Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya, rasakan jiwanya!

Sabtu, September 25, 2021

Mengapa Bahasa Jerman dan Prancis Diajarkan di Sekolah-Sekolah di Rusia?

Bahasa Jerman dan Prancis menjadi opsi bahasa asing yang umum dipelajari di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Rusia, selain bahasa Inggris. Mengapa demikian? Berbagai alasan aktual bisa saja disebutkan, seperti untuk komunikasi bisnis, kebutuhan travelling atau karena keduanya merupakan bahasa yang populer dipelajari di Eropa. Tapi, tahukah Anda bahwa bahasa Jerman dan bahasa Prancis memiliki sejarah panjang di Rusia? Jejak historis inilah yang membuat kedua bahasa tersebut hingga hari ini masih menjadi pilihan bahasa asing populer dipelajari oleh para pelajar di Rusia.


Bahasa Jerman di Rusia

Hubungan Rusia dan Jerman sebenarnya sudah terjalin sejak abad XII, khususnya dengan Masyarakat Novgorod. Setelah Moskwa mengalami perkembangan yang signifikan dan kemudian menjadi pusat pemerintahan di Kepangeranan Rus, orang-orang Jerman akhirnya memperluas daerah perdagangannya hingga ke Moskwa. Pada abad XVII bahkan muncul pemukiman-pemukiman Jerman dan sebagian di antara mereka berprofesi sebagai perwira di ketentaraan Rusia. Akhirnya penggunaan bahasa Jerman semakin meluas digunakan di Rusia, khususnya di daerah koloni-koloni pemukiman Jerman tersebut. Memasuki abad ke-19 bahasa Jerman juga semakin populer dipelajari, terutama oleh kalangan intelektual Rusia.
 
Nachrichten Redaktion 1923-1.jpg
Para staf editor Nachrichten, surat kabar bertema sosial-politik dalam bahasa Jerman, diterbitkan di Daerah Otonomi Jerman Volga dan Republik Sosialis Soviet Otonom Jerman Volga. Foto tahun 1923.

Di masa setelah Revolusi Oktober dan awal berdirinya Uni Soviet, bahasa Jerman bahkan memiliki status bahasa resmi untuk digunakan di Komune Buruh Jerman di wilayah Volga dan dipelajari sebagai bahasa utama di sejumlah sekolah di Rusia, terutama di daerah yang memiliki koloni-koloni Jerman seperti di Krimea dan Laut Hitam serta di sekitar Leningrad. Sejak masa Soviet ini bahasa Jerman juga secara aktif diajarkan di sekolah-sekolah dan universitas dan sempat melampaui popularitas bahasa Prancis dan Inggris. Tapi saat pecah perang Dunia II bahasa Jerman sempat dihapuskan di sekolah-sekolah, kecuali di wilayah Volga. Sementara itu kebanyakan buruh Jerman di Rusia Soviet juga dipindahkan secara paksa oleh pemerintah terutama ke Kazakh Soviet.
 
Немцы в истории Самары. Часть 1 > Рубрика в Самаре
Koperasi Dagang komunitas Jerman di masa Soviet di Samara, daerah sekitar Sungai Volga, Rusia.

Setelah Perang Dunia II, bahasa Jerman kembali dipelajari di sekolah-sekolah dan perguruan tinggi di Rusia, tapi popularitasnya menjadi lebih rendah, di bawah bahasa Inggris. Meski demikian, bahasa Jerman tidak pernah berhenti dipelajari, karena Uni Soviet memiliki kedekatan yang kuat dengan Jerman Timur.
 
Karena alasan-alasan historis di atas, saat ini bahasa Jerman masih diajarkan di Rusia, popularitasnya berada di bawah bahasa Inggris sebagai bahasa asing yang dipelajari. Karena alasan historis, di mana terdapat kontak dengan komunitas-komunitas Jerman yang pernah tinggal di Rusia, maka banyak juga serapan kosakata dari bahasa Jerman yang sampai saat ini digunakan dalam bahasa Rusia, khususnya kata-kata yang berkaitan dengan bidang teknik, nama profesi dan benda sehari-hari, seperti "бухгалтер", "вагон", "канцлер", "масштаб", "рюкзак", "стул", dll.
 
 
Bahasa Prancis di Rusia
 
Seperti setelah telah disinggung di atas, bahwa bahasa Prancis juga pernah digunakan secara luas di Rusia khususnya oleh bangsawan Rusia. Di Rusia ada istilah yang disebut "gallomania" (галломания) untuk mengungkapkan semangat yang besar yang dimiliki oleh orang non-Prancis dalam mempelajari atau masuk dalam dunia bahasa, seni, sastra, sejarah dan apapun yang berkaitan dengan Prancis. Gallomania ini menyebar di Eropa, khususnya di Masa Pencerahan Eropa, seiring dengan bahasa Prancis yang menjadi bahasa komunikasi internasional saat itu.
 
В эпоху галломании с дамами на чистом русском не говорили. /Фото: cp12.nevsepic.com.ua
Di masa gallomania, para aristokrat Rusia umumnya menggunakan bahasa Prancis untuk berbicara dengan sesamanya daripada menggunakan bahasa Rusia.

Gallomania ikut masuk ke Rusia khususnya di masa pemerintahan Imperator Pyotr I yang jelas-jelas melihat Eropa Barat sebagai model dalam mewujudkan cita-citanya untuk menjadikan Rusia yang modern, maju dan kuat. Selain ingin memasukkan budaya-budaya Barat, Pyotr I juga mencoba mematahkan tradisi-tradisi patriarki Rusia yang dianggap kuno, memaksa para bangsawan memotong janggutnya, memaksa mengenakan pakaian-pakaian ala Eropa dan mengirim mereka untuk belajar ke Eropa Barat. Akibatnya para aristokrat ini mulai menggunakan bahasa-bahasa asing, khususnya bahasa Prancis untuk berkomunikasi satu sama lain. Di masa itu, bahasa Prancis tidak hanya mendominasi Rusia, tapi juga telah menjadi bahasa komunikasi internasional di seluruh Eropa. Bisa dibilang bahwa bahasa Prancis menggantikan bahasa Latin sebagai bahasa komunikasi internasional orang-orang Eropa.
 
Jika bahasa Jerman umumnya dipelajari oleh kaum intelektual Rusia, maka bahasa Prancis lebih populer digunakan oleh kaum bangsawan Rusia. Bahkan bahasa ibu atau bahasa pertama yang dituturkan oleh Aleksandr Pushkin (Bapak Bahasa Rusia modern) adalah bahasa Prancis! Karya-karya awal puisinya juga ditulis dalam bahasa Prancis. Penggunaan bahasa Prancis di Rusia mengalami masa puncaknya pada pemerintahan Imperatritsa Yekaterina II pada abad ke-18. Memasuki abad ke-19, Lev Tolstoy (atau di Indonesia dikenal sebagai Leo Tolstoy), salah satu penulis besar Rusia, pernah menuliskan novel yang berjudul "Perang dan Damai" (Война и мир). Di halaman-halaman pertama novel tersebut, setengah teksnya ditulis dalam bahasa Prancis, sehingga menjadi bukti bahwa bahasa Prancis memang digunakan secara luas bahkan oleh orang-orang Rusia sendiri, khususnya di kalangan bangsawan Rusia dan masyarakat kelas atas lainnya. 
 
Карикатура 19 века на Наполеона. /Фото: im0-tub-ua.yandex.net
Karikatur Napoleon abad ke-19.

Dalam novel "Perang dan Damai" tersebut mengisahkan Perang Napoleon tahun 1812, di mana masyarakat Rusia bahu-membahu mempertahankan tanah airnya dari serangan pasukan Prancis di bawah pimpinan Napoleon tersebut. Pasukan Rusia pada akhirnya berhasil memukul pasukan Napoleon dari Moskwa hingga ke Paris. Selama Perang Napoleon itu bahasa Prancis mengalami penurunan popularitas di Rusia karena adanya sentimen politik serta patriotisme yang meningkat di Rusia. Terkadang ada serangan yang tidak diinginkan dari kelompok gerilyawan petani yang menyerang perwira Rusia, karena petani Rusia umumnya tidak bisa bahasa Prancis, sedangkan tidak semua perwira Rusia bisa berbahasa Rusia dengan baik karena bahasa ibu mereka adalah bahasa Prancis. Pasca-perang Napoleon bahasa Prancis secara bertahap gallomania ini menghilang di Rusia. Namun masih banyak kosakata bahasa Prancis yang telah diserap ke bahasa Rusia dan hingga saat ini masih digunakan, seperti "афиша", "пресса", "шарм", "кавалер".
 
 
 
 
Sumber Bacaan:

Википедия: Галломания
https://ru.wikipedia.org/wiki/%D0%93%D0%B0%D0%BB%D0%BB%D0%BE%D0%BC%D0%B0%D0%BD%D0%B8%D1%8F

Википедия: Немецкий язык в России
https://ru.wikipedia.org/wiki/%D0%9D%D0%B5%D0%BC%D0%B5%D1%86%D0%BA%D0%B8%D0%B9_%D1%8F%D0%B7%D1%8B%D0%BA_%D0%B2_%D0%A0%D0%BE%D1%81%D1%81%D0%B8%D0%B8

Олег Егоров: Почему в России говорили по-французски? (Russia Beyond)
https://ru.rbth.com/zhizn/16-russia-french-language


Rabu, September 01, 2021

Sejarah Hari Pengetahuan di Rusia dan Perayaannya di Masa Pandemi Covid-19

Di Rusia, tanggal 1 September selalu diperingati sebagai hari awal masuknya tahun ajaran baru. Hari tersebut disebut sebagai "День знаний" atau "Hari Pengetahuan", pertama kali dirayakan pada tanggal 1 September 1984 di Rusia yang saat itu masih merupakan bagian dari Uni Soviet. Perayaannya biasanya dilakukan oleh para siswa sekolah yang membuat barisan dan memberikan bunga kepada guru di sekolahnya.
 

Sejarah Tanggal Dimulainya Tahun Ajaran Baru

Di zaman Kekaisaran Rusia, tidak ada tanggal khusus untuk memulai tahun ajaran di lembaga-lembaga pendidikan. Para pelajar mulai belajar di sekolah gimnasium pada 1 atau 15 Agustus. Adapun di sekolah uchilishche (semacam sekolah kejuruan) yang bersifat komersial, biasanya dimulai pada pertengahan September atau Oktober. Di sekolah-sekolah di pedesaan, tahun ajaran baru bahkan bisa dimulai dari Desember, dan terus berlanjut hingga Mei.

Awal mula adanya penetapan tahun ajaran baru di tanggal 1 September ini baru dikenal di masa Uni Soviet, setidaknya pada 1930-an. Pada 14 Agustus 1930, dikeluarkanlah sebuah dekrit Komite Eksekutif Pusat Partai Komunis Uni Soviet dan Dewan Komisaris Rakyat Uni Soviet "Tentang pendidikan dasar wajib universal". Dekrit ini menetapkan bahwa semua anak yang berusia delapan dan sepuluh tahun mulai mengikuti "sekolah musim gugur". Dekrit Komite Eksekutif Pusat Partai Komunis Seluruh Serikat Bolshevik dan Dewan Komisaris Rakyat Uni Soviet pada 23 Juni 1936 "Tentang Pekerjaan Lembaga Pendidikan Tinggi dan Kepemimpinan Pendidikan Tinggi" menghapus penetapan mulainya tahun ajaran di tanggal yang tidak teratur untuk lembaga pendidikan tinggi dan menetapkan 1 September sebagai tanggal tunggal untuk memulai kelas. Untuk sementara, peraturan tersebut sempat berubah pada tahun 1942-1945 (masa Perang Dunia II), ketika siswa dari kelas empat hingga sepuluh memulai studi mereka sebulan lebih lambat dari siswa sekolah dasar, yakni dimulai pada tanggal 1 Oktober.

Selanjutnya tanggal 1 September ditetapkan sebagai hari besar nasional berdasarkan dekrit Presidium Soviet Tertinggi Uni Soviet tertanggal 15 Juni 1984 yang melengkapi Pasal 1 dekrit Presidium Soviet Tertinggi Uni Soviet tertanggal 1 Oktober 1980. Dengan demikian, "Hari Pengetahuan" itu sendiri baru diperingati pertama kali pada tanggal 1 September 1984 dan tradisi tersebut dilanjutkan hingga hari ini di Federasi Rusia.

Праздничные линейки в Краснодарском крае 1 сентября проведут для учеников 1,  9 и 11 классов
Barisan anak-anak kelas 1, kelas 9 dan kelas 11 di salah satu sekolah di wilayah Krasnodar, Rusia.
Foto: Mikhail Stupin, Kubanskiye novosti (kubnews.ru)


 Perayaan Hari Pengetahuan di Rusia pada Masa Pandemi Covid-19

Sejak tahun 2020, ketika pandemi virus corona merebak, perayaan 1 September tetap dilakukan secara offline, namun pelaksanaannya dilakukan dengan langkah-langkah keamanan sanitasi yang ketat. Di sebagian besar lembaga pendidikan tinggi Federasi Rusia, perayaan awal tahun ajaran baru juga ada yang dibuka dalam format offline, tetapi kampus-kampus di Rusia disarankan untuk melaksanakan perkuliahan dalam format pembelajaran jarak jauh (online). Dalam perkembangannya, saat ini sekolah-sekolah dan lembaga-lembaga perguruan tinggi di Rusia menyesuaikan format belajarnya tergantung pada situasi naik turunnya penyebaran wabah.

Di saat pandemi, perayaan Hari Pengetahuan di Rusia ini umumnya diadakan di luar ruangan, terutama untuk siswa kelas satu (kelas awal di sekolah dasar) dan kelas sebelas (kelas terakhir di sekolah menengah). Di beberapa sekolah lainnya di Rusia ada juga yang menyelenggarakan acara ini dengan siswa kelas satu, kelas sembilan dan kelas sebelas.


Statistik Pendidikan di Federasi Rusia

Menurut survei oleh Pusat Studi Opini Publik Seluruh Rusia, yang dilakukan pada 26 Agustus tahun 2020 lalu, orangtua di Rusia menghabiskan rata-rata 34,9 ribu rubel untuk mempersiapkan anak-anak mereka ke sekolah tahun ini. Adapun menurut perhitungan statistik dari lembaga Rosstat, biaya rata-rata yang dikeluarkan orangtua di Rusia untuk mempersiapkan peralatan sekolah, mulai dari seragam sekolah dan pakaian olahraga, alat tulis, juga ransel, yakni sebesar 18,8 ribu rubel untuk anak laki-laki dan 23,2 ribu rubel untuk anak perempuan.

Atas saran Vladimir Putin, sejak 1 September 2020 di beberapa sekolah disediakan makanan gratis untuk siswa sekolah dasar. Pada tahap pertama proyek tersebut makanan gratis dari sekolah ini diperkenalkan di sekolah-sekolah yang memang sudah ada kesiapan teknis melaksanakannya. Pemerintah Rusia mengharapkan bahwa di seluruh Rusia akan ada makanan gratis nantinya untuk siswa sekolah selambat-lambatnya pada 1 September 2023.

Pada tahun ajaran baru, universitas-universitas Rusia umumnya menerima lebih dari 1 juta mahasiswa untuk beragam tingkat pendidikan. Menurut Menteri Ilmu Pengetahuan dan Pendidikan Tinggi Federasi Rusia, Valery Falkov, dana sebesar 541,75 ribu rubel telah dialokasikan untuk pendidikan gratis atau beasiswa bagi mahasiswa di Federasi Rusia, dan hampir 11,5 ribu rubel dari dana tersebut didistribusikan di antara universitas-universitas yang berada di daerah regional Federasi Rusia.

Adakah kawan-kawan pembaca yang juga berencana atau saat ini sedang studi di Rusia? :)

С 1 сентября! С днём знаний! :)

 

 

 

 

Sumber:
TASS: История праздника День знаний.