Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya!
Tampilkan postingan dengan label Perayaan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Perayaan. Tampilkan semua postingan

Sabtu, April 23, 2022

Tradisi Paskah di Rusia

Пасха — третий по значимости праздник в России 

Paskah adalah hari raya terbesar bagi umat Gereja Ortodoks Rusia. Rangkaian perayaan Paskah adalah untuk memperingati peristiwa saat Yesus Kristus disalibkan di Bukit Golgota dan kebangkitannya. Hari raya ini dianggap sebagai hari yang paling suci di antara hari raya keagamaan lainnya bagi umat Gereja Ortodoks Rusia. Dalam rangka memperingatinya, masyarakat Rusia memiliki sejumlah tradisi yang unik dan menarik. Perayaan Paskah oleh umat Gereja Ortodoks Rusia pada tahun 2022 ini jatuh pada tanggal 24 April 2022.


Puasa Agung
Dalam menyambut Paskah, umat Gereja Ortodoks Rusia berpuasa selama 40 hari. Puasa ini dilakukan dengan menahan diri dari makanan yang dilarang saat berlangsungnya puasa, seperti susu, daging, mentega, keju, telur dan olahan bahan-bahan makanan tersebut, serta minuman beralkohol (kecuali anggur pada waktu tertentu). Mereka menghindari kegiatan duniawi yang bersifat melenakan, banyak mengikuti liturgi gereja, membaca doa dan mempelajari peristiwa yang berkaitan dengan penyaliban Kristus.

Kue Kulich dan Telur Paskah
Seminggu sebelum perayaan puncak Paskah, masyarakat Rusia biasanya membersihkan rumahnya. Orangtua mengajak anak-anaknya menghias telur rebus dengan warna, gambar atau cara lainnya. Sebelum memakannya, anak-anak akan menggunakannya sebagai mainan, yakni dengan membenturkannya dengan telur milik lawan mainnya. Telur siapa yang pecah lebih dulu, berarti ia kalah. Selain itu, di minggu ini orang-orang akan memasak atau membeli kue Paskah yang disebut "kulich", yakni kue manis dengan warna-warni yang memikat.

Makan Pagi setelah Puasa Agung
Makan pagi bersama keluarga setelah menyelesaikan puasa agung merupakan momen terpenting dalam perayaan Paskah. Saat menjalankan puasa agung, umumnya umat Gereja Ortodoks Rusia hanya makan roti gandum, sayuran dan sereal saja. Namun setelah puasa selesai, mereka akan memakan kue kulich dari tepung putih, kue paskha dari keju cottage, dan telur rebus yang sudah dihias sebelumnya. Telur paskah yang telah disucikan dipercaya memiliki keajaiban dan bisa memberikan kesembuhan.

Ciuman Paskah
Pada puncak perayaan di hari Minggu Paskah, umat Kristen Ortodoks saling menyapa dengan ungkapan salam "Христос воскрес!" (Kristus telah bangkit!), dan orang yang disapa akan menjawab "Воистину Воскрес!" (Sesungguhnya ia telah bangkit!). Setelah saling mengucapkan salam tersebut, mereka akan saling mencium pipi masing-masing tiga kali yang disebut sebagai "Ciuman paskah".

Paskah untuk Semua
Minggu Paskah disebut juga sebagai Minggu Cerah. Paskah di Rusia tidak hanya dirayakan oleh umat Kristen, tapi juga oleh mereka yang non-religius, sebab perayaan ini dianggap sebagai momen terbaik untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Pada hari Paskah orang-orang, akan pergi ke gereja bersama keluarganya untuk mengikuti kebaktian. Setelah kebaktian, pihak gereja memberikan kesempatan bagi setiap orang yang datang ke gereja untuk membunyikan lonceng gereja.

 

Ucapan Selamat Paskah dalam Bahasa Rusia
Untuk mengucapkan selamat Paskah dalam bahasa Rusia, kita bisa menggunakan beberapa pilihan ucapan berikut:
Поздравляю с Пасхой! (Saya ucapkan selamat Hari Paskah!)
Счастливой Пасхи! (Semoga berbahagia di Hari Paskah!)
Со светлой Пасхой! (Selamat merayakan Hari Paskah yang cerah!)
С праздником Пасхи! Христос Воскрес! (Selamat Hari Raya Paskah! Kristus telah bangkit!)


Kamis, Desember 30, 2021

Sejarah Perayaan Tahun Baru di Rusia

Kemunculan Perayaan Tahun Baru di Tanah Rus

Sejak ditetapkannya Kristen sebagai agama resmi di Tanah Rus oleh Pangeran Vladimir I pada abad ke-10, bangsa Rus mulai menggunakan sistem perhitungan tahun berdasarkan sistem kalender Bizantium. Perhitungan tahun berdasarkan sistem Bizantium ini dimulai dari "masa penciptaan dunia" berdasarkan Alkitab yang dimulai dari tahun 5508 SM. Sistem penanggalan tersebut cocok dengan perhitungan sistem kalender Julian. Perayaan tahun baru awalnya dirayakan setiap musim semi pada bulan Maret, namun sejak abad ke-15 perayaan tahun baru dilakukan pada musim gugur setiap tanggal 1 September. Perayaan ini dilakukan dalam bentuk kebaktian yang dihadiri oleh Tsar, patriark, perwakilan pemimpin keagamaan, bangsawan dan para abdi negara berkumpul di alun-alun katedral di Kremlin Moskwa untuk melaksanakan upacara khidmat dalam menyambut "awal musim panas yang baru". Kedatangan musim panas saat itu dijadikan patokan awal tahun, itulah mengapa kata "лет" yang merupakan varian kata yang berarti "tahun" dalam bahasa Rusia memiliki akar kata yang sama dengan kata "лето" atau "musim panas".

Поменял осень на зиму. Как Петр I перенес празднование Нового года | Люди |  ОБЩЕСТВО | АиФ Санкт-Петербург
Di masa Pyotr I untuk pertama kalinya masyarakat Rusia merayakan tahun baru di musim dingin.

Pada tanggal 29 dan 30 Desember (atau pada 19 dan 20 Desember menurut perhitungan kalender lama/kalender Julian) tahun 1699 Imperator Pyotr I mengeluarkan dua dekret tentang pengenalan sistem perhitungan tahun yang baru dan tentang perayaan tahun baru. Dokumen-dokumen yang ditulis mulai saat itu harus mengacu pada hari kelahiran Kristus dan bukan pada "masa penciptaan dunia", sehingga tahun 7208 yang tercatat pada saat itu dikonversi menjadi tahun 1699. Adapun untuk merayakan tahun baru Rusia harus mencontoh negara-negara Kristen di Eropa, yakni pada musim dingin setiap tanggal 1 Januari. Meski demikian, Imperator Pyotr I tidak memperkenalkan kalender Gregorian meskipun banyak negara di Eropa yang beralih ke kalender Gregorian. Karena itulah hingga abad ke-20 Rusia masih mempertahankan perhitungan tahun berdasarkan kalender Julian dan merayakan tahun baru 11 hari lebih lambat dari kebanyakan negara Eropa lainnya.

Pohon Cemara sebagai Simbol Natal dan Tahun Baru

Berdasarkan dekret 30 Desember 1699, Pyotr I memberikan perintah untuk menghiasi jalan-jalan utama Moskwa dan rumah-rumah bangsawan, dengan tumbuhan runjung serta cabang-cabang pepohonan, juga di gerbang atau di atas penduduk. Untuk memberikan contoh kepada masyarakat, ia menggunakan pohon cemara yang dipasang di Gostiny Dvor. Tsar mengadopsi kebiasaan ini dari orang-orang Eropa yang tinggal di pemukiman Jerman (kini masuk dalam wilayah Lefortovo).

Warga kota harus saling memberi selamat, membuat api unggun di pinggir jalan-jalan, menembakkan senapannya ke udara serta melepaskan kembang api. Lapangan Merah saat itu mulai dijadikan tempat perayaan utama tahun baru, di mana kembang api, tembakan senapan dan meriam turut memeriahkan perayaan acara tersebut. Liburan tahun baru berlangsung hingga tujuh hari. Selain itu diperkenalkan juga tradisi pesta topeng bagi masyarakat. Selanjutnya, di masa pemerintahan Yelizaveta I pesta dansa dengan topeng yang diadopsi dari tradisi Eropa barat menjadi mode tersendiri bagi kaum bangsawan Rusia.

Pohon cemara atau pohon Natal untuk publik untuk pertama kalinya dipasang pada hari Natal tahun 1852 di Sankt-Peterburg, tepatnya di bangunan stasiun kereta api Yekaterina. Setelah itu mulai dipasang juga pohon-pohon Natal di tempat umum lainnya, misalnya di Moskwa dipasang di gedung Blagorodniy di Okhotniy ryad (kini gedung itu bernama Dom Soyuzov). Para bangsawan, saudagar dan pemilik bisnis industri turut memeriahkan tahun baru dengan menyelenggarakan pesta amal tahun baru bagi anak-anak.

Pohon Natal amal yang dipasang untuk menghiasi sekolah pada abad ke-19.

Pohon-pohon Natal ini pada umumnya dihiasi sejak tanggal 25 Desember hingga tahun baru atau hingga Baptisan tanggal 19 Januari.  Perayaan tahun baru saat itu hanya dianggap sebagai perayaan tambahan dari perayaan Natal itu sendiri. Dekorasi awal untuk pohon Natal saat itu umumnya lekat dengan figur-figur bertema Kristen. Lilin, manisan, buah-buahan dan kacang-kacangan juga digunakan sebagai hiasan. Biasanya bintang yang melambangkan "Bintang Betlehem" dipasang di bagian paling atas pohon cemara itu sebagai mahkotanya. Hiasan untuk pohon cemara ini terus berkembang, sehingga orang-orang Rusia mulai mendatangkan hiasan dan mainan yang terbuat dari kaca dengan mengimpornya dari Jerman. Karena semakin banyaknya permintaan masyarakat Rusia terhadap hiasan kaca untuk pohon Natal, maka pada akhir abad ke-19 pabrik bola kaca dan manik-manik didirikan di Rusia di dekat kota Klin oleh Pangeran Aleksandr Menshikov, cicit kesayangan Imperator Pyotr I. Tradisi ini sempat terputus selama terjadi Perang Dunia I. Pada tahun 1915 tawanan perang Jerman yang berada di rumah sakit Saratov mengadakan pesta Natal yang menyebabkan reaksi yang sangat negatif dari media massa Rusia. Akibatnya sejak itu Tsar Nikolay II melarang pemasangan pohon cemara untuk perayaan Natal.

Perayaan Tahun Baru setelah Revolusi Oktober

Setelah Revolusi Oktober 1917, larangan yang pernah ditetapkan oleh Tsar Nikolay II itu dicabut, sehingga pada 31 Desember 1917, pohon Natal publik dibuat kembali di Sekolah Artileri Mikhailovsky di Petrograd. Sedangkan Moskwa yang menghadapi serangan penembakan di Kremlin pada November 1917 membuatnya tidak mengadakan perayaan. Pada 24 Januari 1918, Dewan Komisaris Rakyat RSFSR atau yang dikenal sebagai "Sovnarkom" mengadopsi dekret tentang pengenalan kalender Gregorian yang digunakan di Eropa Barat untuk digunakan di Rusia. Dekret tersebut ditandatangani oleh Ketua Dewan Komisaris Rakyat Vladimir Lenin pada tanggal 26 Januari. Karena adanya perbedaan 13 hari antara penanggalan antara perhitungan kalender lama Julian yang sebelumnya digunakan di Rusia dengan kalender baru Gregorian, maka berdasarkan dokumen tersebut hari berikutnya setelah 31 Januari 1918 bukanlah 1 Februari, melainkan 14 Februari. Namun pihak Gereja Ortodoks Rusia tidak menerima aturan baru tersebut sehingga perhitungan tanggal dan hari besar keagamaan di Gereja Ortodoks Rusia tetap mengacu pada kalender lama Julian. Inilah mengapa umat Gereja Ortodoks Rusia tidak merayakan Natal pada 25 Desember berdasarkan kalender Gregorian, tapi pada tanggal 7 Januari (yang bertepatan dengan tanggal 25 Desember berdasarkan kalender Julian). Setiap 14 Januari, umat Gereja Ortodoks Rusia juga masih tetap merayakan tahun baru berdasarkan kalender lama Julian, sehingga muncul istilah "Старый Новый Год" atau "Tahun Baru Lama".

Ilustrasi propaganda tentang Vladimir Lenin yang merayakan tahun baru dengan anak-anak.

Pada tahun-tahun awal berdirinya Uni Soviet, tradisi liburan Natal dan tahun baru masih tetap dipertahankan. Para pejabat negara dan pemimpin partai mengadakan pesta untuk anak-anak dan menghias pohon Natal di Istana Besar Kremlin. Namun pada pertengahan tahun 1920-an muncul kebijakan yang kontra terhadap tradisi keagamaan. Pada 24 September 1929 Dewan Komisaris Rakyat mengeluarkan aturan tentang pelarangan perayaan Natal. Di saat yang sama muncul juga usulan untuk menggeser perayaan tahun baru pada 1 Januari ke tanggal 7 November (perayaan Hari Revolusi Oktober). Usulan tersebut tidak disepakati, tapi perayaan tahun baru juga dibatalkan karena dianggap sebagai tradisi "borjuis" dan "sisa tradisi gereja".

Kembalinya Liburan Tahun Baru di Uni Soviet

Pada tanggal 28 Desember 1935, surat kabar Pravda menerbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh Pavel Postyshev, seorang calon anggota Politbiro Komite Sentral Partai Komunis Seluruh Serikat (Bolshevik) dan Sekretaris Kedua Komite Sentral Partai Komunis (Bolshevik) dari Ukraina yang sebagian isinya berbunyi: "Mari kita memasang pohon cemara yang elok bagi anak-anak di Tahun Baru!". Di dalam artikelnya tersebut penulis mengusulkan untuk mengakhiri "penghukuman yang salah terhadap pohon Natal": "Di masa pra-revolusi para pejabat borjuasi dan orang-orang borjuis selalu membuat pohon Natal bagi anak-anak mereka untuk merayakan tahun baru... Mengapa kita harus merampas kesenangan itu dari sekolah-sekolah, panti asuhan, tempat penitipan anak, klub anak-anak, dan istana anak-anak pionir kita, anak-anak dari kaum buruh di negeri-negeri Soviet kita ini, hanya karena sebagian orang yang menyebut dirinya "kiri" pernah mencela hiburan anak-anak ini sebagai usaha orang-orang borjuis?"

Setelah publikasi artikel itu, maka pada hari berikutnya Pravda menerbitkan dekret dari Aleksandr Kosarev, sekretaris Komite Sentral Komsomol (Pemuda Komunis), tentang pengadaan pohon cemara di sekolah, klub anak-anak, dan panti asuhan oleh anggota dan perintis Komsomol pada 1 Januari dengan catatan agar pohon tersebut "menyenangkan dan tidak membosankan." 

Сталин, Карацупа и кукуруза. Как Новый Год стал "антирождеством" — DSnews.ua
Ilustrasi propaganda tentang Iosip Stalin yang merayakan tahun baru bersama anak-anak.

Pada 1 Januari 1936, Pravda mempublikasikan foto Iosip Stalin di halaman depannya dengan ucapan "Selamat tahun baru, tovarisch, dengan kemenangan baru di bawah panji Lenin-Stalin!". Pada tahun yang sama, untuk pertama kalinya di radio, disiarkan salam tahun baru dari ketua Komite Eksekutif Pusat Uni Soviet, Mikhail Kalinin. Pidatonya didedikasikan untuk peristiwa-peristiwa yang terjadi di garis depan Perang Patriotik Raya (Perang Dunia II). Pada tahun yang sama, pohon cemara yang dihias untuk anak-anak dan remaja dan dipersembahkan di Aula Dom Soyuz. Tokoh utama yang identik dengan liburan tahun baru, yakni Ded Moroz (varian dari Sinterklas) dimunculkan di acara tersebut dengan diperankan oleh artis musik estrada Mikhail Garkavi. Setahun kemudian tokoh Snegurochka (cucu perempuan Ded Moroz) ikut dimunculkan bersamanya.

 

Tradisi Baru dalam Perayaan Tahun Baru di Uni Soviet

Pada malam tahun baru 1944, lagu kebangsaan Uni Soviet dimainkan untuk pertama kalinya. Liriknya ditulis oleh Sergey Mikhalkov dan El-Registan (bernama asli Gabriel Ureklyan) dengan diiringi musik karya Aleksander Aleksandrov.

Sejak tahun 1954, perayaan tahun baru untuk anak-anak dan remaja mulai diselenggarakan di Aula Santo Georgiy di Istana Besar Kremlin. Sejak tahun 1962, mulai diadakan di gedung Kongres Istana Kremlin (kini Istana Negara Kremlin). Anak-anak sekolah dan para mahasiswa terbaik diundang untuk menghadiri persembahan pohon cemara Kremlin yang pertama itu. Berita tentang acara tersebut disiarkan di radio, dan berita rincinya diterbitkan di surat kabar. Sejak saat itu, perayaan yang dilaksanakan di Kremlin tersebut dikenal sebagai "pohon cemara utama negara". Sejak pertengahan 1960-an perayaan tersebut mulai dibuat dalam bentuk penampilan drama berdasarkan cerita dongeng.

Pada tahun 1970-an penggunaan televisi mulai meluas di Uni Soviet. Muncul pada saat itu tradisi pidato tahunan yang disiarkan di televisi oleh para pemimpin negara untuk rakyat Soviet. Untuk pertama kalinya pidato semacam itu disiarkan oleh stasiun televisi pusat pada 31 Desember 1970 dengan menampilkan Lenoid Brezhnev, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet.

https://www.dsnews.ua/static/storage/originals/5/37/0ff0d4c38ccaa1df1ed88c5491704375.jpg
Tipikal mainan untuk hiasan pohon cemara tahun baru di zaman Soviet.

Atribut hiasaan pohon cemara untuk perayaan tahun baru di Uni Soviet juga mengalami perubahan dibandingkan dengan perayaan pada masa Kekaisaran Rusia. Bintang Betlehem di atas pohon cemara mulai digantikan dengan bintang merah berujung lima dilengkapi dengan hiasan lilin dan karangan bunga dari kabel listrik. Alih-alih kacang, buah-buahan dan figur-figur Natal, masyarakat Soviet mendekorasi pohon cemaranya dengan hiasan yang menyimbolkan Uni Soviet, seperti Kremlin, pesawat terbang, kosmonot, satelit, gandum, jagung dll. Sejak masa Uni Soviet, pohon cemara tak lagi menyimbolkan Natal yang bernilai religius, tapi lebih pada simbol perayaan tahun baru dengan tujuan sebagai hiburan bagi anak-anak.

Perayaan Tahun Baru di Rusia Baru

Setelah bubarnya Uni Soviet, tradisi perayaan tahun baru yang pernah dilakukan oleh masyarakat Soviet umumnya masih terus dilestarikan, namun dengan beberapa penyesuaian. Pada bulan Desember 1996 untuk pertama kalinya pohon cemara yang masih hidup ditampilkan di Lapangan Katedral Kremlin atas inisiatif Presiden Federasi Boris Yeltsin. Pertunjukan utama pohon cemara seluruh Rusia dikenal juga sebagai "pertunjukan utama pohon cemara presiden" dilaksanakan di Istana Negara Kremlin. Setiap tahunnya ada lebih dari 5 ribu anak-anak dari seluruh Rusia menghadirinya. Mereka adalah para pemenang lomba dan olimpiade, anak-anak panti asuhan dan sekolah asrama, anak-anak yatim-piatu dari daerah konflik, dll.

Pada malam tahun baru, Presiden Federasi Rusia memberikan selamat kepada warga Rusia. Setelah pidato kepala negara, televisi dan radio menyiarkan suara lonceng Menara Spasskaya Kremlin tepat pada tengah malam yang menandai awal tahun baru. Kemudian lagu kebangsaan Federasi Rusia akan dimainkan.

Красную площадь снова закроют на Новый год — РБК
Hiasan tahun baru di Lapangan Merah, Moskwa.


Tanggal Liburan Tahun Baru

Tanggal-tanggal yang diatur sebagai masa liburan tahun baru secara resmi di Rusia pernah mengalami perubahan selama beberapa kali. Hari libur tahun baru yang bertepatan pada 1 Januari baru diresmikan di Rusia pada tahun 1948 sesuai dengan keputusan Presidium Soviet Tertinggi Uni Soviet tertanggal 23 Desember 1947. Tanggal 7 Januari baru mendapat status sebagai hari libur Natal setelah 43 tahun kemudian, setelah adanya dekret Soviet Tertinggi RSFSR 27 Desember 1990.

Pada 25 September 1992, berdasarkan amandemen Undang-Undang Perburuhan RSFSR, ditetapkan bahwa tanggal 2 Januari menjadi hari libur kerja sebagaimana tanggal 1 dan 7 Januari. Liburan ini juga disebutkan dalam Undang-Undang Perburuhan Federasi Rusia (ditetapkan pada 30 Desember 2001, mulai berlaku pada 1 Februari 2002).

Pada tanggal 29 Desember 2004, amandemen pasal 112 dari Kode Perburuhan Federasi Rusia menyatakan bahwa liburan Tahun Baru berlangsung dari 1 Januari hingga 5 Januari secara inklusif, sedangkan 6 Januari adalah hari kerja, dan hari Natal (7 Januari) adalah hari libur. Namun pada hari ke-6 pun orang-orang tidak masuk kerja.

Sejak tahun 2013, liburan tahun baru secara resmi berlangsung dari 1 Januari hingga 8 Januari, sesuai dengan amandemen Undang-Undang Perburuhan Federasi Rusia pada 23 April 2012. Hari libur (libur akhir pekan) yang bertepatan dengan hari libur ini dapat ditunda dengan keputusan dari pemerintah Rusia ke tanggal lain, misalnya ditambahkan ke liburan di bulan Mei (bersama dengan perayaan hari buruh atau hari Kemenangan).

 

 

Sumber Bacaan:

ТАСС: История Нового года в России. Досье.


Rabu, September 01, 2021

Sejarah Hari Pengetahuan di Rusia dan Perayaannya di Masa Pandemi Covid-19

Di Rusia, tanggal 1 September selalu diperingati sebagai hari awal masuknya tahun ajaran baru. Hari tersebut disebut sebagai "День знаний" atau "Hari Pengetahuan", pertama kali dirayakan pada tanggal 1 September 1984 di Rusia yang saat itu masih merupakan bagian dari Uni Soviet. Perayaannya biasanya dilakukan oleh para siswa sekolah yang membuat barisan dan memberikan bunga kepada guru di sekolahnya.
 

Sejarah Tanggal Dimulainya Tahun Ajaran Baru

Di zaman Kekaisaran Rusia, tidak ada tanggal khusus untuk memulai tahun ajaran di lembaga-lembaga pendidikan. Para pelajar mulai belajar di sekolah gimnasium pada 1 atau 15 Agustus. Adapun di sekolah uchilishche (semacam sekolah kejuruan) yang bersifat komersial, biasanya dimulai pada pertengahan September atau Oktober. Di sekolah-sekolah di pedesaan, tahun ajaran baru bahkan bisa dimulai dari Desember, dan terus berlanjut hingga Mei.

Awal mula adanya penetapan tahun ajaran baru di tanggal 1 September ini baru dikenal di masa Uni Soviet, setidaknya pada 1930-an. Pada 14 Agustus 1930, dikeluarkanlah sebuah dekrit Komite Eksekutif Pusat Partai Komunis Uni Soviet dan Dewan Komisaris Rakyat Uni Soviet "Tentang pendidikan dasar wajib universal". Dekrit ini menetapkan bahwa semua anak yang berusia delapan dan sepuluh tahun mulai mengikuti "sekolah musim gugur". Dekrit Komite Eksekutif Pusat Partai Komunis Seluruh Serikat Bolshevik dan Dewan Komisaris Rakyat Uni Soviet pada 23 Juni 1936 "Tentang Pekerjaan Lembaga Pendidikan Tinggi dan Kepemimpinan Pendidikan Tinggi" menghapus penetapan mulainya tahun ajaran di tanggal yang tidak teratur untuk lembaga pendidikan tinggi dan menetapkan 1 September sebagai tanggal tunggal untuk memulai kelas. Untuk sementara, peraturan tersebut sempat berubah pada tahun 1942-1945 (masa Perang Dunia II), ketika siswa dari kelas empat hingga sepuluh memulai studi mereka sebulan lebih lambat dari siswa sekolah dasar, yakni dimulai pada tanggal 1 Oktober.

Selanjutnya tanggal 1 September ditetapkan sebagai hari besar nasional berdasarkan dekrit Presidium Soviet Tertinggi Uni Soviet tertanggal 15 Juni 1984 yang melengkapi Pasal 1 dekrit Presidium Soviet Tertinggi Uni Soviet tertanggal 1 Oktober 1980. Dengan demikian, "Hari Pengetahuan" itu sendiri baru diperingati pertama kali pada tanggal 1 September 1984 dan tradisi tersebut dilanjutkan hingga hari ini di Federasi Rusia.

Праздничные линейки в Краснодарском крае 1 сентября проведут для учеников 1,  9 и 11 классов
Barisan anak-anak kelas 1, kelas 9 dan kelas 11 di salah satu sekolah di wilayah Krasnodar, Rusia.
Foto: Mikhail Stupin, Kubanskiye novosti (kubnews.ru)


 Perayaan Hari Pengetahuan di Rusia pada Masa Pandemi Covid-19

Sejak tahun 2020, ketika pandemi virus corona merebak, perayaan 1 September tetap dilakukan secara offline, namun pelaksanaannya dilakukan dengan langkah-langkah keamanan sanitasi yang ketat. Di sebagian besar lembaga pendidikan tinggi Federasi Rusia, perayaan awal tahun ajaran baru juga ada yang dibuka dalam format offline, tetapi kampus-kampus di Rusia disarankan untuk melaksanakan perkuliahan dalam format pembelajaran jarak jauh (online). Dalam perkembangannya, saat ini sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga perguruan tinggi di Rusia menyesuaikan format belajarnya tergantung pada situasi naik turunnya penyebaran wabah.

Di saat pandemi, perayaan Hari Pengetahuan di Rusia ini umumnya diadakan di luar ruangan, terutama untuk siswa kelas satu (kelas awal di sekolah dasar) dan kelas sebelas (kelas terakhir di sekolah menengah). Di beberapa sekolah lainnya di Rusia ada juga yang menyelenggarakan acara ini dengan siswa kelas satu, kelas sembilan dan kelas sebelas.


Statistik Pendidikan di Federasi Rusia

Menurut survei oleh Pusat Studi Opini Publik Seluruh Rusia, yang dilakukan pada 26 Agustus tahun 2020 lalu, orangtua di Rusia menghabiskan rata-rata 34,9 ribu rubel untuk mempersiapkan anak-anak mereka ke sekolah tahun ini. Adapun menurut perhitungan statistik dari lembaga Rosstat, biaya rata-rata yang dikeluarkan orangtua di Rusia untuk mempersiapkan peralatan sekolah, mulai dari seragam sekolah dan pakaian olahraga, alat tulis, juga ransel, yakni sebesar 18,8 ribu rubel untuk anak laki-laki dan 23,2 ribu rubel untuk anak perempuan.

Atas saran Vladimir Putin, sejak 1 September 2020 di beberapa sekolah disediakan makanan gratis untuk siswa sekolah dasar. Pada tahap pertama proyek tersebut makanan gratis dari sekolah ini diperkenalkan di sekolah-sekolah yang memang sudah ada kesiapan teknis melaksanakannya. Pemerintah Rusia mengharapkan bahwa di seluruh Rusia akan ada makanan gratis nantinya untuk siswa sekolah selambat-lambatnya pada 1 September 2023.

Pada tahun ajaran baru, universitas-universitas Rusia umumnya menerima lebih dari 1 juta mahasiswa untuk beragam tingkat pendidikan. Menurut Menteri Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, Valery Falkov, dana sebesar 541,75 ribu rubel telah dialokasikan untuk pendidikan gratis atau beasiswa bagi mahasiswa di Federasi Rusia, dan hampir 11,5 ribu rubel dari dana tersebut didistribusikan di antara universitas-universitas yang berada di daerah regional Federasi Rusia.

Adakah kawan-kawan pembaca yang juga berencana atau saat ini sedang studi di Rusia? :)

С 1 сентября! С днём знаний! :)

 

 

 

 

Sumber:
TASS: История праздника День знаний.


Senin, Mei 24, 2021

24 Mei - Hari Aksara dan Kebudayaan Slavia

 
Setiap tanggal 24 Mei di negara-negara Slavia dirayakan Hari Aksara dan Kebudayaan Slavia untuk menghormati penyusun aksara Slavia, yaitu Santo Kiril dan Mefody sebagai guru bagi bangsa Slavia. Seperti yang telah banyak diketahui bahwa Santo Kiril dan Mefody bersaudara yang memiliki gelar "setara rasul" tersebut berasal dari keluarga bangsawan yang saleh dan tinggal di kota Thessalonniki, Yunani.


Menurut para ahli, aksara Slavia telah disusun sejak abad ke-9 M., kira-kira pada tahun 863 M. Aksara tersebut kemudian dinamakan "Kirillitsa" untuk menghormati salah satu dari dua santo bersaudara itu, yakni Konstantin, yang kemudian setelah menerima nama monastisisme, menggunakan nama Kiril. Adapun saudaranya, Mefody, membantunya dalam pekerjaan amal untuk memberikan pendidikan kepada bangsa Slavia.

Sejak kecil, Kiril telah menunjukkan kemampuan yang hebat dan menguasai beragam ilmu di masanya dengan sangat baik serta mempelajari banyak bahasa, sehingga di kemudian hari ia menciptakan aksara Slavia yang didasarkan pada aksara Yunani. Ia secara signifikan mengubah aksara Yunani agar dapat menyampaikan bunyi suara bahasa Slavia lebih akurat. Saat itu dibuatlah sistem penulisan bahasa Slavia, yaitu aksara Glagolitsa dan kemudian bertransformasi menjadi Kirillitsa (aksara Kiril).
 

Hari besar dibuat untuk memperingati kedua orang santo tersebut, yakni Hari Aksara dan Kebudayaan Slavia. Hari tersebut mulai dirayakan di Bulgaria sejak abad ke-19, kemudian tradisi ini diteruskan ke negara-negara lain, di mana tersebar bangsa-bangsa Slavia lainnya, seperti di Rusia, Ukraina, Belarus, Moldova, dsb.

Di masa sekarang, untuk memperingati hari tersebut maka diadakan forum-forum ilmiah, festival, pameran, bazar buku, pembacaan puisi, pertunjukan seni, konser dan acara budaya lainnya.
 



Jumat, November 06, 2020

Hari Persatuan Rakyat di Rusia

Monumen Patung Kuzma Minin dan Pangeran Dmitry Pozharksy di depan Katedral St. Basil, Moskwa

Setiap tanggal 4 November warga Rusia merayakan Hari Persatuan Rakyat. Sejak tahun 2005, tanggal 4 November ditetapkan sebagai hari libur. Hari besar ini ditetapkan untuk memperingati pembebasan Moskwa oleh milisi rakyat dari orang-orang Polandia yang menyerbu Rusia pada tahun 1612.

Mengapa Hari Persatuan Rakyat ini penting bagi warga Rusia?

Hari ini dianggap penting sebagai pengingat akan keberhasilan para leluhur Rusia yang bersatu dalam membebaskan negaranya dari orang-orang Polandia. Tepatnya pada 407 tahun yang lalu milisi rakyat yang dipimpin oleh Kuzma Minin dan Pangeran Novgorod Dmitry Pozharsky berhasil mengusir para penyerbu Polandia dari ibukota Rusia.

Kemenangan ini memiliki makna penting bagi sejarah Rusia karena berkat peristiwa inilah akhirnya Masa Kegelapan di Rusia berakhir di Rusia dan Dinasti Romanov memulai berkuasa.

Pada 1613 Tsar Rusia Pertama Mikhail Fyodorovich menyatakan bahwa kemenangan tersebut adlaah Hari pembersihan Moskwa dari para penyerbu Polandia. Tsar selanjutnya, Aleksey Mikhailovich juga mengumumkan bahwa hari ini merupakan hari besar gereja dan negara sehingga dalam kalender Gereja Ortodoks Rusia muncullah hari besar untuk menghormati Ikon Kazan Bunda Maria sebagai pelindung para pejuang.

Bagaimana Hari Persatuan Rakyat diperingati di Rusia?

Pada perayaan Hari Persatuan Rakyat biasanya diadakan sejumlah acara-acara yang meriah bagi warga, mulai dari konser, permainan petualangan sejarah, dikte etnografi, festival kerajinan tangan, festival budaya dan tradisi suku-bangsa Rusia dan pertunjukan spektakuler lagu kebangsaan Rusia.

Sebagai tradisi perayaan biasanya Presiden Federasi Rusia meletakkan rangkaian bunga di monumen patung Minin dan Pozharsky di Lapangan Merah. Ia juga mengunjungi Pemeran "Ingatan Generasi: Perang Patriotik Agung dalam Seni Visual di Galeri Pameran "Manezh".


Senin, Juni 08, 2020

Peringatan Hari Bahasa Rusia oleh Para Mahasiswa Indonesia di Institut Pushkin


Para mahasiswa Indonesia berpose bersama di depan kampus Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin, Moskwa
Pada 6 Juni 2020 kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin, Moskwa, memperingati Hari Bahasa Rusia dengan membacakan puisi-puisi bahasa Rusia di halaman kampus. Hari tersebut bertepatan dengan hari kelahiran penyair besar Rusia, Aleksander Sergeyevich Pushkin, yang memberikan pengaruh besar bagi perkembangan bahasa Rusia serta menyumbangkan karya-karya besar bagi kesusastraan Rusia dan dunia.

Bagi pencinta bahasa dan sastra Rusia, membaca karya-karya sastra di hari bahasa Rusia ini merupakan tradisi yang biasa dilakukan di Rusia. Begitu pun kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang umumnya baru mulai mempelajari bahasa Rusia tak lebih dari setahun di Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin di Moskwa ini juga turut melaksanakan tradisi tersebut dan mengekspresikan kecintaannya terhadap bahasa Rusia dengan membacakan puisi-puisi Rusia yang disukainya.  Bagaimana mereka membacakan puisi-puisi tersebut? Simak video-video berikut ini.


Puisi Rusia berjudul "И скучно и грустно" (Jemu dan Pilu) karya Mikhail Yuriyevich Lermontov ini dibacakan oleh Menly Erica Putri Soselisa. Puisi ini berkisah tentang kesepian serta refleksi tentang eksistensi kehidupan manusia yang terkadang tak sulit untuk dipahami. Puisi ini berupa monolog sang penyair yang dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni refleksi tentang keinginan, tentang cinta dan tentang hasrat. Di akhir puisi, sang penyair juga menyatakan simpulannya terhadap refleksi pikirannya tentang kehidupan.
 
 Puisi berjudul "У лукоморья дуб зелёный" (Di Tepi Laut Pohon Ek Menghijau) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini dibacakan oleh Mosyeh Abdisa. Puisi ini berkisah tentang suatu tempat di negeri dongeng di mana dapat dijumpai beragam tokoh yang ajaib, memiliki penampilan, sifat dan karakter yang luar biasa, penuh fantasi! Puisi ini kemungkinan diilhami oleh dongeng-dongeng yang dikisahkan kepada sang penyair saat dirinya masih kecil oleh pengasuh kesayangannya, Arina Radionova. Ada kemungkinan bahwa puisi ini ditulis berkat pertemuannya kembali dengan Arina Radionova di Mikhaylovskoye, karena pada saat karya ini ditulis Pushkin berada dalam masa pengasingan pada tahun 1824-1825.



 Puisi berjudul "Весна, весна, пора любви" (Musim Semi, Saatnya Mencinta) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini juga dibacakan oleh Mosyeh Abdisa. Bisa dibilang, puisi ini merupakan satu-satunya puisi Pushkin yang menggunakan judul "musim semi" dan satu dari dua puisi yang bercerita tentang musim semi. Dalam biografinya, Pushkin dikenal sebagai penyair yang tidak menyukai musim semi. Baginya, waktu yang paling produktif untuk berkarya adalah musim gugur dan musim dingin. Karenanya dalam puisi ini pun ia menunjukkan keengganannya menerima musim semi yang terlalu riang, hangat dan penuh cinta baginya. Di akhir puisi, ia begitu mendambakan salju, suatu keinginan yang tidak biasa bagi kebanyakan orang di Rusia.

Puisi berjudul "Я вас любил" (Aku Pernah Mencintaimu) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini dibacakan oleh Rima Desi Milenia. Merupakan puisi-surat cinta sang penyair kepada wanita yang dicintainya. Dalam puisi ini penyair menggambarkan betapa nyata dan suci rasa cinta yang ia miliki, meski ia tahu bahwa dambaan hatinya menolak cintanya.

Puisi berjudul "Если жизнь тебя обманет" (Jika Hidup Menipumu) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini juga dibacakan oleh Rima Desi Milenia. Puisi ini bercerita tentang kesulitan dalam hidup. Meski demikian, penyair mengajak pembaca untuk selalu melihat sisi baik dari segala sesuatu agar tetap tabah dan kuat menjalani kehidupan.

 Seperti judulnya, puisi ini berisi pengakuan. Tepatnya adalah pengakuan cinta sang penyair ini dibacakan oleh Maulana Yodha Permana. Dalam puisi ini penyair begitu sulit menyatakan perasaannya karena meski ia sangat tertarik akan kemolekan sosok yang dipujanya, namun di sisi lain ia juga merasa bahwa tidak layak mencintai.

Peringatan hari bahasa Rusia ini juga dibantu oleh Matthew Lewi Immanuel Tahapary sebagai operator kamera dan editor video. Berikut beberapa cuplikan foto dokumentasi para mahasiswa Indonesia di Institut Bahasa Rusia Pushkin yang sempat kami ambil di hari Bahasa Rusia.






Kamis, Juni 06, 2019

Perayaan Hari Kelahiran Pushkin di Rusia

Deklamasi puisi di sekitar patung Pushkin, Lapangan Pushkin, Moskwa
 
Hari Pushkin atau disebut juga Hari Bahasa Rusia merupakan perayaan tahunan yang jatuh pada tanggal 6 Juni di Rusia. Perayaan Hari Pushkin merupakan satu dari sekian banyak perayaan besar di negeri yang penduduknya sangat menghormati sastra ini. Lalu, mengapa disebut Hari Pushkin? Siapakah Pushkin sebenarnya?
 
Pushkin bernama lengkap Aleksandr Sergeyevich Pushkin adalah seorang penyair sekaligus penulis prosa Rusia yang terkenal. Berkat karya-karya besarnya, penulis ini dianggap sebagai matahari dalam dunia kesusastraan Rusia. Ia merupakan orang yang telah memprakasai penggunaan bahasa Rusia kontemporer untuk penulisan karya sastra dalam perkembangan kesusastraan Rusia.

Pushkin mampu menyetarakan kemajuan perkembangan sastra Rusia dengan sastra di Eropa tanpa menghilangkan identitas kerusiaannya. Pushkin telah melahirkan karya-karya yang membuat para pembacanya jatuh cinta terhadap bahasa Rusia. Bahasa yang sederhana, indah dan plotnya yang sulit ditebak, membuat pembaca masuk ke dunia yang ia buat dalam setiap karyanya.


Pembacaan puisi Pushkin di Hari Bahasa Rusia ini tak hanya diramaikan oleh orang Rusia, namun juga mahasiswa asing yang sedang mempelajari bahasa Rusia
 
Sejak tahun 1997 Pemerintah Rusia mengesahkan hari kelahiran Pushkin, yakni pada 6 Juni, sebagai Hari Pushkin. Sejak saat itu, sejumlah masyarakat Rusia rutin berkumpul di lapangan atau di depan patung Pushkin yang ada di kotanya masing-masing untuk mendeklamasikan puisi atau sekadar mendengar pembacaan puisi-puisi karya Aleksandr Pushkin. Di Moskwa, tempat yang selalu dipenuhi orang pada hari Pushkin adalah Lapangan Pushkin (Pushkinskaya ploshchad') di tepi jalan Tverskaya. Pada zaman Soviet, yang bisa menjadi deklamator biasanya hanya seseorang yang berpengalaman atau seorang aktris terkenal yang memang mampu membaca puisi. Namun, zaman telah berubah. Saat ini, tidak hanya orang-orang terkenal dan berpengalaman, tetapi siapapun yang ingin dan berani untuk tampil di depan khalayak ramai, boleh melakukannya.

Dalam menyambut tanggal 6 Juni, mahasiswa Rusia maupun mahasiswa asing biasanya mengikuti kegiatan dan lomba pembacaan puisi-puisi karya Aleksandr Pushkin. Tidak hanya pengalaman yang didapat oleh para finalis lomba, sejumlah hadiah juga disediakan untuk memotivasi mereka agar lebih giat mempelajari bahasa Rusia serta dapat mengenal lebih banyak karya-karya sastra Rusia. Perayaan Hari Pushkin sangat bermakna bagi masyarakat Rusia dan penutur bahasa Rusia di seluruh dunia, juga bagi mereka yang mencintai bahasa Rusia. Keberanian, keunikan dan kesederhanaan Pushkin akan selalu dikenang oleh masyarakat Rusia dan para pencintanya.







Kamis, April 04, 2019

Lomba Internasional Pushkin IX - Apalah Arti Namaku Bagimu?


Lomba Internasional Pushkin adalah lomba tahunan yang diselenggarakan sejak 2011 oleh Institut Pushkin, Moskwa. Lomba pada tahun ini diselenggarakan untuk memperingati hari kelahiran Aleksandr Sergeyevich Pushkin yang ke-220. Dalam lomba ini, setiap peserta lomba dapat mengekspresikan dirinya dalam bentuk pembacaan puisi, karya seni dan presentasi untuk menunjukkan kecintaannya terhadap bahasa Rusia. Di tahun 2019 ini lomba tersebut memasuki penyelenggaraan yang ke IX dengan nama resmi: IX Международный Пушкинский конкурс «Что в имени тебе моём?»/Lomba Internasional Pushkin IX: "Apalah Arti Namaku Bagimu?

Ada beberapa nominasi lomba, di mana para peserta dapat berpartisipasi untuk menunjukkan pencapaiannya dalam mempelajari bahasa Rusia, menunjukkan pengetahuannya tentang kesusastraan Rusia atau bakatnya dalam bidang seni. Para peserta bisa mengikuti nominasi pembacaan puisi karya Aleksandr Pushkin, menulis karya tulis sastra atau esay bahasa Rusia, membuat pertunjukkan musik atau teatrikal berdasarkan karya-karya Aleksandr Pushkin, menulis puisi dalam bahasa Rusia, melukis, atau membuat proyek fotografi berdasarkan tema-tema yang ditetapkan. Ini adalah momen yang sangat baik bagi peminat bahasa dan sastra Rusia untuk dapat berekspresi dan berkarya sekreatif mungkin!

Lomba ini dibuka bagi mereka yang bukan penutur asli bahasa Rusia, diutamakan yang sedang atau pernah belajar bahasa Rusia, dapat diikuti oleh mereka yang yang sedang tinggal di Rusia atau tinggal di luar Rusia.

Tujuan utama lomba bahasa Rusia ini adalah untuk mengenalkan bahasa dan budaya Rusia, membentuk citra positif tentang Rusia di mata dunia, mempromosikan pendidikan bahasa Rusia di seluruh dunia, serta meningkatkan minat dan ketertarikan masyarakat dunia akan bahasa dan sastra Rusia.

Apa saja nominasi yang dilombakan?


Nominasi 1: Пушкин в моей жизни (Pushkin dalam Hidupku)

Pada nominasi ini, setiap peserta harus menunjukkan peran dan pengaruh Pushkin beserta karya-karya Pushkin dalam hidupnya. Bentuknya bisa berupa karya tulis (prosa, puisi), esay, lukisan, catatan harian bergambar, dll. Intinya adalah berupa karya cipta sekreatif mungkin.

Nominasi 2: Пушкинская Москва глазами иностранца (Moskwa Pushkin di Mata Orang Asing)

Pada nominasi ini, para peserta harus menceritakan tentang tempat-tempat di Moskwa yang terkait dengan Pushkin. Tidak hanya tempat-tempat di mana Pushkin pernah singgah, tapi bisa juga berupa cerita tentang tempat-tempat yang nama Pushkin dilekatkan padanya, seperti teater, museum, galeri atau metro.

Nominasi 3: Пушкин в XXI веке (Pushkin di Abad XXI)

Nominasi ini mirip dengan nominasi pertama, yakni bisa berupa karya tulis, esay, lukisan dll. Hanya saja temanya adalah Pushkin di abad XXI.

Nominasi 4: Читаю Пушкина (Membaca karya Pushkin)

Nominasi ini berupa deklamasi puisi karya Pushkin yang dibaca tanpa melihat teks. Selain itu di nominasi ini juga menampilkan pertunjukkan musik/nyanyian berdasarkan puisi-puisi karya Aleksandr Pushkin. Ketentuan peserta nominasi ini adalah berusia lebih dari 14 tahun.

Nominasi 5: Пушкин – детям (Pushkin bagi Anak-Anak)

Nominasi ini juga berupa deklamasi puisi, seperti pada nominasi ke-4, hanya saja diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia sampai 14 tahun.

Setiap karya yang dikirimkan harus asli dan hak ciptanya dimiliki oleh peserta lomba. Karya-karya kreatif yang dikirim berupa esay, karya prosa, puisi, foto, film/video, lukisan atau karya grafis lainnya, atau bisa juga kombinasi (misal: karya puisi atau prosa yang diberi ilustrasi bergambar). Khusus karya tulis dan grafis dikirim dalam bentuk elektronik (telah discan/dipindai ke bentuk digital). Untuk nominasi 4 dan 5 (nominasi pembacaan puisi karya Pushkin) dikirim dalam bentuk rekaman video.

Bagi kawan-kawan yang tertarik untuk ikut serta dalam lomba ini, catat tanggal-tanggal penting berikut!

Pendaftaran untuk penyerahan karya seni dalam lomba kreativitas seni (nominasi 1, 2, 3) dibuka hingga tanggal 31 Mei 2019.


Pendaftaran untuk lomba pembacaan puisi nominasi "Membaca karya Pushkin" (nominasi 4 dan 5) dibuka hingga tanggal 23 April 2019. Babak penyisihan berlangsung pada 25-26 April 2019.


Untuk registrasi, klik pada tautan ini:
https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/IX/anketa.php

Konser dan pengumuman pemenang dari berbagai nominasi akan dilangsungkan di Institut Pushkin, Moskwa, pada 5 Juni 2019, sehari sebelum Hari Bahasa Rusia (Hari Kelahiran A. S. Pushkin). Konser ini bisa dihadiri oleh seluruh peserta, tapi tidak wajib. Adapun biaya pengeluaran untuk kehadiran pada konser ini ditanggung sendiri oleh para peserta.

Seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat, adapun para pemenang akan mendapat hadiah tematik dari pihak penyelenggara.

Untuk pengiriman karya dan pertanyaan teknis dan hal-hal menyangkut lomba bahasa Rusia bisa dilayangkan pada surel: pushkinconkurs@gmail.com. Untuk pertanyaan teknis terkait pendaftaran dan lain-lain, bisa berkonsultasi dengan kami melalui jiwarusia@mail.ru atau akun faceboook/instagram kami di @jiwarusia.

Informasi umum tentang lomba dan kalender lomba bisa dicek di sini:
https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/IX/index.php


Informasi detail tentang nominasi lomba bisa dicek di sini:
https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/IX/annotation.php


Untuk arsip karya dan rekaman video pembacaan puisi dari lomba-lomba sebelumnya bisa dilihat di sini:
https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/IX/archive.php

Berikut adalah suasana konser para finalis untuk nominasi 4 (pembacaan puisi dan pertunjukkan seni berdasarkan karya-karya Pushkin) pada Lomba Internasional Pushkin yang ke V di Institut Pushkin, Moskwa:



Bagaimana? Menarik, bukan? Ayo daftar segera! Желаем успехов!

Sabtu, April 07, 2018

Perayaan Paskah dalam Tradisi Kristen Ortodoks Rusia

Paskah dalam bahasa Rusia adalah "Пасха" (dibaca: /pas-kha/). Kata ini berasal dari bahasa Aram. Dalam Perjanjian Lama kata ini memiliki makna 'pembebasan' adapun dalam Perjanjian Baru, kata ini memiliki makna pembebasan dari kematian, kekuatan iblis dan dari perbudakan dosa dan nafsu dengan melalui pengorbanan Kristus.

Perayaan Hari Paskah berubah-ubah tanggal setiap tahunnya, karena merupakan hari raya dalam kategori perayaan yang berpindah dan disesuaikan dengan hari Minggu. Dalam tradisi Kristen Ortodoks Rusia, Paskah dirayakan seminggu setelah perayaan Paskah oleh umat Katolik dan Protestan, karena Kristen Ortodoks menggunakan perhitungan kalender lama (kalender Julian). Sebelum paskah, para penganut Kristen Ortodoks melaksanakan puasa dengan pantangan memakan produk hewani, seperti daging dan makanan yang terbuat dari susu.

Merayakan Paskah bersama keluarga
 
Dalam tradisi Ortodoks Rusia, Hari Paskah dianggap sangat penting, bahkan lebih penting dari perayaan Natal. Meski di Rusia banyak orang yang tidak religius, namun saat tiba Hari Paskah kebanyakan orang merayakan Paskah bersama keluarganya, karena tradisi perayaan Paskah ini telah berlangsung di Rusia selama berabad-abad.

Di malam Paskah, umat Ortodoks akan berkumpul di gereja untuk menghadiri doa bersama. Saat merakayan Hari Paskah, umat Ortodoks akan saling mengunjungi satu sama lain dan memberikan hadiah. Mereka saling memberi selamat dengan ungkapan "Христос воскресе!" (dibaca: /khri-stos va-skrye-syi!), adapun kawan bicaranya akan menjawab "Воистину воскресе!" (dibaca: /va-i-sci-nu va-skrye-syi/). Setelah saling memberi selamat, mereka akan saling mencium pipi masing-masing tiga kali.

Kue kulich dan telur Paskah.
 
Ada beberapa tradisi khas yang biasa dilakukan saat merayakan Paskah. Di antaranya adalah menghidangkan kue Paskah yang disebut "кулич" (dibaca: /ku-lich/) dan melukis telur Paskah yang disebut "крашенки" (dibaca: /kra-shin-ki/) yang berarti telur lukis atau "писанки" (dibaca: /pi-san-ki/) yang berarti sesuatu yang dilukis, dari kata "писать" (menulis atau melukis). Konon tradisi melukis telur ini berasal dari Roma Kuno, saat Maria Magdalena menghadiahkan telur kepada Kaisar Tiberius sambil mengabarkan kebangkitan Kristus. Awalnya Kaisar tidak mempercayainya dan mengatakan "seperti telur ayam yang berwarna putih tidak akan bisa jadi merah, maka orang mati tak akan bisa bangkit kembali". Di saat yang sama, tiba-tiba telur yang dihadiahkan itu berubah warnanya menjadi ungu. Seiring berjalannya waktu, orang-orang tak hanya melukis telur saat merayakan Paskah, namun juga membuat pola-pola tertentu di permukaan telur sehingga tampak indah. Selain telur lukis, simbol yang paling sering digunakan adalah kelinci Paskah, baik sebagai pernak-pernik dan hiasan, dalam kartu ucapan hingga coklat berbentuk kelinci.





Sumber Bacaan:

Sumber Gambar:

Minggu, Januari 14, 2018

Sejarah Tahun Baru Lama di Rusia

Untuk mengucapkan "selamat tahun baru lama!", orang Rusia biasa mengatakan:
"со старым новым годом!" (dibaca: /sa-sta-rym no-vym go-dam/)

Tradisi memperingati malam tahun baru berdasarkan kalender lama (kalender Julius) dalam pergantian tanggal 13 ke 14 Januari masih berlangsung hingga saat ini di Rusia. Selain Rusia, beberapa negara yang penduduknya banyak menganut Kristen Ortodoks juga merayakan tahun baru lama ini, seperti di Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, negara-negara Baltik, di Serbia, Montenegro, Makedonia, Romania, dan Yunani.

Sejarah Perayaan Tahun Baru Lama
Sebelum masuknya agama Kristen ke Tanah Rus, perayaan tahun baru pernah berubah berkali-kali. Awalnya tahun baru dirayakan setiap terjadi fenomena titik balik matahari di musim dingin (biasanya terjadi pada tanggal 21 atau 22 Desember). Kemudian berubah dan tahun baru dirayakan pada saat ekuinoks vernal (biasanya pada 22 Maret) atau saat bulan purnama pertama muncul. Setelah agama Kristen masuk ke tanah Rus dan dijadikan agama resmi Kepangeranan Rusia pada tahun 988, mulailah digunakan kalender Julius yang diadopsi dari kekaisaran Byzantium. Berdasarkan perhitungan kalender Byzantium, hitungan tahun saat itu adalah tahun 5508 sejak masa "penciptaan dunia" berdasarkan kepercayaan Ortodoks. Meski sudah ada kalender baru, tapi perayaan tahun baru di bulan Maret masih terus terpelihara hingga abad ke-15. 

Pada tahun 1492 (atau pada tahun 7000 dari masa penciptaan dunia), berdasarkan keputusan Ivan III, perayaan tahun baru dipindahkan ke tanggal 1 September karena bersamaan dengan hari panen raya serta berakhirnya masa pembayaran pajak. Peraturan ini juga kemudian digunakan oleh pihak Gereja Ortodoks Rusia.

Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII di Roma mereformasi kalender Julius menjadi kalender Gregorian untuk menyesuaikan perbedaan yang terus meningkat antara perhitungan astronomi dengan perhitungan kalender yang berlaku. Akibatnya perhitungan kalender dimajukan 10 hari ke depan. Adapun sejumlah gereja Kristen, termasuk Kristen Ortodoks Rusia tetap melanjutkan penggunaan kalender Julius.

Pada tanggal 29 dan 30 Desember 1699, Peter I mengeluarkan dua keputusan untuk mengenalkan kalender baru serta perintah merayakan tahun baru. Pertama, yakni perhitungan tanggal dimulai dari masa kelahiran Yesus Kristus, sehingga tahun saat itu yang seharusnya terhitung sebagai 7208 mulai dihitung menjadi tahun 1699. Kedua, tahun baru dirayakan pada tanggal 1 Januari. Namun pada saat itu kalender Gregorius masih belum digunakan oleh Rusia. Hingga awal abad XX, bangsa Rusia masih terus menggunakan kalender Julius sehingga tahun baru mereka dirayakan 11 hari setelah kebanyakan negara lainnya di Eropa. Adapun perhitungan awal tahun baru gereja masih tidak berubah, yakni pada 1 September.

Memasuki abad XX, kalender yang di gunakan Rusia bahkan tertinggal selama 13 hari dari kalender yang digunakan di kebanyakan negara-negara Eropa. Saat itu kaum Bolshevik telah mendapatkan kekuasaannya di Rusia. Menyadari hal ini, mereka pun mencoba mengurangi celah tersebut. Pada 24 Januari 1918, Dewan Komisioner Rakyat RSFSR mulai mengadopsi sebuah keputusan tentang pengenalan kalender Gregorius di Rusia. Keputusan resmi ini ditandatangani pada 26 Januari 1918 oleh Ketua Dewan Komisar Rakyat, Vladimir Lenin. Di kemudian hari, kalender Gregorius ini lebih dikenal sebagai kalender "gaya baru", sedangkan kalender Julius disebut sebagai kalender "gaya lama". Berdasarkan keputusan tersebut, satu hari setelah tanggal 31 Januari 1918 bukanlah dihitung sebagai 1 Februari, namun tanggal 14 Februari demi menghilangkan celah perbedaan 13 hari antara kalender "gaya lama" dan "gaya baru" tersebut. Adapun pihak gereja Ortodoks Rusia tetap mempertahankan penggunaan kalender Julius tersebut.

Sejak keputusan itu, seperti di kebanyakan negara lainnya di dunia, tahun baru di Rusia juga mulai dirayakan pada 1 Januari berdasarkan kalender Gregorius. Adapun tanggal sebelumnya (1 Januari berdasarkan kalender Julius) berada pada tanggal 14 Januari. Meski bukan liburan resmi, namun sebagian orang masih merayakan "tahun baru lama" ini. Perbedaan antara kalender Julius dan Gregorius ini akan terus meningkat di awal tahun 2100-an, hingga akan mencapai 14 hari. Pada tahun 2101, tahun baru akan dirayakan pada malam tanggal 14 saat beralih ke tanggal 15 Januari.

Tradisi Saat Perayaan Tahun Baru Lama
Tahun baru berdasarkan kalender baru jatuh pada hari keempat puluh puasa dalam kepercayaan Kristen Ortodoks. Adapun tahun baru lama dirayakan setelah perayaan Hari Natal (7 Januari), pada saat svyatki (12 hari setelah hari Natal hingga Epifani). Karenanya para penganut Kristen Ortodoks yang menjaga tradisi Ortodoks secara ketat baru benar-benar merayakan tahun barunya pada 14 Januari.

Pada 14 Januari, pihak gereja biasanya melakukan perayaan untuk mengenang Santo Basil Yang Agung. Hari itu juga dikenal sebagai Hari Vasiliyev atau di beberapa wilayah Rusia dikenal juga dengan sebutan hari Ovsen', sedangkan malam Vasiliyev sendiri dirayakan setiap tanggal 13 Desember.

Meja makan yang penuh dengan hidangan saat perayaan tahun baru, merupakan
simbol pengharapan akan kehidupan yang makmur sepanjang tahun.
 
Secara tradisional, biasanya mereka yang merayakan tahun baru lama ini menghidangkan sebanyak mungkin makanan di atas meja makan. Berdasarkan kepercayaan, dengan menghidangkan sedemikian banyaknya akan memberikan kemakmuran di rumah orang yang menghindangkannya sepanjang tahun.

Hidangan utama yang disajikan salah satunya adalah "kut'ya", yakni bubur berbahan dasar padi atau gandum yang dicampur dengan kacang, biji-bijian dan madu. Orang-orang biasanya saling bertukar hidangan kut'ya yang mereka buat satu sama lain sambil bermaaf-maafan bila pernah ada konflik di antara mereka. Selain kut'ya, ada juga kue panggang, pai, vareniki (semacam kue goreng isi) dan anak babi goreng atau panggang. Setelah semua anggota keluarga berkumpul di meja makan, mereka bersama-sama berdoa, mengharapkan kesehatan, kesejahteraan keluarga dan di antara keluarga petani, mereka juga mengharapkan keberhasilan panen. Orang-orang merayakan hari itu dengan suka cita, minum bersama, menceritakan kisah-kisah lucu dari kehidupan sehari-hari, kenangan-kenangan indah yang pernah dialami, atau bahkan rencana pekerjaan mereka di masa yang akan datang.





Sumber Bacaan: