Kristenisasi di Tanah Rus dan Kebangkitan Rus-Kiev

Vladimir adalah seorang knyaz (pangeran) Rus yang terkenal dan diingat oleh banyak orang hingga saat ini. Ia menjadi memerintah Rus-Kiev sejak tahun 980. Di bawah masa pemerintahannya, Rus menjadi negara yang besar dan kuat. Pasukannya berhasil melindungi wilayah kekuasaannya dari serangan bangsa-bangsa nomaden yang sering datang sebagai musuh.

Vladimir dikenal sebagai seorang yang tangguh dalam pertempuran dan bijaksana dalam pemerintahan. Pada tahun 988, sang pangeran menganut agama baru, yakni agama Kristen. Agama yang mengajarkan keyakinan kepada Yesus Kristus ini di masa itu memang sedang meluas dan menyebar di negara-negara Eropa. Knyaz Vladimir juga ingin agar masyarakat di Tanah Rus juga menganut agama Kristen agar lebih mudah dalam melakukan negosiasi dengan negara-negara tetangganya. Sang pangeran memerintahkan bangsa Rus untuk mengikuti ajaran Kristen dari Bizantium yang saat itu merupakan pusat Kekaisaran Romawi Timur.

Kristen Ortodoks Timur kemudian menjadi agama resmi di Kepangeranan Rus. Berbeda dengan kepercayaan pagan sebelumnya yang percaya pada banyak dewa, penganut Kristen Ortodoks percaya hanya terhadap satu Tuhan dan anaknya, Yesus Kristus, yang rela mati di tiang salib untuk menebus dosa umat manusia. Kitab suci mereka adalah Alkitab dan para penganut Kristen Ortodoks menggunakan salib sebagai simbol kepercayaan mereka.

Kristenisasi di Rus oleh pangeran Vladimir
Agama Kristen berperan penting dalam sejarah Kepangeranan Rus. Kehidupan masyarakat mulai berubah. Kebudayaan berkembang menjadi lebih cepat. Vladimir mengundang ahli agama dari Bizantium untuk membuka sekolah agama. Bangsa Rus juga mengenal aksara untuk menuliskan bahasa Slavia yang disebut "azbuki" (dua bunyi huruf awal aksara Slavia, yakni dari huruf 'az' dan 'buki') atau dikenal juga dengan sebutan "kirillitsa" (aksara Kiril) untuk mengenang St. Kiril sebagai penyusun purwarupa aksara ini.

Kisah tentang masa pemerintahan Pangeran Vladimir diceritakan dalam byliny (kisah-kisah puitis tentang masa lalu). Di masa hidupnya, Vladimir selalu dikelilingi oleh para bogatyr (orang-orang kuat) bangsa Rus yang terkenal, di antaranya adalah Ilya Muromets, Dobrynya Nikitich dan Alyosha Popovich. Masyarakat Rus menyebut Pangeran Vladimir sebagai "krasnoye solnyshko" yang berarti 'matahari merah' meski dalam bahasa Rus kuno, kata sifat "krasnoye" berarti 'indah'. Adapun di gereja-gereja Ortodoks, sosok Vladimir dimasukkan ke dalam kategori orang suci (Santo).

Pada abad XI mulai lahir sastra Rusia kuno. Karya-karya sastra yang pertama ditulis disebut "letopis" (babad, catatan sejarah tentang kejadian berdasarkan tahun). Letopis tertua yang pernah ditulis, di antaranya adalah "Slovo o zakone i blagodati" (Khotbah tentang Hukum dan Anugerah) yang ditulis oleh Ilarion, seorang mitropolit pertama yang berdarah Slavia. Catatan sejarah lainnya dibuat sekitar tahun 1113 oleh Nestor, seorang biarawan Ortodoks.


Letopis
Setelah kematiannya, kekuasaan Pangeran Vladimir dilanjutkan oleh anaknya, Yaroslav Mudry (1019-1054). Di bawah kepimpinannya, Rus-Kiev menjadi lebih makmur dan kuat. Masa-masa ini menjadi awal perkembangan pemerintahan Rus kuno. Yaroslav membangun gereja dan katedral, di antaranya adalah Katedral Suci Sofia di Kiev.


Katedral Sofia di Kiev
Di bawah pemerintahan Yaroslav, wilayah Rus semakin meluas. Di tepi sungai Volga ia membangun kota baru yang dinamakan Yaroslav. Kepangeranan Rus semakin berjaya dengan berkembangnya benda-benda hasil kerajinan tangan. Para ahli pembuatan senjata juga semakin baik dalam membuat peralatan perang, seperti tombak, pedang, perisai, dan baju zirah rantai (pakaian atau lapisan pelindung yang terbuat dari untaian rantai untuk melindungi tubuh dari senjata yang bisa membuat luka). 

Yaroslav Mudry juga memperkuat posisi dengan melakukan pernikahan antardinasti (pernikahan yang dilakukan antara perwakilan penguasa dari pemerintahan yang berbeda). Yaroslav sendiri menikah dengan seorang putri Swedia, sedangkan putri-putrinya menikah dengan raja Prancis, Hungaria, dan Norwegia. Adapun putra Yaroslav menikah dengan putri Bizantium.

Yaroslav membuat hukum tertulis pertama di Kepangeranan Rus yang berisi tentang aturan hukum umum, hukuman untuk pembunuhan (hutang darah dibayar darah) serta hukuman untuk pencemaran nama baik. Catatan hukum tersebut dinamakan "Russkaya pravda". Selanjutnya anak-anak Yaroslav melengkapi Russkaya pravda ini dengan hukum-hukum baru. Hukum Russkaya pravda terus berlaku hingga akhir abad XV. Berbeda dengan pangeran-pangeran sebelumnya, Pangeran Yaroslav tidak menjadi tokoh utama dalam byliny, tetapi di catatan sejarah disebutkan bahwa dirinya merupakan seorang pemimpin yang besar, seorang yang berpendidikan dan orang Rus pertama yang memberikan pencerahan kepada banyak orang. Karenanya ia mendapatkan sebutan "mudry" atau 'sang bijak'.





Sumber Bacaan :
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).


Sumber Gambar :

0 Komentar:

Posting Komentar