Perpecahan Politik di Kepangeranan Rus Abad XII

Pada abad XII Kepangeranan Rus-Kiev mulai terbagi atas beberapa pemerintahan yang berdiri mandiri. Hal ini terjadi karena adanya tradisi dari pangeran-pangeran sebelumnya yang membagi-bagi daerah kekuasaannya untuk diwariskan pada para anaknya. Anak-anak keturunan para pangeran ini seringkali tak bisa mencapai kesepakatan untuk menentukan siapa di antara mereka yang paling berhak untuk menjadi pemimpin atas yang lainnya. Mereka bersaing dan tak mau saling membantu. Di masa-masa yang rumit tersebut, seorang pangeran Rus bernama Vladimir Monomakh (1113-1125), cucu dari Yaroslav Mudry, akhirnya berhasil memulihkan keadaan dan menyatukan kembali Kepangeranan Rus. Sayangnya keadaan ini tak berlangsung lama.

"Vladimir Monomakh sedang beristirahat setelah berburu" karya Viktor Vasnetsov
Kekuasaan para pangeran di luar Kiev kembali semakin menguat secara bertahap. Mereka memiliki tanah kekuasaan dan pasukannya sendiri. Mereka lagi mau membayar pajak kepada "velikiy knyaz" atau pangeran agung di Kiev, sementara itu ekonomi di menjadi wilayah menjadi melemah, meski kegiatan pertanian tetap berjalan. Alhasil, di pertengahan abad XII masyarakat di Tanah Rus terbagi atas beberapa kelompok berdasarkan tanah kekuasaan pangeran yang berbeda, di antaranya adalah Kepangeranan Kiev, Chernigovsk, Smolensk, Novgorod, Vladimir-Suzdal dan lain sebagainya.

Anak bungsu dari Vladimir Monomakh, yakni Yury Dolgoruky (1125-1157) mendapatkan warisan tanah di timur laut Tanah Rus (di wilayah Rostov-Suzdal), jauh dari ibukota Kiev. Namun Yury berhasil memperluas batas kekuasaannya secara bertahap. Waktu demi tahu, garis batas wilayah kekuasaannya terus bergerak dengan tujuan akhir - Kiev! Pada tahun 1155 ia akhirnya berhasil menduduki Kiev. Ia juga membangun kota-kota baru di tanah Rus, seperti Dmitrov, Kostroma, Pereslavl-Zalessky, dll. Karenanya, orang-orang memberikan julukan "Dolgoruky" yang berarti 'tangan panjang' (karena tanah kekuasaannya yang terus meluas). Nama Yury Dolgoruky juga memiliki hubungan dengan sejarah keberadaan kota Moskwa, di mana dalam letopis (babad, atau catatan sejarah pertahun) yang ditulis berkaitan dengannya, nama kota Moskwa disebutkan untuk pertama kalinya. Kota Moskwa akhirnya menjadi bagian dari wilayah kekuasaannya dan di bukit Borovitsky dibangun benteng atas perintahnya.

Perangko Rusia seri Yury Dolgoruky
Setelah kematian Yury Dolgoruky, tanah Rostov-Suzdal dipimpin oleh Andrey Bogolubsky (1157-1174). Ia adalah seorang pangeran yang cerdas dan tegas, namun keras terhadap lawan-lawannya. Andrey berjuang untuk memperkuat kekuasaannya dan melawan pengaruh para boyar, yakni kelompok orang yang memiliki posisi tertinggi di masyarakat feodal Rus karena kepemilikan tanah yang luas. Andrey memutuskan untuk tidak memerintah dari kota Kiev. Ia memerintah dari kota Vladimir dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota Kepangeranan Rus. Ia mulai membangun kota Vladimir secara bertahap, memerintahkan pembangunan Katedral Uspensky, Gerbang Emas (Pintu masuk kota Vladimir dengan kubah emas) serta dinding pertahanan dari kayu sepanjang 7 kilometer.

Setelah kematian Andrey Bogolyubsky, adiknya, Vsevolod menjadi veliky knyaz (pangeran agung). Ia mendapat julukan "Bol'shoye Gnyezdo", yang berarti 'Sarang Besar'. Seperti juga kakaknya, Vsevolod juga berjuang untuk menyatukan wilayah-wilayah di Tanah Rus di bawah kekuasaannya. Di bawah pemerintahannya, daerah utara Rus meluas hingga Kiev dan Novgorod. Periode kekuasaannya menjadi puncak kejayaan Kepangeranan Rus yang berpusat Vladimir-Suzdal. Namun setelah kematiannya pada tahun 1212 Kepangeranan Rus kembali mengalami kehancuran.

Sementara itu, jauh di timur laut Rus mulai berkembang sebuah pemerintahan di Veliky Novgorod yang pertama kali didirikan sejak abad IX di tepi sungai Volkhov. Umumnya wilayah Novgorod merupakan daerah yang dingin dan tidak subur, sehingga kerajinan dan kegiatan perdagangan lebih banyak berkembang dari pada pertanian. Hasil kerajinan dari Novgorod sangat terkenal di seluruh penjuru Rus. Lad'ya (perahu kayu) dari Novgorod sering terlihat di laut-laut utara hingga jauh ke timur. Para saudagar Novgorod melakukan perdagangan di banyak wilayah, mulai dari Eropa Barat, Uni Ganza (persatuan dagang di kota-kota di Jerman), Bizantium hingga ke arah timur ke benua Asia.

Kota Novgorod terkenal dengan penduduknya yang terpelajar. Kebanyakan dari mereka melek huruf. Hal ini dapat dibuktikan dari ditemukannya surat-surat para penduduk yang ditulis di atas kulit kayu pohon berk. Para peneliti menemukan ratusan dokumen bersejarah yang ditulis para penduduk Novgorod. Tak hanya kaum lelaki, tapi juga kaum wanitanya, bahkan anak-anak Novgorod di masa itu bisa membaca dan menulis. Hasil penelitian juga membuktikan, bahwa tak hanya penduduk yang kaya yang bisa menulis, bahkan penduduk biasa pun sudah terbiasa dengan budaya tulis-menulis.

Catatan peninggalan penduduk Novgorod kuno yang ditulis di atas kulit pohon berk
Pada tahun 1136 muncul pemberontakan terhadap knyaz (pangeran) di Novgorod. Masyarakat mengusir knyaz dan membuat perjanjian bahwa siapapun yang menjadi knyaz, maka kebijakannya harus disesuaikan dengan keinginan masyarakat Novgorod. Jika knyaz melanggar perjanjian, maka ia akan diusir dari Novgorod. Selain itu, mereka juga mengimbangi kekuasaan pangeran dengan mengangkat "posadnik", yakni seorang yang dipercaya sebagai tetua di kota tersebut. Posadnik biasanya dipilih dari kalangan boyar setempat.

Dalam menyelesaikan masalah-masalah utama, warga dari kalangan pria dewasa akan berkumpul di lapangan utama di pusat kota. Perkumpulan tersebut disebut "narodnoye veche" atau 'sidang rakyat'. Untuk mengumpulkan masyarakat, digunakanlah "vechevoy kolokol" atau 'lonceng veche' yang kemudian menjadi simbol kekuatan rakyat di Novgorod. Dalam sidang ini, hal-hal penting, mulai dari keputusan untuk berperang atau berdamai, memilih pejabat tinggi, dll.

Bisa dibilang, sistem yang mirip dengan demokrasi modern ini membuat pemerintahan Novgorod di awal abad XII ini seakan menjadi semacam pemerintahan republik pertama yang ada di Rusia, karena sistem yang berlaku di Novgorod sangat berbeda dengan sistem pemerintahan yang digunakan di berbagai wilayah lainnya di Tanah Rus di masa itu.





Sumber Bacaan :
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).

Sumber gambar
Lukisan tentang Vladimir Monomakh karya Viktor Vasnetsov
Perangko Rusia seri Yury Dolgoruky
Catatan peninggalan penduduk Novgorod kuno yang ditulis di atas kulit pohon berk

0 Komentar:

Posting Komentar