Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya!
Tampilkan postingan dengan label Moskwa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Moskwa. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 30, 2021

Sejarah Perayaan Tahun Baru di Rusia

Kemunculan Perayaan Tahun Baru di Tanah Rus

Sejak ditetapkannya Kristen sebagai agama resmi di Tanah Rus oleh Pangeran Vladimir I pada abad ke-10, bangsa Rus mulai menggunakan sistem perhitungan tahun berdasarkan sistem kalender Bizantium. Perhitungan tahun berdasarkan sistem Bizantium ini dimulai dari "masa penciptaan dunia" berdasarkan Alkitab yang dimulai dari tahun 5508 SM. Sistem penanggalan tersebut cocok dengan perhitungan sistem kalender Julian. Perayaan tahun baru awalnya dirayakan setiap musim semi pada bulan Maret, namun sejak abad ke-15 perayaan tahun baru dilakukan pada musim gugur setiap tanggal 1 September. Perayaan ini dilakukan dalam bentuk kebaktian yang dihadiri oleh Tsar, patriark, perwakilan pemimpin keagamaan, bangsawan dan para abdi negara berkumpul di alun-alun katedral di Kremlin Moskwa untuk melaksanakan upacara khidmat dalam menyambut "awal musim panas yang baru". Kedatangan musim panas saat itu dijadikan patokan awal tahun, itulah mengapa kata "лет" yang merupakan varian kata yang berarti "tahun" dalam bahasa Rusia memiliki akar kata yang sama dengan kata "лето" atau "musim panas".

Поменял осень на зиму. Как Петр I перенес празднование Нового года | Люди |  ОБЩЕСТВО | АиФ Санкт-Петербург
Di masa Pyotr I untuk pertama kalinya masyarakat Rusia merayakan tahun baru di musim dingin.

Pada tanggal 29 dan 30 Desember (atau pada 19 dan 20 Desember menurut perhitungan kalender lama/kalender Julian) tahun 1699 Imperator Pyotr I mengeluarkan dua dekret tentang pengenalan sistem perhitungan tahun yang baru dan tentang perayaan tahun baru. Dokumen-dokumen yang ditulis mulai saat itu harus mengacu pada hari kelahiran Kristus dan bukan pada "masa penciptaan dunia", sehingga tahun 7208 yang tercatat pada saat itu dikonversi menjadi tahun 1699. Adapun untuk merayakan tahun baru Rusia harus mencontoh negara-negara Kristen di Eropa, yakni pada musim dingin setiap tanggal 1 Januari. Meski demikian, Imperator Pyotr I tidak memperkenalkan kalender Gregorian meskipun banyak negara di Eropa yang beralih ke kalender Gregorian. Karena itulah hingga abad ke-20 Rusia masih mempertahankan perhitungan tahun berdasarkan kalender Julian dan merayakan tahun baru 11 hari lebih lambat dari kebanyakan negara Eropa lainnya.

Pohon Cemara sebagai Simbol Natal dan Tahun Baru

Berdasarkan dekret 30 Desember 1699, Pyotr I memberikan perintah untuk menghiasi jalan-jalan utama Moskwa dan rumah-rumah bangsawan, dengan tumbuhan runjung serta cabang-cabang pepohonan, juga di gerbang atau di atas penduduk. Untuk memberikan contoh kepada masyarakat, ia menggunakan pohon cemara yang dipasang di Gostiny Dvor. Tsar mengadopsi kebiasaan ini dari orang-orang Eropa yang tinggal di pemukiman Jerman (kini masuk dalam wilayah Lefortovo).

Warga kota harus saling memberi selamat, membuat api unggun di pinggir jalan-jalan, menembakkan senapannya ke udara serta melepaskan kembang api. Lapangan Merah saat itu mulai dijadikan tempat perayaan utama tahun baru, di mana kembang api, tembakan senapan dan meriam turut memeriahkan perayaan acara tersebut. Liburan tahun baru berlangsung hingga tujuh hari. Selain itu diperkenalkan juga tradisi pesta topeng bagi masyarakat. Selanjutnya, di masa pemerintahan Yelizaveta I pesta dansa dengan topeng yang diadopsi dari tradisi Eropa barat menjadi mode tersendiri bagi kaum bangsawan Rusia.

Pohon cemara atau pohon Natal untuk publik untuk pertama kalinya dipasang pada hari Natal tahun 1852 di Sankt-Peterburg, tepatnya di bangunan stasiun kereta api Yekaterina. Setelah itu mulai dipasang juga pohon-pohon Natal di tempat umum lainnya, misalnya di Moskwa dipasang di gedung Blagorodniy di Okhotniy ryad (kini gedung itu bernama Dom Soyuzov). Para bangsawan, saudagar dan pemilik bisnis industri turut memeriahkan tahun baru dengan menyelenggarakan pesta amal tahun baru bagi anak-anak.

Pohon Natal amal yang dipasang untuk menghiasi sekolah pada abad ke-19.

Pohon-pohon Natal ini pada umumnya dihiasi sejak tanggal 25 Desember hingga tahun baru atau hingga Baptisan tanggal 19 Januari.  Perayaan tahun baru saat itu hanya dianggap sebagai perayaan tambahan dari perayaan Natal itu sendiri. Dekorasi awal untuk pohon Natal saat itu umumnya lekat dengan figur-figur bertema Kristen. Lilin, manisan, buah-buahan dan kacang-kacangan juga digunakan sebagai hiasan. Biasanya bintang yang melambangkan "Bintang Betlehem" dipasang di bagian paling atas pohon cemara itu sebagai mahkotanya. Hiasan untuk pohon cemara ini terus berkembang, sehingga orang-orang Rusia mulai mendatangkan hiasan dan mainan yang terbuat dari kaca dengan mengimpornya dari Jerman. Karena semakin banyaknya permintaan masyarakat Rusia terhadap hiasan kaca untuk pohon Natal, maka pada akhir abad ke-19 pabrik bola kaca dan manik-manik didirikan di Rusia di dekat kota Klin oleh Pangeran Aleksandr Menshikov, cicit kesayangan Imperator Pyotr I. Tradisi ini sempat terputus selama terjadi Perang Dunia I. Pada tahun 1915 tawanan perang Jerman yang berada di rumah sakit Saratov mengadakan pesta Natal yang menyebabkan reaksi yang sangat negatif dari media massa Rusia. Akibatnya sejak itu Tsar Nikolay II melarang pemasangan pohon cemara untuk perayaan Natal.

Perayaan Tahun Baru setelah Revolusi Oktober

Setelah Revolusi Oktober 1917, larangan yang pernah ditetapkan oleh Tsar Nikolay II itu dicabut, sehingga pada 31 Desember 1917, pohon Natal publik dibuat kembali di Sekolah Artileri Mikhailovsky di Petrograd. Sedangkan Moskwa yang menghadapi serangan penembakan di Kremlin pada November 1917 membuatnya tidak mengadakan perayaan. Pada 24 Januari 1918, Dewan Komisaris Rakyat RSFSR atau yang dikenal sebagai "Sovnarkom" mengadopsi dekret tentang pengenalan kalender Gregorian yang digunakan di Eropa Barat untuk digunakan di Rusia. Dekret tersebut ditandatangani oleh Ketua Dewan Komisaris Rakyat Vladimir Lenin pada tanggal 26 Januari. Karena adanya perbedaan 13 hari antara penanggalan antara perhitungan kalender lama Julian yang sebelumnya digunakan di Rusia dengan kalender baru Gregorian, maka berdasarkan dokumen tersebut hari berikutnya setelah 31 Januari 1918 bukanlah 1 Februari, melainkan 14 Februari. Namun pihak Gereja Ortodoks Rusia tidak menerima aturan baru tersebut sehingga perhitungan tanggal dan hari besar keagamaan di Gereja Ortodoks Rusia tetap mengacu pada kalender lama Julian. Inilah mengapa umat Gereja Ortodoks Rusia tidak merayakan Natal pada 25 Desember berdasarkan kalender Gregorian, tapi pada tanggal 7 Januari (yang bertepatan dengan tanggal 25 Desember berdasarkan kalender Julian). Setiap 14 Januari, umat Gereja Ortodoks Rusia juga masih tetap merayakan tahun baru berdasarkan kalender lama Julian, sehingga muncul istilah "Старый Новый Год" atau "Tahun Baru Lama".

Ilustrasi propaganda tentang Vladimir Lenin yang merayakan tahun baru dengan anak-anak.

Pada tahun-tahun awal berdirinya Uni Soviet, tradisi liburan Natal dan tahun baru masih tetap dipertahankan. Para pejabat negara dan pemimpin partai mengadakan pesta untuk anak-anak dan menghias pohon Natal di Istana Besar Kremlin. Namun pada pertengahan tahun 1920-an muncul kebijakan yang kontra terhadap tradisi keagamaan. Pada 24 September 1929 Dewan Komisaris Rakyat mengeluarkan aturan tentang pelarangan perayaan Natal. Di saat yang sama muncul juga usulan untuk menggeser perayaan tahun baru pada 1 Januari ke tanggal 7 November (perayaan Hari Revolusi Oktober). Usulan tersebut tidak disepakati, tapi perayaan tahun baru juga dibatalkan karena dianggap sebagai tradisi "borjuis" dan "sisa tradisi gereja".

Kembalinya Liburan Tahun Baru di Uni Soviet

Pada tanggal 28 Desember 1935, surat kabar Pravda menerbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh Pavel Postyshev, seorang calon anggota Politbiro Komite Sentral Partai Komunis Seluruh Serikat (Bolshevik) dan Sekretaris Kedua Komite Sentral Partai Komunis (Bolshevik) dari Ukraina yang sebagian isinya berbunyi: "Mari kita memasang pohon cemara yang elok bagi anak-anak di Tahun Baru!". Di dalam artikelnya tersebut penulis mengusulkan untuk mengakhiri "penghukuman yang salah terhadap pohon Natal": "Di masa pra-revolusi para pejabat borjuasi dan orang-orang borjuis selalu membuat pohon Natal bagi anak-anak mereka untuk merayakan tahun baru... Mengapa kita harus merampas kesenangan itu dari sekolah-sekolah, panti asuhan, tempat penitipan anak, klub anak-anak, dan istana anak-anak pionir kita, anak-anak dari kaum buruh di negeri-negeri Soviet kita ini, hanya karena sebagian orang yang menyebut dirinya "kiri" pernah mencela hiburan anak-anak ini sebagai usaha orang-orang borjuis?"

Setelah publikasi artikel itu, maka pada hari berikutnya Pravda menerbitkan dekret dari Aleksandr Kosarev, sekretaris Komite Sentral Komsomol (Pemuda Komunis), tentang pengadaan pohon cemara di sekolah, klub anak-anak, dan panti asuhan oleh anggota dan perintis Komsomol pada 1 Januari dengan catatan agar pohon tersebut "menyenangkan dan tidak membosankan." 

Сталин, Карацупа и кукуруза. Как Новый Год стал "антирождеством" — DSnews.ua
Ilustrasi propaganda tentang Iosip Stalin yang merayakan tahun baru bersama anak-anak.

Pada 1 Januari 1936, Pravda mempublikasikan foto Iosip Stalin di halaman depannya dengan ucapan "Selamat tahun baru, tovarisch, dengan kemenangan baru di bawah panji Lenin-Stalin!". Pada tahun yang sama, untuk pertama kalinya di radio, disiarkan salam tahun baru dari ketua Komite Eksekutif Pusat Uni Soviet, Mikhail Kalinin. Pidatonya didedikasikan untuk peristiwa-peristiwa yang terjadi di garis depan Perang Patriotik Raya (Perang Dunia II). Pada tahun yang sama, pohon cemara yang dihias untuk anak-anak dan remaja dan dipersembahkan di Aula Dom Soyuz. Tokoh utama yang identik dengan liburan tahun baru, yakni Ded Moroz (varian dari Sinterklas) dimunculkan di acara tersebut dengan diperankan oleh artis musik estrada Mikhail Garkavi. Setahun kemudian tokoh Snegurochka (cucu perempuan Ded Moroz) ikut dimunculkan bersamanya.

 

Tradisi Baru dalam Perayaan Tahun Baru di Uni Soviet

Pada malam tahun baru 1944, lagu kebangsaan Uni Soviet dimainkan untuk pertama kalinya. Liriknya ditulis oleh Sergey Mikhalkov dan El-Registan (bernama asli Gabriel Ureklyan) dengan diiringi musik karya Aleksander Aleksandrov.

Sejak tahun 1954, perayaan tahun baru untuk anak-anak dan remaja mulai diselenggarakan di Aula Santo Georgiy di Istana Besar Kremlin. Sejak tahun 1962, mulai diadakan di gedung Kongres Istana Kremlin (kini Istana Negara Kremlin). Anak-anak sekolah dan para mahasiswa terbaik diundang untuk menghadiri persembahan pohon cemara Kremlin yang pertama itu. Berita tentang acara tersebut disiarkan di radio, dan berita rincinya diterbitkan di surat kabar. Sejak saat itu, perayaan yang dilaksanakan di Kremlin tersebut dikenal sebagai "pohon cemara utama negara". Sejak pertengahan 1960-an perayaan tersebut mulai dibuat dalam bentuk penampilan drama berdasarkan cerita dongeng.

Pada tahun 1970-an penggunaan televisi mulai meluas di Uni Soviet. Muncul pada saat itu tradisi pidato tahunan yang disiarkan di televisi oleh para pemimpin negara untuk rakyat Soviet. Untuk pertama kalinya pidato semacam itu disiarkan oleh stasiun televisi pusat pada 31 Desember 1970 dengan menampilkan Lenoid Brezhnev, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet.

https://www.dsnews.ua/static/storage/originals/5/37/0ff0d4c38ccaa1df1ed88c5491704375.jpg
Tipikal mainan untuk hiasan pohon cemara tahun baru di zaman Soviet.

Atribut hiasaan pohon cemara untuk perayaan tahun baru di Uni Soviet juga mengalami perubahan dibandingkan dengan perayaan pada masa Kekaisaran Rusia. Bintang Betlehem di atas pohon cemara mulai digantikan dengan bintang merah berujung lima dilengkapi dengan hiasan lilin dan karangan bunga dari kabel listrik. Alih-alih kacang, buah-buahan dan figur-figur Natal, masyarakat Soviet mendekorasi pohon cemaranya dengan hiasan yang menyimbolkan Uni Soviet, seperti Kremlin, pesawat terbang, kosmonot, satelit, gandum, jagung dll. Sejak masa Uni Soviet, pohon cemara tak lagi menyimbolkan Natal yang bernilai religius, tapi lebih pada simbol perayaan tahun baru dengan tujuan sebagai hiburan bagi anak-anak.

Perayaan Tahun Baru di Rusia Baru

Setelah bubarnya Uni Soviet, tradisi perayaan tahun baru yang pernah dilakukan oleh masyarakat Soviet umumnya masih terus dilestarikan, namun dengan beberapa penyesuaian. Pada bulan Desember 1996 untuk pertama kalinya pohon cemara yang masih hidup ditampilkan di Lapangan Katedral Kremlin atas inisiatif Presiden Federasi Boris Yeltsin. Pertunjukan utama pohon cemara seluruh Rusia dikenal juga sebagai "pertunjukan utama pohon cemara presiden" dilaksanakan di Istana Negara Kremlin. Setiap tahunnya ada lebih dari 5 ribu anak-anak dari seluruh Rusia menghadirinya. Mereka adalah para pemenang lomba dan olimpiade, anak-anak panti asuhan dan sekolah asrama, anak-anak yatim-piatu dari daerah konflik, dll.

Pada malam tahun baru, Presiden Federasi Rusia memberikan selamat kepada warga Rusia. Setelah pidato kepala negara, televisi dan radio menyiarkan suara lonceng Menara Spasskaya Kremlin tepat pada tengah malam yang menandai awal tahun baru. Kemudian lagu kebangsaan Federasi Rusia akan dimainkan.

Красную площадь снова закроют на Новый год — РБК
Hiasan tahun baru di Lapangan Merah, Moskwa.


Tanggal Liburan Tahun Baru

Tanggal-tanggal yang diatur sebagai masa liburan tahun baru secara resmi di Rusia pernah mengalami perubahan selama beberapa kali. Hari libur tahun baru yang bertepatan pada 1 Januari baru diresmikan di Rusia pada tahun 1948 sesuai dengan keputusan Presidium Soviet Tertinggi Uni Soviet tertanggal 23 Desember 1947. Tanggal 7 Januari baru mendapat status sebagai hari libur Natal setelah 43 tahun kemudian, setelah adanya dekret Soviet Tertinggi RSFSR 27 Desember 1990.

Pada 25 September 1992, berdasarkan amandemen Undang-Undang Perburuhan RSFSR, ditetapkan bahwa tanggal 2 Januari menjadi hari libur kerja sebagaimana tanggal 1 dan 7 Januari. Liburan ini juga disebutkan dalam Undang-Undang Perburuhan Federasi Rusia (ditetapkan pada 30 Desember 2001, mulai berlaku pada 1 Februari 2002).

Pada tanggal 29 Desember 2004, amandemen pasal 112 dari Kode Perburuhan Federasi Rusia menyatakan bahwa liburan Tahun Baru berlangsung dari 1 Januari hingga 5 Januari secara inklusif, sedangkan 6 Januari adalah hari kerja, dan hari Natal (7 Januari) adalah hari libur. Namun pada hari ke-6 pun orang-orang tidak masuk kerja.

Sejak tahun 2013, liburan tahun baru secara resmi berlangsung dari 1 Januari hingga 8 Januari, sesuai dengan amandemen Undang-Undang Perburuhan Federasi Rusia pada 23 April 2012. Hari libur (libur akhir pekan) yang bertepatan dengan hari libur ini dapat ditunda dengan keputusan dari pemerintah Rusia ke tanggal lain, misalnya ditambahkan ke liburan di bulan Mei (bersama dengan perayaan hari buruh atau hari Kemenangan).

 

 

Sumber Bacaan:

ТАСС: История Нового года в России. Досье.


Selasa, Desember 14, 2021

Kemunculan Teater-Teater Pertama di Rusia

 

Ruang penonton di Teater Bolshoy di Moskwa

Bangsa Rusia terkenal sebagai bangsa yang sangat menjunjung tinggi seni dan budaya. Salah satu bentuk seni yang digemari di Rusia adalah teater. Unsur-unsur teater sebagai seni pertunjukan sebenarnya telah muncul di Rus Kuno, khususnya pada upacara-upacara pagan seperti pada acara pernikahan atau kelahiran. Selanjutnya seni pertunjukan ini berkembang sehingga muncul kelompok penghibur yang disebut "skomorokhi". Mereka mengenakan kostum tertentu saat melakukan pertunjukan. Biasanya kelompok skomorokhi ini beraksi di pasar atau bertualang dari desa ke desa untuk mencari penonton. Ide-ide yang mereka gunakan untuk pertunjukannya diambil dari kehidupan sehari-hari masyarakat. Terkadang penguasa, baik itu pangeran maupun boyar (bangsawan penasihat tsar atau pangeran) menjadikan beberapa orang dari skomorokhi ini untuk menjadi pelawak istana.

Memasuki abad XVII bangsa Rusia mulai mengenal apa yang disebut seni pertunjukan yang disebut sebagai "teater rumahan". Seni ini diperkenalkan oleh para imigran dari Eropa yang menetap di Rusia pada saat itu. Diawali oleh warga Moskwa yang mulai sering menghadiri pertunjukan teater rumahan tersebut, hingga akhirnya mereka akrab dengan seni teater. Teater profesional di Rusia muncul pertama kalinya di masa pemerintahan Tsar Aleksey Mikhailovich Romanov (Tsar Aleksey I). Pertunjukan teater pertama diselenggarakan oleh Boyar Artamon Matveyev pada 17 Oktober 1672 yang dipersembahkan untuk Tsar dan para bangsawan. Pertunjukan ini disutradarai oleh seorang pastur Lutheran bernama Johann Gottfried Gregory. Tempat yang dipilih untuk pertunjukan ini adalah kediaman Tsar di Desa Preobrazhenskoye, tidak jauh dari Moskwa. Sebuah gedung teater dibangun di tempat tersebut dengan perlengkapan khusus. Bangunan yang dinamakan "Komediynaya khoromina" itu dibangun dengan bahan dasar kayu yang dilengkapi dengan palisade (pagar tinggi) yang melingkarinya serta beberapa gerbang. Di dalamnya terdapat karpet di lantainya dan disediakan pula bangku untuk penonton. Tempat khusus juga disediakan bagi Tsar dan keluarganya.

Pertunjukan pertama tersebut berjudul "Artaksyerksovo deystvo" (Aksi Artahsasta). Meski drama ini mengambil plot dari kisah alkitabiah, tapi dalam penampilannya memiliki unsur sekuler. Ada sekitar 60 orang yang terlibat dalam produksi pertunjukan ini. Peran-peran utamanya dimainkan oleh aktor profesional dari luar negeri, sedangkan peran lainnya dimainkan oleh para prajurit asing yang bertugas di Rusia serta anak-anak mereka. Kostum untuk para aktor dijahit menggunakan kain yang mahal, panggung begitu terang dengan nyala lilin, dan pertunjukan teater itu sendiri berlangsung hampir sepanjang hari, lengkap dengan nomor koreografinya serta alunan alat musik. Setelah pertunjukan perdananya, pertunjukan drama ini diadakan terus secara rutin. Setelah kematian Tsar Aleksey Mikhailovich pada 1676 pertunjukan drama ini dihentikan, namun masih banyak bangsawan yang terus mengadakan pertunjukan drama tersebut di kediaman mereka masing-masing.

Minat teater meningkat pesat di Rusia di masa pemerintahan Tsar Pyotr I (Tsar Pyotr Yang Agung). Tsar menghadiri sejumlah pertunjukan teater ketika ia melakukan perjalanan ke Eropa dan menyadari bahwa seni teater penting untuk terus dikembangkan. Pada musim dingin tahun 1702 pemerintah Rusia mendatangkan rombongan teater keliling Jerman yang dipimpin oleh Johann Kunst. Gedung teater baru didirikan di Lapangan Merah. Di sana Kunst tidak hanya memimpin rombongan dan memberikan pertunjukan teater saja, namun juga mengajarkan seni teater kepada anak-anak. Pertunjukan mereka berlangsung hingga tahun 1706, kemudian para aktor meninggalkan Rusia. Teater-teater amatir dan teater kekaisaran terus berkembang di Rusia hingga pertengahan abad ke-18. Istana kekaisaran juga terus dikunjungi oleh para seniman asing yang menghibur kaum bangsawan. Pada tahun 1750 teater profesional Rusia pertama didirikan di Yaroslavl oleh aktor dan sutradara bernama Fyodor Grigoriyevich Volkov. Dalam sekali pertunjukan gedung teater tersebut dapat menampung hingga 1000 penonton.

06 img123.jpg
Teater Fyodor Volkov di Yaroslavl

Pada tahun 1756 di masa pemerintahan Imperatritsa Yelizaveta Petrovna untuk pertama kalinya didirikan bangunan teater permanen nasional yang pertama di kota Sankt-Peterburg. Teater ini juga didirikan untuk publik, sehingga masyarakat bisa menghadirinya dengan membayar sejumlah biaya tertentu. Terkadang para aktor juga memberikan pertunjukan gratis untuk bangsawan istana. Teater ini pertama kali dipimpin oleh seorang penyair dan penulis drama terkenal, Aleksandr Sumarokov. Pertunjukan-pertunjukan di teater ini cukup populer sehingga tiket pertunjukan selalu terjual habis dengan cepat. 


Sumber:

Маргарита Ковынева. Культура.РФ: Когда в России появился первый театр?

VolkovTeatr.ru: История Первого русского театра



Senin, Mei 03, 2021

6 Film Rusia dan Soviet Pemenang Oscar yang Wajib Ditonton

Nikita Mikhalkov menerima Oscar atas filmnya yang berjudul "Утомленные солнцем"

Dalam perkembangan sejarah perfilman dunia, sejumlah pembuat film dari Uni Soviet dan Rusia telah melakukan gebrakan yang besar. Dari waktu ke waktu, Amerika Serikat melalui Motion Picture Academy pun telah mengakui kehebatan karya-karya sinema asal Rusia. Tidak jarang orang yang mengajukan pertanyaan: adakah film-film Rusia yang memenangkan Oscar? Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai 6 film Soviet dan Rusia yang sejauh ini telah berhasil memenangkan Oscar.


Разгром немецких войск под Москвой/Serangan Balik Moskwa (1942)

Film ini menjadi satu-satunya film dokumenter terbaik Soviet yang memenangkan Oscar. Judul aslinya "Разгром немецких войск под Москвой" secara harfiah berarti 'Kekalahan Pasukan Jerman di Dekat Moskwa', bercerita tentang pertahanan Tentara Merah di masa-masa terpenting dalam Pertempuran Moskwa selama Oktober 1941 - Januari 1942.

Pada November 1941 sebuah dekret dikeluarkan oleh Stalin untuk memerintahkan 15 pembuat film yang ditempatkan berada di garis depan untuk merekam dan mencatat jalannya peperangan yang terjadi hanya belasan kilometer dari ibukota Uni Soviet itu. Setiap kali para pembuat film selesai merekam untuk bahan film dokumenter, mereka akan kembali berlindung ke studio bawah tanah yang juga berfungsi ganda sebagai barak.

Segera setelah Uni Soviet menguasai medan pertempuran, film itu segera dirilis pada tanggal 23 Februari 1942. Film ini berhasil memenangkan Oscar pada 1943 di Amerika Serikat dan mendapat Penghargaan Stalin di Uni Soviet.

Jika Anda adalah peminat film-film dokumenter Soviet terkait Perang Dunia II, kami juga merekomendasikan untuk menonton lima seri film dokumenter yang dibuat tahun 1970-1972 bertema "Освобождение" atau 'Pembebasan': 1) Огненная дуга/Busur Api; 2) Прорыв/Terobosan; 3) Направление главного удара/Arah Pukulan Utama; 4) Битва за Берлин/Pertempuran untuk Menguasai Berlin; 5) Последний штурм/Serangan Penghabisan.

Tonton film "Разгром немецких войск под Москвой" di RussianFilmHub

 
Война и мир/Perang dan Damai (1966)

Film ini diangkat berdasarkan novel tebal yang terdiri dari 4 bagian yang ditulis oleh Lev Tolstoy tentang Perang Patriotik Rusia menghadapi invasi Prancis ke Rusia di bawah pimpinan Napoleon pada tahun 1812. Film ini menjadi salah satu film dengan anggaran tertinggi dan berdurasi terlama dalam sejarah perfilman dunia.

Sutradara ternama, Sergey Bondarchuk, mengerjakan film ini selama enam tahun. Jumlah pemain dalam film ini cukup besar. Kementerian Pertahanan Soviet saat itu bahkan turun tangan dengan membantu menyediakan unit militer dan kuda yang cukup untuk mengisi peran resimen kavaleri. Kementerian Industri Ringan juga terlibat dengan membantu membuatkan kostum yang bentuknya sama persis sebagaimana yang dipakai oleh tokoh-tokoh yang hidup di masa tersebut.

Hasil dari semua upaya ini benar-benar membuat kagum para penonton di seluruh dunia. Film ini tak hanya berhasil memenangkan Oscar sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik, tapi juga mendapat nominasi untuk Desain Produksi Terbaik. Tim kameramen film ini juga mengembangkan beberapa inovasi sinematografi yang menarik. Misalnya, selama pengambilan gambar untuk adegan Pertempuran Borodino mereka memasang kamera di kereta gantung yang dapat bergerak sepanjang 120 meter. Adapun di adegan pesta dansa para bangsawan, untuk pengambilan gambar, juru kamera memakai sepatu roda saat syuting.

Tonton "Война и мир" di RussianFilmHub


Дерсу Узала/Dersu Uzala (1975)

Dersu Uzala adalah film hasil produksi Uni Soviet dan Jepang yang disutradarai oleh salah satu pembuat film paling berpengaruh sepanjang masa, Akira Kurosawa. Kisah bagaimana ia terlibat dalam pembuatan film ini sangat menarik. Pada tahun 1971, Kurosawa menghadapi masa-masa sulit dalam kariernya, bahkan sempat mencoba bunuh diri. Studio-studio film di Jepang menolak untuk memberikan peluang kepada dirinya untuk membuat film, sehingga ia merasa kehilangan tempat untuk mengembangkan kreativitasnya.

Namun salah satu studio film terbesar di Uni Soviet, yakni Mosfilm, mendekati Akira Kurosawa dan mereka pun mulai membicarakan tentang kemungkinan melakukan kerjasama. Pada tahun 1973, mereka menyetujui kesepakatan di mana Kurosawa memiliki kendali mutlak dalam kreasi film yang dibuat bersama Uni Soviet. Maka lahirlah film Dersu Uzala.

Film ini berkisah tentang seorang penjelajah Rusia yang bertemu dengan seorang pemburu di wilayah timur jauh Rusia. Film ini mengangkat beberapa isu, di antaranya adalah hubungan peradaban dan alam, kedudukan seseorang di dunia, permasalahan iman dan kepercayaan, permasalahan usia dan banyak lagi. Dengan dibuatnya film ini, Akira Kurosawa mencapai kembali kepercayaan diri dalam berkarier. Saat menerima Oscar untuk Dersu Uzala, Akira Kurosawa berkata, "Saya akan terus membuat film sampai hari terakhir kehidupan saya'.

Tonton Dersu Uzala di RussianFilmHub


Москва слезам не верит/Moskwa Tak Percaya pada Air Mata (1980)
Film ini merupakan adikarya yang disutradarai oleh Vladimir Menshov, menceritakan secara akurat kehidupan sehari-sehari orang Soviet. Film ini juga sering dianggap sebagai film yang berhasil menggambarkan ungkapan terkenal "russkaya dusha" atau "jiwa Rusia". Film ini bahkan sengaja ditonton oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Ronald Reagan, sebelum ia melakukan pertemuan dengan Mikhail Gorbachyov.

Plot dalam film ini bercerita tentang kehidupan tiga wanita muda Soviet yang pindah ke ibukota Moskwa untuk berkarier dan mencari pasangan hidupnya. Petualangan mereka mengalami jatuh bangun hanya demi membangun kehidupan yang bermakna. Jika Anda juga peminat film-film Amerika Serikat, mungkin Anda akan terkejut saat menemukan kemiripan-kemiripan dengan film-film klasik Amerika, seperti "Sex and the City".

Tonton Москва слежам не верит di RussianFilmHub

 

Утомленные солнцем/Terbakar Matahari (1994)
Film ini merupakan bagian awal dari trilogi film "Утомленные солнцем" karya Nikita Mikhalkov dan menjadi satu-satunya film yang dianggap sukses dari trilogi tersebut. Film ini menceritakan tentang liburan musim panas dan kebahagiaan terakhir keluarga seorang Pahlawan Perang Saudara sebelum terjadi "pembersihan" di masa Stalin. Tak hanya berhasil memenangkan Oscar, film ini juga memenangkan Grand Prix di Festival Film Cannes.

Banyak orang yang menontonnya karena tertarik tentang pembersihan Stalin dan represi yang pernah terjadi di Uni Soviet pada masa pemerintahan Stalin. Jika tema-tema ini juga menarik bagi Anda, maka kami juga merekomendasikan untuk menonton film "Покаяние" (Penyesalan) karya Tengiz Abduladze pada tahun 1987. Film ini memberikan kritik lebih pedas terhadap Stalin daripada film "Утомленные солнцем".

Tonton утомленные солнцем di RussianFilmHub

 

Old Man and The Sea/Lelaki Tua dan Laut (1999)

Perlu dua tahun bagi Aleksandr Petrov, sutradara dan penulis naskah, untuk mengerjakan mahakarya animasi "Old Man and The Sea" atau "Lelaki Tua dan Laut" berdurasi 20 menit ini. Animasi ini dibuat berdasarkan novel Ernest Hemingway yang juga berjudul "Old Man and The Sea". Dibuat dengan teknik lukisan yang sulit dan detail untuk menghasilkan pemandangan laut dan visual karakter yang menakjubkan.

Secara umum, perkembangan film animasi buatan Rusia sebenarnya telah lama dikenal memiliki keunggulan yang luar biasa. Misalnya, animasi Soviet "Ёжик в тумане" (Landak Kecil dalam Kabut) yang mendapat banyak pujian dan bahkan dianggap sebagai animasi terhebat yang pernah ada dengan menjadi juara pertama dalam Festival Animasi Laputa pada 2003.

Tonton Old Man and The Sea di RussianFilmHub


Sumber:
Wess, Richard. 6 Oscar-Winning Soviet and Russian movies you have to watch (RussianFilmHub)


Jumat, November 06, 2020

Hari Persatuan Rakyat di Rusia

Monumen Patung Kuzma Minin dan Pangeran Dmitry Pozharksy di depan Katedral St. Basil, Moskwa

Setiap tanggal 4 November warga Rusia merayakan Hari Persatuan Rakyat. Sejak tahun 2005, tanggal 4 November ditetapkan sebagai hari libur. Hari besar ini ditetapkan untuk memperingati pembebasan Moskwa oleh milisi rakyat dari orang-orang Polandia yang menyerbu Rusia pada tahun 1612.

Mengapa Hari Persatuan Rakyat ini penting bagi warga Rusia?

Hari ini dianggap penting sebagai pengingat akan keberhasilan para leluhur Rusia yang bersatu dalam membebaskan negaranya dari orang-orang Polandia. Tepatnya pada 407 tahun yang lalu milisi rakyat yang dipimpin oleh Kuzma Minin dan Pangeran Novgorod Dmitry Pozharsky berhasil mengusir para penyerbu Polandia dari ibukota Rusia.

Kemenangan ini memiliki makna penting bagi sejarah Rusia karena berkat peristiwa inilah akhirnya Masa Kegelapan di Rusia berakhir di Rusia dan Dinasti Romanov memulai berkuasa.

Pada 1613 Tsar Rusia Pertama Mikhail Fyodorovich menyatakan bahwa kemenangan tersebut adlaah Hari pembersihan Moskwa dari para penyerbu Polandia. Tsar selanjutnya, Aleksey Mikhailovich juga mengumumkan bahwa hari ini merupakan hari besar gereja dan negara sehingga dalam kalender Gereja Ortodoks Rusia muncullah hari besar untuk menghormati Ikon Kazan Bunda Maria sebagai pelindung para pejuang.

Bagaimana Hari Persatuan Rakyat diperingati di Rusia?

Pada perayaan Hari Persatuan Rakyat biasanya diadakan sejumlah acara-acara yang meriah bagi warga, mulai dari konser, permainan petualangan sejarah, dikte etnografi, festival kerajinan tangan, festival budaya dan tradisi suku-bangsa Rusia dan pertunjukan spektakuler lagu kebangsaan Rusia.

Sebagai tradisi perayaan biasanya Presiden Federasi Rusia meletakkan rangkaian bunga di monumen patung Minin dan Pozharsky di Lapangan Merah. Ia juga mengunjungi Pemeran "Ingatan Generasi: Perang Patriotik Agung dalam Seni Visual di Galeri Pameran "Manezh".


Senin, Juni 08, 2020

Peringatan Hari Bahasa Rusia oleh Para Mahasiswa Indonesia di Institut Pushkin


Para mahasiswa Indonesia berpose bersama di depan kampus Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin, Moskwa
Pada 6 Juni 2020 kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin, Moskwa, memperingati Hari Bahasa Rusia dengan membacakan puisi-puisi bahasa Rusia di halaman kampus. Hari tersebut bertepatan dengan hari kelahiran penyair besar Rusia, Aleksander Sergeyevich Pushkin, yang memberikan pengaruh besar bagi perkembangan bahasa Rusia serta menyumbangkan karya-karya besar bagi kesusastraan Rusia dan dunia.

Bagi pencinta bahasa dan sastra Rusia, membaca karya-karya sastra di hari bahasa Rusia ini merupakan tradisi yang biasa dilakukan di Rusia. Begitu pun kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang umumnya baru mulai mempelajari bahasa Rusia tak lebih dari setahun di Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin di Moskwa ini juga turut melaksanakan tradisi tersebut dan mengekspresikan kecintaannya terhadap bahasa Rusia dengan membacakan puisi-puisi Rusia yang disukainya.  Bagaimana mereka membacakan puisi-puisi tersebut? Simak video-video berikut ini.


Puisi Rusia berjudul "И скучно и грустно" (Jemu dan Pilu) karya Mikhail Yuriyevich Lermontov ini dibacakan oleh Menly Erica Putri Soselisa. Puisi ini berkisah tentang kesepian serta refleksi tentang eksistensi kehidupan manusia yang terkadang tak sulit untuk dipahami. Puisi ini berupa monolog sang penyair yang dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni refleksi tentang keinginan, tentang cinta dan tentang hasrat. Di akhir puisi, sang penyair juga menyatakan simpulannya terhadap refleksi pikirannya tentang kehidupan.
 
 Puisi berjudul "У лукоморья дуб зелёный" (Di Tepi Laut Pohon Ek Menghijau) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini dibacakan oleh Mosyeh Abdisa. Puisi ini berkisah tentang suatu tempat di negeri dongeng di mana dapat dijumpai beragam tokoh yang ajaib, memiliki penampilan, sifat dan karakter yang luar biasa, penuh fantasi! Puisi ini kemungkinan diilhami oleh dongeng-dongeng yang dikisahkan kepada sang penyair saat dirinya masih kecil oleh pengasuh kesayangannya, Arina Radionova. Ada kemungkinan bahwa puisi ini ditulis berkat pertemuannya kembali dengan Arina Radionova di Mikhaylovskoye, karena pada saat karya ini ditulis Pushkin berada dalam masa pengasingan pada tahun 1824-1825.



 Puisi berjudul "Весна, весна, пора любви" (Musim Semi, Saatnya Mencinta) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini juga dibacakan oleh Mosyeh Abdisa. Bisa dibilang, puisi ini merupakan satu-satunya puisi Pushkin yang menggunakan judul "musim semi" dan satu dari dua puisi yang bercerita tentang musim semi. Dalam biografinya, Pushkin dikenal sebagai penyair yang tidak menyukai musim semi. Baginya, waktu yang paling produktif untuk berkarya adalah musim gugur dan musim dingin. Karenanya dalam puisi ini pun ia menunjukkan keengganannya menerima musim semi yang terlalu riang, hangat dan penuh cinta baginya. Di akhir puisi, ia begitu mendambakan salju, suatu keinginan yang tidak biasa bagi kebanyakan orang di Rusia.

Puisi berjudul "Я вас любил" (Aku Pernah Mencintaimu) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini dibacakan oleh Rima Desi Milenia. Merupakan puisi-surat cinta sang penyair kepada wanita yang dicintainya. Dalam puisi ini penyair menggambarkan betapa nyata dan suci rasa cinta yang ia miliki, meski ia tahu bahwa dambaan hatinya menolak cintanya.

Puisi berjudul "Если жизнь тебя обманет" (Jika Hidup Menipumu) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini juga dibacakan oleh Rima Desi Milenia. Puisi ini bercerita tentang kesulitan dalam hidup. Meski demikian, penyair mengajak pembaca untuk selalu melihat sisi baik dari segala sesuatu agar tetap tabah dan kuat menjalani kehidupan.

 Seperti judulnya, puisi ini berisi pengakuan. Tepatnya adalah pengakuan cinta sang penyair ini dibacakan oleh Maulana Yodha Permana. Dalam puisi ini penyair begitu sulit menyatakan perasaannya karena meski ia sangat tertarik akan kemolekan sosok yang dipujanya, namun di sisi lain ia juga merasa bahwa tidak layak mencintai.

Peringatan hari bahasa Rusia ini juga dibantu oleh Matthew Lewi Immanuel Tahapary sebagai operator kamera dan editor video. Berikut beberapa cuplikan foto dokumentasi para mahasiswa Indonesia di Institut Bahasa Rusia Pushkin yang sempat kami ambil di hari Bahasa Rusia.






Jumat, Juni 07, 2019

Mahasiswa Indonesia di Moskwa Membaca Puisi-Puisi Rusia

Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Rusia atau Hari Pushkin (Hari Kelahiran Aleksandr Pushkin) yang diperingati setiap 6 Juni di Rusia, kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang ada di Moskwa membuat proyek video pembacaan puisi-puisi Rusia di Taman Muzeon, Moskwa. Proyek ini didukung oleh Permira Moskow (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia - Moskow).

Setiap mahasiswa dipersilakan membacakan puisi kesukaan mereka. Kebanyakan di antara para peserta pembacaan puisi ini baru mulai mempelajari bahasa Rusia tidak lebih dari setahun. Namun dengan semangat belajar bahasa Rusia yang tinggi dan kesungguhan hati, mereka bisa mencapai kepercayaan diri untuk membacakan puisi-puisi tersebut.

Perkenalkan, ini Komang Ayu Puspa Warni (mengenakan kaos biru),
operator kamera dan editor video dalam proyek ini
 
Berikut adalah hasil dari proyek video pembacaan puisi tersebut. Bagaimana menurut kalian?)

Puisi Rusia berjudul "Layar" karya Mikhail Lermontov, dibacakan oleh Audree Alyssa Lutfiyah. Puisi ini berkisah tentang Kapal Layar yang terombang-ambing di tengah samudra, bergerak menantang badai, menolak daratan, menggambarkan kecintaan sang penyair akan kebebasan dan kehidupan yang penuh tantangan serta menolak kehidupan nyaman yang membosankan.

Puisi Rusia berjudul "Moskwa, Moskwa!.. Kucinta Kau sebagai Putramu" karya Mikhail Lermontov. Dibacakan oleh Keenan Mukti Sinatriya Shangga Nagari . Puisi ini berkisah tentang betapa besarnya kecintaan sang penyair terhadap Kota Moskwa sebagai Ibu Pertiwinya yang tak pernah ia lupakan.

Puisi Rusia berjudul "Aku Sanggup Menunggumu Sangat Lama" karya Eduard Asadov. Dibacakan oleh Eka Widiyana Laksita. Puisi ini berkisah tentang cinta dan kesetiaan terhadap pasangannya sehingga jarak dan waktu tak akan pernah membuatnya lelah untuk menunggu pertemuan yang dinantikan.

Puisi Rusia berjudul "Skithia" karya Aleksandr Blok. Dibacakan oleh Fasyeh. Puisi ini berkisah tentang bangsa Skithia, bangsa kuno yang pemberani dan disegani oleh bangsa-bangsa sekitarnya selama berabad-abad lamanya. Bangsa yang kemudian melahirkan juga bangsa-bangsa lainnya yang kini tinggal di wilayah Rusia.

Puisi Rusia berjudul "Sang Nabi" karya Aleksandr Pushkin. Dibacakan oleh Maulana Yodha Permana. Puisi ini berkisah tentang gentarnya seorang manusia yang tiba-tiba mendapat wahyu Tuhan dan diangkat sebagai nabi dan mendapat perintah untuk menyampaikan firman Tuhan terhadap manusia lainnya.

Berikut juga foto-foto hasil tangkapan kamera di balik pembuatan video-video tersebut:
Rekaman di tepi Sungai Moskwa, rela berpanas-panasan di bawah terik matahari

Sesekali kami beristirahat (sambil sedikit bergosip soal kuliah, hehe) di antara waktu pengambilan video untuk proyek ini

Sesekali bergaya sambil melihat hasil rekaman


Penuh penghayatan

- Bagaimana? Bagus nggak hasilnya ogut?
- Niiiih, lihat aja sendiri!



Kamis, Juni 06, 2019

Perayaan Hari Kelahiran Pushkin di Rusia

Deklamasi puisi di sekitar patung Pushkin, Lapangan Pushkin, Moskwa
 
Hari Pushkin atau disebut juga Hari Bahasa Rusia merupakan perayaan tahunan yang jatuh pada tanggal 6 Juni di Rusia. Perayaan Hari Pushkin merupakan satu dari sekian banyak perayaan besar di negeri yang penduduknya sangat menghormati sastra ini. Lalu, mengapa disebut Hari Pushkin? Siapakah Pushkin sebenarnya?
 
Pushkin bernama lengkap Aleksandr Sergeyevich Pushkin adalah seorang penyair sekaligus penulis prosa Rusia yang terkenal. Berkat karya-karya besarnya, penulis ini dianggap sebagai matahari dalam dunia kesusastraan Rusia. Ia merupakan orang yang telah memprakasai penggunaan bahasa Rusia kontemporer untuk penulisan karya sastra dalam perkembangan kesusastraan Rusia.

Pushkin mampu menyetarakan kemajuan perkembangan sastra Rusia dengan sastra di Eropa tanpa menghilangkan identitas kerusiaannya. Pushkin telah melahirkan karya-karya yang membuat para pembacanya jatuh cinta terhadap bahasa Rusia. Bahasa yang sederhana, indah dan plotnya yang sulit ditebak, membuat pembaca masuk ke dunia yang ia buat dalam setiap karyanya.


Pembacaan puisi Pushkin di Hari Bahasa Rusia ini tak hanya diramaikan oleh orang Rusia, namun juga mahasiswa asing yang sedang mempelajari bahasa Rusia
 
Sejak tahun 1997 Pemerintah Rusia mengesahkan hari kelahiran Pushkin, yakni pada 6 Juni, sebagai Hari Pushkin. Sejak saat itu, sejumlah masyarakat Rusia rutin berkumpul di lapangan atau di depan patung Pushkin yang ada di kotanya masing-masing untuk mendeklamasikan puisi atau sekadar mendengar pembacaan puisi-puisi karya Aleksandr Pushkin. Di Moskwa, tempat yang selalu dipenuhi orang pada hari Pushkin adalah Lapangan Pushkin (Pushkinskaya ploshchad') di tepi jalan Tverskaya. Pada zaman Soviet, yang bisa menjadi deklamator biasanya hanya seseorang yang berpengalaman atau seorang aktris terkenal yang memang mampu membaca puisi. Namun, zaman telah berubah. Saat ini, tidak hanya orang-orang terkenal dan berpengalaman, tetapi siapapun yang ingin dan berani untuk tampil di depan khalayak ramai, boleh melakukannya.

Dalam menyambut tanggal 6 Juni, mahasiswa Rusia maupun mahasiswa asing biasanya mengikuti kegiatan dan lomba pembacaan puisi-puisi karya Aleksandr Pushkin. Tidak hanya pengalaman yang didapat oleh para finalis lomba, sejumlah hadiah juga disediakan untuk memotivasi mereka agar lebih giat mempelajari bahasa Rusia serta dapat mengenal lebih banyak karya-karya sastra Rusia. Perayaan Hari Pushkin sangat bermakna bagi masyarakat Rusia dan penutur bahasa Rusia di seluruh dunia, juga bagi mereka yang mencintai bahasa Rusia. Keberanian, keunikan dan kesederhanaan Pushkin akan selalu dikenang oleh masyarakat Rusia dan para pencintanya.







Senin, Juni 03, 2019

Simbol Nol Kilometer Rusia di Moskwa

Simbol Nol Kilometer Rusia di Lapangan Manezh, Moskwa
 
Simbol “Nol Kilometer Rusia”  telah lama dibuat sejak tahun 1996 dan diletakkan di Lapangan Manezh, di pusat kota Moskwa. Simbol “Nol Kilometer” ini dapat ditemukan persis di depan Gerbang Kebangkitan (Воскресенские ворота) yang mengarah langsung ke Lapangan Merah. Pembuat simbol ini merupakan seorang pematung terkenal yang bernama Aleksandr Iyulianovich Rukavishnikov.

Sebenarnya, pertimbangan pemilihan lokasi penempatan simbol ini tidak memiliki dasar apapun. Titik lokasi tepatnya berada pada gedung Telegraf Pusat yang menghubungkan Jalan Gazethny ke Jalan Tverskaya (jalan utama di Moskwa). Namun, beberapa sumber mengatakan bahwa Nol Kilometer Federasi Rusia berada di antara Mausoleum Lenin dan gedung pusat perbelanjaan GUM yang terletak di Lapangan Merah. 
 
Simbol-simbol hewan di sekeliling simbol Nol Kilometer
 
Terlepas dari itu semua, tempat ini selalu ramai dikunjungi oleh warga kota Moskwa sekaligus menjadi daya tarik bagi turis yang berkunjung. Ada satu mitos yang berkembang di masyarakat Rusia, yang mana konon jika kita berdiri tepat di tengah titik Nol Kilometer sembari membelakangi Lapangan Merah dan melemparkan koin ke belakang badan, lalu mengucapkan harapan yang kita inginkan, maka harapan itu akan menjadi kenyataan.

Benar atau tidaknya mitos tersebut, sampai saat ini belum ada pembuktian secara pasti. Namun yang pasti, di sekitar Simbol Nol Kilometer ini selalu berdiri para babushka-babushka (nenek-nenek) dan para tuna wisma yang menunggu untuk merebut koin dari pengunjung yang melemparkannya.

Datangi dan buktikan sendiri mitos yang berkembang di objek wisata Moskwa yang satu ini. Siapa tahu mimpi kalian akan menjadi kenyataan!
 
Tampak turis yang berada di titik Nol Kilometer dan Babushka pengumpul koin
 
Sumber:

Kamis, April 04, 2019

Lomba Internasional Pushkin IX - Apalah Arti Namaku Bagimu?


Lomba Internasional Pushkin adalah lomba tahunan yang diselenggarakan sejak 2011 oleh Institut Pushkin, Moskwa. Lomba pada tahun ini diselenggarakan untuk memperingati hari kelahiran Aleksandr Sergeyevich Pushkin yang ke-220. Dalam lomba ini, setiap peserta lomba dapat mengekspresikan dirinya dalam bentuk pembacaan puisi, karya seni dan presentasi untuk menunjukkan kecintaannya terhadap bahasa Rusia. Di tahun 2019 ini lomba tersebut memasuki penyelenggaraan yang ke IX dengan nama resmi: IX Международный Пушкинский конкурс «Что в имени тебе моём?»/Lomba Internasional Pushkin IX: "Apalah Arti Namaku Bagimu?

Ada beberapa nominasi lomba, di mana para peserta dapat berpartisipasi untuk menunjukkan pencapaiannya dalam mempelajari bahasa Rusia, menunjukkan pengetahuannya tentang kesusastraan Rusia atau bakatnya dalam bidang seni. Para peserta bisa mengikuti nominasi pembacaan puisi karya Aleksandr Pushkin, menulis karya tulis sastra atau esay bahasa Rusia, membuat pertunjukkan musik atau teatrikal berdasarkan karya-karya Aleksandr Pushkin, menulis puisi dalam bahasa Rusia, melukis, atau membuat proyek fotografi berdasarkan tema-tema yang ditetapkan. Ini adalah momen yang sangat baik bagi peminat bahasa dan sastra Rusia untuk dapat berekspresi dan berkarya sekreatif mungkin!

Lomba ini dibuka bagi mereka yang bukan penutur asli bahasa Rusia, diutamakan yang sedang atau pernah belajar bahasa Rusia, dapat diikuti oleh mereka yang yang sedang tinggal di Rusia atau tinggal di luar Rusia.

Tujuan utama lomba bahasa Rusia ini adalah untuk mengenalkan bahasa dan budaya Rusia, membentuk citra positif tentang Rusia di mata dunia, mempromosikan pendidikan bahasa Rusia di seluruh dunia, serta meningkatkan minat dan ketertarikan masyarakat dunia akan bahasa dan sastra Rusia.

Apa saja nominasi yang dilombakan?


Nominasi 1: Пушкин в моей жизни (Pushkin dalam Hidupku)

Pada nominasi ini, setiap peserta harus menunjukkan peran dan pengaruh Pushkin beserta karya-karya Pushkin dalam hidupnya. Bentuknya bisa berupa karya tulis (prosa, puisi), esay, lukisan, catatan harian bergambar, dll. Intinya adalah berupa karya cipta sekreatif mungkin.

Nominasi 2: Пушкинская Москва глазами иностранца (Moskwa Pushkin di Mata Orang Asing)

Pada nominasi ini, para peserta harus menceritakan tentang tempat-tempat di Moskwa yang terkait dengan Pushkin. Tidak hanya tempat-tempat di mana Pushkin pernah singgah, tapi bisa juga berupa cerita tentang tempat-tempat yang nama Pushkin dilekatkan padanya, seperti teater, museum, galeri atau metro.

Nominasi 3: Пушкин в XXI веке (Pushkin di Abad XXI)

Nominasi ini mirip dengan nominasi pertama, yakni bisa berupa karya tulis, esay, lukisan dll. Hanya saja temanya adalah Pushkin di abad XXI.

Nominasi 4: Читаю Пушкина (Membaca karya Pushkin)

Nominasi ini berupa deklamasi puisi karya Pushkin yang dibaca tanpa melihat teks. Selain itu di nominasi ini juga menampilkan pertunjukkan musik/nyanyian berdasarkan puisi-puisi karya Aleksandr Pushkin. Ketentuan peserta nominasi ini adalah berusia lebih dari 14 tahun.

Nominasi 5: Пушкин – детям (Pushkin bagi Anak-Anak)

Nominasi ini juga berupa deklamasi puisi, seperti pada nominasi ke-4, hanya saja diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia sampai 14 tahun.

Setiap karya yang dikirimkan harus asli dan hak ciptanya dimiliki oleh peserta lomba. Karya-karya kreatif yang dikirim berupa esay, karya prosa, puisi, foto, film/video, lukisan atau karya grafis lainnya, atau bisa juga kombinasi (misal: karya puisi atau prosa yang diberi ilustrasi bergambar). Khusus karya tulis dan grafis dikirim dalam bentuk elektronik (telah discan/dipindai ke bentuk digital). Untuk nominasi 4 dan 5 (nominasi pembacaan puisi karya Pushkin) dikirim dalam bentuk rekaman video.

Bagi kawan-kawan yang tertarik untuk ikut serta dalam lomba ini, catat tanggal-tanggal penting berikut!

Pendaftaran untuk penyerahan karya seni dalam lomba kreativitas seni (nominasi 1, 2, 3) dibuka hingga tanggal 31 Mei 2019.


Pendaftaran untuk lomba pembacaan puisi nominasi "Membaca karya Pushkin" (nominasi 4 dan 5) dibuka hingga tanggal 23 April 2019. Babak penyisihan berlangsung pada 25-26 April 2019.


Untuk registrasi, klik pada tautan ini:
https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/IX/anketa.php

Konser dan pengumuman pemenang dari berbagai nominasi akan dilangsungkan di Institut Pushkin, Moskwa, pada 5 Juni 2019, sehari sebelum Hari Bahasa Rusia (Hari Kelahiran A. S. Pushkin). Konser ini bisa dihadiri oleh seluruh peserta, tapi tidak wajib. Adapun biaya pengeluaran untuk kehadiran pada konser ini ditanggung sendiri oleh para peserta.

Seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat, adapun para pemenang akan mendapat hadiah tematik dari pihak penyelenggara.

Untuk pengiriman karya dan pertanyaan teknis dan hal-hal menyangkut lomba bahasa Rusia bisa dilayangkan pada surel: pushkinconkurs@gmail.com. Untuk pertanyaan teknis terkait pendaftaran dan lain-lain, bisa berkonsultasi dengan kami melalui jiwarusia@mail.ru atau akun faceboook/instagram kami di @jiwarusia.

Informasi umum tentang lomba dan kalender lomba bisa dicek di sini:
https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/IX/index.php


Informasi detail tentang nominasi lomba bisa dicek di sini:
https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/IX/annotation.php


Untuk arsip karya dan rekaman video pembacaan puisi dari lomba-lomba sebelumnya bisa dilihat di sini:
https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/IX/archive.php

Berikut adalah suasana konser para finalis untuk nominasi 4 (pembacaan puisi dan pertunjukkan seni berdasarkan karya-karya Pushkin) pada Lomba Internasional Pushkin yang ke V di Institut Pushkin, Moskwa:



Bagaimana? Menarik, bukan? Ayo daftar segera! Желаем успехов!

Minggu, Januari 06, 2019

Teater Bolshoy

Teater Bolshoy adalah simbol seni dan budaya Rusia, khususnya bidang seni musik. Banyak pertunjukan opera dan balet yang ditampilkan di sini kini dianggap klasik. Di Teater Bolshoy juga sering diadakan Kompetisi Balet Internasional. Tak hanya berfungsi sebagai panggung seni, Teater Bolshoy juga memiliki sekolah koreografinya sendiri. Teater Bolshoy diabadikan pada uang kertas Rusia dengan nominal 100 Rubel.

Gedung Teater Bolshoy di malam hari.
 
Teater Bolshoy merupakan teater opera dan balet tertua di Rusia. Nama resminya adalah "Государственный академический Большой театр России" atau 'Akademi Teater Bolshoy Negara Rusia".

Teater Bolshoy kini juga dianggap sebagai monumen arsitektur. Gedung teaternya dibangun dengan gaya kekaisaran. Dinding luar bagian depannya dihiasi dengan 8 tiang, sedangkan di bagian serambinya terdapat patung Apollo, Sang Dewa Seni Yunani Kuno, yang sedang mengendalikan quadriga (kereta dengan dua roda yang ditarik oleh empat ekor kuda) karya P. K. Klodt. Bagian interior teater dihiasi dengan hiasan perunggu, logam berlapis emas dan beludru merah serta cermin-cermin. Bagian auditoriumnya dihiasi dengan lampu kristal, tirai bersulam emas, sedangkan di bagian langit-langitnya terdapat lukisan 9 Musai (kelompok Dewi Yunani Kuno pelindung beragam jenis seni).

Tahun 1776 dianggap sebagai hari lahirnya Teater Bolshoy, saat diselenggarakannya sebuah pertunjukan oleh sekelompok pemain teater profesional di Moskwa untuk pertama kalinya. Pertunjukan opera, balet dan drama pun oleh kelompok teater ini. Namun kelompok pemain teater ini tidak memiliki tempat khusus yang tetap. Hingga tahun 1780 pertunjukan demi pertunjukan diselenggarakan di kediaman milik Graf Vorontsov di Znamenka. Oleh karena itu, kelompok teater ini dikenal sebagai Teater Znamensky, atau terkadang juga disebut sebagai "Teater Medoks" (berdasarkan marga M. Medoks, sang direktur teater). Di akhir tahun 1780 untuk pertamakalinya dibangun sebuah gedung teater yang dirancang oleh arsitektur Kh. Rozberg di Jalan Petrovsky sehingga gedung ini dinamakan Gedung Teater Petrovsky. Namun pada tahun 1805 gedung tersebut mengalami kebakaran sehingga selama 20 tahun pertunjukan demi pertunjukan kembali diselenggarakan di tempat yang berbeda, di antaranya di rumah Pashkov, di Noviy Arbat, dll. Pada tahun 1824 arsitektur O. I. Bove merancang sebuah gedung teater baru yang lebih megah bagi Teater Petrovsky, merupakan gedung teater terbesar kedua di masanya setelah gedung teater Milan "La Scala", karenanya gedung teater ini juga dijuluki sebagai Bolshoy Petrovsky (Petrovsky yang Besar). Gedung teater ini baru dibuka pada tahun 1825. Pada tahun yang sama, grup untuk drama dipisahkan dari grup opera dan balet. Selanjutnya pertunjukan drama hanya diselenggarakan di gedung Teater Maliy (Teater Kecil) yang dibangun di sebelah gedung besar tersebut.

Bagian dalam gedung teater yang megah.
 
Pada tahun 1853 gedung teater yang dibangun oleh O. I. Bove mengalami kebakaran hebat. Mulai dari dekorasi, kostum-kostum, alat musik hingga perpustakaan musik habis dilalap api. Proyek pembangunan selanjutnya dimenangkan oleh arsitektur Albert Kavos. Proyek pembangunan yang dipimpinnya berlangsung selama tahun 1855-1856 dan gedung yang dikenal sebagai Teater Bolshoy itu berdiri hingga saat ini.

Selama tahun 2005-2011 gedung teater mengalami rekonstruksi dengan penambahan banyak alat modern serta tempat baru di bagian bawah tanahnya. Selain itu dinding luar bagian depan teater serta interiornya direkonstruksi kembali sebagaimana bentuknya yang dulu. Sebelumnya pada tahun 2002 panggung baru dibuka di Teater Bolshoy.

Pada awal abad XIX umumnya di Teater Bolshoy ditampilkan karya-karya penulis Prancis dan Italia, namun kemudian ditampilkan juga opera dan balet karya komposer Rusia seperti A. N. Vertovsky, A.A. Alyabyev dan A. Ye. Varlamov. Ketua kelompok balet saat itu adalah A.P. Glushkovsky yang merupakan murid dari Charles-Louis Frédéric Didelot. Pada abad pertengahan di panggung teater sering ditampilkan karya-karya romantis Eropa yang terkenal, seperti "La Sylphide" dengan iringan musik oleh Jean-Madeleine Schneitzhoeffer, "Giselle" dengan iringan musik oleh Adolphe, "La Esmeralda" dengan iringan musik oleh Cesare Pugni.

Penampilan terpenting di paruh pertama abad XIX adalah penampilan perdana dua opera karya M. I. Glinka, yakni "Жизнь за царя" (Hidup untuk Tsar) dan "Руслан и Людмила" (Ruslan dan Lyudmila, 1846). Di paruh kedua abad XIX karya-karya seniman Rusia semakin banyak ditampilkan, di antaranya adalah "Русалка" (Rusalka 1858) karya A.S. Dargomyzhsky, "Юдифь" (Judith, 1865) dan "Рогнеда" (Rogneda, 1868), selama tahun 1870-1880 ditampilkan "Демон" (Iblis, 1879) karya A. G. Rubinshtein, "Евгений Онегин" (Yevgeny Onegin, 1881) karya P. I. Chaykovsky, "Борис Годунов" (Boris Godunov, 1888) karya M. P. Musorgsky; dan di akhir abad ke XIX – "Пиковая дама" (Ratu Sekop, 1891) dan "Иоланта" (Iolanta, 1893 г.) karya Chaykovsky, "Снегурочка" (Gadis Salju, 1893) karya N. A. Rimsky-Korsakov, "Князь Игорь" (Pangeran Igor, 1898) karya A. P. Borodin.

Penampilan balet Teater Bolshoy juga mengalami kemajuan yang pesat sejak akhir abad XIX. Di tahun-tahun tersebut mulai ditampilkan "Лебединое озер"о(Danau Angsa), "Спящая красавица" (Putri Tidur), "Щелкунчик" (Boneka Pemecah Kacang) dengan iringan musik oleh Chaykovsky. Karya-karya tersebut kemudian menjadi simbol balet Rusia yang hingga saat ini menjadi sajian tontonan wajib di Teater Bolshoy. Pada tahun 1899 Teater Bolshoy menampilkan master balet terkenal A. A. Gorsky. Di abad XX teater ini juga menampilkan balerina-balerina terkenal seperti Galina Ulanova dan Maiya Plisetskaya, Yekaterina Maksimova, serta penari terkenal lainnya seperti Nikolay Fadeyechev dan Vladimir Vasiliyev. Di panggung opera juga muncul tokoh teater terkemuka seperti Sergey Lemeshev, Ivan Kozlovsky, Irina Arkhipova dan Yelena Obraztsova. Bertahun-tahun berikutnya teater ini menjadi tempat berkaryanya seniman terkenal seperti sutradara B. A. Pokrovsky, konduktor Ye. F. Svetlanov, serta master balet Yu. N. Grigorovich yang namanya sering dikaitkan dengan perkembangan balet Moskwa di kuartal pertama abad XX.

Memasuki abad XXI banyak pertunjukan-pertunjukan yang diperbarui, undangan penampilan kepada sutradara teater dan master balet terkenal, serta pertunjukan solo dan kelompok teater dari berbagai negara.





Sumber: