Bahasa Rusia adalah bahasa yang unik, indah dan kaya. Di sisi lain juga dianggap sebagai bahasa yang sulit untuk dipelajari. Saya pribadi memulai belajar bahasa Rusia sejak sekitar 11 tahun yang lalu dan saya bisa katakan bahwa proses belajar bahasa Rusia harus dilakukan secara serius dan berkelanjutan jika kita ingin mencapai hasil yang baik. Jika kawan-kawan merasa tertarik atau bahkan sudah memulai belajar bahasa Rusia, mungkin tulisan ini akan bermanfaat bagi kalian untuk mendapat gambaran tentang apa yang akan ditemukan dalam petualangan mempelajari bahasa Rusia! 


 

Kabar Baiknya...
Boleh jadi kawan-kawan akan terkejut mengetahui bahwa sebenarnya dalam beberapa unsur kebahasaan, bahasa Rusia sebenarnya lebih mudah dibandingkan dengan bahasa Inggris. Misalnya, dalam bahasa Rusia tidak ada konsep "to be" yang biasa digunakan dalam bahasa Inggris untuk menunjukkan tense. Selain itu, dalam bahasa Rusia tidak ada konsep artikel seperti "a", "an", atau "the" yang digunakan dalam bahasa Inggris. Hal menarik lainnya dalam bahasa Rusia adalah jika kita sudah mengetahui sebuah kata dasar atau akar kata, kita dapat dengan mudah membentuk kata benda, kata kerja, kata sifat dan kata keterangan hanya dengan mengubah akhirannya, karena kebanyakan kelas kata memiliki kata dasar yang sama.

Pelafalan Alfabet Rusia yang Menantang
Kabar buruknya, alfabet Rusia kontemporer memiliki 33 huruf dan itu bukan aksara Latin. Sebagian hurufnya hanya ada dalam bahasa Rusia dan butuh usaha ekstra untuk memahami bagaimana cara melafalkannya (mis. й, ы, ш, щ, ъ, ь). Ketika saya mulai mempelajari bahasa Rusia, sangat sulit untuk membedakan pelafalan konsonan "ш" dan "щ", begitu juga dengan vokal "ы". Tapi dengan praktik fonetik yang intensif, akhirnya bisa dirasakan bagaimana melafalkannya dengan tepat. Untuk memotivasi diri sendiri saat mempelajari bahasa Rusia, slogan saya selalu berbunyi: "Sulit bukan berarti tidak mungkin dilakukan".

Gender Kata Benda
Dalam bahasa Rusia terdapat konsep gender kata benda: maskulin (мужской род), netral  (средний род) dan feminin (женский род). Apa itu gender? Dalam bahasa Indonesia ada juga makna gender secara semantik (secara maknawi), misalnya kata "paman" pastinya maskulin, sedangkan kata "bibi" pastinya feminin. Nah, dalam bahasa Rusia ini setiap kata benda, bahkan benda tak hidup pun memiliki gender, sehingga semua kata benda dalam dikelompokkan berdasarkan gendernya. Untuk mengetahui gender setiap kata benda, umumnya kita bisa menebaknya dengan melihat akhirannya. Kata benda maskulin memiliki akhiran huruf konsonan (mis. дом, кот, сад), kata benda netral memiliki akhiran huruf "-o" atau "-e" (mis. окно, море), sedangkan kata benda feminin memiliki akhiran huruf "-а" atau "-я" (mis. мама, Россия). Perlu diperhatikan, bahwa ada juga beberapa kata benda yang berakhiran tanda pelunak "ь". Kata benda seperti ini ada yang bergender maskulin (mis. огонь, учитель), tapi ada juga yang bergender feminin (mis. ночь, мышь) sehingga untuk mengetahui gendernya harus dengan mengeceknya di kamus.

Kasus Tata Bahasa

Bahasa Rusia memiliki sistem kasus tata bahasa dan hal inilah yang sering dianggap sebagai kesulitan terbesar oleh pemelajar bahasa Rusia. Apa itu kasus? Kasus dapat dipahami sebagai fungsi kata benda (juga kata sifat) yang memberi makna apakah kata tersebut berfungsi sebagai subjek, objek langsung, objek tidak langsung, sebagai instrumental (alat) dan fungsi-fungsi lainnya. Dalam bahasa Rusia kontemporer, dikenal ada enam kasus tata bahasa. Setiap kasusnya memiliki fungsi tersendiri terhadap kata benda dalam setiap frasa dan kalimat. Setiap kata benda akan memiliki akhiran yang berbeda jika berada pada kasus yang berbeda. Kata benda tunggal dan jamak, juga kata benda hidup dan tak hidup memiliki akhiran yang berbeda-beda tiap kasusnya. Hal yang sama juga terjadi pada akhiran kata sifat. Sistem kasus tata bahasa ini bisa jadi tampak menakutkan di awal, tapi seiring berjalannya waktu dan ketekunan belajar, maka secara bertahap dapat kita kuasai. Yang penting, jangan berhenti berlatih!

Negasi Ganda
Bisa jadi adanya negasi ganda ini merupakan keunikan tersendiri yang ada dalam tata bahasa Rusia. Pada awalnya bahasan mengenai negasi ganda ini bisa jadi membingungkan. Untuk menyatakan negasi (penolakan) dalam bahasa Rusia kita menggunakan partikel "не", misalnya dalam kalimat "я никогда не забуду тебя" yang secara harfiah berarti 'saya tidak pernah tidak akan melupakan kamu', tapi artinya sebenarnya adalah 'saya tidak akan pernah melupakan kamu'.

Aspek Kata Kerja (Imperfektif/Perfektif)
Selain kasus tata bahasa, aspek kata kerja juga dianggap sebagai salah satu hal yang sulit bagi pemelajar bahasa Rusia. Kita harus memilih aspek kata kerja imperfektif atau perfektif setiap kali menggunakan kata kerja karena semuanya tergantung dari keinginan subjek kalimatnya, apakah ingin menekankan proses atau tindakan yang berulang (imperfektif) atau ingin menekankan pada hasil atau tindakan yang dilakukan sekali (perfektif). Bagi penutur Rusia, memilih kata kerja dengan aspek tertentu terjadi secara alami sehingga mereka tidak akan salah menggunakan bentuk imperfektif atau perfektif. Tapi bagi kita, penutur Indonesia, di mana dalam bahasa Indonesia tidak ada aspek kata kerja seperti ini maka hal ini akan menjadi jebakan batman yang membingungkan kita untuk berpikir keras terlebih dahulu ketika ingin menggunakan kata kerja, apakah harus menggunakan bentuk imperfektif atau perfektif.

Kata Kerja Refleksif
Ciri khas lain yang ada dalam tata bahasa Rusia adalah adanya kata kerja berakhiran -ся yang menunjukkan kata kerja relfeksif. Apa itu kata kerja refleksif? Kata kerja refleksif adalah tindakan yang dampaknya terhadap diri sendiri, atau bisa juga dampaknya bersamaan terhadap diri sendiri dan orang lain (dengan kata lain memili makna "saling"). Untuk beberapa kata kerja refleksif, bisa juga bermakna untuk menunjukkan minat atau ketertarikan terhadap hal tertentu.

Kata Kerja Gerak
Jujur saja, kata kerja gerak ini adalah bahasan yang sering dianggap paling sulit oleh para pemelajar bahasa Rusia, termasuk oleh saya. Mengapa demikian? Karena konsep kerja gerak ini tidak ada dalam bahasa Indonesia atau bahasa Inggris. Setiap kata kerja gerak menunjukkan bagaimana suatu subjek bergerak, apakah berjalan kaki atau menggunakan kendaraan? Apakah bergerak satu arah atau dua arah? Selain konsep, kesulitannya juga ditambah dengan adanya penambahan awalan kata kerja gerak yang berfungsi untuk menekankan makna, apakah gerakan tersebut bergerak masuk atau keluar? Bergerak melingkar atau lurus? Bergerak menjauh atau mendekat? dsb. Setiap makna akan diwakili oleh kata kerja dan awalan kata kerja yang berbeda-beda.

Mungkin tidak semua hal saya sampaikan di sini terkait bahasa Rusia, karena masih banyak hal-hal menarik lainnya yang bisa dijumpai dan "dinikmati" saat kawan-kawan sudah masuk dalam petualangan mempelajari bahasa Rusia. Memang terkadang kita dapati bahwa bahasa Rusia memiliki logika yang berbeda dengan bahasa Indonesia, tapi kita hanya perlu "membiasakannya" sehingga dengan sendirinya otak kita akan menerima konsep untuk logika baru dari bahasa Rusia tersebut. Terakhir yang ingin saya sampaikan, jangan takut dengan kesulitan-kesulitan yang ditemui dalam proses belajar! Jangan berhenti untuk terus mempraktikkan apa yang sudah kita pelajari! Cobalah untuk membaca tulisan dalam bahasa Rusia, entah itu artikel berita, blog, hingga karya sastra. Suatu saat nanti usaha kita tidak akan sia-sia, percayalah!



Mendengarkan podcast adalah salah satu cara untuk melatih kemampuan berbahasa asing yang sedang kita pelajari. Belajar menggunakan podcast sangat nyaman karena sambil menyimak podcast, kita bisa sambil mengerjakan hal lainnya. Ada beberapa situs podcast yang bisa kita gunakan untuk melatih kemampuan menyimak bahasa Rusia.

Bagi kawan-kawan yang baru pertama kali mulai belajar bahasa Rusia, bisa belajar menggunakan podcast Russian Made Easy oleh Mark Thomson dengan alamat situs https://play.acast.com/s/learnrussianrussianmadeeasy. Tema-tema yang ditawarkan cukup bermanfaat paling tidak untuk bisa bertahan hidup di Rusia.

Untuk kawan-kawan yang sudah menguasai bahasa Rusia tingkat menengah hingga mahir, bisa mencoba mendengarkan podcast Slow Russian oleh Daria Molchanova di alamat situs https://www.stitcher.com/podcast/slow-russian. Seperti namanya, podcastnya cukup selow sehingga akan mempermudah untuk menyimak dan memahaminya. Tema-tema yang ditawarkan juga membuat kita lebih banyak mengenal tradisi dan budaya Rusia.

Untuk kawan-kawan yang sudah ada di tingkat mahir, bisa mencoba mengasah kemampuannya dalam menyimak menggunakan proyek podcast "ХВЗ" atau "Хочу все знать" dari Radio Mayak di alamat ini https://radiomayak.ru/podcasts/podcast/id/1741/.

Ada satu lagi podcast bahasa Rusia yang cukup legendaris dan merupakan podcast bahasa Rusia pertama yang saya simak saat awal-awal mempelajari bahasa Rusia, yakni "Russian Podcast" oleh Tatiana Klimova di alamat https://russianpodcast.eu/podcasts. Tema yang ditawarkan cukup beragam dan metodenya yang menggunakan dua versi: versi normal dan versi lambat, cukup menantang untuk disimak.

Yang mana podcast kesukaan kalian? Atau mungkin punya podcast kesukaan yang belum disebutkan di sini? Silakan tulis di komentar.

Para mahasiswa Indonesia berpose bersama di depan kampus Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin, Moskwa
Pada 6 Juni 2020 kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin, Moskwa, memperingati Hari Bahasa Rusia dengan membacakan puisi-puisi bahasa Rusia di halaman kampus. Hari tersebut bertepatan dengan hari kelahiran penyair besar Rusia, Aleksander Sergeyevich Pushkin, yang memberikan pengaruh besar bagi perkembangan bahasa Rusia serta menyumbangkan karya-karya besar bagi kesusastraan Rusia dan dunia.

Bagi pencinta bahasa dan sastra Rusia, membaca karya-karya sastra di hari bahasa Rusia ini merupakan tradisi yang biasa dilakukan di Rusia. Begitu pun kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang umumnya baru mulai mempelajari bahasa Rusia tak lebih dari setahun di Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin di Moskwa ini juga turut melaksanakan tradisi tersebut dan mengekspresikan kecintaannya terhadap bahasa Rusia dengan membacakan puisi-puisi Rusia yang disukainya.  Bagaimana mereka membacakan puisi-puisi tersebut? Simak video-video berikut ini.


Puisi Rusia berjudul "И скучно и грустно" (Jemu dan Pilu) karya Mikhail Yuriyevich Lermontov ini dibacakan oleh Menly Erica Putri Soselisa. Puisi ini berkisah tentang kesepian serta refleksi tentang eksistensi kehidupan manusia yang terkadang tak sulit untuk dipahami. Puisi ini berupa monolog sang penyair yang dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni refleksi tentang keinginan, tentang cinta dan tentang hasrat. Di akhir puisi, sang penyair juga menyatakan simpulannya terhadap refleksi pikirannya tentang kehidupan.
 
 Puisi berjudul "У лукоморья дуб зелёный" (Di Tepi Laut Pohon Ek Menghijau) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini dibacakan oleh Mosyeh Abdisa. Puisi ini berkisah tentang suatu tempat di negeri dongeng di mana dapat dijumpai beragam tokoh yang ajaib, memiliki penampilan, sifat dan karakter yang luar biasa, penuh fantasi! Puisi ini kemungkinan diilhami oleh dongeng-dongeng yang dikisahkan kepada sang penyair saat dirinya masih kecil oleh pengasuh kesayangannya, Arina Radionova. Ada kemungkinan bahwa puisi ini ditulis berkat pertemuannya kembali dengan Arina Radionova di Mikhaylovskoye, karena pada saat karya ini ditulis Pushkin berada dalam masa pengasingan pada tahun 1824-1825.



 Puisi berjudul "Весна, весна, пора любви" (Musim Semi, Saatnya Mencinta) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini juga dibacakan oleh Mosyeh Abdisa. Bisa dibilang, puisi ini merupakan satu-satunya puisi Pushkin yang menggunakan judul "musim semi" dan satu dari dua puisi yang bercerita tentang musim semi. Dalam biografinya, Pushkin dikenal sebagai penyair yang tidak menyukai musim semi. Baginya, waktu yang paling produktif untuk berkarya adalah musim gugur dan musim dingin. Karenanya dalam puisi ini pun ia menunjukkan keengganannya menerima musim semi yang terlalu riang, hangat dan penuh cinta baginya. Di akhir puisi, ia begitu mendambakan salju, suatu keinginan yang tidak biasa bagi kebanyakan orang di Rusia.

Puisi berjudul "Я вас любил" (Aku Pernah Mencintaimu) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini dibacakan oleh Rima Desi Milenia. Merupakan puisi-surat cinta sang penyair kepada wanita yang dicintainya. Dalam puisi ini penyair menggambarkan betapa nyata dan suci rasa cinta yang ia miliki, meski ia tahu bahwa dambaan hatinya menolak cintanya.

Puisi berjudul "Если жизнь тебя обманет" (Jika Hidup Menipumu) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini juga dibacakan oleh Rima Desi Milenia. Puisi ini bercerita tentang kesulitan dalam hidup. Meski demikian, penyair mengajak pembaca untuk selalu melihat sisi baik dari segala sesuatu agar tetap tabah dan kuat menjalani kehidupan.

 Seperti judulnya, puisi ini berisi pengakuan. Tepatnya adalah pengakuan cinta sang penyair ini dibacakan oleh Maulana Yodha Permana. Dalam puisi ini penyair begitu sulit menyatakan perasaannya karena meski ia sangat tertarik akan kemolekan sosok yang dipujanya, namun di sisi lain ia juga merasa bahwa tidak layak mencintai.

Peringatan hari bahasa Rusia ini juga dibantu oleh Matthew Lewi Immanuel Tahapary sebagai operator kamera dan editor video. Berikut beberapa cuplikan foto dokumentasi para mahasiswa Indonesia di Institut Bahasa Rusia Pushkin yang sempat kami ambil di hari Bahasa Rusia.

Berpose melompat di depan kampus
Berpose di depan patung A.S. Pushkin




Proses penyuntingan video
Makan es krim sambil menunggu proses penyuntingan video