Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya!
Tampilkan postingan dengan label Uni Soviet. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Uni Soviet. Tampilkan semua postingan

Kamis, Desember 30, 2021

Sejarah Perayaan Tahun Baru di Rusia

Kemunculan Perayaan Tahun Baru di Tanah Rus

Sejak ditetapkannya Kristen sebagai agama resmi di Tanah Rus oleh Pangeran Vladimir I pada abad ke-10, bangsa Rus mulai menggunakan sistem perhitungan tahun berdasarkan sistem kalender Bizantium. Perhitungan tahun berdasarkan sistem Bizantium ini dimulai dari "masa penciptaan dunia" berdasarkan Alkitab yang dimulai dari tahun 5508 SM. Sistem penanggalan tersebut cocok dengan perhitungan sistem kalender Julian. Perayaan tahun baru awalnya dirayakan setiap musim semi pada bulan Maret, namun sejak abad ke-15 perayaan tahun baru dilakukan pada musim gugur setiap tanggal 1 September. Perayaan ini dilakukan dalam bentuk kebaktian yang dihadiri oleh Tsar, patriark, perwakilan pemimpin keagamaan, bangsawan dan para abdi negara berkumpul di alun-alun katedral di Kremlin Moskwa untuk melaksanakan upacara khidmat dalam menyambut "awal musim panas yang baru". Kedatangan musim panas saat itu dijadikan patokan awal tahun, itulah mengapa kata "лет" yang merupakan varian kata yang berarti "tahun" dalam bahasa Rusia memiliki akar kata yang sama dengan kata "лето" atau "musim panas".

Поменял осень на зиму. Как Петр I перенес празднование Нового года | Люди |  ОБЩЕСТВО | АиФ Санкт-Петербург
Di masa Pyotr I untuk pertama kalinya masyarakat Rusia merayakan tahun baru di musim dingin.

Pada tanggal 29 dan 30 Desember (atau pada 19 dan 20 Desember menurut perhitungan kalender lama/kalender Julian) tahun 1699 Imperator Pyotr I mengeluarkan dua dekret tentang pengenalan sistem perhitungan tahun yang baru dan tentang perayaan tahun baru. Dokumen-dokumen yang ditulis mulai saat itu harus mengacu pada hari kelahiran Kristus dan bukan pada "masa penciptaan dunia", sehingga tahun 7208 yang tercatat pada saat itu dikonversi menjadi tahun 1699. Adapun untuk merayakan tahun baru Rusia harus mencontoh negara-negara Kristen di Eropa, yakni pada musim dingin setiap tanggal 1 Januari. Meski demikian, Imperator Pyotr I tidak memperkenalkan kalender Gregorian meskipun banyak negara di Eropa yang beralih ke kalender Gregorian. Karena itulah hingga abad ke-20 Rusia masih mempertahankan perhitungan tahun berdasarkan kalender Julian dan merayakan tahun baru 11 hari lebih lambat dari kebanyakan negara Eropa lainnya.

Pohon Cemara sebagai Simbol Natal dan Tahun Baru

Berdasarkan dekret 30 Desember 1699, Pyotr I memberikan perintah untuk menghiasi jalan-jalan utama Moskwa dan rumah-rumah bangsawan, dengan tumbuhan runjung serta cabang-cabang pepohonan, juga di gerbang atau di atas penduduk. Untuk memberikan contoh kepada masyarakat, ia menggunakan pohon cemara yang dipasang di Gostiny Dvor. Tsar mengadopsi kebiasaan ini dari orang-orang Eropa yang tinggal di pemukiman Jerman (kini masuk dalam wilayah Lefortovo).

Warga kota harus saling memberi selamat, membuat api unggun di pinggir jalan-jalan, menembakkan senapannya ke udara serta melepaskan kembang api. Lapangan Merah saat itu mulai dijadikan tempat perayaan utama tahun baru, di mana kembang api, tembakan senapan dan meriam turut memeriahkan perayaan acara tersebut. Liburan tahun baru berlangsung hingga tujuh hari. Selain itu diperkenalkan juga tradisi pesta topeng bagi masyarakat. Selanjutnya, di masa pemerintahan Yelizaveta I pesta dansa dengan topeng yang diadopsi dari tradisi Eropa barat menjadi mode tersendiri bagi kaum bangsawan Rusia.

Pohon cemara atau pohon Natal untuk publik untuk pertama kalinya dipasang pada hari Natal tahun 1852 di Sankt-Peterburg, tepatnya di bangunan stasiun kereta api Yekaterina. Setelah itu mulai dipasang juga pohon-pohon Natal di tempat umum lainnya, misalnya di Moskwa dipasang di gedung Blagorodniy di Okhotniy ryad (kini gedung itu bernama Dom Soyuzov). Para bangsawan, saudagar dan pemilik bisnis industri turut memeriahkan tahun baru dengan menyelenggarakan pesta amal tahun baru bagi anak-anak.

Pohon Natal amal yang dipasang untuk menghiasi sekolah pada abad ke-19.

Pohon-pohon Natal ini pada umumnya dihiasi sejak tanggal 25 Desember hingga tahun baru atau hingga Baptisan tanggal 19 Januari.  Perayaan tahun baru saat itu hanya dianggap sebagai perayaan tambahan dari perayaan Natal itu sendiri. Dekorasi awal untuk pohon Natal saat itu umumnya lekat dengan figur-figur bertema Kristen. Lilin, manisan, buah-buahan dan kacang-kacangan juga digunakan sebagai hiasan. Biasanya bintang yang melambangkan "Bintang Betlehem" dipasang di bagian paling atas pohon cemara itu sebagai mahkotanya. Hiasan untuk pohon cemara ini terus berkembang, sehingga orang-orang Rusia mulai mendatangkan hiasan dan mainan yang terbuat dari kaca dengan mengimpornya dari Jerman. Karena semakin banyaknya permintaan masyarakat Rusia terhadap hiasan kaca untuk pohon Natal, maka pada akhir abad ke-19 pabrik bola kaca dan manik-manik didirikan di Rusia di dekat kota Klin oleh Pangeran Aleksandr Menshikov, cicit kesayangan Imperator Pyotr I. Tradisi ini sempat terputus selama terjadi Perang Dunia I. Pada tahun 1915 tawanan perang Jerman yang berada di rumah sakit Saratov mengadakan pesta Natal yang menyebabkan reaksi yang sangat negatif dari media massa Rusia. Akibatnya sejak itu Tsar Nikolay II melarang pemasangan pohon cemara untuk perayaan Natal.

Perayaan Tahun Baru setelah Revolusi Oktober

Setelah Revolusi Oktober 1917, larangan yang pernah ditetapkan oleh Tsar Nikolay II itu dicabut, sehingga pada 31 Desember 1917, pohon Natal publik dibuat kembali di Sekolah Artileri Mikhailovsky di Petrograd. Sedangkan Moskwa yang menghadapi serangan penembakan di Kremlin pada November 1917 membuatnya tidak mengadakan perayaan. Pada 24 Januari 1918, Dewan Komisaris Rakyat RSFSR atau yang dikenal sebagai "Sovnarkom" mengadopsi dekret tentang pengenalan kalender Gregorian yang digunakan di Eropa Barat untuk digunakan di Rusia. Dekret tersebut ditandatangani oleh Ketua Dewan Komisaris Rakyat Vladimir Lenin pada tanggal 26 Januari. Karena adanya perbedaan 13 hari antara penanggalan antara perhitungan kalender lama Julian yang sebelumnya digunakan di Rusia dengan kalender baru Gregorian, maka berdasarkan dokumen tersebut hari berikutnya setelah 31 Januari 1918 bukanlah 1 Februari, melainkan 14 Februari. Namun pihak Gereja Ortodoks Rusia tidak menerima aturan baru tersebut sehingga perhitungan tanggal dan hari besar keagamaan di Gereja Ortodoks Rusia tetap mengacu pada kalender lama Julian. Inilah mengapa umat Gereja Ortodoks Rusia tidak merayakan Natal pada 25 Desember berdasarkan kalender Gregorian, tapi pada tanggal 7 Januari (yang bertepatan dengan tanggal 25 Desember berdasarkan kalender Julian). Setiap 14 Januari, umat Gereja Ortodoks Rusia juga masih tetap merayakan tahun baru berdasarkan kalender lama Julian, sehingga muncul istilah "Старый Новый Год" atau "Tahun Baru Lama".

Ilustrasi propaganda tentang Vladimir Lenin yang merayakan tahun baru dengan anak-anak.

Pada tahun-tahun awal berdirinya Uni Soviet, tradisi liburan Natal dan tahun baru masih tetap dipertahankan. Para pejabat negara dan pemimpin partai mengadakan pesta untuk anak-anak dan menghias pohon Natal di Istana Besar Kremlin. Namun pada pertengahan tahun 1920-an muncul kebijakan yang kontra terhadap tradisi keagamaan. Pada 24 September 1929 Dewan Komisaris Rakyat mengeluarkan aturan tentang pelarangan perayaan Natal. Di saat yang sama muncul juga usulan untuk menggeser perayaan tahun baru pada 1 Januari ke tanggal 7 November (perayaan Hari Revolusi Oktober). Usulan tersebut tidak disepakati, tapi perayaan tahun baru juga dibatalkan karena dianggap sebagai tradisi "borjuis" dan "sisa tradisi gereja".

Kembalinya Liburan Tahun Baru di Uni Soviet

Pada tanggal 28 Desember 1935, surat kabar Pravda menerbitkan sebuah artikel yang ditulis oleh Pavel Postyshev, seorang calon anggota Politbiro Komite Sentral Partai Komunis Seluruh Serikat (Bolshevik) dan Sekretaris Kedua Komite Sentral Partai Komunis (Bolshevik) dari Ukraina yang sebagian isinya berbunyi: "Mari kita memasang pohon cemara yang elok bagi anak-anak di Tahun Baru!". Di dalam artikelnya tersebut penulis mengusulkan untuk mengakhiri "penghukuman yang salah terhadap pohon Natal": "Di masa pra-revolusi para pejabat borjuasi dan orang-orang borjuis selalu membuat pohon Natal bagi anak-anak mereka untuk merayakan tahun baru... Mengapa kita harus merampas kesenangan itu dari sekolah-sekolah, panti asuhan, tempat penitipan anak, klub anak-anak, dan istana anak-anak pionir kita, anak-anak dari kaum buruh di negeri-negeri Soviet kita ini, hanya karena sebagian orang yang menyebut dirinya "kiri" pernah mencela hiburan anak-anak ini sebagai usaha orang-orang borjuis?"

Setelah publikasi artikel itu, maka pada hari berikutnya Pravda menerbitkan dekret dari Aleksandr Kosarev, sekretaris Komite Sentral Komsomol (Pemuda Komunis), tentang pengadaan pohon cemara di sekolah, klub anak-anak, dan panti asuhan oleh anggota dan perintis Komsomol pada 1 Januari dengan catatan agar pohon tersebut "menyenangkan dan tidak membosankan." 

Сталин, Карацупа и кукуруза. Как Новый Год стал "антирождеством" — DSnews.ua
Ilustrasi propaganda tentang Iosip Stalin yang merayakan tahun baru bersama anak-anak.

Pada 1 Januari 1936, Pravda mempublikasikan foto Iosip Stalin di halaman depannya dengan ucapan "Selamat tahun baru, tovarisch, dengan kemenangan baru di bawah panji Lenin-Stalin!". Pada tahun yang sama, untuk pertama kalinya di radio, disiarkan salam tahun baru dari ketua Komite Eksekutif Pusat Uni Soviet, Mikhail Kalinin. Pidatonya didedikasikan untuk peristiwa-peristiwa yang terjadi di garis depan Perang Patriotik Raya (Perang Dunia II). Pada tahun yang sama, pohon cemara yang dihias untuk anak-anak dan remaja dan dipersembahkan di Aula Dom Soyuz. Tokoh utama yang identik dengan liburan tahun baru, yakni Ded Moroz (varian dari Sinterklas) dimunculkan di acara tersebut dengan diperankan oleh artis musik estrada Mikhail Garkavi. Setahun kemudian tokoh Snegurochka (cucu perempuan Ded Moroz) ikut dimunculkan bersamanya.

 

Tradisi Baru dalam Perayaan Tahun Baru di Uni Soviet

Pada malam tahun baru 1944, lagu kebangsaan Uni Soviet dimainkan untuk pertama kalinya. Liriknya ditulis oleh Sergey Mikhalkov dan El-Registan (bernama asli Gabriel Ureklyan) dengan diiringi musik karya Aleksander Aleksandrov.

Sejak tahun 1954, perayaan tahun baru untuk anak-anak dan remaja mulai diselenggarakan di Aula Santo Georgiy di Istana Besar Kremlin. Sejak tahun 1962, mulai diadakan di gedung Kongres Istana Kremlin (kini Istana Negara Kremlin). Anak-anak sekolah dan para mahasiswa terbaik diundang untuk menghadiri persembahan pohon cemara Kremlin yang pertama itu. Berita tentang acara tersebut disiarkan di radio, dan berita rincinya diterbitkan di surat kabar. Sejak saat itu, perayaan yang dilaksanakan di Kremlin tersebut dikenal sebagai "pohon cemara utama negara". Sejak pertengahan 1960-an perayaan tersebut mulai dibuat dalam bentuk penampilan drama berdasarkan cerita dongeng.

Pada tahun 1970-an penggunaan televisi mulai meluas di Uni Soviet. Muncul pada saat itu tradisi pidato tahunan yang disiarkan di televisi oleh para pemimpin negara untuk rakyat Soviet. Untuk pertama kalinya pidato semacam itu disiarkan oleh stasiun televisi pusat pada 31 Desember 1970 dengan menampilkan Lenoid Brezhnev, Sekretaris Jenderal Komite Sentral Partai Komunis Uni Soviet.

https://www.dsnews.ua/static/storage/originals/5/37/0ff0d4c38ccaa1df1ed88c5491704375.jpg
Tipikal mainan untuk hiasan pohon cemara tahun baru di zaman Soviet.

Atribut hiasaan pohon cemara untuk perayaan tahun baru di Uni Soviet juga mengalami perubahan dibandingkan dengan perayaan pada masa Kekaisaran Rusia. Bintang Betlehem di atas pohon cemara mulai digantikan dengan bintang merah berujung lima dilengkapi dengan hiasan lilin dan karangan bunga dari kabel listrik. Alih-alih kacang, buah-buahan dan figur-figur Natal, masyarakat Soviet mendekorasi pohon cemaranya dengan hiasan yang menyimbolkan Uni Soviet, seperti Kremlin, pesawat terbang, kosmonot, satelit, gandum, jagung dll. Sejak masa Uni Soviet, pohon cemara tak lagi menyimbolkan Natal yang bernilai religius, tapi lebih pada simbol perayaan tahun baru dengan tujuan sebagai hiburan bagi anak-anak.

Perayaan Tahun Baru di Rusia Baru

Setelah bubarnya Uni Soviet, tradisi perayaan tahun baru yang pernah dilakukan oleh masyarakat Soviet umumnya masih terus dilestarikan, namun dengan beberapa penyesuaian. Pada bulan Desember 1996 untuk pertama kalinya pohon cemara yang masih hidup ditampilkan di Lapangan Katedral Kremlin atas inisiatif Presiden Federasi Boris Yeltsin. Pertunjukan utama pohon cemara seluruh Rusia dikenal juga sebagai "pertunjukan utama pohon cemara presiden" dilaksanakan di Istana Negara Kremlin. Setiap tahunnya ada lebih dari 5 ribu anak-anak dari seluruh Rusia menghadirinya. Mereka adalah para pemenang lomba dan olimpiade, anak-anak panti asuhan dan sekolah asrama, anak-anak yatim-piatu dari daerah konflik, dll.

Pada malam tahun baru, Presiden Federasi Rusia memberikan selamat kepada warga Rusia. Setelah pidato kepala negara, televisi dan radio menyiarkan suara lonceng Menara Spasskaya Kremlin tepat pada tengah malam yang menandai awal tahun baru. Kemudian lagu kebangsaan Federasi Rusia akan dimainkan.

Красную площадь снова закроют на Новый год — РБК
Hiasan tahun baru di Lapangan Merah, Moskwa.


Tanggal Liburan Tahun Baru

Tanggal-tanggal yang diatur sebagai masa liburan tahun baru secara resmi di Rusia pernah mengalami perubahan selama beberapa kali. Hari libur tahun baru yang bertepatan pada 1 Januari baru diresmikan di Rusia pada tahun 1948 sesuai dengan keputusan Presidium Soviet Tertinggi Uni Soviet tertanggal 23 Desember 1947. Tanggal 7 Januari baru mendapat status sebagai hari libur Natal setelah 43 tahun kemudian, setelah adanya dekret Soviet Tertinggi RSFSR 27 Desember 1990.

Pada 25 September 1992, berdasarkan amandemen Undang-Undang Perburuhan RSFSR, ditetapkan bahwa tanggal 2 Januari menjadi hari libur kerja sebagaimana tanggal 1 dan 7 Januari. Liburan ini juga disebutkan dalam Undang-Undang Perburuhan Federasi Rusia (ditetapkan pada 30 Desember 2001, mulai berlaku pada 1 Februari 2002).

Pada tanggal 29 Desember 2004, amandemen pasal 112 dari Kode Perburuhan Federasi Rusia menyatakan bahwa liburan Tahun Baru berlangsung dari 1 Januari hingga 5 Januari secara inklusif, sedangkan 6 Januari adalah hari kerja, dan hari Natal (7 Januari) adalah hari libur. Namun pada hari ke-6 pun orang-orang tidak masuk kerja.

Sejak tahun 2013, liburan tahun baru secara resmi berlangsung dari 1 Januari hingga 8 Januari, sesuai dengan amandemen Undang-Undang Perburuhan Federasi Rusia pada 23 April 2012. Hari libur (libur akhir pekan) yang bertepatan dengan hari libur ini dapat ditunda dengan keputusan dari pemerintah Rusia ke tanggal lain, misalnya ditambahkan ke liburan di bulan Mei (bersama dengan perayaan hari buruh atau hari Kemenangan).

 

 

Sumber Bacaan:

ТАСС: История Нового года в России. Досье.


Kamis, Agustus 19, 2021

Kisah di Balik Lima Lagu Anak Berbahasa Rusia Populer

Ada banyak sekali lagu anak berbahasa Rusia yang populer di masa Soviet masih sering dinyanyikan hingga hari ini. Lagu-lagu itu masih terus diajarkan di taman kanak-kanak dan di sekolah, dijadikan lagu latar film-film kartun favorit anak, dan terus diputar di saat hari libur dan di konser-konser musik. Dalam tulisan ini akan dibahas lagu-lagu anak terkenal berbahasa Rusia yang masih populer hingga saat ini serta kisah apa yang terjadi di balik lagu-lagu tersebut.

«В лесу родилась елочка» (Pinus Kecil Terlahir di Hutan)
Lirik lagu paling terkenal ini telah ditulis seabad yang lalu. Lirik lagu ini ditulis oleh seorang guru bernama Raisa Kudasheva dalam bentuk puisi tahun baru untuk murid-muridnya. Isi puisinya menceritakan tentang pohon "yolka" (pinus) atau "yolochka" (pinus kecil), yakni pohon pinus yang dijadikan simbol perayaan tahun baru. Pada Desember 1903 puisi ini dipublikasikan di majalah "Malyutka". Namun Kudasheva, karena kerendahan hatinya, tidak ingin menunjukkan nama aslinya, sehingga nama penulis di majalah tersebut ditulis dengan menggunakan nama samaran.

Iringan musik untuk puisi lagu tersebut kemudian disusun oleh seorang ilmuwan Rusia bernama Leonid Bekman untuk putrinya. Dia sebenanrya bukan seorang komposer, bahkan dia tidak tahu notasi musik. Namun upayanya itu baru dapat dilakukan dengan bantuan istrinya, Yelena Beckman, yang merupakan lulusan Konservatori Moskwa dan juga merupakan teman Sergey Rakhmaninov.

Lagu "В лесу родилась елочка" hingga kini selalu
dinyanyikan oleh anak-anak Rusia saat merayakan tahun baru.

Putri Beckman kemudian membawakan lagu tentang pohon pinus kecil itu di pesta keluarga bersama teman-temannya. Para pendengar sangat menyukai melodi itu sehingga mereka meminta mereka untuk menulis ulang nada dan lirik lagunya. Pada tahun 1906, Beckman menulis ulang lagu "Yolochka" ini untuk teman-temannya lebih dari 10 kali, mereka terus menyebarkan lagu ini kepada para kenalan mereka, dan akhirnya lagu tahun baru ini menjadi sangat populer di Moskwa saat itu.

Raisa Kudasheva sendiri dalam waktu yang lama tidak mengetahui bahwa puisinya itu menjadi begitu terkenal. Baru pada tahun 1921 dia mendengar untuk pertama kalinya saat seorang gadis kecil di kereta menyanyikan "Yolochka" yang menggunakan lirik dari puisinya. Nama Kudasheva sendiri baru terkenal pada tahun 1950-an, ketika dia menghadiri dua wawancara kepada surat kabar Vechernyaya Moskva dan majalah Ogonyok. Bagaimana pun dia tidak pernah mencari ketenaran sehingga dia sebuah surat kepada temannya dia mengatakan: "Aku tidak ingin menjadi orang terkenal, tetapi aku juga tidak bisa untuk tidak menuliskannya (tentang hal ini)."

Dengarkan lagunya di: https://www.youtube.com/watch?v=O9IEvXbJPmI


«Антошка» (Antoshka/Si Anton Kecil)

Seorang penyair bernama Yury Entin dan seorang komposer Vladimir Shainsky menulis lagu "Antoshka" pada tahun 1968. Beberapa tahun sebelumnya, Entin pernah bekerja sebagai guru sejarah di sekolah. Puisi yang kelak menjadi lirik lagu ini didedikasikan bagi murid-muridnya yang malas dan nakal serta sangat ceroboh, sehingga selalu menanggapi semua permintaan guru dengan kalimat: "Kami tidak bisa mengerjakannya, kami tidak bisa menjawab pertanyaan ini"

Shainsky kemudian menyusun melodi lagu ini hanya dalam beberapa menit saja, bahkan tanpa alat musik. "Dia berkata: "Saya tidak membutuhkan piano, saya akan menuliskannya di atas meja". Dia kemudian mulai mengetuk meja dan bernyanyi: "Tili-tili, trali-vali ..." Di sana ada enam baris. Lagu itu selesai pada hari itu juga." kenang Yury Entin mengenai proses kerja Shainsky dalam menyusun melodi tersebut.

Lagu "Antoshka" menjadi semakin populer setelah diputar
dalam film kartun yang juga berjudul "Antoshka"

Namun lagu "Antoshka" ini tidak langsung diapresiasi di kantor redaksi televisi anak. Entin dan Shainsky akhirnya mencoba menawarkannya ke program-program televisi yang berbeda, tapi ternyata juga mengalami penolakan. Lagu ini akhirnya baru diterima oleh sebuah program bernama "С добый утром!" (Selamat pagi!). Sehari setelah kemunculannya di televisi, lagu "Antoshka" menjadi banyak disukai. Pada tahun 1970, sebuah kartun dengan nama yang sama juga muncul. Film kartun ini disutradarai oleh Leonid Nosyrev untuk program animasi Vesyolaya Karusel.

Dengarkan lagunya di: https://www.youtube.com/watch?v=MK5LbdMH-pY


«Чунга-Чанга» (Chunga-Changa)
Lagu ini merupakan karya Inessa Kovalevskaya, pertama kali ditampilkan dalam kartun "Katerok". Yury Entin dan Vladimir Shainsky juga ikut mengerjakannya. Mereka membuat lagu ini pada hari yang sama dengan pembuatan lagu "Antoshka". Mereka awalnya kesulitan untuk memutuskan hal yang paling penting dari lagu ini, yaitu nama "pulau ajaib" yang menjadi fokus utama lagu ini. Semua pilihan yang ada tidak juga dirasa cocok bagi Entin sampai akhirnya dia secara tidak sengaja melihat poster pertunjukan balet es. Di poster balet tersebut ada nama "Yevgeny Changa" sebagai sutradaranya. Yuri Entin sangat menyukai nama marga yang tidak biasa itu sehingga dia menambahkannya dengan kata fiktif "chunga" dan memasukkannya ke dalam lirik lagu ini.

Nama Chunga-Changa mengacu pada "pulau ajaib"
serba ada yang menyenangkan untuk ditinggali

Penyanyi Soviet populer Anatoly Gorokhov dan Aida Vedishcheva kemudian menyanyikan lagu ini dalam kartun "Chunga-Changa". Entin sendiri tidak menganggap pembuatan lagu ini berhasil. Menurutnya, motif dan rima lagunya terlalu sederhana. Namun justru berkat melodi dan kata-katanya yang sederhana ini, lagu tersebut dengan cepat diingat oleh anak-anak di seluruh Uni Soviet.

Dengarkan lagunya di: https://www.youtube.com/watch?v=tSq9jJwi7rM


 
«В траве сидел кузнечик» (Belalang Duduk di Rerumputan)

Lirik lagu tentang belalang ini muncul jauh lebih awal daripada musiknya. Pada tahun 1954, seorang penulis dongeng, Nikolay Nosov, mempublikasikan buku berjudul "Petualangan Neznayka dan Kawan-Kawannya". Di salah satu bab terakhirnya, penduduk Kota Kembang menyanyikan lagu ini yang kemudian digubah oleh Tsvetik, sang penyair, dan Guslya, seorang musisi.

Lagu "В траве сидел кузнечик" mencapai popularitasnya saat diputar
dalam kartun "Petualangan Neznayka dan kawan-Kawannya".

Pada tahun 1961 dibuatlah sandiwara radio dan film kartun pendek berdasarkan kisah Neznayka. Melalui kedua karya tersebut lagu tentang belalang ini diperdengarkan. Untuk sandiwara radio, musiknya ditulis oleh Yan Frenkel dan Ilya Shakhov, sedangkan untuk film kartun musiknya ditulis oleh Mikhail Meyerovich. Namun kedua versi tersebut tidak bisa menggapai popularitas. Satu-satunya versi lagu yang berhasil mencapai popularitas adalah versi Vladimir Shainsky yang diputar dalam kartun boneka tahun 1971 berjudul "Petualangan Neznayka dan Kawan-Kawannya". Lagu itu dinyanyikan oleh aktris Klara Rumyanova, yang juga menjadi pengisi suara untuk karakter utamanya.

Dengarkan lagunya di: https://www.youtube.com/watch?v=9Zpa7BAyXfY


«Чему учат в школе» (Apa yang Diajarkan di Sekolah)
Teks lagu tentang sekolah ini ditulis oleh penulis lagu populer Soviet Mikhail Plyatskovsky. Inspirasi lagu ini berasal dari pengalaman pribadinya. Suatu hari dia sedang naik lift dengan anak tetangga yang akan mulai bersekolah dan terjadilah percakapan berikut.
    - "Hebatnya!" - Kataku terhadap anak itu. - "Kamu akan sekolah."
    - "Di sekolah akan diajarkan apa?" Tanya si anak kepadaku.
    - "Membaca!"
    - "Lalu apa lagi?"
    - "Menulis!"
    - "Lalu apa lagi?
    - "Berhitung!"
    - "Lalu apa lagi? Apa lagi? Apa lagi?"
    Dari memoar Mikhail Plyatskovsky

Dialog ini kemudian menginspirasi Plyatskovsky. Akhirnya muncul baris-baris berikut dalam lirik yang ia tulis tersebut:
"Буквы разные писать тонким перышком в тетрадь учат в школе, учат в школе, учат в школе…"
"Maka diajarkanlah huruf-huruf yang berbeda, juga menulis dengan pena yang tipis di buku catatan di sekolah, semua diajarkan di sekolah, diajarkan di sekolah..."

Eduard Khil, penyanyi Soviet yang mempopulerkan lagu "Чему учат в школе".

Aransemen musik untuk puisi karya Mikhail Plyatskovsky ini kemudian diciptakan oleh Vladimir Shainsky. Untuk pertama kalinya ini diputar di acara radio berdasarkan dongeng Sakarias Topelius berjudul "Dua Kali Dua Sama Dengan Empat". Lagu ini kemudian dinyanyikan oleh penyanyi Soviet populer Eduard Khil bersama paduan suara anak-anak.

Dengarkan lagunya di: https://www.youtube.com/watch?v=JTbb_hK_3vE


 

 

Sumber Bacaan

Irina Kirilina. Культура.рф: 5 самых популярных детских песен и их история. 


Selasa, Juni 22, 2021

22 Juni - Hari Duka dan Peringatan Korban Perang

22 Juni 1941 menjadi tanggal yang paling menyedihkan dalam sejarah Rusia. Tanggal 22 Juni di Rusia diperingati dikenal sebagai "День памяти и скорби" atau Hari Duka dan Peringatan Korban Perang atau Hari Dimulainya Perang Patriotik Raya/Perang Dunia II.

 

Pada hari ini diperingati untuk mengenang orang-orang yang gugur dalam pertempuran, mengalami penyiksaan sampai mati di kamp penyiksaan Nazi, hingga yang meninggal karena bencana kelaparan. Semua orang berduka bagi mereka yang telah mengorbankan hidupnya, memenuhi tugas suci mereka dalam membela Tanah Air di tahun-tahun yang sulit itu selama Perang Dunia II.


Dini hari tanggal 22 Juni 1941, tanpa adanya pernyatan perang sama sekali, pasukan Nazi Jerman menyerang wilayah Uni Soviet dan memberikan kerugian besar pada daerah yang menjadi sasaran militer serta wilayah strategis di banyak kota seluas 250-300 kilometer dari garis batas luar negara. Perang Dunia II atau yang lebih dikenal di Rusia sebagai Perang Patriotik Raya pun dimulai di wilayah Uni Soviet. Perang ini berlangsung selama 1418 hari, di mana pada perang ini Uni Soviet telah kehilangan sekitar 27 juta jiwa, tetapi dalam keadaan yang sulit tersebut Uni Soviet mampu bertahan dan kembali melawan.



Dalam peperangan yang berdarah-darah ini, rakyat Soviet memberikan kontribusi yang menentukan bagi pembebasan rakyat Eropa atas dominasi kekuatan Nazi dan menjadi penyebab utama kekalahan pasukan Hitler. Pada tanggal 8 Mei 1945 akhirnya ditandatangani Undang-Undang tentang Penyerahan Tanpa Syarat Nazi Jerman beserta angkatan bersenjatanya.



Perang Patriotik Raya memang berakhir dengan kemenangan di pihak Uni Soviet, namun kemenangan ini diperoleh dengan mengorbankan penderitaan manusia serta kerugian besar yang menimpa rakyat Soviet. Sebelumnya dalam sejarah belum pernah terjadi kehancuran besar-besaran, kebiadaban dan ketidakmanusiawian seperti yang pernah dilakukan oleh pasukan Nazi di wilayah Uni Soviet.


Untuk memperingati tanggal 22 Juni di negara-negara bekas Uni Soviet, seperti di Rusia, Belarus dan Ukraina, dikibarkan bendera setengah tiang untuk memperingati para korban yang telah tewas selama perang berlangsung. Selain itu biasanya diadakan kegiatan seperti konser lagu-lagu tentang tanah air, menyalakan lilin, peletakan rangkaian bunga di monumen dan makam pahlawan untuk menghormati para pahlawan yang telah berjuang demi kebebasan tanah air mereka.


Senin, Mei 03, 2021

6 Film Rusia dan Soviet Pemenang Oscar yang Wajib Ditonton

Nikita Mikhalkov menerima Oscar atas filmnya yang berjudul "Утомленные солнцем"

Dalam perkembangan sejarah perfilman dunia, sejumlah pembuat film dari Uni Soviet dan Rusia telah melakukan gebrakan yang besar. Dari waktu ke waktu, Amerika Serikat melalui Motion Picture Academy pun telah mengakui kehebatan karya-karya sinema asal Rusia. Tidak jarang orang yang mengajukan pertanyaan: adakah film-film Rusia yang memenangkan Oscar? Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai 6 film Soviet dan Rusia yang sejauh ini telah berhasil memenangkan Oscar.


Разгром немецких войск под Москвой/Serangan Balik Moskwa (1942)

Film ini menjadi satu-satunya film dokumenter terbaik Soviet yang memenangkan Oscar. Judul aslinya "Разгром немецких войск под Москвой" secara harfiah berarti 'Kekalahan Pasukan Jerman di Dekat Moskwa', bercerita tentang pertahanan Tentara Merah di masa-masa terpenting dalam Pertempuran Moskwa selama Oktober 1941 - Januari 1942.

Pada November 1941 sebuah dekret dikeluarkan oleh Stalin untuk memerintahkan 15 pembuat film yang ditempatkan berada di garis depan untuk merekam dan mencatat jalannya peperangan yang terjadi hanya belasan kilometer dari ibukota Uni Soviet itu. Setiap kali para pembuat film selesai merekam untuk bahan film dokumenter, mereka akan kembali berlindung ke studio bawah tanah yang juga berfungsi ganda sebagai barak.

Segera setelah Uni Soviet menguasai medan pertempuran, film itu segera dirilis pada tanggal 23 Februari 1942. Film ini berhasil memenangkan Oscar pada 1943 di Amerika Serikat dan mendapat Penghargaan Stalin di Uni Soviet.

Jika Anda adalah peminat film-film dokumenter Soviet terkait Perang Dunia II, kami juga merekomendasikan untuk menonton lima seri film dokumenter yang dibuat tahun 1970-1972 bertema "Освобождение" atau 'Pembebasan': 1) Огненная дуга/Busur Api; 2) Прорыв/Terobosan; 3) Направление главного удара/Arah Pukulan Utama; 4) Битва за Берлин/Pertempuran untuk Menguasai Berlin; 5) Последний штурм/Serangan Penghabisan.

Tonton film "Разгром немецких войск под Москвой" di RussianFilmHub

 
Война и мир/Perang dan Damai (1966)

Film ini diangkat berdasarkan novel tebal yang terdiri dari 4 bagian yang ditulis oleh Lev Tolstoy tentang Perang Patriotik Rusia menghadapi invasi Prancis ke Rusia di bawah pimpinan Napoleon pada tahun 1812. Film ini menjadi salah satu film dengan anggaran tertinggi dan berdurasi terlama dalam sejarah perfilman dunia.

Sutradara ternama, Sergey Bondarchuk, mengerjakan film ini selama enam tahun. Jumlah pemain dalam film ini cukup besar. Kementerian Pertahanan Soviet saat itu bahkan turun tangan dengan membantu menyediakan unit militer dan kuda yang cukup untuk mengisi peran resimen kavaleri. Kementerian Industri Ringan juga terlibat dengan membantu membuatkan kostum yang bentuknya sama persis sebagaimana yang dipakai oleh tokoh-tokoh yang hidup di masa tersebut.

Hasil dari semua upaya ini benar-benar membuat kagum para penonton di seluruh dunia. Film ini tak hanya berhasil memenangkan Oscar sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik, tapi juga mendapat nominasi untuk Desain Produksi Terbaik. Tim kameramen film ini juga mengembangkan beberapa inovasi sinematografi yang menarik. Misalnya, selama pengambilan gambar untuk adegan Pertempuran Borodino mereka memasang kamera di kereta gantung yang dapat bergerak sepanjang 120 meter. Adapun di adegan pesta dansa para bangsawan, untuk pengambilan gambar, juru kamera memakai sepatu roda saat syuting.

Tonton "Война и мир" di RussianFilmHub


Дерсу Узала/Dersu Uzala (1975)

Dersu Uzala adalah film hasil produksi Uni Soviet dan Jepang yang disutradarai oleh salah satu pembuat film paling berpengaruh sepanjang masa, Akira Kurosawa. Kisah bagaimana ia terlibat dalam pembuatan film ini sangat menarik. Pada tahun 1971, Kurosawa menghadapi masa-masa sulit dalam kariernya, bahkan sempat mencoba bunuh diri. Studio-studio film di Jepang menolak untuk memberikan peluang kepada dirinya untuk membuat film, sehingga ia merasa kehilangan tempat untuk mengembangkan kreativitasnya.

Namun salah satu studio film terbesar di Uni Soviet, yakni Mosfilm, mendekati Akira Kurosawa dan mereka pun mulai membicarakan tentang kemungkinan melakukan kerjasama. Pada tahun 1973, mereka menyetujui kesepakatan di mana Kurosawa memiliki kendali mutlak dalam kreasi film yang dibuat bersama Uni Soviet. Maka lahirlah film Dersu Uzala.

Film ini berkisah tentang seorang penjelajah Rusia yang bertemu dengan seorang pemburu di wilayah timur jauh Rusia. Film ini mengangkat beberapa isu, di antaranya adalah hubungan peradaban dan alam, kedudukan seseorang di dunia, permasalahan iman dan kepercayaan, permasalahan usia dan banyak lagi. Dengan dibuatnya film ini, Akira Kurosawa mencapai kembali kepercayaan diri dalam berkarier. Saat menerima Oscar untuk Dersu Uzala, Akira Kurosawa berkata, "Saya akan terus membuat film sampai hari terakhir kehidupan saya'.

Tonton Dersu Uzala di RussianFilmHub


Москва слезам не верит/Moskwa Tak Percaya pada Air Mata (1980)
Film ini merupakan adikarya yang disutradarai oleh Vladimir Menshov, menceritakan secara akurat kehidupan sehari-sehari orang Soviet. Film ini juga sering dianggap sebagai film yang berhasil menggambarkan ungkapan terkenal "russkaya dusha" atau "jiwa Rusia". Film ini bahkan sengaja ditonton oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Ronald Reagan, sebelum ia melakukan pertemuan dengan Mikhail Gorbachyov.

Plot dalam film ini bercerita tentang kehidupan tiga wanita muda Soviet yang pindah ke ibukota Moskwa untuk berkarier dan mencari pasangan hidupnya. Petualangan mereka mengalami jatuh bangun hanya demi membangun kehidupan yang bermakna. Jika Anda juga peminat film-film Amerika Serikat, mungkin Anda akan terkejut saat menemukan kemiripan-kemiripan dengan film-film klasik Amerika, seperti "Sex and the City".

Tonton Москва слежам не верит di RussianFilmHub

 

Утомленные солнцем/Terbakar Matahari (1994)
Film ini merupakan bagian awal dari trilogi film "Утомленные солнцем" karya Nikita Mikhalkov dan menjadi satu-satunya film yang dianggap sukses dari trilogi tersebut. Film ini menceritakan tentang liburan musim panas dan kebahagiaan terakhir keluarga seorang Pahlawan Perang Saudara sebelum terjadi "pembersihan" di masa Stalin. Tak hanya berhasil memenangkan Oscar, film ini juga memenangkan Grand Prix di Festival Film Cannes.

Banyak orang yang menontonnya karena tertarik tentang pembersihan Stalin dan represi yang pernah terjadi di Uni Soviet pada masa pemerintahan Stalin. Jika tema-tema ini juga menarik bagi Anda, maka kami juga merekomendasikan untuk menonton film "Покаяние" (Penyesalan) karya Tengiz Abduladze pada tahun 1987. Film ini memberikan kritik lebih pedas terhadap Stalin daripada film "Утомленные солнцем".

Tonton утомленные солнцем di RussianFilmHub

 

Old Man and The Sea/Lelaki Tua dan Laut (1999)

Perlu dua tahun bagi Aleksandr Petrov, sutradara dan penulis naskah, untuk mengerjakan mahakarya animasi "Old Man and The Sea" atau "Lelaki Tua dan Laut" berdurasi 20 menit ini. Animasi ini dibuat berdasarkan novel Ernest Hemingway yang juga berjudul "Old Man and The Sea". Dibuat dengan teknik lukisan yang sulit dan detail untuk menghasilkan pemandangan laut dan visual karakter yang menakjubkan.

Secara umum, perkembangan film animasi buatan Rusia sebenarnya telah lama dikenal memiliki keunggulan yang luar biasa. Misalnya, animasi Soviet "Ёжик в тумане" (Landak Kecil dalam Kabut) yang mendapat banyak pujian dan bahkan dianggap sebagai animasi terhebat yang pernah ada dengan menjadi juara pertama dalam Festival Animasi Laputa pada 2003.

Tonton Old Man and The Sea di RussianFilmHub


Sumber:
Wess, Richard. 6 Oscar-Winning Soviet and Russian movies you have to watch (RussianFilmHub)


Sabtu, Mei 01, 2021

Мир! Труд! Май! - Perayaan Musim Semi dan Hari Buruh di Rusia

1 Mei adalah Hari Buruh Sedunia. Di Rusia, hari ini juga merupakan hari libur nasional. Di masa Soviet, 1 Mei dirayakan secara nasional sebagai hari buruh dan orang-orang akan turun ke jalan melakukan parade. Adapun saat ini selain sebagai hari buruh, di Rusia juga dirayakan sebagai hari musim semi. Kebanyakan orang lebih banyak memilih untuk jalan-jalan dan berpiknik, sebab bulan Mei biasanya suhu udara sudah cukup menghangat dan bunga-bungaan mulai bermekaran.

Dalam tulisan ini kita akan mempelajari tentang kosakata, sejarah dan tradisi yang berkaitan dengan perayaan 1 Mei di Rusia.

Мир! Труд! Май! - Ini adalah ungkapan yang sering digaungkan saat merayakan 1 Mei di Rusia. Slogan ini dipopulerkan di masa Soviet dalam merayakan Hari Buruh Sedunia. Kata "мир" berarti 'kedamaian', "труд" berarti 'kerja keras' dan "май" adalah 'bulan Mei'. Untuk kata "труд" sebenarnya tak hanya memiliki arti 'kerja keras' saja. Di masa kuno, kata ini awalnya memiliki makna "beban berat", "penderitaan", "gangguan" dan "kesedihan". Dalam perkembangannya pada bahasa Rusia kuno kata ini mulai memiliki makna 'kerja' dan 'kesulitan'. Selain itu kata ini juga pernah memiliki makna 'penyakit yang berkepanjangan', sebab berkaitan dengan organ tubuh manusia yang bekerja keras dalam mengatasi penyakit yang harus dilalui dalam masa-masa sulit.

Di awal abad ke-20, 1 Mei diperingati sebagai "маёвка" atau semacam "May Day" yang dilakukan di masa Kekaisaran Rusia. Pada saat itu pertemuan semacam ini dianggap sebagai pertemuan yang ilegal karena dilakukan oleh kaum revolusioner dalam bentuk "piknik politik" dan berlangsung di taman-taman dan di pinggiran kota. Kata "пикник" yang masuk ke dalam bahasa Rusia diserap dari kata bahasa Inggris "pick" yang artinya 'memilih' dan "nick" yang artinya 'menit yang berharga'. Dengan demikian, kata "пикник" untuk menggambarkan piknik yang dilakukan oleh orang-orang saat merayakan 1 Mei benar-benar tepat, karena orang Rusia akan benar-benar akan memilih waktu dan tempat yang tepat dalam merencanakan acara makan dan jalan-jalan santai bersama keluarga untuk menikmati musim semi. Sebagian lainnya berlibur dengan teman atau kolega ke luar kota, dan biasanya itu dilakukan dengan setiap orang masing-masing menanggung biaya pengeluarannya sendiri. Berbicara tentang piknik, orang Rusia gemar memasak "шашлык" saat piknik, yaitu hidangan khas Kaukasus berupa daging yang ditusuk (seperti sate) dan dipanggang. Satu tusuk shahlyk porsinya cukup besar, berbeda dari sate di Indonesia yang satu tusuknya terdiri atas potongan-potongan daging yang lebih kecil.

Selain jalan-jalan dan piknik, ada juga tradisi dari zaman Soviet yang masih dilakukan oleh sebagian masyarakat, khususnya oleh kaum pekerja, yaitu "демонстрация". Kata ini muncul dalam bahasa Rusia sejak awal abad ke-18 di masa Tsar Pyotr I. Kata "демонстрация" bermakna penampilan publik, dan baru sejak abad ke-19 kata ini memiliki makna 'pawai' atau 'arakan massa'.

Saat melakukan pawai di jalan, orang-orang biasanya bernyanyi dan meneriakkan selamat dan salam sambil membawa "транспаранты" atau 'spanduk-spanduk'. Kata "транспаранты" diserap dari bahasa Prancis ke bahasa Rusia, memiliki makna kain atau kertas yang direntangkan di atas bingkai dengan teks atau gambar, meski secara harfiah dapat juga diterjemahkan sebagai 'jernih', 'gamblang' atau 'tembus pandang'.


Spanduk yang dibawa saat merayakan "May Day" dianggap sebagai alat propaganda dan agitasi visual. Dalam bahasa Rusia, kata "агитация" dan turunannya, seperti "агитировать" - melakukan agitasi dan "агитатор" - pelaku agitasi, memiliki makna negatif. Namun seiring dengan perkembangan sejarah Rusia di masa Soviet kata "агитация" kehilangan makna negatifnya, sebab penggunaannya bahkan digunakan dalam bentuk karya sastra, seperti dalam kutipan yang terkenal karya seorang penyair Soviet, Vladimir Mayakovsky:

Ешь ананасы, рябчиков жуй,
день твой последний приходит, буржуй.
Makanlah nanasmu, kunyahlah belibis,
Hari terakhirmu akan datang, wahai borjuis.

Demonstrasi yang dilakukan saat merayakan "May Day" bukan hanya tradisi tahun yang dilakukan di Rusia, tapi di seluruh dunia. Karena itu ada juga slogan yang pernah digunakan dalam simbol negara Uni Soviet, yaitu "Пролетарии всех стран, соединяйтесь!" - "Para pekerja seluruh sedunia, bersatulah!". Kata "пролетарий" atau "kaum proletar" atau "buruh, pekerja" dikenal dalam bahasa Rusia sejak abad ke-19. Kata ini berasal dari bahasa Latin "proletarius", dari kata "proles" - "anak-anak, keturunan". Apa hubungannya anak-anak dan keturunan dengan buruh? Di zaman Romawi Kuno, proletarius dianggap sebagai kelas paling bawah dalam tatanan masyarakat Romawi, sebab mereka tidak bisa memberikan apa-apa untuk negara kecuali untuk menjadi calon petugas militer. Saat pertama kali diserap ke dalam bahasa Rusia kata ini memiliki maka lain. Vladimir Ivanovich Dal, penyusun Kamus Besar Bahasa Rusia pertama menjelaskan bahwa kata 'пролетарий' bermakna 'petani miskin atau orang yang tidak memiliki rumah atau tanah, tunawisma, orang yang hidup dari belas kasihan orang lain'. Selanjutnya di awal masa Soviet, Dmitry Nikolayevich Ushakov, seorang filolog menyusun Kamus Besar Bahasa Rusia dan menjelaskan bahwa kata "пролетарий" adalah 'orang yang kehilangan alat produksi, seorang pekerja upahan yang hidup dalam masyarakat kapitalis". Tapi seiring dengan perkembangan sosialisme di Uni Soviet, kaum proletar tak lagi mengacu pada kaum atau massa yang tertindas lagi, melainkan bertransformasi sebagai kelas penguasa, kelas revolusioner yang melaksanakan diktator proletariat (kediktatoran yang dilakukan oleh dan didasarkan pada kebutuhan kaum proletar).

Perayaan "первомай" atau "Satu Mei", "праздник трудящихся" atau 'hari raya para pekerja', setelah Revolusi Oktober 1917 di Rusia kemudian dinamakan "День Интернационала" atau 'Hari Internasional', kemudian sempat diubah menjadi "День международной солидарности трудящихся' atau 'Hari Solidaritas Buruh Internasional', dan setelah bubarnya Uni Soviet hingga kini hari raya ini dinamakan "Праздник весны и труда" atau 'Hari Raya Musim Semi dan Buruh'. Adapun hari-hari libur di awal bulan Mei biasanya disebut "майские праздники".



С праздником весны и труда!

Selamat Musim Semi dan Hari Buruh!

 

 

Sumber:
Русский мир: Нескучный русский: Мир! Труд! Май!


Minggu, Januari 10, 2021

Aleksey Tolstoy: Kehidupan dan Karya-Karyanya

 

Aleksey Tolstoy dikenal sebagai seorang penulis Rusia dan Soviet dari keluarga bangsawan ternama Tolstoy. Ia adalah penulis "Петр Первый" (Pyotr Pertama), trilogi "Хождение по мукам" (Jalan Derita), dan "Хлеб" (Roti). Ia juga dikenal sebagai penulis novela dan cerpen bergenre fiksi ilmiah. Dirinya yang mengenalkan kepada anak-anak Soviet cerita Pinokio yang ia adaptasi sebagai buku berjudul "Kunci Emas, atau Petualangan Buratino".

Masa Muda

Aleksey Nikolayevich Tolstoy lahir pada 10 Januari 1883 (atau berdasarkan penaggalan lama: 29 Desember 1882). Orang tuanya bernama Nikolay Aleksandrovich Tolstoy dan Aleksandra Leontyevna Turgeneva. Dari berbagai catatan biografi tentangnya, disebutkan bahwa Aleksey Tolstoy dibesarkan oleh ayah tirinya yang bernama Aleksey Apollonovich Boström yang menikah dengan ibunya. Aleksey kecil menghabiskan masa keclinya di pertanian Sosnovka milik ayah tirinya. Ia mendapatkan pendidikan dari guru yang diundang secara khusus baginya.

Pada 1897 keluarga Aleksey Tolstoy pindah ke Samara. Aleksey yang telah beranjak remaja kemudian masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan. Setelah menyelesaikan sekolahnya pada 1901 ia pergi ke Peterburg untuk melanjutkan pendidikannya di Institut Teknik.
    
Awal Karir di Bidang Sastra

Pada 1907 tak lama sebelum sidang tugas akhirnya di Perguruan Tinggi, Aleksey tiba-tiba memutuskan untuk melepas pendidikannya untuk fokus menulis karya sastra. Dua tahun sebelumnya ia memang pernah mencoba-coba menulis beberapa puisi untuk dipublikasikan di koran daerah dan ia menganggap publikasi atas karyanya itu merupakan keberhasilan yang besar. Oleh karena itu keputusannya untuk tidak melanjutkan kuliah bisa dimaklumi sebab ia sendiri sama sekali tidak menyesalinya. Pada tahun 1907 tersebut Aleksey Tolstoy menerbitkan kumpulan puisinya yang ia namakan "Лирика" (Lirika). Setahun berikutnya majalah Neva mempublikasikan karya prosa penulis muda tersebut berupa cerpen yang berjudul "Старая башня" (Menara Tua). Pada tahun yang sama ia kembali mengeluarkan buku kumpulan puisinya yang kedua berjudul "За синими реками" (Di Balik Sungai-Sungai Biru). Selanjutnya ia pindah ke Moskwa pada tahun 1912 dan mulai bekerjasama dengan sebuah media massa ternama, Russkiye Vedomosti", yang bersedia mencetak tulisan-tulisannya, khususnya berupa cerita pendek dan esay secara berkelanjutan. Saat Perang Dunia I bergejolak, Aleksey Tolstoy memutuskan untuk turun ke medan perang sebagai koresponden militer. Di masa perang ia pernah bertugas di Inggris dan Prancis.

Tahun-Tahun sebagai Emigran    

Pecahnya Revolusi Februari membuat Aleksey Tolstoy membuatnya tertarik untuk melihat permasalahn politik dan pemerintahan. Peristiwa itu kemudian menjadi semacam dorongan baginya untuk secara serius mempelajari tentang Pyotr Yang Agung. Ia juga mulai mempelajari arsip-arsip sejarah yang berkaitan dengan kehidupan Pyotr I tersebut, termasuk orang-orang yang berada di sekitarnya. Tapi pada saat kaum Bolshevik mengkudeta pemerintah dalam Revolusi Oktober, Tolstoy memiliki pandangan negatif terhadap peristiwa tersebut. Pada 1918 dalam salah satu karya prosanya ia mulai memunculkan motif-motif sejarah. Ia menulis cerpen "День Петра" (Hari Pyotr) и "Наваждение" (Delusi). Dari hasil penelitiannya tentang sejarah Tsar Pyotr I, Aleksey Tolstoy menulis novel sejarah yang terkenal berjudul "Pyotr Pertama".

Buku "Kunci Emas, atau
Petualangan Buratino"
karya Aleksey Tolstoy
Pada Musim Gugur tahun 1918 Aleksey Tolstoy pergi ke Odessa, lalu melanjutkan perjalannya ke Paris, lalu Berlin. Di masa emigrasinya pada tahun 1920 ia sempat menulis "Детство Никиты" (Masa Kanak-Kanak Nikita). Dua tahun kemudian ia kembali menghasilkan tiga buku, yaitu novel fantasi berjudul "Аэлита" (Aelita), serta novela berjudul "Черная пятница" (Jumat Hitam) dan "Рукопись, найденная под кроватью" (Naskah di Bawah Ranjang). Ia juga kemudian menulis buku bergenre fantasi yang berjudul "Гиперболоид инженера Гарина" (Hiperboloid Insinyur Garin). Adapun karyanya yang paling laris adalah buku berjudul "Золотой ключик" (Kunci Emas) yang menceritakan tentang petualangan seru seorang anak yang terbuat dari boneka kayu bernama Buratino. Karyanya ini bahkan menjadi salah satu bacaan yang rekomendasikan bagi anak-anak Sekolah Dasar di Rusia. Kisah dalam buku tersebut menyadur kisah dari buku "Pinokio" karya penulis Italia, Carlo Collodi. Selama berada di masa emigrasi, Aleksey Tolstoy juga mulai mengerjakan trilogi "Хождение по мукам" (Jalan Derita) yang menjadi salah satu karya penting dalam hidup sang penulis.

Kembalinya ke Uni Soviet

Setelah ia melakukan emigrasi, banyak di antara teman lamanya yang berpaling dari Aleksey Tolstoy. Tapi di Berlin, tepatnya pada tahun 1922 ia berkenalan dengan Maksim Gorky yang kemudian menjadi sahabatnya. Pada tahun 1923, Aleksey Tolstoy memutuskan untuk kembali ke tanah airnya yang telah berada dalam bentuk pemerintahan baru, Uni Soviet. Ia kemudian melanjutkan novel trilogi "Хождение по мукам" (Jalan Derita) yang masing-masing berjudul "Сестры" (Para Saudari), "Восемнадцатый год" (Tahun Kedelapan Belas) dan "Хмурое небо" (Langit Suram). Meski masih ada satu karyanya lagi yang berkaitan dengan trilogi tersebut, yaitu "Хлеб" (Roti), namun banyak yang menganggap karya tersebut tidak berhasil, sebab di dalamnya ia mendistorsi kebenaran sejarah dan menggambarkan kepribadian Stalin pada peristiwa- peristiwa berdarah dan masa kelaparan parah.

Pada 23 Desember 1945 Aleksey Tolstoy meninggal dunia akibat tumor paru-paru ganas. Jenazahnya dikremasi sehari setelah kematiannya. Upacara pemakamannya dilakukan dengan penaruhan abu jenazahnya di Pemakaman Novodevichy di Moskwa dan diakhiri dengan salam perpisahan serta lagu kebangsaan Uni Soviet.