka mengenal aksara Kiril atau Kirillitsa. Peneliti lainnya menafsirkan bahwa aksara yang dimaksud merupakan varian dari terjemahan alfabet Gothik yang disusun oleh Ulfilas (Wulfila), sehingga kebanyakan dari peneliti meyakini bahwa cara membacanya bukan sebagai "pyccкиe" (Rusia), melainkan "cypcкиe" (Suriah). Di wilayah Khazar inilah mereka melakukan disputasi keilahian, yaitu debat resmi demi mencari kebenaran di bidang teologi, termasuk dengan umat Yahudi.

Pada musim gugur tahun 861 mereka kembali dari Khazaria. Mefody kemudian menjadi kepala monastir di Polykhron, sedangkan Kiril melanjutkan pengabdiannya di Gereja Rasul 12 di Konstantinopel. Dua tahun kemudian, Pangeran Rostislav dari Moravia meminta Bizantium agar mengirimkan perwakilan ke wilayah Moravia untuk mengajarkan kebenaran iman Kristen bagi bangsa Slavia yang tinggal di wilayah tersebut sebagai bangsa mayoritas. Atas perintah Kaisar Bizantium Mikhail III, maka Kiril dan Mefody diperintahkan untuk melaksanakan misi tersebut. Meskipun Injil telah diajarkan di Moravia, namun rupanya ajaran Kristen masih belum mengakar kuat. Karena itu Kaisar Mikhail III memerintahkan Kiril dan Mefody untuk menerjemahkan teks-teks keagamaan yang berbahasa Yunani ke bahasa Slavia. Kiril dan Mefody mempersiapkan diri mereka untuk melaksanakan misi tersebut. Mereka menyusun aksara Slavia yang dapat digunakan untuk menerjemahkan teks-teks keagamaan sehingga pengajaran Kristen dapat lebih mengakar dan lebih mudah dipahami.

Всё же кириллица или глаголица? | Блог Крестьянин | КОНТ
Perbedaan antara Kirillitsa dan Glagolitsa

Dalam waktu yang lama para filsuf dan sejarawan mendiskusikan tentang aksara apa sebenarnya yang disusun mula-mula oleh Kiril dan Mefody saat itu, apakah aksara Glagolitsa atau aksara Kirillitsa. Para peneliti umumnya menyebutkan bahwa Kiril dan Mefody memperkenalkan terlebih dahulu aksara Glagolitsa yang disusun berdasarkan sistem aksara Yunani (dengan pengecualian huruf "Ш" diambil dari aksara Ibrani). Baru pada akhir abad ke-IX aksara Glagolitsa di seluruh wilayah Slavia Selatan segera tergantikan oleh aksara Kirillitsa. Dengan adanya aksara untuk bangsa Slavia ini maka Kiril dan Mefody mulai mengerjakan proyek pertamanya, yaitu penerjemahan Injil Aprakos yang diperlukan untuk kegiatan kebaktian.

Proyek penerjemahan yang mereka lakukan antara tahun 864-867 terhadap teks-teks keagamaan sehingga terkumpul terjemahan Injil dan Mazmur. Pekerjaan mereka rupanya memunculkan ancaman politik dari para episkop Jerman yang khawatir akan kehilangan hak-haknya di Moravia. Mereka yang tidak setuju dengan adanya proyek penerjemahan teks-teks keagamaan ini kemudian menyebarkan "doktrin trilingual" yang menyebutkan bahwa "hanya tiga bahasa yang pantas digunakan untuk memuji Tuhan, yaitu bahasa Ibrani, Yunani dan Latin". Mereka berusaha untuk menghentikan usaha yang dilakukan oleh Kiril dan Mefodiy. Namun Kiril terus menangkis ancaman tersebut dengan argumen-argumennya. Menghadapi situasi ini, rupanya Paus Adrianus II berada di pihak Kiril dan Mefodiy. Saat Kiril dan Mefodiy datang ke Roma sambil mengantarkan relikui St. Kliment (Paus St. Kliment I) dari Kherson, Paus Adrianus II menyambutnya dengan hormat.

Santo Kiril dan Mefody memberikan aksara kepada bangsa Slavia


Setelah kedatangannya ke Roma, Kiril wafat dan dikuburkan di sana. Adapun Mefody melanjutkan pekerjaan yang telah mereka mulai sebelumnya. Mefody menjadi arkhepiskop di Panonia dan Moravia. Ia menerjemahkan sebagian besar Kanon Alkitab pada 870 bersama tiga orang muridnya selama 8 bulan. Meski pekerjaan penerjemahan teks-teks keagamaan untuk penyebaran Kristen tersebut didukung oleh Roma, namun dalam praktiknya tetap ada perebutan pengaruh di antara Roma dan Bizantium di wilayah Slavia.

Di tahun-tahun akhir masa hidupnya, Mefody banyak menaruh harapan untuk mendapat pertolongan dari penguasa Konstantinopel dibandingkan Roma. Setelah Mefody wafat, seorang rohaniawan Jerman bernama Wiching yang memiliki pandangan berlawanan dengan Mefody menggantikan posisinya. Ia menuduh Mefody telah merusak perjanjian dalam pelaksanaan kebaktian dalam bahasa Latin yang telah disepakati di sana sebelumnya, sehingga ia mengusir seluruh murid Mefody keluar dari Moravia. Meski demikian, usaha Kiril dan Mefody tidak pernah dilupakan. Alkitab berbahasa Slavia menyebar secara luas dan dibaca oleh lebih banyak orang hingga akhirnya sampai ke Tanah Rus. Hingga saat ini Gereja Ortodoks selalu memperingati Hari Santo Kiril setiap 14 Februari, Hari Santo Metodius setiap 6 April, sedangkan Hari Santo Kiril dan Mefody setiap 11 Mei.

bersambung ...

Selanjutnya:
Sejarah Aksara Kiril (Bag. II): Kliment dari Ohrid dan Penyebaran Aksara Kiril

Sumber Bacaan:
TextoLogia.ru: Kиpилл и Meфoдий – o coздaтeляx киpиллицы

Kиpилл и Meфoдий – o coздaтeляx киpиллицы
Kиpилл и Meфoдий – o coздaтeляx киpиллицы


Sabtu, Desember 11, 2021

Dari Mana Asal-Usul Kata "Rusia"?

Кто такие варяги? Где они жили? рассказывает историк | Правмир 

Lukisan berjudul "Tamu dari Seberang Laut" karya Nikolay Konstantinovich Rerikh.


Dalam bahasa Rusia dikenal paling tidak tiga kata yang merujuk pada makna "Rusia", yakni kata "Русь", "русский" dan "Россия". Kata "Русь" atau "Rus'" umumnya bermakna 'Tanah Rus'. Kata "русский" merupakan kata sifat yang bisa berarti 'bahasa Rusia', 'orang Rusia (lk)', dan hal lainnya yang berkaitan dengan karakter nasional bangsa Rusia. Adapun kata "Россия" umumnya bermakna 'negara Rusia'.


File:Lestvitsa-1387.jpg - Wikimedia Commons

Penyebutan pertama kata "Rusia" yang ditulis dalam aksara Kiril, ditemukan dalam halaman akhir karya Ioann dari Sinai yang kemudian ditulis ulang oleh Metropolitan Kiprian.

Ilmu pengetahuan kontemporer belum mendapatkan jawaban yang pasti tentang bagaimana kata-kata tersebut muncul. Kebanyakan peneliti memperkirakan bahwa sebutan "Русь" atau "Rus'" digunakan sebagai sebutan suatu bangsa atau suku cikal-bakal bangsa Rusia. Dalam "Повесть временных лет" (Kisah Tahun-Tahun yang Lampau) yang ditulis pada awal abad XII disebutkan tentang peristiwa yang terjadi pada tahun 862:

"И пошли за море к варягам, к руси. Те варяги назывались русью, как другие называются шведы".
"Dan pergilah mereka ke seberang lautan kepada orang-orang Varyag, kepada Rus'. Orang-orang Varyag (Varangia) itu disebut Rus', seperti yang lainnya disebut sebagai orang-orang Swedia".

Dalam sumber catatan yang sama dituliskan bahwa pada tahun 882 terjadi peristiwa berikut:
"И сел Олег, княжа, в Киеве, и сказал Олег: "Да будет это мать городам русским". И были у него варяги, и славяне, и прочие, прозвавшиеся русью"
"Dan Oleg pun duduk (di takhta), sebagai Pangeran di Kiev, kemudian Oleg bersabda: "Jadilah (kota) ini menjadi ibu bagi kota-kota Rus'". Dan bersamanya ada orang-orang Varyag, Slavia, dan lainnya, yang disebut Rus'".

Dmitry Likhachyov, seorang ahli bahasa, mengomentari catatan kuno tersebut, bahwa tidak jelas apakah yang disebut "Русь" di sana hanya kelompok "yang lain" (прочие) itu atau mencakup semua kelompok yang disebutkan, yakni orang Varyag, orang Slavia (istilah “Slavia” di sini secara spesifik merujuk pada suku Sloven (dan bukan Slovenia, bukan pula Slavia secara keseluruhan), yakni penduduk awal di sekitar Novgorod dan Danau Ilmen) dan suku lainnya.


Cukup banyak hipotesis tentang kemunculan kata "Rus'". Berikut adalah tiga hipotesis utama tentang kemunculan kata tersebut. Berdasarkan teori Norman (orang utara), upaya melacak kata "Rus'" mengarah pada kata "Ruotsi" dalam bahasa Finlandia yang berarti "Swedia". Sejak abad XVIII para pendukung teori Norman ini mencoba membuktikan bahwa orang-orang Varyag pimpinan Ryurik dari Swedia datang ke Tanah Rus' lalu memberikan sebutan Rus' untuk suku-suku yang dikuasainya. Namun, belakangan ini teori tersebut dikritik oleh para peneliti karena pada sumber-sumber Skandinavia tidak ditemukan peristiwa semacam itu. Para ilmuwan juga berdebat tentang siapa yang disebut sebagai orang-orang Varyag itu. Meski secara kebanyakan orang menganggap bahwa orang-orang Varyag adalah orang-orang Skandinavia keturunan Jerman, namun ada juga versi yang berpendapat bahwa orang-orang Varyag adalah mereka yang pernah tinggal di sisi selatan Laut Baltik dan masih merupakan suku-suku bangsa Slavia. Versi ini juga menjelaskan bahwa kata Rus' dalam Letopis' (catatan sejarah) tentang orang-orang Varyag sebenarnya bukanlah orang-orang Swedia. Namun versi ini juga tidak menyangkal bahwa pangeran-pangeran Rusia memang mengundang orang-orang Skandinavia untuk menjadi tentara bayaran di wilayahnya. Tentang perjalanan ke Tanah Rus "untuk bekerja" ini juga disebutkan dalam sumber-sumber sejarah Jerman Utara.

Teori kedua menyatakan bahwa kemunculan kata "Rus'" merupakan kata dari bahasa Indo-Arya. Berdasarkan teori ini, kata "Rus'" memiliki akar kata ruksa-/ru(s)sa- ("sinar, terang") sehingga kata "Русь" diterjemahkan sebagai "Sisi Putih" atau "Tanah yang Terang". Sedangkan teori ketiga menyebutkan bahwa kata ini berasal dari bahasa Slavia, tepatnya dari bahasa Proto-Slavia dari akar kata rud-/rus- yang berarti "merah, kemerahan". Para pendukung teori terakhir ini menyatakan bahwa bangsa tersebut menggunakan nama ini berdasarkan nama sungai Ros', anak sungai Dnieper, atau berdasarkan nama kota "Rusa" yang kini bernama "Staraya Russa". Ada juga versi yang menyatakan bahwa kemunculan kata "русь" menurunkan kata "русло" (alur sungai) sehingga bisa bermakna saluran tempat mengalirnya air. Ini juga berkaitan dengan cara hidup orang-orang Slavia Timur yang umumnya tinggal di sepanjang sungai, sehingga mereka sendiri menyebut orang-orangnya sebagai "rechniye" atau 'orang-orang sungai', sebagaimana orang-orang Badui Arab menyebut diri mereka sebagai 'orang gurun', atau orang-orang Chukchi yang dihidup di tepian laut menamakan diri mereka sebagai 'orang laut'.

Setelah munculnya pemerintahan di Slavia Timur pada awal abad IX, berbagai suku bangsa di sekitarnya kemudian bersatu sebagai bangsa Rus'. Tapi selama beberapa periode fragmentasi feodal pada abad XII-XIV nama "Rus'" hanya digunakan untuk pemerintahan pusat yang terpisah. Dalam dokumen-dokumen Novgorod, Rus' disebut sebagai nama wilayah yang terletak bersebelahan dengan mereka, sehingga orang-orang di Novgorod saat itu menganggap wilayahnya bukan bagian dari "Tanah Rus'".

Dalam Kronik Suriah (Zakharia Rhetor) abad VI disebutkan bangsa yang disebut hros atau hrus yang tinggal di Kaukasus Utara. Belum diketahui, apakah bangsa yang disebutkan tersebut ada hubungannya dengan bangsa Rus'. Bizantium yang terus-menerus menjalin kontak dengan Slavia Timur sejak abad IX setidaknya menyebutkan tentang Rus' dalam beberapa dokumen. Dalam catatan Ortodoks Bizantium tidak menggunakan kata "Rus'", melainkan merujuk dari Alkitab yang menyebutkan mereka sebagai bangsa militan dari utara yang disebut sebagai "рош" (Rosh). Dalam bahasa Yunani, bunyi huruf "ш" dari bahasa Ibrani dilafalkan sebagai [s], sehingga suku yang dituliskan dalam alkitab sebagai "Rosh" dilafalkan sebagai "Ros". Dalam catatan tersebut juga disebutkan bahwa penamaan "Ros" ini karena penampilan mereka. Namun sang penulis catatan tersebut tidak mendeskripsikan penampilan seperti apa yang dimaksud. Meski demikian, para peneliti berasumsi bahwa kata "ros" yang dimaksud mengacu pada rambut merah dan wajah merah bangsa tersebut.

Dalam tulisan karya Kaisar Bizantium, Konstantin Porphyrogenitus, yang berjudul "Tentang Upacara", ditulis pada abad X, kata "Ρωσία" atau "Rosia" mengacu pada tanahnya orang-orang Ros. Kata ini kemudian dengan cepatnya digunakan dalam penulisan buku, baik buku umum maupun buku-buku gereja Yunani. Pada akhir abad XIV hingga awal abad XV kata tersebut masuk ke dalam bahasa Rusia. Pada abad XV di dalam catatan-catatan Rusia, baik kata "Рѹсь" (atau "Русь") maupun "Рѡсїѧ" (atau "Росия" dengan satu huruf "с") digunakan sebagai istilah yang mengacu pada hal yang sama. Memasuki abad XVII, kata kedua mulai lebih sering digunakan daripada kata pertama. Selain itu, penulisan kata kedua ditulis dengan huruf "с" ganda. Kemungkinan penulisan tersebut mengacu pada analogi penulisan kata "русский" yang menggunakan "c" ganda. Di bawah pemerintahan Ivan Grozny (Ivan IV), sejak 1547 gelar "Tsar" mulai digunakan untuk pemimpin Tanah Rus, sedangkan Kepangeranan Agung Moskwa diubah namanya menjadi "Русское царство" (atau jika mengacu pada cara penulisan dari Bizantium "Российское царство") yang berarti "Ketsaran Rusia". Pada 1721 di bawah pemerintahan Pyotr Yang Agung (Pyotr I) negara Rusia kembali mengalami perubahan nama menjadi "Российская империя" atau 'Imperium Rusia atau Kekaisaran Rusia'.

Dalam perkembangannya, kata "Русь" jadi lebih sering digunakan untuk penulisan konteks tertentu, misalnya dalam penulisan sejarah atau sastra. Kata turunannya, seperti "русский" hingga saat ini masih digunakan sebagai kata sifat untuk merujuk pada karakteristik nasional bangsa Rusia. Dari kata "Россия" sendiri kemudian menurunkan kata sifat "Российский" yang mengacu pada apapun yang berkaitan dengan "Rusia" sebagai negara, serta untuk menjelaskan sesuatu yang ada di dalamnya. Di Siberia dan Timur Jauh, kata "Россия" yang bermakna sempit "bagian Eropa dari negara Rusia" hingga saat ini masih digunakan.


Sumber:
Екатерина Гудкова. Как возникли и что исторически означали слова "Русь", "русский", "Россия"?. Культура.РФ


Sabtu, September 25, 2021

Mengapa Bahasa Jerman dan Prancis Diajarkan di Sekolah-Sekolah di Rusia?

Bahasa Jerman dan Prancis menjadi opsi bahasa asing yang umum dipelajari di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Rusia, selain bahasa Inggris. Mengapa demikian? Berbagai alasan aktual bisa saja disebutkan, seperti untuk komunikasi bisnis, kebutuhan travelling atau karena keduanya merupakan bahasa yang populer dipelajari di Eropa. Tapi, tahukah Anda bahwa bahasa Jerman dan bahasa Prancis memiliki sejarah panjang di Rusia? Jejak historis inilah yang membuat kedua bahasa tersebut hingga hari ini masih menjadi pilihan bahasa asing populer dipelajari oleh para pelajar di Rusia.


Bahasa Jerman di Rusia

Hubungan Rusia dan Jerman sebenarnya sudah terjalin sejak abad XII, khususnya dengan Masyarakat Novgorod. Setelah Moskwa mengalami perkembangan yang signifikan dan kemudian menjadi pusat pemerintahan di Kepangeranan Rus, orang-orang Jerman akhirnya memperluas daerah perdagangannya hingga ke Moskwa. Pada abad XVII bahkan muncul pemukiman-pemukiman Jerman dan sebagian di antara mereka berprofesi sebagai perwira di ketentaraan Rusia. Akhirnya penggunaan bahasa Jerman semakin meluas digunakan di Rusia, khususnya di daerah koloni-koloni pemukiman Jerman tersebut. Memasuki abad ke-19 bahasa Jerman juga semakin populer dipelajari, terutama oleh kalangan intelektual Rusia.
 
Nachrichten Redaktion 1923-1.jpg
Para staf editor Nachrichten, surat kabar bertema sosial-politik dalam bahasa Jerman, diterbitkan di Daerah Otonomi Jerman Volga dan Republik Sosialis Soviet Otonom Jerman Volga. Foto tahun 1923.

Di masa setelah Revolusi Oktober dan awal berdirinya Uni Soviet, bahasa Jerman bahkan memiliki status bahasa resmi untuk digunakan di Komune Buruh Jerman di wilayah Volga dan dipelajari sebagai bahasa utama di sejumlah sekolah di Rusia, terutama di daerah yang memiliki koloni-koloni Jerman seperti di Krimea dan Laut Hitam serta di sekitar Leningrad. Sejak masa Soviet ini bahasa Jerman juga secara aktif diajarkan di sekolah-sekolah dan universitas dan sempat melampaui popularitas bahasa Prancis dan Inggris. Tapi saat pecah perang Dunia II bahasa Jerman sempat dihapuskan di sekolah-sekolah, kecuali di wilayah Volga. Sementara itu kebanyakan buruh Jerman di Rusia Soviet juga dipindahkan secara paksa oleh pemerintah terutama ke Kazakh Soviet.
 
Немцы в истории Самары. Часть 1 > Рубрика в Самаре
Koperasi Dagang komunitas Jerman di masa Soviet di Samara, daerah sekitar Sungai Volga, Rusia.

Setelah Perang Dunia II, bahasa Jerman kembali dipelajari di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Rusia, tapi popularitasnya menjadi lebih rendah, di bawah bahasa Inggris. Meski demikian, bahasa Jerman tidak pernah berhenti dipelajari, karena Uni Soviet memiliki kedekatan yang kuat dengan Jerman Timur.
 
Karena alasan-alasan historis di atas, saat ini bahasa Jerman masih diajarkan di Rusia, popularitasnya berada di bawah bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang dipelajari. Karena alasan historis, di mana terdapat kontak dengan komunitas-komunitas Jerman yang pernah tinggal di Rusia, maka banyak juga serapan kosakata dari bahasa Jerman yang sampai saat ini digunakan dalam bahasa Rusia, khususnya kata-kata yang berkaitan dengan bidang teknik, nama profesi dan benda sehari-hari, seperti "бухгалтер", "вагон", "канцлер", "масштаб", "рюкзак", "стул", dll.
 
 
Bahasa Prancis di Rusia
 
Seperti setelah telah disinggung di atas, bahwa bahasa Prancis juga pernah digunakan secara luas di Rusia khususnya oleh bangsawan Rusia. Di Rusia ada istilah yang disebut "gallomania" (галломания) untuk mengungkapkan semangat yang besar yang dimiliki oleh orang non-Prancis dalam mempelajari atau masuk dalam dunia bahasa, seni, sastra, sejarah dan apapun yang berkaitan dengan Prancis. Gallomania ini menyebar di Eropa, khususnya di Masa Pencerahan Eropa, seiring dengan bahasa Prancis yang menjadi bahasa komunikasi internasional saat itu.
 
В эпоху галломании с дамами на чистом русском не говорили. /Фото: cp12.nevsepic.com.ua
Di masa gallomania, para aristokrat Rusia umumnya menggunakan bahasa Prancis untuk berbicara dengan sesamanya daripada menggunakan bahasa Rusia.

Gallomania ikut masuk ke Rusia khususnya di masa pemerintahan Imperator Pyotr I yang jelas-jelas melihat Eropa Barat sebagai model dalam mewujudkan cita-citanya untuk menjadikan Rusia yang modern, maju dan kuat. Selain ingin memasukkan budaya-budaya Barat, Pyotr I juga mencoba mematahkan tradisi-tradisi patriarki Rusia yang dianggap kuno, memaksa para bangsawan memotong janggutnya, memaksa mengenakan pakaian-pakaian ala Eropa dan mengirim mereka untuk belajar ke Eropa Barat. Akibatnya para aristokrat ini mulai menggunakan bahasa-bahasa asing, khususnya bahasa Prancis untuk berkomunikasi satu sama lain. Di masa itu, bahasa Prancis tidak hanya mendominasi Rusia, tapi juga telah menjadi bahasa komunikasi internasional di seluruh Eropa. Bisa dibilang bahwa bahasa Prancis menggantikan bahasa Latin sebagai bahasa komunikasi internasional orang-orang Eropa.
 
Jika bahasa Jerman umumnya dipelajari oleh kaum intelektual Rusia, maka bahasa Prancis lebih populer digunakan oleh kaum bangsawan Rusia. Bahkan bahasa ibu atau bahasa pertama yang dituturkan oleh Aleksandr Pushkin (Bapak Bahasa Rusia modern) adalah bahasa Prancis! Karya-karya awal puisinya juga ditulis dalam bahasa Prancis. Penggunaan bahasa Prancis di Rusia mengalami masa puncaknya pada pemerintahan Imperatritsa Yekaterina II pada abad ke-18. Memasuki abad ke-19, Lev Tolstoy (atau di Indonesia dikenal sebagai Leo Tolstoy), salah satu penulis besar Rusia, pernah menuliskan novel yang berjudul "Perang dan Damai" (Война и мир). Di halaman-halaman pertama novel tersebut, setengah teksnya ditulis dalam bahasa Prancis, sehingga menjadi bukti bahwa bahasa Prancis memang digunakan secara luas bahkan oleh orang-orang Rusia sendiri, khususnya di kalangan bangsawan Rusia dan masyarakat kelas atas lainnya. 
 
Карикатура 19 века на Наполеона. /Фото: im0-tub-ua.yandex.net
Karikatur Napoleon abad ke-19.

Dalam novel "Perang dan Damai" tersebut mengisahkan Perang Napoleon tahun 1812, di mana masyarakat Rusia bahu-membahu mempertahankan tanah airnya dari serangan pasukan Prancis di bawah pimpinan Napoleon tersebut. Pasukan Rusia pada akhirnya berhasil memukul pasukan Napoleon dari Moskwa hingga ke Paris. Selama Perang Napoleon itu bahasa Prancis mengalami penurunan popularitas di Rusia karena adanya sentimen politik serta patriotisme yang meningkat di Rusia. Terkadang ada serangan yang tidak diinginkan dari kelompok gerilyawan petani yang menyerang perwira Rusia, karena petani Rusia umumnya tidak bisa bahasa Prancis, sedangkan tidak semua perwira Rusia bisa berbahasa Rusia dengan baik karena bahasa ibu mereka adalah bahasa Prancis. Pasca-perang Napoleon bahasa Prancis secara bertahap gallomania ini menghilang di Rusia. Namun masih banyak kosakata bahasa Prancis yang telah diserap ke bahasa Rusia dan hingga saat ini masih digunakan, seperti "афиша", "пресса", "шарм", "кавалер".
 
 
 
 
Sumber Bacaan:

Википедия: Галломания
https://ru.wikipedia.org/wiki/%D0%93%D0%B0%D0%BB%D0%BB%D0%BE%D0%BC%D0%B0%D0%BD%D0%B8%D1%8F

Википедия: Немецкий язык в России
https://ru.wikipedia.org/wiki/%D0%9D%D0%B5%D0%BC%D0%B5%D1%86%D0%BA%D0%B8%D0%B9_%D1%8F%D0%B7%D1%8B%D0%BA_%D0%B2_%D0%A0%D0%BE%D1%81%D1%81%D0%B8%D0%B8

Олег Егоров: Почему в России говорили по-французски? (Russia Beyond)
https://ru.rbth.com/zhizn/16-russia-french-language


Rabu, September 01, 2021

Sejarah Hari Pengetahuan di Rusia dan Perayaannya di Masa Pandemi Covid-19

Di Rusia, tanggal 1 September selalu diperingati sebagai hari awal masuknya tahun ajaran baru. Hari tersebut disebut sebagai "День знаний" atau "Hari Pengetahuan", pertama kali dirayakan pada tanggal 1 September 1984 di Rusia yang saat itu masih merupakan bagian dari Uni Soviet. Perayaannya biasanya dilakukan oleh para siswa sekolah yang membuat barisan dan memberikan bunga kepada guru di sekolahnya.
 

Sejarah Tanggal Dimulainya Tahun Ajaran Baru

Di zaman Kekaisaran Rusia, tidak ada tanggal khusus untuk memulai tahun ajaran di lembaga-lembaga pendidikan. Para pelajar mulai belajar di sekolah gimnasium pada 1 atau 15 Agustus. Adapun di sekolah uchilishche (semacam sekolah kejuruan) yang bersifat komersial, biasanya dimulai pada pertengahan September atau Oktober. Di sekolah-sekolah di pedesaan, tahun ajaran baru bahkan bisa dimulai dari Desember, dan terus berlanjut hingga Mei.

Awal mula adanya penetapan tahun ajaran baru di tanggal 1 September ini baru dikenal di masa Uni Soviet, setidaknya pada 1930-an. Pada 14 Agustus 1930, dikeluarkanlah sebuah dekrit Komite Eksekutif Pusat Partai Komunis Uni Soviet dan Dewan Komisaris Rakyat Uni Soviet "Tentang pendidikan dasar wajib universal". Dekrit ini menetapkan bahwa semua anak yang berusia delapan dan sepuluh tahun mulai mengikuti "sekolah musim gugur". Dekrit Komite Eksekutif Pusat Partai Komunis Seluruh Serikat Bolshevik dan Dewan Komisaris Rakyat Uni Soviet pada 23 Juni 1936 "Tentang Pekerjaan Lembaga Pendidikan Tinggi dan Kepemimpinan Pendidikan Tinggi" menghapus penetapan mulainya tahun ajaran di tanggal yang tidak teratur untuk lembaga pendidikan tinggi dan menetapkan 1 September sebagai tanggal tunggal untuk memulai kelas. Untuk sementara, peraturan tersebut sempat berubah pada tahun 1942-1945 (masa Perang Dunia II), ketika siswa dari kelas empat hingga sepuluh memulai studi mereka sebulan lebih lambat dari siswa sekolah dasar, yakni dimulai pada tanggal 1 Oktober.

Selanjutnya tanggal 1 September ditetapkan sebagai hari besar nasional berdasarkan dekrit Presidium Soviet Tertinggi Uni Soviet tertanggal 15 Juni 1984 yang melengkapi Pasal 1 dekrit Presidium Soviet Tertinggi Uni Soviet tertanggal 1 Oktober 1980. Dengan demikian, "Hari Pengetahuan" itu sendiri baru diperingati pertama kali pada tanggal 1 September 1984 dan tradisi tersebut dilanjutkan hingga hari ini di Federasi Rusia.

Праздничные линейки в Краснодарском крае 1 сентября проведут для учеников 1,  9 и 11 классов
Barisan anak-anak kelas 1, kelas 9 dan kelas 11 di salah satu sekolah di wilayah Krasnodar, Rusia.
Foto: Mikhail Stupin, Kubanskiye novosti (kubnews.ru)


 Perayaan Hari Pengetahuan di Rusia pada Masa Pandemi Covid-19

Sejak tahun 2020, ketika pandemi virus corona merebak, perayaan 1 September tetap dilakukan secara offline, namun pelaksanaannya dilakukan dengan langkah-langkah keamanan sanitasi yang ketat. Di sebagian besar lembaga pendidikan tinggi Federasi Rusia, perayaan awal tahun ajaran baru juga ada yang dibuka dalam format offline, tetapi kampus-kampus di Rusia disarankan untuk melaksanakan perkuliahan dalam format pembelajaran jarak jauh (online). Dalam perkembangannya, saat ini sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga perguruan tinggi di Rusia menyesuaikan format belajarnya tergantung pada situasi naik turunnya penyebaran wabah.

Di saat pandemi, perayaan Hari Pengetahuan di Rusia ini umumnya diadakan di luar ruangan, terutama untuk siswa kelas satu (kelas awal di sekolah dasar) dan kelas sebelas (kelas terakhir di sekolah menengah). Di beberapa sekolah lainnya di Rusia ada juga yang menyelenggarakan acara ini dengan siswa kelas satu, kelas sembilan dan kelas sebelas.


Statistik Pendidikan di Federasi Rusia

Menurut survei oleh Pusat Studi Opini Publik Seluruh Rusia, yang dilakukan pada 26 Agustus tahun 2020 lalu, orangtua di Rusia menghabiskan rata-rata 34,9 ribu rubel untuk mempersiapkan anak-anak mereka ke sekolah tahun ini. Adapun menurut perhitungan statistik dari lembaga Rosstat, biaya rata-rata yang dikeluarkan orangtua di Rusia untuk mempersiapkan peralatan sekolah, mulai dari seragam sekolah dan pakaian olahraga, alat tulis, juga ransel, yakni sebesar 18,8 ribu rubel untuk anak laki-laki dan 23,2 ribu rubel untuk anak perempuan.

Atas saran Vladimir Putin, sejak 1 September 2020 di beberapa sekolah disediakan makanan gratis untuk siswa sekolah dasar. Pada tahap pertama proyek tersebut makanan gratis dari sekolah ini diperkenalkan di sekolah-sekolah yang memang sudah ada kesiapan teknis melaksanakannya. Pemerintah Rusia mengharapkan bahwa di seluruh Rusia akan ada makanan gratis nantinya untuk siswa sekolah selambat-lambatnya pada 1 September 2023.

Pada tahun ajaran baru, universitas-universitas Rusia umumnya menerima lebih dari 1 juta mahasiswa untuk beragam tingkat pendidikan. Menurut Menteri Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, Valery Falkov, dana sebesar 541,75 ribu rubel telah dialokasikan untuk pendidikan gratis atau beasiswa bagi mahasiswa di Federasi Rusia, dan hampir 11,5 ribu rubel dari dana tersebut didistribusikan di antara universitas-universitas yang berada di daerah regional Federasi Rusia.

Adakah kawan-kawan pembaca yang juga berencana atau saat ini sedang studi di Rusia? :)

С 1 сентября! С днём знаний! :)

 

 

 

 

Sumber:
TASS: История праздника День знаний.


Jumat, Agustus 27, 2021

Melihat Jejak Kebudayaan Islam melalui Koleksi Museum Kebudayaan Islam di Tatarstan

Музей исламской культуры
Museum Kebudayaan Islam di Masjid Agung Kul-Sharif, Kazan.

Museum Kebudayaan Islam atau dalam bahasa Rusia disebut "Музей исламской культуры" (Muzey islamskoy kul'tury) terletak di Masjid Agung Kul-Sharif di kota Kazan, Republik Tatarstan, Rusia. Museum ini dibangun pada tahun 2006 dalam rangka memperingati seribu tahun berdirinya kota Kazan. Museum ini memberikan informasi kepada pengunjung tentang sejarah dan budaya orang-orang Muslim yang tinggal di wilayah Ural dan Volga di Rusia.

Ada beberapa koleksi menarik yang melaluinya kita bisa mengetahui informasi-informasi tertentu tentang perkembangan Islam di Tatarstan, seperti penggunaan masjid portabel, alasan mengapa miniatur Al-Qur'an menjadi aksesoris favorit wanita Muslim dan bagaimana nama-nama para nabi ditulis dalam bahasa Tatar, Arab dan Rusia.


Miniatur Al-Qur'an dan Kotak Al-Qur'an dengan Hiasan

Al-Qur'an dalam bahasa Rusia diterjemahkan sebagai 'Коран", sedangkan kotak untuk menyimpan Al-Qur'an disebut "коранница". Di Museum Kebudayaan Islam di Tatarstan kita dapat menemukan miniatur Al-Qur'an dengan ukuran tiga kali dua sentimeter yang dibuat pada abad ke-19. Al-Qur'an ini memiliki kotak tempat penyimpanan dari perak dengan hiasan yang dibuat menggunakan teknik emboss. Konon Imperatritsa Yekaterina II pernah menggunakannya dalam upacara penghormatan kepada umat Islam yang mendapat panggilan untuk memenuhi kewajiban dinas militer Kekaisaran Rusia.

ARTEFACT | Экспонаты | Коран с коранницей
Al-Qur'an dan Kotak Al-Qur'an dengan Hiasan

Saat itu, buku-buku yang dibuat mini semacam ini dianggap sebagai karya seni sebagaimana lukisan. Beberapa salinan dibuat dengan bentuk yang sangat kecil sehingga perlu kaca pembesar untuk membaca teks-teksnya.

Seiring dengan berkembangnya teknologi percetakan buku di negara-negara mayoritas Muslim, maka semakin banyak pula miniatur Al-Quran ini dibuat. Pada awal abad ke-20, karena keunikan dan keindahannya, miniatur-miniatur al-Qur'an ini menjadi populer di kalangan wanita untuk dijadikan sebagai aksesoris.


Miniatur Ka'bah

Salinan Ka'bah berbentuk mini juga bisa kita temukan di Museum Kebudayaan Islam. Salinan kiblat umat Muslim ini dibuat pada tahun 2005, memberikan informasi kepada pengunjung tentang Ka'bah yang sebenarnya yang terletak di Mekah, di halaman masjid Masjid al-Haram. Ka'bah yang dalam bahasa Rusia ditulis sebagai "Кааба", menjadi tempat utama bagi mereka yang melaksanakan ibadah haji di kota suci Makkah. Ka'bah yang sesungguhnya berbentuk kubus dengan sisi 10 kali 12 meter dan tinggi 15 meter.

История исламской культуры в 5 музейных экспонатах
Miniatur Ka'bah

Berdasarkan kisah pembangunan Ka'bah, adalah Nabi Adam yang pertama kali mengawali pembangunannya dengan memasang batu putih dari surga. Seiring berjalannya waktu, warna batu itu menjadi gelap karena dosa orang-orang yang menyentuhnya sehingga batu itu menjadi batu hitam yang kemudian dikenal sebagai hajar aswad. Nabi Muhammad kemudian memasang batu itu di sudut dinding sebelah timur Ka'bah. Pada zaman kuno, Ka'bah pernah dijaga oleh klan kafir Quraisy. Dua kali setahun suku-suku nomaden di Jazirah Arab ikut berkumpul di sini di depan berhala-berhala. Ketika Islam muncul sebagai ajaran Nabi Muhammad, Ka'bah dijadikan tempat suci utama umat Islam.


Masjid Portabel

Setiap Muslim wajib menjalankan salat lima kali sehari. Khusus setiap hari Jumat, kaum Muslim laki-laki wajib untuk melaksanakan salat berjamaah di masjid. Para Muslim di Rusia yang sedang menjalani wajib militer dan berada di jauh dari masjid kemudian menciptakan masjid portabel. Mereka membuat struktur kayu berbentuk masjid. Di Museum Kebudayaan Islam ini kita juga dapat melihat contoh masjid portabel semacam ini yang memiliki tinggi hanya 35 sentimeter, namun lengkap dengan kubah dan menaranya.

Переносная мечеть. "Музей исламской культуры". Музей исламской культуры.  Artefact
Bagian atas struktur masjid portabel

Di bagian atas setiap masjid portabel ini dapat kita lihat simbol bulan sabit yang telah lama dijadikan sebagai simbol Islam. Masjid portabel atau dalam bahasa Rusia disebut "переносная мечеть" ini dapat dipasang pada bayonet dan diangkat ke atas agar setiap umat Muslim dapat melihatnya dan mengarahkan diri padanya sebagai acuan arah kiblat. Beberapa ribu orang dapat salat berjamaah pada waktu yang sama dengan mudah dengan cara ini.

Silsilah para Nabi

Islam dikenal sebagai agama Ibrahim yang termuda setelah agama Yahudi dan Kristen. Melalui silsilah para nabi yang dipajang di Museum Kebudayaan Islam ini, para pengunjung dapat melacak kesinambungan antara Taurat, Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru serta teks-teks Al-Qur'an.

Родословная пророков . "Музей исламской культуры". Музей исламской  культуры. Artefact
Silsilah para Nabi yang ditulis dalam bahasa Tatar, Arab dan Rusia.

Silsilah para nabi di museum ini dibuat sebagai objek hiasan berbentuk segi delapan berwarna biru. Nama-nama para nabi itu ditulis dalam bahasa Tatar, Arab dan Rusia. Nama-nama tersebut dihubungkan oleh manik-manik yang melambangkan generasi manusia. Dalam bahasa Rusia, nama Muhammad terkadang ditulis sebagai Мухаммад, Мухаммед atau Магомед. Sedangkan penulisan nama-nama nabi dan orang suci lainnya pada umumnya memiliki padanan nama dengan yang digunakan dalam penulisan Alkitab berbahasa Rusia, misalnya Ибрахим Ibrahim padanannya adalah Авраам, Нух atau Nuh dikenal padanannya adalah Ной, Муса atau Musa padanannya adalah Моисей, Иса atau Isa padanannya adalah Иисус, dan Марьям atau Maryam padanannya adalah Мария.


Kain Sajadah untuk Salat

Sajadah berupa karpet telah ditenun di Kazan sejak akhir abad ke-19. Pada umumnya umat Islam di Tatarstan menggunakan kain atau karpet sajadah ini sebagai tempat sujud saat salat. Dalam bahasa Rusia, sajadah untuk salat diterjemahkan sebagai "молитветнный коврик", berfungsi untuk melindungi tangan, kepala dan tubuh seseorang saat salat dari kontak dengan benda najis yang mungkin terdapat di atas di lantai atau tanah.

Молитвенный коврик. "Музей исламской культуры". Музей исламской культуры.  Artefact
Sajadah khas Tatar

Umumnya sajadah yang mereka buat berbahan kain satin, sutra atau brokat. Ukuran sajadah ini standar kurang lebih lebarnya 0,5 meter dan panjangnya 1 meter. Pada bagian sampingnya terdapat bordir simetris dan bagian kanvas yang diberi hiasan, paling sering menggunakan hiasan dengan ornamen bunga. Gambar orang, binatang atau karakter mistis lainnya tidak diperkenankan untuk digunakan sebagai hiasan pada sajadah.



Sumber:

Ирина Малахова. История исламской культуры в 5 музейных экспонатахИстория исламской культуры в 5 музейных экспонатах. Культура.РФ.


Kamis, Agustus 26, 2021

Hobi yang Tidak Biasa para Sastrawan Rusia

Banyak penulis terkemuka Rusia yang tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya hidup mereka tanpa melakukan hobi favorit mereka. Bagi beberapa dari antaranya, hobi-hobinya mungkin sama sekali tidak berbahaya, tapi bagi beberapa penulis lainnya bisa dibilang cukup ekstrem. Misalnya, Lev Tolstoy, pada usianya yang ke-67 ia mulai belajar mengendarai sepeda dan dengan penuh semangat langsung jatuh cinta dengan kegiatan barunya yang satu ini. Selain Tolstoy, kita akan cari mengetahui juga hobi-hobi menarik dari para sastrawan Rusia lainnya.

 Открытки, конверты, плакаты: Календарь карманный "Лев Толстой любил  кататься на велосипеде" - купить в интернет-магазине «Москва» - 916039

 

Mikhail Lermontov dan Seni Rupa

Bagi Mikhail Lermontov, belajar melukis lebih dari pada sekadar disiplin ilmu yang wajib dipelajari. Salah satu kerabat dari penyair Rusia ini, Akim Shan-Girey, melalui ingatan masa kecilnya menceritakan bahwa Lermontov memiliki kecintaan yang tinggi terhadap seni rupa di usianya yang sangat dini, "... ia begitu bahagia karena telah dikaruniai bakat seni; ia bahkan sangat mahir melukis dengan cat air dan membuat lukisan dengan lilin berwarna..."

Необычные хобби русских писателей. М.Ю. Лермонтов

Mentor pertamanya dalam bidang seni rupa adalah seorang seniman bernama Aleksander Sosnitsky. Ia yang mempersiapkan pemuda itu untuk masuk ke Pansion (Sekolah Asrama) Universitas Bangsawan Moskwa. Selanjutnya, Lermontov mengambil pelajaran melukis dari seniman Rusia terkemuka, Pyotr Zabolotsky, yang kemudian melukis dua potret sang penyair itu sendiri pada tahun 1837 dan 1840.

Lermontov adalah seniman serba bisa. Dia bisa melukis pemandangan, potret, adegan dengan beragam genre, termasuk adegan perang, hingga ilustrasi untuk karya-karya sastranya sendiri, bahkan karikatur. Karya-karya terbaiknya berkaitan dengan Pegunungan Kaukasus, khususnya lukisan-lukisan dengan semangat romantisme, dilukis selama dan setelah pengasingan pertamanya di sana. Sampai saat ini, ada 13 lukisan karya Lermontov yang dibuat dengan media minyak di atas kanvas, karton dan kayu, 40 karya dengan media cat air, serta lebih dari 300 gambar dan sketsa buatannya.

Необычные хобби русских писателей. М.Ю. Лермонтов

Nikolay Gogol dan Kegiatan Menjahit

Nikolai Gogol adalah salah satu tokoh paling misterius di antara para sastrawan klasik Rusia. Dia tidak hanya memiliki kebiasaan dan fobia yang aneh, tetapi juga punya hobi yang aneh. Misalnya, Gogol suka sekali mengumpulkan edisi buku mini yang saat ini biasa kita sebut sebagai "buku saku" (карманные). Kadang-kadang dia menghabiskan banyak uang untuk membeli buku-buku yang sama sekali tidak menarik baginya dari sudut pandang sastra, hanya karena bentuknya yang mini itu.

Gogol juga memiliki hobi lainnya yang tidak biasa. Menurut para kritikus sastra dan teman dekatnya, Pavel Annensky, Gogol senang melakukan kegiatan menjahit. Dia sangat rajin memotong saputangan cambricnya atau memperbaiki mantelnya. Kemampuannya dalam berkutat dengan jarum kemungkinan besar datang kepadanya dari empat saudarinya, Anna, Mariya, Olga dan Yelizaveta.

Необычные хобби русских писателей. Н.В. Гоголь

Siapa yang menyangka bahwa Gogol ternyata juga suka memasak? Dia suka menyuguhkan vareniki dan galyuski buatannya sendiri kepada teman-temannya. Minuman favorit Gogol adalah susu kambing yang dimasak dengan resep khusus dengan tambahan rum, yang entah mengapa, minumannya itu ia namai juga "gogol-mogol", meskipun sebenarnya hidangan penutup "gogol-mogol" yang asli dibuat dengan tambahan gula dan telur.

Vladimir Nabokov dan Kupu-kupu

Nabokov muda adalah seorang remaja yang cerdas dan sangat tertarik pada apapun yang ada di sekitarnya. Karakternya itu menjadi alasannya untuk menyukai kupu-kupu. Kecintaannya pada serangga rapuh ini kemudian berkembang menjadi penelitian ilmiah yang nyata. Nabokov membuktikan bahwa dirinya bsa menjadi peneliti dan ahli entomologi yang serius. Ia bahkan menjadi orang pertama yang mendeskripsikan beberapa spesies kupu-kupu dalam artikel ilmiahnya.

Kupu-kupu juga menjadi simbol karyanya di bidang sastra. Para peneliti menghitung bahwa ada 570 referensi tentang serangga dalam karya-karya Nabokov. Dia berkali-kali mengatakan, bahwa seandainya dia tetap tinggal di Rusia, maka kemungkinan besar dia akan menjadi seorang peneliti di museum zoologi di salah satu provinsi di Rusia.

Необычные хобби русских писателей. В. Набоков

Nabokov mempelajari tentang kupu-kupu di mana pun dia tinggal, di Sankt-Peterburg, di Krimea, di Prancis dan di Amerika. Pada akhirnya Nabokov memilih Swiss sebagai tempat tinggal permanennya. Ketika ditanya mengapa dia memutuskan untuk menetap di sana, Nabokov selalu menjawab bahwa kupu-kupu adalah alasan utamanya. Selama hampir 70 tahun kehidupannya sebagai penulis di pengasingan, ia telah mengumpulkan beberapa koleksi yang mengesankan. Tetapi hanya kupu-kupu dari periode tinggal di Amerika dan Swiss saja yang berhasil disimpan hingga hari ini.

Nabokov juga menyukai olahraga tinju. Saat masih remaja, Nabokov pernah berlatih tinju dengan seorang pelatih pribadi. Memasuki tahun-tahun kehidupannya sebagai seorang emigran yang miskin, keahlian tinjunya itu memungkinkan Nabokov untuk tidak kehilangan tempat tinggal. Ia tidak hanya memberikan les tenis dan bahasa Prancis, tetapi juga les tinju. Selain itu, pengetahuannya tentang tinju rupanya membantu Nabokov menggambarkan adegan-adegan pertarungan dalam novelnya yang berjudul "Подвиг" (Kebanggan).

Aleksander Kuprin dan Aviasi

Penulis yang terkenal dengan novel-novelnya yang berjudul "Gelang Merah Delima" dan "Duel" ini memiliki hobi yang cukup eksotis, bahkan jika melihatnya dari sudut pandang modern, hobinya ini bisa dibilang, benar-benar ekstrem. Aleksander Kuprin memiliki ketertarikan dengan aviasi, atau kegiatan penerbangan. Sebagai seorang pria bertubuh kuat, dia suka untuk terbang ke langit dengan balon dan pesawat terbang dan menyelam ke dasar laut dengan pakaian selam.

Необычные хобби русских писателей. А.И. Купринhttps://b1.culture.ru/c/768087.webp

Hobi Aleksander Kuprin ini mulai digeluti olehnya sejak tahun 1909 setelah ia mengunjungi lapangan terbang Sankt-Peterburg dan menonton salah satu penerbangan umum pertama. Meskipun penerbangan yang ditampilkan di sana berakhir dengan insiden yang tidak menyenangkan, di mana ada pesawat yang jatuh (meski tidak ada yang meninggal dalam kecelakaan itu), namun keinginannya untuk bisa mengudara sendiri tetap ada dalam diri Kuprin. Karena keinginannya itu, ia juga mengajak temannya yang merupakan pegulat terkenal, Ivan Zaikin.

Pada tahun 1910, mereka mewujudkan mimpi bersamanya di Odessa dengan menaiki "Farman", pesawat buatan Prancis yang saat itu sedang populer. Pilot dan penumpang ini kemudian duduk di kokpit yang terbuka, di mana di depan ada Zaikin sang penerbang, sedangkan Kuprin duduk di belakangnya. Penerbangan mereka berakhir dengan kecelakaan, membuat para penggemar aviasi itu nyaris membayar impian mereka dengan hidup mereka sendiri. Ada begitu banyak kesan mendalam yang Kuprin tuangkan dalam esainya yang berjudul "Мой полёт" (Penerbanganku).

 

 Ketika sekolah penerbangan dibuka di lapangan terbang Gatchina pada tahun 1910, Kuprin jadi sering datang ke lapangan terbang tersebut. Dia berteman dengan pilot Prokofiev dan pilot Konovalov. Mereka pun sering mengajaknya terbang, dan Kuprin, pada gilirannya, menuliskan cerita-ceritanya yang didedikasikan untuk mereka. Sampai akhir hayatnya Kuprin tetap antusias terhadap dunia aviasi, bahkan ia menulis banyak cerita yang didedikasikan untuk para pengembang aviasi dan para pilot yang pemberani, seperti dalam "Люди-птицы" (Manusia Burung), "Волшебный полёт" (Penerbangan Ajaib), "Сны" (Mimpi), "Сергей Уточкин" (Sergey Utochkin), "Сашка и Яшка" (Sashka dan Yashka), "Потерянное сердце" (Hati yang Hilang).

 

 

 

 

 

Sumber:

Дарья Лёгкая. Необычные хобби русских писателей. Культура.РФ


Rabu, Agustus 25, 2021

Kapan Es Krim Muncul di Rusia?

 

Lukisan karya Alexander Monin, "Di Dekat Bioskop "Barrikada" (Novye vremena). 1936.
Koleksi Galeri Tretyakovskaya, Moskwa


Camilan yang sekilas menyerupai es krim yang kita kenal hari ini telah ada sejak lama di zaman Rusia kuno. Saat musim dingin, biasanya akan muncul pasar musiman yang disebut "yarmarka" di mana kita bisa temukan pedagang susu beku yang disajikan dalam cangkir kecil. Kemudian susu tersebut diserut dan dipotong dengan pisau untuk kemudian dimakan dengan kue bliny (panekuk) atau dengan bubur, kemudian dicampur dengan madu, selai, atau kismis. Saat perayaan Maslenitsa (perayaan menyambut musim semi) di desa-desa di Rusia, ada kebiasaan masyarakat yang membuat makanan dari campuran tvorog (keju cottage), smetana (krim asam), madu, dan kismis. Agar lebih menarik, mereka membentuknya seperti burung atau hewan lainnya, kemudian dibekukan dan dibagikan kepada anak-anak. Yang menarik, makanan semacam itu tidak menggunakan gula, sebab pada masa itu harga gula sangat mahal dan pada umumnya tidak bisa diperoleh oleh masyarakat dari golongan petani biasa.


Di rumah-rumah para bangsawan, makanan penutup dingin mulai populer pada masa pemerintahan Tsaritsa Yekaterina II. Pada 1791, "Buku Masak Lengkap Terbaru" edisi bahasa Prancis yang telah diterjemahkan, diterbitkan di Moskwa. Seluruh bab di dalam buku tersebut dikhususkan untuk menyajikan resep-resep es krim, di antaranya disarankan untuk menyajikannya dengan ceri, malina (raspberry), klyukva (cranberry), cokelat, lemon, dan tambahan lainnya.

Pada akhir abad ke-18, masyarakat kelas atas umumnya menyukai makanan penutup yang disebut "Везувий на Монблане", merupakan serapan dari bahasa Prancis "Vesuvius di Mont Blanc", berupa es krim yang dituangkan dengan cognac atau rum, lalu dibakar. Penyair Rusia, Gavriil Derzhavin, saat merayakan Hari Penamaan dirinya (hari untuk mengingat orang suci yang namanya digunakan sebagai nama baptis oleh seorang Kristen Ortodoks pada saat pembaptisannya), menyelenggarakan acara makan besar, di mana es krim disajikan dalam bentuk gereja atau kastil kuno.

Namun pada awal abad ke-19, kelezatan camilan dingin ini tidak lagi menjadi "kesenangan yang luar biasa", sebab orang-orang mulai menjualnya di yarmarka. Seorang penulis Rusia, Pavel Efebovsky, menulis dalam esainya yang berjudul "Para Penjaja di Peterburg" sebagia berikut:
"Es krim dijual oleh seorang petani Rusia di bak besar berisi es. Bak semacam itu memiliki berat setidaknya tiga pon; tetapi petani itu tidak mengeluh, ia mengangkatnya di kepalanya dan berteriak: "Es krim enak!" Dan saat para pembeli memakannya, mereka akan mengatakan... "Hanya saja mahal harganya, segelas hanya untuk tiga teguk, harganya tidak kurang dari dua kopek."

Sampai pada awal abad ke-19, pembuatan es krim di Rusia masih dilakukan secara eksklusif dengan tangan. Baru pada tahun 1845, pemilik restoran dan pembuat manisan kelahiran Swiss, Johann-Lucius Isler, mematenkan sebuah mesin yang memungkinkan untuk membuat camilan lezat ini secara mekanis. Isler membuka salah satu kafe Sankt-Peterburg paling populer di Nevsky Prospekt, di mana mereka menyajikan es krim dengan bahan tambahan yang tidak biasa pada waktu itu, seperti liquor buah, kopi bubuk, infus bunga jeruk, pistachio, dan kenari. Pada saat yang sama, tiga varietas utama makanan penutup dingin juga muncul, seperti sorbetto atau minuman buah yang sangat dingin; granito dari jus buah beku dan es krim itu sendiri, terbuat dari massa padat susu atau krim dengan gula dan berbagai bahan tambahan, persis dengan es krim modern yang kita kenal saat ini.

Es krim juga sangat populer di istana kekaisaran. Tsar Aleksander I memiliki koki Prancis bernama Karem. Ia menemukan jenis-jenis baru makanan penutup ini demi mengejutkan sang tsar. Hanya Tsar Nikolay I yang menolak es krim. Dia menolak makan es krim sebagai bentuk solidaritas terhadap saudaranya, Mikhail, yang melakukan diet ketat atas rekomendasi dokter. Tetapi istri tsar, Aleksandra Feodorovna, bisa memesan dua porsi es krim dari toko kue senilai 1 rubel 72 kopek setiap harinya.

Setelah Revolusi Rusia, industri pembuatan es krim terhenti sementara. Produksinya baru dilanjutkan kembali pada tahun 1930-an atas perintah Anastas Mikoyan yang saat itu menjabat sebagai Komisaris Makanan Rakyat. Di masa Uni Soviet ini barulah muncul jenis-jenis es krim yang telah kita kenal hari ini, mulai dari es loli (di Rusia disebut "eskimo") yang disajikan dengan stick kayu, es krim kerucut dengan wafel, serta es krim cangkir.

Pengunjung kafe di Moskwa menikmati hidangan es krim. Uni Soviet, 1991.
Foto: Lyudmila Pakhomova / TASS.

 

 

 

Sumber Bacaan:
Ирина Кирилина. Культура.РФ: Когда в России появилось мороженое?


Minggu, Agustus 22, 2021

Praktik Pengobatan Tradisional di Rusia Kuno


Pada zaman dahulu, pengobatan di desa-desa dilakukan oleh "volkhvy", yaitu para dukun yang mempelajari magis. Seiring berjalannya waktu, peran mereka tergantikan oleh "znakhari" (para tabib pedesaan) dan "zeleyniki" (ahli tanaman obat). Adapun pengetahuan mereka yang berdasarkan pengalaman praktis dan ritual magis tetap diajarkan secara turun-temurun dari generasi ke generasi. Bagaimana bayangan masyarakat Rus kuno terhadap penyakit demam? Bagaimana metode pengobatannya? Bagaimana cara mereka menyembuhkan penyakit mental? Apa yang harus dilakukan untuk dapat mengusir epidemi dari desa-desa mereka? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan dijawab dalam tulisan ini.

 

Lechebniki, Travniki dan Zeleyniki
Para sejarawan dapat mengetahui praktik pengobatan penyakit tradisional di zaman Rus Kuno melalui informasi dari lechebniki (tabib), dari travniki (ahli rerumputan obat), dongeng legenda dan catatan tentang kehidupan orang suci (zhitiy svyatykh). Dalam catatan-catatan tersebut dapat diketahui berbagai metode pengobatan, mulai dari pengobatan bisul dan penyakit kulit, cara aman melepaskan anak panah, hingga cara melakukan operasi sederhana. Di pedesaan Rus kuno biasanya "volkhvy" atau para dukun dilibatkan dalam proses pengobatan tersebut. Setelah agama Kristen mendominasi kehidupan bermasyarakat bangsa Rus, orang-orang sakit mulai dirawat di gereja-gereja yang mereka bangun. Biasanya di halaman-halaman biara gereja ditanami tanaman-tanaman yang bisa digunakan sebagai ramuan obat dan bahan untuk campuran minuman penyembuhan. Seiring berjalannya waktu, peran znakhar atau "tabib pedesaan" menguat dan dilibatkan dalam penyembuhan penyakit badan maupun mental. Untuk mencegah penyakit, masyarakat Rus kuno biasanya memakai jimat pelindung sihir berupa pisau, sendok atau figur hewan tertentu di tubuh mereka.

Kelompok lechebniki dan zeleyniki kemudian muncul sebagai tokoh dan sumber pengetahuan pengobatan kuno di tanah Rus. Mereka mencoba menggambarkan penyakit dan mempelajari anatomi tubuh manusia, melakukan praktik pijat dan gosok tubuh, serta berusaha memberikan nasihat yang lebih rasional kepada masyarakat tentang makanan bernutrisi dan gaya hidup sehat. Meski demikian, dalam banyak cerita rakyat, ucapan bijak dan peribahasa Rusia dapat kita temui tendensi sebagian masyarakat dari golongan petani yang tidak mempercayai ilmu kedokteran. Misalnya: "не жива та душа, что по лекарям пошла" (jiwa datang kepada para dokter adalah jiwa yang tidak hidup), "добрая аптека убавит века" (apotek yang baik akan memakan waktu berabad-abad). Takhayul tentang kesehatan masih tetap bertahan selama berabad-abad di Rusia. Para etnografer Rusia mencatat bahwa pada abad ke-19, meskipun ilmu kedokteran telah berkembang dengan pesat, namun penyakit yang muncul di pedesaan Rusia masih dianggap sebagai bentuk hukuman Tuhan atas dosa mereka.

Sakit kepala, Rabun Senja dan Penyakit Kudis

Pencatat folklor Rusia, Vladimir Dal, merupakan salah satu dari yang pertama mempelajari pengobatan tradisional di lingkungan masyarakat petani Rusia. Metode pengobatan tradisional petani Rusia selanjutnya dipelajari pada akhir abad ke-19 oleh dokter Gavriil Popov. Dia menerbitkan sebuah karya berjudul "Pengobatan Rakyat Rusia" yang menggambarkan metode pengobatan di berbagai daerah di Rusia.

Gavriil Popov menulis bahwa seringkali para petani tidak mengaitkan asal usul penyakit dengan alasan yang sebenarnya. Misalnya karena mereka tidak mementingkan kebersihan tempat tinggal dan sirkulasi udara rumahnya, serta kualitas makanan dan air yang mereka gunakan. Dia juga mencatat bahwa para petani tidak memperhatikan cara yang tepat merawat orang sakit atau melakukan diet untuk penyembuhan. Salah satu alasan utama tingginya angka kematian bayi di tanah Rus juga disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang cara memberi anak-anak yang menyebabkan kematian. Seorang anak yang baru lahir sering diberi roti, sebab mereka percaya bahwa dengan cara ini si anak dapat tumbuh dan berkembang lebih cepat. Begitu bayi mulai dapat memegang sendok, orangtua mereka kemudian memberi makan dengan sayuran mentah dan kvas asam, meskipun tubuh anak belum tentu dapat beradaptasi dengan makanan semacam itu.

Kondisi kehidupan dan pekerjaan di pedesaan juga menjadi penyebab munculnya penyakit pada orang dewasa. Penduduk desa makan dengan makanan itu-itu saja dan dengan nutrisi yang buruk. Misalnya para petani sangat jarang makan daging dan ikan, hanya makan roti, kentang, dan sayuran yang berkualitas buruk. Di musim semi, ketika masih jauh dari musim panen, sedangkan stok makanan sudah hampir habis, biasanya muncul penyakit "rabun senja" di desa-desa, dan ketika terjadi gagal panen besar, akan muncul penyakit kudis yang diakibatkan kekurangan vitamin.

Keluarga-keluarga petani biasanya tinggal di gubuk bersama keluarga besar, kadang-kadang hewan juga ikut disimpan di dalam kamar, seperti anak sapi dan domba, menyebabkan udara di dalam rumah menjadi pengap. Jika gubuk itu telah usang, maka di musim dingin gubuk itu akan membeku, membuat orang yang tinggal di dalamnya kedinginan. Sebaliknya, di musim panas para petani harus bekerja seharian di tengah panasnya ladang, para penuai gandum harus terbiasa dengan sakit kepala yang dideritanya. sayangnya penduduk desa tidak mementingkan penyebab sebenarnya dari penyakit-penyakit tersebut, sebab mereka lebih percaya pada beragam penjelasan supernatural.

Wabah Embun Beracun dan Sakit Jantung di Perut


Penyakit seperti tifus, reumatik, demam dan segala jenis penyakit paru-paru, dianggap penyakit biasa semacam masuk angin. Umumnya penyakit-penyakit tersebut muncul karena kedinginan. Mereka menyebut "Angin buruk" sebagai faktor penyebaran infeksi saat epidemi tersebar di seluruh desa. Bersamaan dengan angin, embun juga ikut membawa penyakit massal itu. Mereka meyakini bahwa salah satu epidemi kolera yang pernah terjadi dimulai setelah adanya embun "beracun" yang jatuh pada buah-buahan mereka.

Para petani menganggap bahwa sistem pernapasan, peredaran darah, dan proses internal lainnya dalam tubuh manusia merupakan rahasia yang disembunyikan Tuhan. Mereka mengetahui organ dalam tubuh hanya dengan melihat dari anatomi hewan. Orang yang sehat dan kuat disebut pemilik "dua kehidupan", karena mereka percaya bahwa darah mereka tidak hanya melalui "satu pembuluh darah", tetapi melalui dua pembuluh darah, sehingga kekuatan dan kesehatan mereka dua kali lebih besar. Para petani juga tidak mengetahui di mana letak perut dan di mana letak jantung, sehingga mereka sering mengeluh sakit jantung ketika sebenarnya mereka hanya menderita penyakit perut. Sedangkan sakit kepala mereka anggap karena adanya "darah buruk", sehingga perlu diobati dengan cara mengeluarkan darah.

Setan dan Tuhan yang Melepaskan Penyakit


Penyakit di kalangan masyarakat sering dianggap sebagai makhluk yang sementara hidup dan menetap di dalam tubuh manusia. Karena itu orang-orang berusaha berbicara kepada "makhluk" tersebut, menyapa dan memerintahkan mereka akan sesuatu, sambil menuntut jawaban dari mereka. Orang-orang percaya bahwa "makhluk" tersebut dapat terlihat seperti wanita muda yang cantik atau wanita tua yang jelek. Penyakit cacar, tifus, dan demam mereka anggap berasal dari tempat tinggal mereka di sungai, rawa, dan laut yang jauh. Penyakit itu dapat menyerang seseorang di malam hari dan tinggal di dalam tubuhnya, sampai akhirnya penyakit itu beralih ke orang malang lainnya. Menurut pandangan lain, Tuhan dan Setan menempatkan penyakit-penyakit di dalam rumah besi yang dikunci dengan gembok. Adapun malaikat secara berkala melepaskan penyakit-penyakit itu ke alam liar, sehingga penyakit dapat menyerang orang yang memang diperintahkan untuk sakit sampai akhirnya penyakit itu akan kembali ke dalam kurungannya lagi.

Di antara masyarakat pedesaan, biasanya mereka membayangkan penyakit demam sebagai sosok 12 wanita yang masing-masing memiliki kekhasannya tersendiri. Yang satu menyebabkan insomnia, yang lainnya menyebabkan kehilangan nafsu makan, sedangkan yang lainnya lagi merusak dan menarik pembuluh darah dst. Menurut salah satu versi mengatakan bahwa kata Rusia "лихорадка" yang berarti "demam" berasal dari ungkapan "лихо радуются" (sangat bersukacita), sebab mengacu pada bayangan mereka tentang para wanita penyebab demam yang bersuka cita atas penderitaan si orang sakit. Diyakini juga bahwa demam dapat menular karena berciuman, atau berasal dari lalat yang terbang dan hinggap di makanan. Masyarakat Rus kuno percaya bahwa epidemi penyakit menular yang serius dikirim oleh Tuhan sebagai hukuman atas dosa mereka. Karena itulah kebanyakan masyarakat percaya bahwa dokter dan obat-obatan tidak akan dapat membantu mereka.

Di beberapa daerah, penyakit digambarkan oleh mereka dalam bentuk hewan. Misalnya, cacar digambarkan seperti katak, demam seperti kupu-kupu, dan campak seperti landak. Sakit perut sering digambarkan seperti ular atau katak. Masyarakat juga menganggap bahwa seeorang dapat menjadi pemabuk berat karena pernah meminum vodka yang telah diisi cacing-cacing kecil oleh para setan.

Menurut pandangan lain, iblis adalah bapak dari semua penyakit, itulah sebabnya kebanyakan dari penyakit tidak dapat disembuhkan. Cedera atau luka yang bisa terjadi di antara aktivitas dan pekerjaan sehari-hari mereka gambarkan bahwa itu adalah karena trik dari iblis. Iblis bisa membalikkan kuda sehingga menjejakkan kakinya pada pemiliknya, atau iblis juga bisa mendorong, mematahkan lengan, atau melukai seseorang saat sedang bekerja dengan kapak. Iblis dapat "membingungkan" seseorang, membuat seseorang seakan bukan dirinya sendiri. Bahkan jika ada dua orang yang sedang berkelahi, iblis dianggap dapat menyebabkan cedera serius pada salah satu dari mereka dan bahkan membawa seseorang untuk membunuh orang lainnya. Gambaran tentang trik iblis juga dijadikan alasan oleh mereka untuk menjelaskan adanya gejala histeria, kegilaan, dan epilepsi. Mereka menganggap bahwa iblis telah merasuki seseorang, memukuli tubuhnya dari dalam, dan meneriakkan kutukan dengan suara yang berbeda.  

 
Apotek yang baik akan memakan waktu berabad-abad

Di lingkungan petani, umumnya orang-orang berpandangan skeptis terhadap dokter dan apoteker. Setiap keluarga biasanya sudah memiliki seperangkat pengobatan rumahan untuk penyembuhan mandiri. Misalnya seorang pasien disuruh untuk menempelkan perutnya atas kompor yang hangat, menggosok tubuhnya dengan berbagai zat dan benda tertentu, mulai dari tar, irisan daging babi, hingga lobak. Jika metode biasa tidak juga membantu, barulah mereka pergi ke znakhar (tabib desa). Para penyembuh dan semacam wanita perawat itu akan membantunya melakukan pemijatan dan penggosokan tubuh, sebab mereka juga tahu bagaimana menghentikan pendarahan dan memberi mereka ramuan herbal. Salah satu cara terapi dan pencegahan utama yang dianggap efektif oleh orang-orang adalah tradisi "banya" atau mandi uap panas. Biasanya orang dewasa maupun anak-anak akan melonjak-melonjak jika di dalam tubuhnya terdapat penyakit atau sihir saat dibawa ke dalam ruangan banya.

Metode pengobatan dengan magis juga umum dilakukan di masa Rus kuno. Penyakit tumor dan penyakit kulit lainnya mereka hindari dengan cara membuat gambar berbentuk lingkaran ajaib dengan arang atau ujung pisau yang mereka anggap dapat melindungi bagian tubuh yang sehat dari penyebaran penyakit tersebut. Simbol lingkaran sihir juga mereka gunakan dalam ritual "opakhivaniye" atau ritual yang dilakukan untuk melindungi desa dari wabah.

"Inti dari ritual "opakhivaniye" adalah dengan membuat garis ajaib agar penyakit yang menjadi wabah tidak menyebar dan melewati batas (yang mereka buat). Pembuatannya dilakukan dengan cara membajak tanah yang melibatkan gadis-gadis muda atau janda. Kadang-kadang cara seperti ini dilakukan di awal kemunculan wabah, di mana rumah-rumah yang menjadi kemunculan wabah tersebut diisolasi, atau bahkan garis itu juga dibuat untuk melindungi seluruh desa agar penyakit dari desa-desa tetangga tidak masuk ke desa mereka."

= Dari buku "Pengobatan Rakyat Rusia" karya Gavriil Popov =

Doa juga diakui sebagai obat universal untuk semua penyakit, terutama doa yang dirapalkan di hadapan ikon ajaib dan barang peninggalan orang-orang kudus. Misalnya, saat menghadapi wabah demam di setiap rumah orang-orang akan tersebar daftar doa yang harus dibaca dan itu dianggap sebagai obat yang efektif. Baik orang sehat maupun orang sakit membaca doa sambil mengenakan kalung salib di dadanya, atau dengan menggantungkannya di tas kecil sebagai jimat.


Masyarakt Rus kuno juga percaya bahwa penyakit dapat "dipindahkan" ke pohon, hewan, atau manusia lainnya. Untuk menyembuhkan seorang anak, mereka akan memilih pohon muda yang kuat di hutan, seperti pohon birch atau pohon ek. Sebuah lubang lebar dipotong pada pohon itu agar si anak bisa melewatinya. Adapun untuk memindahkan penyakit ke air, maka mereka akan mengambil roti, mengasinkannya dan kemudian mengucapkan kata-kata ajaib sebelum melemparkannya ke sungai.

Mereka mencoba menakut-nakuti penyakit dengan suara keras yang tidak terduga, bisa dengan teriakan atau tembakan. Mereka juga memukul dinding di sebelah orang yang sakit, atau bahkan memukul tubuh si sakit serta menyiramnya dengan air dingin. Sebagaimana anggapan mereka bahwa penyakit itu seperti makhluk hidup, maka harus ditakuti agar dapat meninggalkan tubuh. Itu juga yang menjadi tujuan mengapa pasien diberi minuman pahit atau menjijikkan.

Anak-anak di desa dirawat terutama oleh para znakhari atau tabib desa yang akan membacakan sesuatu atas mereka dan memberi mereka ramuan-ramuan herbal. Diyakini juga bahwa dengan memakaikan pakaian ritual pada bayi yang sakit akan dapat memberikan kekuatan penyembuhan.

Adapun penyakit mental biasanya dipercayakan penyembuhannya pada pendeta. Pasien seperti itu dianggap kerasukan, karena mereka percaya bahwa roh jahat telah menyusup ke diri mereka. Di gereja-gereja dan biara-biara, doa-doa khusus akan dibacakan kepada orang yang dianggap kerasukan, termasuk juga membawakan ikon-ikon ajaib ke hadapan mereka.



Sumber Bacaan:

Культура.рф: Народная медицина на Руси.