Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya!
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sastra. Tampilkan semua postingan

Kamis, Agustus 26, 2021

Hobi yang Tidak Biasa para Sastrawan Rusia

Banyak penulis terkemuka Rusia yang tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya hidup mereka tanpa melakukan hobi favorit mereka. Bagi beberapa dari antaranya, hobi-hobinya mungkin sama sekali tidak berbahaya, tapi bagi beberapa penulis lainnya bisa dibilang cukup ekstrem. Misalnya, Lev Tolstoy, pada usianya yang ke-67 ia mulai belajar mengendarai sepeda dan dengan penuh semangat langsung jatuh cinta dengan kegiatan barunya yang satu ini. Selain Tolstoy, kita akan cari mengetahui juga hobi-hobi menarik dari para sastrawan Rusia lainnya.

 Открытки, конверты, плакаты: Календарь карманный "Лев Толстой любил  кататься на велосипеде" - купить в интернет-магазине «Москва» - 916039

 

Mikhail Lermontov dan Seni Rupa

Bagi Mikhail Lermontov, belajar melukis lebih dari pada sekadar disiplin ilmu yang wajib dipelajari. Salah satu kerabat dari penyair Rusia ini, Akim Shan-Girey, melalui ingatan masa kecilnya menceritakan bahwa Lermontov memiliki kecintaan yang tinggi terhadap seni rupa di usianya yang sangat dini, "... ia begitu bahagia karena telah dikaruniai bakat seni; ia bahkan sangat mahir melukis dengan cat air dan membuat lukisan dengan lilin berwarna..."

Необычные хобби русских писателей. М.Ю. Лермонтов

Mentor pertamanya dalam bidang seni rupa adalah seorang seniman bernama Aleksander Sosnitsky. Ia yang mempersiapkan pemuda itu untuk masuk ke Pansion (Sekolah Asrama) Universitas Bangsawan Moskwa. Selanjutnya, Lermontov mengambil pelajaran melukis dari seniman Rusia terkemuka, Pyotr Zabolotsky, yang kemudian melukis dua potret sang penyair itu sendiri pada tahun 1837 dan 1840.

Lermontov adalah seniman serba bisa. Dia bisa melukis pemandangan, potret, adegan dengan beragam genre, termasuk adegan perang, hingga ilustrasi untuk karya-karya sastranya sendiri, bahkan karikatur. Karya-karya terbaiknya berkaitan dengan Pegunungan Kaukasus, khususnya lukisan-lukisan dengan semangat romantisme, dilukis selama dan setelah pengasingan pertamanya di sana. Sampai saat ini, ada 13 lukisan karya Lermontov yang dibuat dengan media minyak di atas kanvas, karton dan kayu, 40 karya dengan media cat air, serta lebih dari 300 gambar dan sketsa buatannya.

Необычные хобби русских писателей. М.Ю. Лермонтов

Nikolay Gogol dan Kegiatan Menjahit

Nikolai Gogol adalah salah satu tokoh paling misterius di antara para sastrawan klasik Rusia. Dia tidak hanya memiliki kebiasaan dan fobia yang aneh, tetapi juga punya hobi yang aneh. Misalnya, Gogol suka sekali mengumpulkan edisi buku mini yang saat ini biasa kita sebut sebagai "buku saku" (карманные). Kadang-kadang dia menghabiskan banyak uang untuk membeli buku-buku yang sama sekali tidak menarik baginya dari sudut pandang sastra, hanya karena bentuknya yang mini itu.

Gogol juga memiliki hobi lainnya yang tidak biasa. Menurut para kritikus sastra dan teman dekatnya, Pavel Annensky, Gogol senang melakukan kegiatan menjahit. Dia sangat rajin memotong saputangan cambricnya atau memperbaiki mantelnya. Kemampuannya dalam berkutat dengan jarum kemungkinan besar datang kepadanya dari empat saudarinya, Anna, Mariya, Olga dan Yelizaveta.

Необычные хобби русских писателей. Н.В. Гоголь

Siapa yang menyangka bahwa Gogol ternyata juga suka memasak? Dia suka menyuguhkan vareniki dan galyuski buatannya sendiri kepada teman-temannya. Minuman favorit Gogol adalah susu kambing yang dimasak dengan resep khusus dengan tambahan rum, yang entah mengapa, minumannya itu ia namai juga "gogol-mogol", meskipun sebenarnya hidangan penutup "gogol-mogol" yang asli dibuat dengan tambahan gula dan telur.

Vladimir Nabokov dan Kupu-kupu

Nabokov muda adalah seorang remaja yang cerdas dan sangat tertarik pada apapun yang ada di sekitarnya. Karakternya itu menjadi alasannya untuk menyukai kupu-kupu. Kecintaannya pada serangga rapuh ini kemudian berkembang menjadi penelitian ilmiah yang nyata. Nabokov membuktikan bahwa dirinya bsa menjadi peneliti dan ahli entomologi yang serius. Ia bahkan menjadi orang pertama yang mendeskripsikan beberapa spesies kupu-kupu dalam artikel ilmiahnya.

Kupu-kupu juga menjadi simbol karyanya di bidang sastra. Para peneliti menghitung bahwa ada 570 referensi tentang serangga dalam karya-karya Nabokov. Dia berkali-kali mengatakan, bahwa seandainya dia tetap tinggal di Rusia, maka kemungkinan besar dia akan menjadi seorang peneliti di museum zoologi di salah satu provinsi di Rusia.

Необычные хобби русских писателей. В. Набоков

Nabokov mempelajari tentang kupu-kupu di mana pun dia tinggal, di Sankt-Peterburg, di Krimea, di Prancis dan di Amerika. Pada akhirnya Nabokov memilih Swiss sebagai tempat tinggal permanennya. Ketika ditanya mengapa dia memutuskan untuk menetap di sana, Nabokov selalu menjawab bahwa kupu-kupu adalah alasan utamanya. Selama hampir 70 tahun kehidupannya sebagai penulis di pengasingan, ia telah mengumpulkan beberapa koleksi yang mengesankan. Tetapi hanya kupu-kupu dari periode tinggal di Amerika dan Swiss saja yang berhasil disimpan hingga hari ini.

Nabokov juga menyukai olahraga tinju. Saat masih remaja, Nabokov pernah berlatih tinju dengan seorang pelatih pribadi. Memasuki tahun-tahun kehidupannya sebagai seorang emigran yang miskin, keahlian tinjunya itu memungkinkan Nabokov untuk tidak kehilangan tempat tinggal. Ia tidak hanya memberikan les tenis dan bahasa Prancis, tetapi juga les tinju. Selain itu, pengetahuannya tentang tinju rupanya membantu Nabokov menggambarkan adegan-adegan pertarungan dalam novelnya yang berjudul "Подвиг" (Kebanggan).

Aleksander Kuprin dan Aviasi

Penulis yang terkenal dengan novel-novelnya yang berjudul "Gelang Merah Delima" dan "Duel" ini memiliki hobi yang cukup eksotis, bahkan jika melihatnya dari sudut pandang modern, hobinya ini bisa dibilang, benar-benar ekstrem. Aleksander Kuprin memiliki ketertarikan dengan aviasi, atau kegiatan penerbangan. Sebagai seorang pria bertubuh kuat, dia suka untuk terbang ke langit dengan balon dan pesawat terbang dan menyelam ke dasar laut dengan pakaian selam.

Необычные хобби русских писателей. А.И. Купринhttps://b1.culture.ru/c/768087.webp

Hobi Aleksander Kuprin ini mulai digeluti olehnya sejak tahun 1909 setelah ia mengunjungi lapangan terbang Sankt-Peterburg dan menonton salah satu penerbangan umum pertama. Meskipun penerbangan yang ditampilkan di sana berakhir dengan insiden yang tidak menyenangkan, di mana ada pesawat yang jatuh (meski tidak ada yang meninggal dalam kecelakaan itu), namun keinginannya untuk bisa mengudara sendiri tetap ada dalam diri Kuprin. Karena keinginannya itu, ia juga mengajak temannya yang merupakan pegulat terkenal, Ivan Zaikin.

Pada tahun 1910, mereka mewujudkan mimpi bersamanya di Odessa dengan menaiki "Farman", pesawat buatan Prancis yang saat itu sedang populer. Pilot dan penumpang ini kemudian duduk di kokpit yang terbuka, di mana di depan ada Zaikin sang penerbang, sedangkan Kuprin duduk di belakangnya. Penerbangan mereka berakhir dengan kecelakaan, membuat para penggemar aviasi itu nyaris membayar impian mereka dengan hidup mereka sendiri. Ada begitu banyak kesan mendalam yang Kuprin tuangkan dalam esainya yang berjudul "Мой полёт" (Penerbanganku).

 

 Ketika sekolah penerbangan dibuka di lapangan terbang Gatchina pada tahun 1910, Kuprin jadi sering datang ke lapangan terbang tersebut. Dia berteman dengan pilot Prokofiev dan pilot Konovalov. Mereka pun sering mengajaknya terbang, dan Kuprin, pada gilirannya, menuliskan cerita-ceritanya yang didedikasikan untuk mereka. Sampai akhir hayatnya Kuprin tetap antusias terhadap dunia aviasi, bahkan ia menulis banyak cerita yang didedikasikan untuk para pengembang aviasi dan para pilot yang pemberani, seperti dalam "Люди-птицы" (Manusia Burung), "Волшебный полёт" (Penerbangan Ajaib), "Сны" (Mimpi), "Сергей Уточкин" (Sergey Utochkin), "Сашка и Яшка" (Sashka dan Yashka), "Потерянное сердце" (Hati yang Hilang).

 

 

 

 

 

Sumber:

Дарья Лёгкая. Необычные хобби русских писателей. Культура.РФ


Senin, Mei 24, 2021

24 Mei - Hari Aksara dan Kebudayaan Slavia

 
Setiap tanggal 24 Mei di negara-negara Slavia dirayakan Hari Aksara dan Kebudayaan Slavia untuk menghormati penyusun aksara Slavia, yaitu Santo Kiril dan Mefody sebagai guru bagi bangsa Slavia. Seperti yang telah banyak diketahui bahwa Santo Kiril dan Mefody bersaudara yang memiliki gelar "setara rasul" tersebut berasal dari keluarga bangsawan yang saleh dan tinggal di kota Thessalonniki, Yunani.


Menurut para ahli, aksara Slavia telah disusun sejak abad ke-9 M., kira-kira pada tahun 863 M. Aksara tersebut kemudian dinamakan "Kirillitsa" untuk menghormati salah satu dari dua santo bersaudara itu, yakni Konstantin, yang kemudian setelah menerima nama monastisisme, menggunakan nama Kiril. Adapun saudaranya, Mefody, membantunya dalam pekerjaan amal untuk memberikan pendidikan kepada bangsa Slavia.

Sejak kecil, Kiril telah menunjukkan kemampuan yang hebat dan menguasai beragam ilmu di masanya dengan sangat baik serta mempelajari banyak bahasa, sehingga di kemudian hari ia menciptakan aksara Slavia yang didasarkan pada aksara Yunani. Ia secara signifikan mengubah aksara Yunani agar dapat menyampaikan bunyi suara bahasa Slavia lebih akurat. Saat itu dibuatlah sistem penulisan bahasa Slavia, yaitu aksara Glagolitsa dan kemudian bertransformasi menjadi Kirillitsa (aksara Kiril).
 

Hari besar dibuat untuk memperingati kedua orang santo tersebut, yakni Hari Aksara dan Kebudayaan Slavia. Hari tersebut mulai dirayakan di Bulgaria sejak abad ke-19, kemudian tradisi ini diteruskan ke negara-negara lain, di mana tersebar bangsa-bangsa Slavia lainnya, seperti di Rusia, Ukraina, Belarus, Moldova, dsb.

Di masa sekarang, untuk memperingati hari tersebut maka diadakan forum-forum ilmiah, festival, pameran, bazar buku, pembacaan puisi, pertunjukan seni, konser dan acara budaya lainnya.
 



Senin, Mei 03, 2021

6 Film Rusia dan Soviet Pemenang Oscar yang Wajib Ditonton

Nikita Mikhalkov menerima Oscar atas filmnya yang berjudul "Утомленные солнцем"

Dalam perkembangan sejarah perfilman dunia, sejumlah pembuat film dari Uni Soviet dan Rusia telah melakukan gebrakan yang besar. Dari waktu ke waktu, Amerika Serikat melalui Motion Picture Academy pun telah mengakui kehebatan karya-karya sinema asal Rusia. Tidak jarang orang yang mengajukan pertanyaan: adakah film-film Rusia yang memenangkan Oscar? Dalam tulisan ini akan dibahas mengenai 6 film Soviet dan Rusia yang sejauh ini telah berhasil memenangkan Oscar.


Разгром немецких войск под Москвой/Serangan Balik Moskwa (1942)

Film ini menjadi satu-satunya film dokumenter terbaik Soviet yang memenangkan Oscar. Judul aslinya "Разгром немецких войск под Москвой" secara harfiah berarti 'Kekalahan Pasukan Jerman di Dekat Moskwa', bercerita tentang pertahanan Tentara Merah di masa-masa terpenting dalam Pertempuran Moskwa selama Oktober 1941 - Januari 1942.

Pada November 1941 sebuah dekret dikeluarkan oleh Stalin untuk memerintahkan 15 pembuat film yang ditempatkan berada di garis depan untuk merekam dan mencatat jalannya peperangan yang terjadi hanya belasan kilometer dari ibukota Uni Soviet itu. Setiap kali para pembuat film selesai merekam untuk bahan film dokumenter, mereka akan kembali berlindung ke studio bawah tanah yang juga berfungsi ganda sebagai barak.

Segera setelah Uni Soviet menguasai medan pertempuran, film itu segera dirilis pada tanggal 23 Februari 1942. Film ini berhasil memenangkan Oscar pada 1943 di Amerika Serikat dan mendapat Penghargaan Stalin di Uni Soviet.

Jika Anda adalah peminat film-film dokumenter Soviet terkait Perang Dunia II, kami juga merekomendasikan untuk menonton lima seri film dokumenter yang dibuat tahun 1970-1972 bertema "Освобождение" atau 'Pembebasan': 1) Огненная дуга/Busur Api; 2) Прорыв/Terobosan; 3) Направление главного удара/Arah Pukulan Utama; 4) Битва за Берлин/Pertempuran untuk Menguasai Berlin; 5) Последний штурм/Serangan Penghabisan.

Tonton film "Разгром немецких войск под Москвой" di RussianFilmHub

 
Война и мир/Perang dan Damai (1966)

Film ini diangkat berdasarkan novel tebal yang terdiri dari 4 bagian yang ditulis oleh Lev Tolstoy tentang Perang Patriotik Rusia menghadapi invasi Prancis ke Rusia di bawah pimpinan Napoleon pada tahun 1812. Film ini menjadi salah satu film dengan anggaran tertinggi dan berdurasi terlama dalam sejarah perfilman dunia.

Sutradara ternama, Sergey Bondarchuk, mengerjakan film ini selama enam tahun. Jumlah pemain dalam film ini cukup besar. Kementerian Pertahanan Soviet saat itu bahkan turun tangan dengan membantu menyediakan unit militer dan kuda yang cukup untuk mengisi peran resimen kavaleri. Kementerian Industri Ringan juga terlibat dengan membantu membuatkan kostum yang bentuknya sama persis sebagaimana yang dipakai oleh tokoh-tokoh yang hidup di masa tersebut.

Hasil dari semua upaya ini benar-benar membuat kagum para penonton di seluruh dunia. Film ini tak hanya berhasil memenangkan Oscar sebagai Film Berbahasa Asing Terbaik, tapi juga mendapat nominasi untuk Desain Produksi Terbaik. Tim kameramen film ini juga mengembangkan beberapa inovasi sinematografi yang menarik. Misalnya, selama pengambilan gambar untuk adegan Pertempuran Borodino mereka memasang kamera di kereta gantung yang dapat bergerak sepanjang 120 meter. Adapun di adegan pesta dansa para bangsawan, untuk pengambilan gambar, juru kamera memakai sepatu roda saat syuting.

Tonton "Война и мир" di RussianFilmHub


Дерсу Узала/Dersu Uzala (1975)

Dersu Uzala adalah film hasil produksi Uni Soviet dan Jepang yang disutradarai oleh salah satu pembuat film paling berpengaruh sepanjang masa, Akira Kurosawa. Kisah bagaimana ia terlibat dalam pembuatan film ini sangat menarik. Pada tahun 1971, Kurosawa menghadapi masa-masa sulit dalam kariernya, bahkan sempat mencoba bunuh diri. Studio-studio film di Jepang menolak untuk memberikan peluang kepada dirinya untuk membuat film, sehingga ia merasa kehilangan tempat untuk mengembangkan kreativitasnya.

Namun salah satu studio film terbesar di Uni Soviet, yakni Mosfilm, mendekati Akira Kurosawa dan mereka pun mulai membicarakan tentang kemungkinan melakukan kerjasama. Pada tahun 1973, mereka menyetujui kesepakatan di mana Kurosawa memiliki kendali mutlak dalam kreasi film yang dibuat bersama Uni Soviet. Maka lahirlah film Dersu Uzala.

Film ini berkisah tentang seorang penjelajah Rusia yang bertemu dengan seorang pemburu di wilayah timur jauh Rusia. Film ini mengangkat beberapa isu, di antaranya adalah hubungan peradaban dan alam, kedudukan seseorang di dunia, permasalahan iman dan kepercayaan, permasalahan usia dan banyak lagi. Dengan dibuatnya film ini, Akira Kurosawa mencapai kembali kepercayaan diri dalam berkarier. Saat menerima Oscar untuk Dersu Uzala, Akira Kurosawa berkata, "Saya akan terus membuat film sampai hari terakhir kehidupan saya'.

Tonton Dersu Uzala di RussianFilmHub


Москва слезам не верит/Moskwa Tak Percaya pada Air Mata (1980)
Film ini merupakan adikarya yang disutradarai oleh Vladimir Menshov, menceritakan secara akurat kehidupan sehari-sehari orang Soviet. Film ini juga sering dianggap sebagai film yang berhasil menggambarkan ungkapan terkenal "russkaya dusha" atau "jiwa Rusia". Film ini bahkan sengaja ditonton oleh Presiden Amerika Serikat saat itu, Ronald Reagan, sebelum ia melakukan pertemuan dengan Mikhail Gorbachyov.

Plot dalam film ini bercerita tentang kehidupan tiga wanita muda Soviet yang pindah ke ibukota Moskwa untuk berkarier dan mencari pasangan hidupnya. Petualangan mereka mengalami jatuh bangun hanya demi membangun kehidupan yang bermakna. Jika Anda juga peminat film-film Amerika Serikat, mungkin Anda akan terkejut saat menemukan kemiripan-kemiripan dengan film-film klasik Amerika, seperti "Sex and the City".

Tonton Москва слежам не верит di RussianFilmHub

 

Утомленные солнцем/Terbakar Matahari (1994)
Film ini merupakan bagian awal dari trilogi film "Утомленные солнцем" karya Nikita Mikhalkov dan menjadi satu-satunya film yang dianggap sukses dari trilogi tersebut. Film ini menceritakan tentang liburan musim panas dan kebahagiaan terakhir keluarga seorang Pahlawan Perang Saudara sebelum terjadi "pembersihan" di masa Stalin. Tak hanya berhasil memenangkan Oscar, film ini juga memenangkan Grand Prix di Festival Film Cannes.

Banyak orang yang menontonnya karena tertarik tentang pembersihan Stalin dan represi yang pernah terjadi di Uni Soviet pada masa pemerintahan Stalin. Jika tema-tema ini juga menarik bagi Anda, maka kami juga merekomendasikan untuk menonton film "Покаяние" (Penyesalan) karya Tengiz Abduladze pada tahun 1987. Film ini memberikan kritik lebih pedas terhadap Stalin daripada film "Утомленные солнцем".

Tonton утомленные солнцем di RussianFilmHub

 

Old Man and The Sea/Lelaki Tua dan Laut (1999)

Perlu dua tahun bagi Aleksandr Petrov, sutradara dan penulis naskah, untuk mengerjakan mahakarya animasi "Old Man and The Sea" atau "Lelaki Tua dan Laut" berdurasi 20 menit ini. Animasi ini dibuat berdasarkan novel Ernest Hemingway yang juga berjudul "Old Man and The Sea". Dibuat dengan teknik lukisan yang sulit dan detail untuk menghasilkan pemandangan laut dan visual karakter yang menakjubkan.

Secara umum, perkembangan film animasi buatan Rusia sebenarnya telah lama dikenal memiliki keunggulan yang luar biasa. Misalnya, animasi Soviet "Ёжик в тумане" (Landak Kecil dalam Kabut) yang mendapat banyak pujian dan bahkan dianggap sebagai animasi terhebat yang pernah ada dengan menjadi juara pertama dalam Festival Animasi Laputa pada 2003.

Tonton Old Man and The Sea di RussianFilmHub


Sumber:
Wess, Richard. 6 Oscar-Winning Soviet and Russian movies you have to watch (RussianFilmHub)


Minggu, April 04, 2021

Lomba Pushkin Internasional "Что в имени тебе моем?" XI




Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin kembali menyelenggarakan Lomba Pushkin Internasional XI bertajuk "Что в имени тебе моем?" (Apalah arti namaku bagimu?). Lomba ini dipersembahkan bagi pemelajar bahasa Rusia di seluruh dunia.

Lomba dilaksanakan dalam format jarak jauh melalui portal "Образование на русском" dengan nominasi sebagai berikut:
- Читаю Пушкина (untuk peserta dengan usia 14 tahun ke atas);
- Пушкин – детям (untuk peserta dengan usia di bawah 14 tahun).

Dalam nominasi-nominasi tersebut peserta dituntut untuk dapat menampilkan deklamasi pembacaan karya-karya A.S. Pushkin atau membuat musikalisasi karya puisi karya sang penyair.

Untku mengikuti lomba ini, peserta harus:
- melakukan pendaftaran di portal «Образование на русском» http://pushkininstitute.ru;
- masuk ke halaman Lomba Pushkin di https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/XI/ kemudian mengisi angket peserta dan mengirim form pendaftaran paling lambat tanggal 31 Mei 2021;
- merekam penampilan dalam bentuk video, kemudian mengunggahnya di kanal YouTube, di Yandex.Disk dan di Google Drive.
- kirim berkas videonya ke kabinet pribadi peserta di halaman peserta lomba.

Hasil perlombaan akan diumumkan pada 4 Juni 2021. Daftar pemenang akan dipublikasikan pada 15 Juni 2021. Seluruh peserta Lomba Pushkin ini akan mendapatkan sertifikat dari Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin.

Hasil karya dan penampilan terbaik dari peserta akan ditampilkan di portal «Образование на русском».

Informasi selengkapnya bisa menghubungi panitia lomba melalui e-mail: pushkinconkurs@gmail.com

Minggu, Januari 10, 2021

Aleksey Tolstoy: Kehidupan dan Karya-Karyanya

 

Aleksey Tolstoy dikenal sebagai seorang penulis Rusia dan Soviet dari keluarga bangsawan ternama Tolstoy. Ia adalah penulis "Петр Первый" (Pyotr Pertama), trilogi "Хождение по мукам" (Jalan Derita), dan "Хлеб" (Roti). Ia juga dikenal sebagai penulis novela dan cerpen bergenre fiksi ilmiah. Dirinya yang mengenalkan kepada anak-anak Soviet cerita Pinokio yang ia adaptasi sebagai buku berjudul "Kunci Emas, atau Petualangan Buratino".

Masa Muda

Aleksey Nikolayevich Tolstoy lahir pada 10 Januari 1883 (atau berdasarkan penaggalan lama: 29 Desember 1882). Orang tuanya bernama Nikolay Aleksandrovich Tolstoy dan Aleksandra Leontyevna Turgeneva. Dari berbagai catatan biografi tentangnya, disebutkan bahwa Aleksey Tolstoy dibesarkan oleh ayah tirinya yang bernama Aleksey Apollonovich Boström yang menikah dengan ibunya. Aleksey kecil menghabiskan masa keclinya di pertanian Sosnovka milik ayah tirinya. Ia mendapatkan pendidikan dari guru yang diundang secara khusus baginya.

Pada 1897 keluarga Aleksey Tolstoy pindah ke Samara. Aleksey yang telah beranjak remaja kemudian masuk ke Sekolah Menengah Kejuruan. Setelah menyelesaikan sekolahnya pada 1901 ia pergi ke Peterburg untuk melanjutkan pendidikannya di Institut Teknik.
    
Awal Karir di Bidang Sastra

Pada 1907 tak lama sebelum sidang tugas akhirnya di Perguruan Tinggi, Aleksey tiba-tiba memutuskan untuk melepas pendidikannya untuk fokus menulis karya sastra. Dua tahun sebelumnya ia memang pernah mencoba-coba menulis beberapa puisi untuk dipublikasikan di koran daerah dan ia menganggap publikasi atas karyanya itu merupakan keberhasilan yang besar. Oleh karena itu keputusannya untuk tidak melanjutkan kuliah bisa dimaklumi sebab ia sendiri sama sekali tidak menyesalinya. Pada tahun 1907 tersebut Aleksey Tolstoy menerbitkan kumpulan puisinya yang ia namakan "Лирика" (Lirika). Setahun berikutnya majalah Neva mempublikasikan karya prosa penulis muda tersebut berupa cerpen yang berjudul "Старая башня" (Menara Tua). Pada tahun yang sama ia kembali mengeluarkan buku kumpulan puisinya yang kedua berjudul "За синими реками" (Di Balik Sungai-Sungai Biru). Selanjutnya ia pindah ke Moskwa pada tahun 1912 dan mulai bekerjasama dengan sebuah media massa ternama, Russkiye Vedomosti", yang bersedia mencetak tulisan-tulisannya, khususnya berupa cerita pendek dan esay secara berkelanjutan. Saat Perang Dunia I bergejolak, Aleksey Tolstoy memutuskan untuk turun ke medan perang sebagai koresponden militer. Di masa perang ia pernah bertugas di Inggris dan Prancis.

Tahun-Tahun sebagai Emigran    

Pecahnya Revolusi Februari membuat Aleksey Tolstoy membuatnya tertarik untuk melihat permasalahn politik dan pemerintahan. Peristiwa itu kemudian menjadi semacam dorongan baginya untuk secara serius mempelajari tentang Pyotr Yang Agung. Ia juga mulai mempelajari arsip-arsip sejarah yang berkaitan dengan kehidupan Pyotr I tersebut, termasuk orang-orang yang berada di sekitarnya. Tapi pada saat kaum Bolshevik mengkudeta pemerintah dalam Revolusi Oktober, Tolstoy memiliki pandangan negatif terhadap peristiwa tersebut. Pada 1918 dalam salah satu karya prosanya ia mulai memunculkan motif-motif sejarah. Ia menulis cerpen "День Петра" (Hari Pyotr) и "Наваждение" (Delusi). Dari hasil penelitiannya tentang sejarah Tsar Pyotr I, Aleksey Tolstoy menulis novel sejarah yang terkenal berjudul "Pyotr Pertama".

Buku "Kunci Emas, atau
Petualangan Buratino"
karya Aleksey Tolstoy
Pada Musim Gugur tahun 1918 Aleksey Tolstoy pergi ke Odessa, lalu melanjutkan perjalannya ke Paris, lalu Berlin. Di masa emigrasinya pada tahun 1920 ia sempat menulis "Детство Никиты" (Masa Kanak-Kanak Nikita). Dua tahun kemudian ia kembali menghasilkan tiga buku, yaitu novel fantasi berjudul "Аэлита" (Aelita), serta novela berjudul "Черная пятница" (Jumat Hitam) dan "Рукопись, найденная под кроватью" (Naskah di Bawah Ranjang). Ia juga kemudian menulis buku bergenre fantasi yang berjudul "Гиперболоид инженера Гарина" (Hiperboloid Insinyur Garin). Adapun karyanya yang paling laris adalah buku berjudul "Золотой ключик" (Kunci Emas) yang menceritakan tentang petualangan seru seorang anak yang terbuat dari boneka kayu bernama Buratino. Karyanya ini bahkan menjadi salah satu bacaan yang rekomendasikan bagi anak-anak Sekolah Dasar di Rusia. Kisah dalam buku tersebut menyadur kisah dari buku "Pinokio" karya penulis Italia, Carlo Collodi. Selama berada di masa emigrasi, Aleksey Tolstoy juga mulai mengerjakan trilogi "Хождение по мукам" (Jalan Derita) yang menjadi salah satu karya penting dalam hidup sang penulis.

Kembalinya ke Uni Soviet

Setelah ia melakukan emigrasi, banyak di antara teman lamanya yang berpaling dari Aleksey Tolstoy. Tapi di Berlin, tepatnya pada tahun 1922 ia berkenalan dengan Maksim Gorky yang kemudian menjadi sahabatnya. Pada tahun 1923, Aleksey Tolstoy memutuskan untuk kembali ke tanah airnya yang telah berada dalam bentuk pemerintahan baru, Uni Soviet. Ia kemudian melanjutkan novel trilogi "Хождение по мукам" (Jalan Derita) yang masing-masing berjudul "Сестры" (Para Saudari), "Восемнадцатый год" (Tahun Kedelapan Belas) dan "Хмурое небо" (Langit Suram). Meski masih ada satu karyanya lagi yang berkaitan dengan trilogi tersebut, yaitu "Хлеб" (Roti), namun banyak yang menganggap karya tersebut tidak berhasil, sebab di dalamnya ia mendistorsi kebenaran sejarah dan menggambarkan kepribadian Stalin pada peristiwa- peristiwa berdarah dan masa kelaparan parah.

Pada 23 Desember 1945 Aleksey Tolstoy meninggal dunia akibat tumor paru-paru ganas. Jenazahnya dikremasi sehari setelah kematiannya. Upacara pemakamannya dilakukan dengan penaruhan abu jenazahnya di Pemakaman Novodevichy di Moskwa dan diakhiri dengan salam perpisahan serta lagu kebangsaan Uni Soviet.


Jumat, November 06, 2020

Tokoh-Tokoh Seram dari Folklor Rusia

Privyet, kawan-kawan! Masih ingat dengan Baba Yaga dalam dongeng Rusia? Di tulisan kali ini kita akan mengenal tokoh-tokoh yang mungkin lebih seram dari Baba Yaga. Mari kita simak tokoh-tokoh seram dari tradisi lisan Rusia berikut ini.


Viy / Вий
Tokoh Viy aslinya berasal dari cerita rakyat Ukraina. Tokoh ini dikisahkan juga dalam novel karya Nikolay Gogol berjudul "Viy". Tatapan Viy yang menyeramkan bisa membunuh, tapi mata Viy selalu tertutup. Mengapa demikian? Kelopak dan bulu mata Viy sangat besar dan berat. Itulah sebabnya mata Viy hanya terbuka jika dibukakan oleh para pembantunya.




Zmey Gorynych / Змей Горыныч
Bisa dibilang bahwa tokoh Zmey Gorynych merupakan naga yang khas dan sering muncul dalam cerita rakyat Rusia. Ia digambarkan memiliki kepala lebih dari satu, terkadang diceritakan bahwa ia memiliki tiga, lima hingga tujuh kepala. Ia bernapas dengan api dan suka menculik gadis cantik. Dalam bylina (puisi epik lisan tradisional Rusia) berjudul "Tentang Dobrynya Nikitich dan Zmey Gorynych", bogatyr (sebutan tokoh pahlawan dalam bylina) Dobrynya Nikitich bertarung melawan Zmey Gorynych yang jahat, bisa dilihat di sini. Hanya saja... kalau dalam kartun... sebenarnya... Ups, tidak mau ada spoiler ah ^~^


 


Koshchey Bessmertny / Кощей Бессмертный
Koshchey Bessmertny dikenal sebagai tsar sekaligus penyihir yang jahat. Ia juga suka menculik wanita cantik. Tubuhnya kurus, seperti kerangka tengkorak. Karena itu ia dijuluki «Кощей», dari kata «кость» yang berarti 'tulang'. Adapun sebutan "bessmertny" yang berarti 'abadi' muncul karena sangat tidak mudah bagi siapapun untuk bisa membunuhnya. Koshchey menyembunyikan "kematiannya" dalam benda-benda ajaib. Karena itu tokoh pahlawan dalam dongeng yang ingin membunuh Koshchey, harus bisa mencari benda-benda tersebut terlebih dahulu dan menghancurkannya. Dengan demikian Koshchey tidak akan lagi abadi dan bisa dikalahkan. (Sssttt, apakah di antara pembaca ada penggemar Harry Potter juga? Apakah tokoh ini mengingatkan pada seseorang?)




Kikimora / Кикимора
Kikimora adalah makhluk kecil berhidung panjang, bermata besar, bertanduk, berkaki dan bertangan ramping. Ia memiliki sayap dan tubuhnya berambut. Kikimora bisa singgah di rumah manusia dan menyebabkan masalah-masalah bagi penghuninya. Ia bisa membuat suasana gaduh, berlari-lari di rumah, merusak barang-barang, mengetuk-ngetuk pintu, mengganggu orang tidur sampai menakut-nakutinya. Ia bahkan bisa memotong rambut manusia saat manusia itu sedang tidur.



Leshiy / Леший
Leshiy adalah roh dan penguasa hutan. Ia bisa mengubah wujudnya menjadi manusia, hewan atau tumbuhan. Ia bisa menolong orang yang sedang berada di hutan, tapi bisa juga mencelakainya jika orang tersebut tidak menghormati hutan. Selain itu, dia dikenal suka bercanda dan membuat seseorang tersesat di hutan. Di beberapa dongeng dikisahkan bahwa Leshiy juga mempunyai istri dan anak.




Rusalka / Русалкa
Saat membicarakan tentang Rusalka, sebagian orang menganggapnya sama sebagai sosok mermaid, yakni wanita cantik tak berkaki, memiliki ekor ikan dan hidup di laut. Dalam budaya Rusia, Rusalka memiliki banyak perbedaan dengan mermaid. Pertama, Rusalka memiliki kaki layaknya manusia. Mereka sangat suka berlari dan menari khorovod (tarian tradisional Rusia yang membentuk lingkaran). Sekilas, mereka tampak menyenangkan. Kedua, mereka bisa ditemukan tak hanya di perairan, tapi juga di hutan. Rusalka digambarkan suka duduk di atas pohon. Bahkan Puskin dalam salah satu puisinya «У лукоморья…» (Di Tepi Lukomorye...) menulis "Русалка на ветвях сидит", yang berarti 'Rusalka duduk di atas dahan'. Ketiga, meski Rusalka tampak menyenangkan, bukan berarti mereka itu roh baik. Seperti juga mermaid di dongeng-dongeng Eropa, Rusalka juga bisa menenggelamkan orang ke dalam air. Dan barangkali menenggelamkan orang masih belum "menyenangkan" bagi mereka, karena mereka juga bisa menggelitik seseorang hingga mati.


 

 

Tokoh dongeng Rusia yang mana yang paling seram menurut kalian? Adakah yang mirip dengan hantu dari folklor Indonesia? Tokoh mana yang bisa membuat kamu ketakutan jika bertemu dengannya di malam hari? 👻



Aku Pernah Mencintaimu (A.S. Pushkin)

Aleksandr Pushkin, sang "Matahari Puisi Rusia"

Aleksandr Sergeyevich Pushkin dikenal sebagai "matahari puisi Rusia". Ia adalah pengarang dan penyair besar Rusia. Karya-karyanya memperkaya khazanah sastra dunia. Gaya bahasa yang digunakannya dalam menulis menjadi landasan terbentuknya bahasa Rusia modern yang kita kenal sekarang.

Karya puisinya yang berjudul "Я вас любил" (Aku Pernah Mencintaimu) adalah yang paling terkenal dan sering digunakan untuk belajar bahasa Rusia. Puisi ini tak hanya dikenal oleh orang Rusia, tapi juga di kalangan pelajar-pelajar asing yang mempelajari bahasa Rusia. 

Puisi ini ditulis pada 1829. Genre puisinya merupakan puisi-surat, karena berbentuk surat yang ditujukan oleh penyair kepada Anna Alekseyevna Andro-Olenina, wanita bangsawan yang pernah membuatnya jatuh cinta. Puisinya pendek, namun indah, baik dari bentuk maupun isinya. Berikut teks puisi tersebut.

* * *


Я вас любил: любовь ещё, быть может,
В душе моей угасла не совсем;
Но пусть она вас больше не тревожит;
Я не хочу печалить вас ничем.
Я вас любил безмолвно, безнадежно,
То робостью, то ревностью томим;
Я вас любил так искренно, так нежно,
Как дай вам Бог любимой быть другим.

1829

...

Terjemahannya dalam bahasa Indonesia:

* * *

Anna Olenina
Aku pernah mencintaimu: cinta yang mungkin, masih ada
Cinta dalam relung jiwa, yang nyalanya tak juga reda;
Namun, biarlah cinta ini tak lagi mengganggumu;
Tak ingin lagi kubuat kau merasa sedu.

Aku mencintaimu tanpa kata, tanpa asa,
Cinta yang diselimuti malu juga cemburu
Cintaku padamu begitu tulus, begitu halus
Semoga Tuhan berkatimu dengan cinta yang lain.

1829


Syair puisi ini pernah diaransemen sehingga menjadi lagu yang indah. Untuk menyimak aransemen puisi tersebut bisa menyimaknya di video berikut.

 

Bagaimana menurut kawan-kawan tentang puisi ini? Apakah pernah mempelajarinya? Atau mungkin malah sudah menghapalnya?)


Senin, Juni 08, 2020

Peringatan Hari Bahasa Rusia oleh Para Mahasiswa Indonesia di Institut Pushkin


Para mahasiswa Indonesia berpose bersama di depan kampus Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin, Moskwa
Pada 6 Juni 2020 kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang berkuliah di Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin, Moskwa, memperingati Hari Bahasa Rusia dengan membacakan puisi-puisi bahasa Rusia di halaman kampus. Hari tersebut bertepatan dengan hari kelahiran penyair besar Rusia, Aleksander Sergeyevich Pushkin, yang memberikan pengaruh besar bagi perkembangan bahasa Rusia serta menyumbangkan karya-karya besar bagi kesusastraan Rusia dan dunia.

Bagi pencinta bahasa dan sastra Rusia, membaca karya-karya sastra di hari bahasa Rusia ini merupakan tradisi yang biasa dilakukan di Rusia. Begitu pun kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang umumnya baru mulai mempelajari bahasa Rusia tak lebih dari setahun di Institut Bahasa Rusia A.S. Pushkin di Moskwa ini juga turut melaksanakan tradisi tersebut dan mengekspresikan kecintaannya terhadap bahasa Rusia dengan membacakan puisi-puisi Rusia yang disukainya.  Bagaimana mereka membacakan puisi-puisi tersebut? Simak video-video berikut ini.


Puisi Rusia berjudul "И скучно и грустно" (Jemu dan Pilu) karya Mikhail Yuriyevich Lermontov ini dibacakan oleh Menly Erica Putri Soselisa. Puisi ini berkisah tentang kesepian serta refleksi tentang eksistensi kehidupan manusia yang terkadang tak sulit untuk dipahami. Puisi ini berupa monolog sang penyair yang dapat dibagi menjadi tiga bagian, yakni refleksi tentang keinginan, tentang cinta dan tentang hasrat. Di akhir puisi, sang penyair juga menyatakan simpulannya terhadap refleksi pikirannya tentang kehidupan.
 
 Puisi berjudul "У лукоморья дуб зелёный" (Di Tepi Laut Pohon Ek Menghijau) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini dibacakan oleh Mosyeh Abdisa. Puisi ini berkisah tentang suatu tempat di negeri dongeng di mana dapat dijumpai beragam tokoh yang ajaib, memiliki penampilan, sifat dan karakter yang luar biasa, penuh fantasi! Puisi ini kemungkinan diilhami oleh dongeng-dongeng yang dikisahkan kepada sang penyair saat dirinya masih kecil oleh pengasuh kesayangannya, Arina Radionova. Ada kemungkinan bahwa puisi ini ditulis berkat pertemuannya kembali dengan Arina Radionova di Mikhaylovskoye, karena pada saat karya ini ditulis Pushkin berada dalam masa pengasingan pada tahun 1824-1825.



 Puisi berjudul "Весна, весна, пора любви" (Musim Semi, Saatnya Mencinta) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini juga dibacakan oleh Mosyeh Abdisa. Bisa dibilang, puisi ini merupakan satu-satunya puisi Pushkin yang menggunakan judul "musim semi" dan satu dari dua puisi yang bercerita tentang musim semi. Dalam biografinya, Pushkin dikenal sebagai penyair yang tidak menyukai musim semi. Baginya, waktu yang paling produktif untuk berkarya adalah musim gugur dan musim dingin. Karenanya dalam puisi ini pun ia menunjukkan keengganannya menerima musim semi yang terlalu riang, hangat dan penuh cinta baginya. Di akhir puisi, ia begitu mendambakan salju, suatu keinginan yang tidak biasa bagi kebanyakan orang di Rusia.

Puisi berjudul "Я вас любил" (Aku Pernah Mencintaimu) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini dibacakan oleh Rima Desi Milenia. Merupakan puisi-surat cinta sang penyair kepada wanita yang dicintainya. Dalam puisi ini penyair menggambarkan betapa nyata dan suci rasa cinta yang ia miliki, meski ia tahu bahwa dambaan hatinya menolak cintanya.

Puisi berjudul "Если жизнь тебя обманет" (Jika Hidup Menipumu) karya Aleksander Sergeyevich Pushkin ini juga dibacakan oleh Rima Desi Milenia. Puisi ini bercerita tentang kesulitan dalam hidup. Meski demikian, penyair mengajak pembaca untuk selalu melihat sisi baik dari segala sesuatu agar tetap tabah dan kuat menjalani kehidupan.

 Seperti judulnya, puisi ini berisi pengakuan. Tepatnya adalah pengakuan cinta sang penyair ini dibacakan oleh Maulana Yodha Permana. Dalam puisi ini penyair begitu sulit menyatakan perasaannya karena meski ia sangat tertarik akan kemolekan sosok yang dipujanya, namun di sisi lain ia juga merasa bahwa tidak layak mencintai.

Peringatan hari bahasa Rusia ini juga dibantu oleh Matthew Lewi Immanuel Tahapary sebagai operator kamera dan editor video. Berikut beberapa cuplikan foto dokumentasi para mahasiswa Indonesia di Institut Bahasa Rusia Pushkin yang sempat kami ambil di hari Bahasa Rusia.






Jumat, Juni 07, 2019

Mahasiswa Indonesia di Moskwa Membaca Puisi-Puisi Rusia

Dalam rangka memperingati Hari Bahasa Rusia atau Hari Pushkin (Hari Kelahiran Aleksandr Pushkin) yang diperingati setiap 6 Juni di Rusia, kawan-kawan mahasiswa Indonesia yang ada di Moskwa membuat proyek video pembacaan puisi-puisi Rusia di Taman Muzeon, Moskwa. Proyek ini didukung oleh Permira Moskow (Perhimpunan Mahasiswa Indonesia di Rusia - Moskow).

Setiap mahasiswa dipersilakan membacakan puisi kesukaan mereka. Kebanyakan di antara para peserta pembacaan puisi ini baru mulai mempelajari bahasa Rusia tidak lebih dari setahun. Namun dengan semangat belajar bahasa Rusia yang tinggi dan kesungguhan hati, mereka bisa mencapai kepercayaan diri untuk membacakan puisi-puisi tersebut.

Perkenalkan, ini Komang Ayu Puspa Warni (mengenakan kaos biru),
operator kamera dan editor video dalam proyek ini
 
Berikut adalah hasil dari proyek video pembacaan puisi tersebut. Bagaimana menurut kalian?)

Puisi Rusia berjudul "Layar" karya Mikhail Lermontov, dibacakan oleh Audree Alyssa Lutfiyah. Puisi ini berkisah tentang Kapal Layar yang terombang-ambing di tengah samudra, bergerak menantang badai, menolak daratan, menggambarkan kecintaan sang penyair akan kebebasan dan kehidupan yang penuh tantangan serta menolak kehidupan nyaman yang membosankan.

Puisi Rusia berjudul "Moskwa, Moskwa!.. Kucinta Kau sebagai Putramu" karya Mikhail Lermontov. Dibacakan oleh Keenan Mukti Sinatriya Shangga Nagari . Puisi ini berkisah tentang betapa besarnya kecintaan sang penyair terhadap Kota Moskwa sebagai Ibu Pertiwinya yang tak pernah ia lupakan.

Puisi Rusia berjudul "Aku Sanggup Menunggumu Sangat Lama" karya Eduard Asadov. Dibacakan oleh Eka Widiyana Laksita. Puisi ini berkisah tentang cinta dan kesetiaan terhadap pasangannya sehingga jarak dan waktu tak akan pernah membuatnya lelah untuk menunggu pertemuan yang dinantikan.

Puisi Rusia berjudul "Skithia" karya Aleksandr Blok. Dibacakan oleh Fasyeh. Puisi ini berkisah tentang bangsa Skithia, bangsa kuno yang pemberani dan disegani oleh bangsa-bangsa sekitarnya selama berabad-abad lamanya. Bangsa yang kemudian melahirkan juga bangsa-bangsa lainnya yang kini tinggal di wilayah Rusia.

Puisi Rusia berjudul "Sang Nabi" karya Aleksandr Pushkin. Dibacakan oleh Maulana Yodha Permana. Puisi ini berkisah tentang gentarnya seorang manusia yang tiba-tiba mendapat wahyu Tuhan dan diangkat sebagai nabi dan mendapat perintah untuk menyampaikan firman Tuhan terhadap manusia lainnya.

Berikut juga foto-foto hasil tangkapan kamera di balik pembuatan video-video tersebut:
Rekaman di tepi Sungai Moskwa, rela berpanas-panasan di bawah terik matahari

Sesekali kami beristirahat (sambil sedikit bergosip soal kuliah, hehe) di antara waktu pengambilan video untuk proyek ini

Sesekali bergaya sambil melihat hasil rekaman


Penuh penghayatan

- Bagaimana? Bagus nggak hasilnya ogut?
- Niiiih, lihat aja sendiri!



Kamis, April 04, 2019

Lomba Internasional Pushkin IX - Apalah Arti Namaku Bagimu?


Lomba Internasional Pushkin adalah lomba tahunan yang diselenggarakan sejak 2011 oleh Institut Pushkin, Moskwa. Lomba pada tahun ini diselenggarakan untuk memperingati hari kelahiran Aleksandr Sergeyevich Pushkin yang ke-220. Dalam lomba ini, setiap peserta lomba dapat mengekspresikan dirinya dalam bentuk pembacaan puisi, karya seni dan presentasi untuk menunjukkan kecintaannya terhadap bahasa Rusia. Di tahun 2019 ini lomba tersebut memasuki penyelenggaraan yang ke IX dengan nama resmi: IX Международный Пушкинский конкурс «Что в имени тебе моём?»/Lomba Internasional Pushkin IX: "Apalah Arti Namaku Bagimu?

Ada beberapa nominasi lomba, di mana para peserta dapat berpartisipasi untuk menunjukkan pencapaiannya dalam mempelajari bahasa Rusia, menunjukkan pengetahuannya tentang kesusastraan Rusia atau bakatnya dalam bidang seni. Para peserta bisa mengikuti nominasi pembacaan puisi karya Aleksandr Pushkin, menulis karya tulis sastra atau esay bahasa Rusia, membuat pertunjukkan musik atau teatrikal berdasarkan karya-karya Aleksandr Pushkin, menulis puisi dalam bahasa Rusia, melukis, atau membuat proyek fotografi berdasarkan tema-tema yang ditetapkan. Ini adalah momen yang sangat baik bagi peminat bahasa dan sastra Rusia untuk dapat berekspresi dan berkarya sekreatif mungkin!

Lomba ini dibuka bagi mereka yang bukan penutur asli bahasa Rusia, diutamakan yang sedang atau pernah belajar bahasa Rusia, dapat diikuti oleh mereka yang yang sedang tinggal di Rusia atau tinggal di luar Rusia.

Tujuan utama lomba bahasa Rusia ini adalah untuk mengenalkan bahasa dan budaya Rusia, membentuk citra positif tentang Rusia di mata dunia, mempromosikan pendidikan bahasa Rusia di seluruh dunia, serta meningkatkan minat dan ketertarikan masyarakat dunia akan bahasa dan sastra Rusia.

Apa saja nominasi yang dilombakan?


Nominasi 1: Пушкин в моей жизни (Pushkin dalam Hidupku)

Pada nominasi ini, setiap peserta harus menunjukkan peran dan pengaruh Pushkin beserta karya-karya Pushkin dalam hidupnya. Bentuknya bisa berupa karya tulis (prosa, puisi), esay, lukisan, catatan harian bergambar, dll. Intinya adalah berupa karya cipta sekreatif mungkin.

Nominasi 2: Пушкинская Москва глазами иностранца (Moskwa Pushkin di Mata Orang Asing)

Pada nominasi ini, para peserta harus menceritakan tentang tempat-tempat di Moskwa yang terkait dengan Pushkin. Tidak hanya tempat-tempat di mana Pushkin pernah singgah, tapi bisa juga berupa cerita tentang tempat-tempat yang nama Pushkin dilekatkan padanya, seperti teater, museum, galeri atau metro.

Nominasi 3: Пушкин в XXI веке (Pushkin di Abad XXI)

Nominasi ini mirip dengan nominasi pertama, yakni bisa berupa karya tulis, esay, lukisan dll. Hanya saja temanya adalah Pushkin di abad XXI.

Nominasi 4: Читаю Пушкина (Membaca karya Pushkin)

Nominasi ini berupa deklamasi puisi karya Pushkin yang dibaca tanpa melihat teks. Selain itu di nominasi ini juga menampilkan pertunjukkan musik/nyanyian berdasarkan puisi-puisi karya Aleksandr Pushkin. Ketentuan peserta nominasi ini adalah berusia lebih dari 14 tahun.

Nominasi 5: Пушкин – детям (Pushkin bagi Anak-Anak)

Nominasi ini juga berupa deklamasi puisi, seperti pada nominasi ke-4, hanya saja diperuntukkan bagi anak-anak yang berusia sampai 14 tahun.

Setiap karya yang dikirimkan harus asli dan hak ciptanya dimiliki oleh peserta lomba. Karya-karya kreatif yang dikirim berupa esay, karya prosa, puisi, foto, film/video, lukisan atau karya grafis lainnya, atau bisa juga kombinasi (misal: karya puisi atau prosa yang diberi ilustrasi bergambar). Khusus karya tulis dan grafis dikirim dalam bentuk elektronik (telah discan/dipindai ke bentuk digital). Untuk nominasi 4 dan 5 (nominasi pembacaan puisi karya Pushkin) dikirim dalam bentuk rekaman video.

Bagi kawan-kawan yang tertarik untuk ikut serta dalam lomba ini, catat tanggal-tanggal penting berikut!

Pendaftaran untuk penyerahan karya seni dalam lomba kreativitas seni (nominasi 1, 2, 3) dibuka hingga tanggal 31 Mei 2019.


Pendaftaran untuk lomba pembacaan puisi nominasi "Membaca karya Pushkin" (nominasi 4 dan 5) dibuka hingga tanggal 23 April 2019. Babak penyisihan berlangsung pada 25-26 April 2019.


Untuk registrasi, klik pada tautan ini:
https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/IX/anketa.php

Konser dan pengumuman pemenang dari berbagai nominasi akan dilangsungkan di Institut Pushkin, Moskwa, pada 5 Juni 2019, sehari sebelum Hari Bahasa Rusia (Hari Kelahiran A. S. Pushkin). Konser ini bisa dihadiri oleh seluruh peserta, tapi tidak wajib. Adapun biaya pengeluaran untuk kehadiran pada konser ini ditanggung sendiri oleh para peserta.

Seluruh peserta akan mendapatkan sertifikat, adapun para pemenang akan mendapat hadiah tematik dari pihak penyelenggara.

Untuk pengiriman karya dan pertanyaan teknis dan hal-hal menyangkut lomba bahasa Rusia bisa dilayangkan pada surel: pushkinconkurs@gmail.com. Untuk pertanyaan teknis terkait pendaftaran dan lain-lain, bisa berkonsultasi dengan kami melalui jiwarusia@mail.ru atau akun faceboook/instagram kami di @jiwarusia.

Informasi umum tentang lomba dan kalender lomba bisa dicek di sini:
https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/IX/index.php


Informasi detail tentang nominasi lomba bisa dicek di sini:
https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/IX/annotation.php


Untuk arsip karya dan rekaman video pembacaan puisi dari lomba-lomba sebelumnya bisa dilihat di sini:
https://pushkonkurs.pushkininstitute.ru/IX/archive.php

Berikut adalah suasana konser para finalis untuk nominasi 4 (pembacaan puisi dan pertunjukkan seni berdasarkan karya-karya Pushkin) pada Lomba Internasional Pushkin yang ke V di Institut Pushkin, Moskwa:



Bagaimana? Menarik, bukan? Ayo daftar segera! Желаем успехов!

Minggu, Juli 29, 2018

Sergey Yesenin

Sergey Yesenin adalah seorang penyair Rusia yang berasal dari keluarga petani. Ia dilahirkan di kota Ryazan. Setelah lulus dari sekolah dasar, Yesenin melanjutkan pendidikannya di sekolah gereja selama dua tahun. Pada musim gugur 1912, saat Yesenin telah berusia 17 tahun, Yesenin meninggalkan rumah dan pergi ke Moskwa, kota di mana sang ayah bekerja. Awalnya Yesenin bekerja di toko daging, kemudian di percetakan Sytin. Kemudian ia menjadi seorang auditor di Fakultas Filologi dan Sejarah, Universitas Rakyat A.L. Shanyavsky.

Pada tahun 1918 - 1920 Yesenin bergabung dengan komunitas imajinis Rusia. Setahun kemudian, ia bertemu dengan Isadora Duncan, penari terkenal yang kemudian menjadi istrinya. Mereka pergi bulan madu ke Eropa dan Amerika Serikat dari musim semi tahun 1922 hingga musim panas 1923. Namun tidak lama kemudian mereka berpisah.
 
Isadora Duncan dan Sergey Yesenin
 
Tahun 1924, Yesenin meninggalkan kelompok imajinis dan mulai menjalani kehidupan yang berantakan sehingga menuai banyak kritikan. Keadaan ini bahkan membawa Yesenin dalam beberapa kasus kriminal, terutama karena hooliganisme. Di akhir November 1935, istrinya yang bernama Sofya (cucu perempuan Lev Tolstoy) membantu menyembuhkan Yesenin di sebuah klinik psikoneurologi. Namun sebulan kemudian Yesenin meninggalkan klinik itu dan pergi ke Leningrad. Di sanalah jasad Yesenin ditemukan tak bernyawa setelah melakukan bunuh diri di kamar hotelnya.



Sumber bacaan:
Sumber gambar: