Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya, rasakan jiwanya!

Selasa, Agustus 02, 2022

Rekomendasi Podcast Rusia Bertema Sastra, Budaya dan Sejarah

Лучшие подкасты, чтобы провести время с пользой — REPIT Блог
Kalian sedang belajar bahasa Rusia? Kalian juga suka mendengarkan podcast? Maka postingan ini untuk kalian!
Berikut adalah rekomendasi 7 podcast Rusia yang menyajikan informasi menarik terkait sastra, budaya dan sejarah Rusia dan dunia.


Книжный базар
Di podcast ini kita dapat mendengarkan diskusi tentang buku-buku bestseller berbahasa Rusia dan opini-opini menarik yang meyakinkan kita untuk membacanya. Podcast ini diisi oleh Galina Yuzefovich yang dikenal sebagai seorang kritikus sastra, serta Anastasia Zavozova, seorang penerjemah, sekaligus redaktur layanan buku "Storytel". Podcast ini juga membahas tentang "sastra perempuan", genre fantasi dan daftar buku karya penulis-penulis kontemporer. Mereka menjelaskan bagaimana cara "membaca lebih dalam", sehingga pembaca dapat merasakan kekaguman dan kecintaan terhadap buku yang dibacanya. Untuk menyimaknya, bisa melalui YouTube, Spotify, iTunes, Google Podcasts, Castbox, Яндекс.Музыка. Siaran terbaru dipublikasikan setiap hari Rabu di podcast ini.

Читатель
Podcast ini diisi oleh Pavel Grozny yang dikenal sebagai redaktur utama layanan "Букмейт". Di podcast ini ia membicarakan tentang sastra bersama para profesional dari berbagai bidang, mulai dari desainer, wartawan, penulis, kritikus film, penerjemah hingga filolog. Di podcast ini kita bisa mengetahui cara memahami isi buku dengan waktu singkat, cerita di balik popularitas suatu karya, dan cara mengembangkan diri melalui bacaan karya sastra. Podcast ini merilis siaran terbaru setiap dua pekan. Podcast ini dapat diakses melalui https://ru.bookmate.com/specials/reader-podcast

Радио Arzamas
Podcast ini menyediakan materi audio dan kuliah umum dalam bentuk podcast, umumnya membahas tentang sastra, sejarah, seni, antropologi dan filsafat. Para pembicaranya merupakan para ilmuwan dan cendekiawan terbaik Rusia saat ini. Di podcast ini kita bisa mengetahui mengapa suatu karya sastra dapat memberikan pengaruh besar bagi pembacanya, menjelaskan tentang apa itu surealisme dalam seni rupa, serta bagaimana budaya mempengaruhi jiwa dan perasaan manusia. Untuk menyimaknya kita bisa mengaksesnya melalui aplikasi "Радио Arzamas" atau melalui situs arzamas.academy.

Полка
Di podcast ini kita dapat menyimak diskusi tentang sastra dan kaitannya dengan kehidupan, tentang para penulis, serta buku-buku apa saja yang banyak dibaca di Rusia. Para redaktur podcast ini menceritakan tentang para penulis kesukaannya, termasuk penulis yang kurang terkenal, bahkan terlupakan. Mereka juga membicarakan tentang sastra perempuan dan buku-buku dengan nuansa galau. Di podcast ini juga terdapat sejumlah rubrik siaran yang terpisah, seperti rubrik "ТОК" di mana Yury Saprykin berdiskusi dengan para tamu dari kalangan sosiolog, sejarawan hingga ahli sastra, rubrik "Тоже Россия" tentang warisan budaya Rusia, dan rubrik "Между строк" yang membicarakan tentang karya puisi. Podcast ini dapat diakses melalui SoundCloud: https://soundcloud.com/polka-academy

Виват, история!
Podcast buatan Sergey Vivatenko asal Sankt-Peterburg ini dibuat untuk membahas tentang misteri sejarah dunia serta pencapaian manusia di setiap zaman. Pengisi podcast ini menceritakan banyak hal, mulai dari hobi para tsar Rusia, biografi tokoh terkenal, dan membantu pendengar untuk memahami seluk-beluk periode sejarah dunia. Siaran terbaru podcast ini dirilis seminggu sekali di radio "Говорит Москва" atau bisa diakses melalui http://podcast.govoritmoskva.ru/?cat=27.

Чтение & Стаховский LIVE
Di podcast "Чтение" kita bisa mendengarkan suara Yevgeny Stakhovsky, seorang penulis dan presenter radio Rusia, yang membacakan cerita dan novel karya penulis Rusia maupun dunia secara langsung di Radio Mayak. Kita juga bisa memilih rekamannya di sana, mulai dari rekeman yang hanya terdiri dari beberapa menit hingga yang berdurasi hingga satu jam. Di podcast ini kita bisa menemukan rekaman suara Stakhovsky yang membacakan karya Konstantin Paustovsky, Stefan Weinfeld, Varlam Shalamov, Stephen King, Fyodor Mezrin hingga Sherwood Anderson dalam bahasa Rusia. Selain itu, Stakhovsky juga menyajikan podcast "Стаховский LIVE", di mana ia menceritakan pemikirannya tentang sejarah, beragam ilmu pengetahuan dan sastra. Podcast Чтение dapat diakses melalui https://radiomayak.ru/podcasts/podcast/id/703/ dan podcast Стаховский LIVE dapat diakses melalui https://radiomayak.ru/podcasts/podcast/id/2541/

Blitz and Chips
Podcast ini dibuat oleh Grisha Prorokov, seorang wartawan dan video blogger. Ia mengajak tamu di podcastnya untuk mendiskusikan tentang film, musik, teknologi, ilmu pengetahuan, videogames, hingga masyarakat kontemporer. Terkadang juga dibahas hal-hal yang lebih spesifik, seperti tentang perubahan moral dan etika saat ini, tentang cara memahami tuturan, tentang bagaimana kita menghadapi perubahan total dalam kehidupan. Semua hal menarik tersebut dapat disimak melalui podcast ini. Siaran terbaru dirilis setiap pekan.


Tips-Tips untuk Meningkatkan Kemampuan Berbicara Bahasa Rusia

 


 

Tips 1
Alah bisa karena biasa. Agar dapat menguasai kemampuan berbicara bahasa Rusia dengan baik, maka kita harus membiasakan diri dan melakukan kontak dengan bahasa Rusia. Cara yang paling mudah, misalnya membiasakan diri untuk membaca bacaan berbahasa Rusia secara teratur setiap hari, entah itu artikel berita hingga karya sastra.

Tips 2
Pelajarilah beragam sinonim untuk mengekspresikan suatu kata atau kalimat. Dengan memperkaya pengetahuan kosakata dan konstruksi tuturan maka bisa menghindarkan kita dari mengulang kata atau kalimat yang tidak perlu. Jaga juga tuturan kita dari "слова-паразиты" (kata-kata parasit), atau kata-kata yang tidak perlu.

Tips 3
Ada kalanya kita sering mendengar suatu kata, tapi kita belum memahami makna aslinya. Maka dari itu, perluas kemampuan "lumbung kosakata" kita dengan terus mempelajari kosakata baru setiap hari agar tidak terjebak dalam kesalahan penggunaan kata yang belum kita pahami maknanya.

Tips 4
Berlatihlah berbicara lebih sering, termasuk cara berbicara di depan publik. Pelajari juga cara berbicara penyiar TV atau radio Rusia, pelajari intonasi yang benar, pelafalan bunyi setiap katanya, bagaimana mereka menggunakan jeda dan ritme saat sedang berbicara. Catat juga kosakata atau frasa baru yang kita dengar.

Tips 5
Bergabunglah dengan komunitas, di mana kalian bisa berdiskusi, berbagi bahan untuk belajar dan berlatih bahasa Rusia bersama. Carilah topik-topik menarik untuk diskusi, sehingga dapat tercipta obrolan yang menarik. Ceritakanlah kesan kalian terhadap buku atau film Rusia yang baru kalian baca atau tonton.

Tips 6
Sebelum berbicara, usahakan untuk merencanakan dahulu apa yang ingin dikatakan, meski rencana tersebut hanya sebatas di dalam pikiran. Dengan strategi perencanaan ini, maka kita akan terhindar dari jeda bicara yang tidak diperlukan dan tidak akan susah payah dalam memilih kata atau frasa yang tepat.

Tips 7
Berlatihlah secara mandiri dengan metode "разговор ни о чём" (pembicaraan yang bukan tentang apa-apa). Caranya yaitu dengan menjelaskan fenomena atau objek tertentu secara rinci selama 5 menit tanpa henti. Ulang metode ini pada objek lainnya. Metode ini bisa membantu kita mengembangkan kemampuan berbicara dengan topik apapun.

Tips 8
Pahamilah bahwa pengetahuan tentang banyaknya kosakata belum tentu menyelamatkan kita dalam percakapan bahasa Rusia sesungguhnya. Kita harus terus menyempurnakan latihan kita untuk bisa berbicara dengan lancar. Cobalah berlatih bicara di depan cermin, ceritakan apa yang sudah dilakukan dan apa saja yang akan dilakukan.

Apakah kalian punya tips lain yang bisa meningkatkan kemampuan berbicara bahasa Rusia? Ayo berbagi! Tulis tips dari kalian di bawah!


Sabtu, April 23, 2022

Tradisi Paskah di Rusia

Пасха — третий по значимости праздник в России 

Paskah adalah hari raya terbesar bagi umat Gereja Ortodoks Rusia. Rangkaian perayaan Paskah adalah untuk memperingati peristiwa saat Yesus Kristus disalibkan di Bukit Golgota dan kebangkitannya. Hari raya ini dianggap sebagai hari yang paling suci di antara hari raya keagamaan lainnya bagi umat Gereja Ortodoks Rusia. Dalam rangka memperingatinya, masyarakat Rusia memiliki sejumlah tradisi yang unik dan menarik. Perayaan Paskah oleh umat Gereja Ortodoks Rusia pada tahun 2022 ini jatuh pada tanggal 24 April 2022.


Puasa Agung
Dalam menyambut Paskah, umat Gereja Ortodoks Rusia berpuasa selama 40 hari. Puasa ini dilakukan dengan menahan diri dari makanan yang dilarang saat berlangsungnya puasa, seperti susu, daging, mentega, keju, telur dan olahan bahan-bahan makanan tersebut, serta minuman beralkohol (kecuali anggur pada waktu tertentu). Mereka menghindari kegiatan duniawi yang bersifat melenakan, banyak mengikuti liturgi gereja, membaca doa dan mempelajari peristiwa yang berkaitan dengan penyaliban Kristus.

Kue Kulich dan Telur Paskah
Seminggu sebelum perayaan puncak Paskah, masyarakat Rusia biasanya membersihkan rumahnya. Orangtua mengajak anak-anaknya menghias telur rebus dengan warna, gambar atau cara lainnya. Sebelum memakannya, anak-anak akan menggunakannya sebagai mainan, yakni dengan membenturkannya dengan telur milik lawan mainnya. Telur siapa yang pecah lebih dulu, berarti ia kalah. Selain itu, di minggu ini orang-orang akan memasak atau membeli kue Paskah yang disebut "kulich", yakni kue manis dengan warna-warni yang memikat.

Makan Pagi setelah Puasa Agung
Makan pagi bersama keluarga setelah menyelesaikan puasa agung merupakan momen terpenting dalam perayaan Paskah. Saat menjalankan puasa agung, umumnya umat Gereja Ortodoks Rusia hanya makan roti gandum, sayuran dan sereal saja. Namun setelah puasa selesai, mereka akan memakan kue kulich dari tepung putih, kue paskha dari keju cottage, dan telur rebus yang sudah dihias sebelumnya. Telur paskah yang telah disucikan dipercaya memiliki keajaiban dan bisa memberikan kesembuhan.

Ciuman Paskah
Pada puncak perayaan di hari Minggu Paskah, umat Kristen Ortodoks saling menyapa dengan ungkapan salam "Христос воскрес!" (Kristus telah bangkit!), dan orang yang disapa akan menjawab "Воистину Воскрес!" (Sesungguhnya ia telah bangkit!). Setelah saling mengucapkan salam tersebut, mereka akan saling mencium pipi masing-masing tiga kali yang disebut sebagai "Ciuman paskah".

Paskah untuk Semua
Minggu Paskah disebut juga sebagai Minggu Cerah. Paskah di Rusia tidak hanya dirayakan oleh umat Kristen, tapi juga oleh mereka yang non-religius, sebab perayaan ini dianggap sebagai momen terbaik untuk berkumpul dan menghabiskan waktu bersama keluarga. Pada hari Paskah orang-orang, akan pergi ke gereja bersama keluarganya untuk mengikuti kebaktian. Setelah kebaktian, pihak gereja memberikan kesempatan bagi setiap orang yang datang ke gereja untuk membunyikan lonceng gereja.

 

Ucapan Selamat Paskah dalam Bahasa Rusia
Untuk mengucapkan selamat Paskah dalam bahasa Rusia, kita bisa menggunakan beberapa pilihan ucapan berikut:
Поздравляю с Пасхой! (Saya ucapkan selamat Hari Paskah!)
Счастливой Пасхи! (Semoga berbahagia di Hari Paskah!)
Со светлой Пасхой! (Selamat merayakan Hari Paskah yang cerah!)
С праздником Пасхи! Христос Воскрес! (Selamat Hari Raya Paskah! Kristus telah bangkit!)


Kamis, Maret 03, 2022

Sejarah Aksara Kiril (Bag. III): Perkembangan Aksara Kiril dari Masa ke Masa

 

Грамматический террор – Еженедельный «Ъ» – Коммерсантъ
Reformasi bahasa Rusia tahun 1917-1918

 

Perkembangan Aksara Kiril di Masa Kuno

Seperti yang telah kita ketahui bahwa sejarah kemunculan aksara Kiril masih belum ada kejelasan yang pasti. Ini karenakan oleh sedikitnya monumen atau peninggalan sejarah lainnya yang berkaitan dengan awal mula penggunaan aksara di Tanah Slavia. Meski para ilmuwan telah berusaha menawarkan beberapa teori, namun seringkali teori satu dapat berlawanan dengan teori lainnya. Namun pendapat umum mengatakan bahwa kemunculan aksara yang digunakan oleh bangsa Slavia ini terjadi kira-kira pada abad X.

Dalam buku berjudul "Kisah tentang Aksara Slavia" yang ditulis pada akhir abad IX oleh Chernigorizets Hrabr, seorang penulis Bulgaria, terbukti bahwa simbol-simbol huruf telah digunakan oleh bangsa Slavia bahkan di era paganisme atau masa prakristen. Setelah masa kristenisasi dalam teks-teks bahasa Rusia muncul huruf-huruf Yunani dan Latin, namun huruf-huruf tersebut belum bisa secara akurat menyampaikan bunyi-bunyi pelafalan bahasa Slavia (/б/, /ц/, /з/). Barulah melalui sistem bunyi dan fonetik Slavia yang disusun Konstantin atau yang kemudian dikenal sebagai Santo Kiril, serta dengan bantuan Santo Metodius, bunyi fonetik bahasa Slavia bisa disampaikan seluruhnya dalam bentuk tulisan. Sistem tulisan atau aksara tersebut pada awalnya diperlukan untuk menerjemahkan buku-buku keagamaan dari Bizantium ke bahasa Slavia.

Dalam penyusunan aksara tersebut, sistem alfabet Yunani digunakan sebagai dasar utamanya. Pada tahun 863 disusunlah aksara Glagolitsa (penamaannya diambil dari kata bahasa Slavia "глаголить", "говорить", yang artinya 'berbicara'). Beberapa peninggalan sejarah utama yang menjelaskan tentang aksara Glagolitsa ini adalah "Sinayskiy plastyr'" (Mazmur Sinai), "Kiyevskiye listki" (Misale Kiev) dan sejumlah Injil lainnya.

Sejarah kemunculan dan penggunaan awal aksara Kiril atau Kirillitsa (dari nama "Kiril" atau "Kirill") sendiri sebagai aksara kedua bangsa Slavia masih belum jelas. Kebanyakan peneliti meyakini bahwa para pengikut atau murid dari Kiril dan Metodius yang menciptakannya pada awal abad X. Mereka juga menyusunnya berdasarkan sistem alfabet Yunani dengan menambahkan sejumlah huruf dari aksara Glagolitsa. Pada aksara Kiril atau Kirillitsa awal terdapat 43 huruf, yang mana 24 hurufnya merupakan pinjaman dari aksara yang telah digunakan di Bizantium.

Prasasti tertanggal tahun 893 di reruntuhan kuil Preslavsky, Bulgaria, dianggap sebagai monumen tertua aksara Kiril. Selama beberapa abad, Kirillitsa dan Glagolitsa masih terus digunakan secara paralel. Namun secara bertahap, Kirillitsa yang dianggap lebih jelas dan sederhana menggantikan penggunaan Glagolitsa di berbagai negeri Slavia, khususnya di Rusia, Bulgaria dan Serbia. Sedangkan di beberapa paroki gereja Slavia-Katolik di pantai Dalmatia, Glagolitsa terus digunakan.


Selama abad X-XIV bentuk tulisan Kiril yang digunakan disebut sebagai "ustav" (устав) atau "ustavnoye pis'mo" (уставное письмо). Ustav merupakan tulisan tangan dengan pola geometris sudut yang jelas dan lugas, di mana huruf-hurufnya ditulis dalam garis, tidak miring, dengan sejumlah elemen yang memanjang ke atas dan ke bawah, ukurannya besar dan tidak ada spasi antar kata. Contoh penggunaan ustav yang paling utama adalah pada kitab "Injil Ostromir" (Остромирова евангелия) yang ditulis oleh diakon Grigory pada tahun 1056-1057. Kitab tersebut merupakan karya seni khas Slavia kuno sejati dan menjadi contoh klasik dari penulisan pada masa itu. Selain itu ada pula peninggalan penting lainnya, seperti "Izbornik" (Изборник) karya Knyaz' Svyatoslav Yaroslavich, serta "Injil Arkhangelsk" (Архангельское евангелие).
.com/img/a/
Perbedaan ustav, poluustav dan skoropis'

Dari bentuk ustav muncul kemudian bentuk penulisan Kirillitsa yang disebut "poluustav" (полуустав) atau 'setengah ustav', yang mana penggunaannya tersebar luas sejak pertengahan abad XIV. Bentuk hurufnya menyapu, lebih kecil, dan memiliki bentuk memanjang ke atas dan ke bawah. Meski secara estetika bentuknya tidak seindah ustav, tetapi bentuk tulisan ini memungkinkan seseorang untuk dapat menulis lebih cepat. Bentuk hurufnya miring, bentuk geometrinya tidak begitu terlihat, rasio garis tebal dan tipisnya tidak lagi dipertahankan dan kata pada teks sudah ditulis terpisah. Pada poluustav digunakan sejumlah superskrip dan tanda baca lainnya. Bersama vyaz' (gaya penulisan sambung) dan skoropis' (gaya penulisan kursif), bentuk poluustav digunakan secara aktif pada abad XIV-XVIII. Namun sejak abad XV poluustav popularitasnya menurun dan perlahan tergantikan oleh skoropis'.


Kemunculan skoropis' memiliki kaitan erat dengan peristiwa penyatuan Tanah Rus menjadi negeri yang satu. Peristiwa tersebut membuat budaya Slavia dapat berkembang lebih cepat. Seiring dengan kebutuhan masyarakat saat itu, maka perlu dilakukan penyederhanaan penulisan aksara serta gaya penulisan yang lebih nyaman. Skoropis' muncul pada abad XV. Bentuknya bulat dan simetris, huruf-hurufnya sebagian terhubung satu sama lain, membuat penggunanya dapat menulis lebih cepat. Garis lurus dan garis lengkung dari hurufnya pun seimbang. Selain skoropis', jenis tulisan vyaz' juga tersebar luas bersama dengan popularitas skoropis'. Ciri khas penulisan vyaz' adalah penggunaan kombinasi huruf yang indah, disertai dengan banyak garis dekoratif. Vyaz' umumnya digunakan untuk penulisan judul dan untuk menyoroti kata-kata tertentu dalam teks.

.com/img/a/
Penulisan vyaz' yang ditulis dengan tinta merah


Reformasi Alfabet Rusia

Jika pada abad XVI Tsar Ivan Grozny mengenalkan dasar-dasar percetakan buku di Rusia, maka Tsar Pyotr I membawa industri percetakan di Rusia menjadi setara dengan industri percetakan Eropa. Kirillitsa tidak mengalami perkembangan yang berarti dalam waktu yang cukup lama sampai adanya kebijakan reformasi alfabet Rusia dari Pyotr I pada tahun 1710. Ia berupaya menerapkan nilai-nilai Eropa di Rusia dalam segala bidang, termasuk ingin mengganti penggunaan aksara Kiril dengan aksara Latin, tapi sayangnya hal ini tidak berhasil. Namun bentuk penulisannya mengalami perubahan yang cukup berbeda dari varian yang ada saat itu. Reformasi aksara di masa Pyotr I membuat sejumlah huruf dibuang dari versi alfabet Rusia sebelumnya. Jumlah huruf dalam alfabet Rusia yang baru lebih sedikit, lebih sederhana, namun lebih mudah disesuaikan untuk kepentingan percetakan, seperti pembuatan buku, surat kabar, serta dokumen untuk kepentingan sipil pada umumnya. Karena itu aksara ini dikenal sebagai "гражданский шрифт" atau "aksara sipil", dalam artian aksara ini dapat digunakan tak hanya untuk kepentingan penulisan di lembaga gereja, tapi bisa digunakan secara luas di masyarakat. 

.com/img/a/
Reformasi alfabet Rusia di masa Pyotr I

Sejak pertengahan abad XVIII hingga awal abad XX "aksara sipil" ini terus mengalami perkembangan secara bertahap.  Мenurut para ahli, sejarah perubahan alfabet Rusia ini dapat dibagi menjadi tiga kategori: 1) perubahan komposisi huruf; 2) perubahan grafis huruf; 3) perubahan ejaan. Adapun dalam hal perubahan komposisi huruf, aksara Rusia dibagi lagi menjadi empat kelompok sesuai menurut sifat dan tujuannya. Salah satu kelompok tersebut merupakan jenis huruf yang dipinjam dari alfabet Yunani, tetapi sebenarnya tidak begitu diperlukan dalam tuturan bahasa Slavia, termasuk tuturan bahasa Rusia. Seperti huruf "Ѱ" (psi), "Ѯ" (ksi), "Ѡ" (omega), "Ѳ" (fita), "Ѵ" (izhitsa), serta huruf Kiril dengan bunyi yang mirip, seperti "Ꙁ" (zemlya) dan "Ꙃ" (zelo) yang kemudian dijadikan satu sebagai huruf "З" saja, serta "I" (i) dan "И" (izhe) yang kemudian dijadikan satu menjadi "И" saja. Atas saran Karamzin, penggunaan bunyi dengan dua huruf "io" perlu diubah dengan satu karakter huruf  saja, yaitu "ё". Dalam perkembangannya, mulai populer penulisan gaya "Yelizavetinsky" dengan ciri khas yang ditulis rapat dan menetapkan bentuk huruf "б" yang lebih modern seperti yang kita kenal sekarang.

cd031f51b7fe8112344185d67b7c225562bc80e4
Karikatur yang menggambarkan penghapusan sejumlah
huruf Rusia yang dihapuskan di masa Revolusi Rusia

Pada tahun 1910 di penerbitan huruf Berthold dikembangkan sebuah jenis huruf akademik yang menggabungkan elemen huruf Rusia abad ke-18 dengan alfabet Latin gaya Sorbonne. Penggunaan varian huruf Latin Rusia ini kemudian menjadi tren tersendiri dan digunakan dalam percetakan buku di Rusia hingga awal Revolusi Oktober.

 

Saat terjadi Revolusi Rusia pada tahun 1917, perubahan yang terjadi di masyarakat tidak hanya pada level struktur sosial saja, tapi juga pada alfabet Rusia. Selama tahun 1917-1918 dilakukan reformasi besar-besaran terhadap ejaan bahasa Rusia dan kembali terjadi penghapusan sejumlah huruf alfabet Rusia, seperti khususnya huruf "Θ" (fita), "Ѣ" (yat'), "i", dan penggunaan "Ъ" (tvyordiy znak/tanda pengeras bunyi) di akhir kata. Pada tahun 1938 dibuat laboratorium huruf di Uni Soviet yang kemudian menjadi Departemen Huruf Baru sebagai bagian dari Institut Penelitian Mesin Cetak (Poligraf). Sejumlah seniman Soviet, seperti G. Bannikov, H. Kydryashov dan E. Glushchenko membuat jenis-jenis huruf Rusia di departemen ini. Di tempat ini pula jenis huruf yang digunakan untuk penulisan berita di surat kabar Izvestia dan Pravda dikembangkan.

 

Di masa sekarang ini pentingnya jenis huruf Rusia yang digunakan tidak lagi diperdebatkan. Para seniman dan desainer secara aktif menggunakan pengalaman tipografi masyarakat selama berabad-abad untuk membuat jenis huruf yang baru agar lebih mudah dibaca dan dapat digunakan secara terampil untuk keperluan desain.

 

Sumber Bacaan:

Tekstologia.ru: Иcтopия пpoиcxoждeния и paзвития киpиллицы

Studwood.ru: Развитие кириллицы

Kamis, Januari 13, 2022

Sejarah Aksara Kiril (Bag. II): Kliment dari Ohrid dan Penyebaran Aksara Kiril

Teks berbahasa Gereja Slavia Tua yang ditulis dengan aksara Kiril (Kirillitsa)

Kliment dari Ohrid adalah salah satu tokoh yang menonjol di antara murid-murid awal Santo Kiril dan Metodius. Ia merupakan pendiri sekolah keagamaan di Ohrid. Ada dua "Zhitie" (Catatan kehidupan orang suci) yang menceritakan tentang dirinya yang ditulis dalam bahasa Yunani oleh arkhiepiskop Theothilakt dan Dmitry Khomatian.


Tercatat bahwa Kliment lahir pada 830 di Makedonia dan wafat pada 916. Pada saat Metodius menguasai wilayah Makedonia, ia mengangkat Kliment sebagai muridnya. Pada masa selanjutnya Kliment mengabdi kepada Kiril dan Metodius saat mereka melaksanakan misi besarnya di Moravia. Mereka bersama-sama mengunjungi Pannonia, Venesia dan Roma. Tidak ada yang mengetahui nama asli Kliment, tapi nama Kliment yang diberikan kepadanya mengikuti nama "Santo Kliment dari Roma".


Setelah wafatnya Kiril dan Metodius, murid-murid mereka yang berada di wilayah di Moravia mengalami pengusiran oleh rohaniawan yang mendukung penggunaan bahasa Latin sebagai bahasa liturgi gereja. Bersama rekannya, Naum, Kliment mengungsi ke Kekaisaran Bulgaria yang saat itu dipimpin oleh Kaisar Boris I. Tsar Boris memeluk Kristen pada tahun 860 dan di bawah masa pemerintahannya didirikanlah sekolah keagamaan yang pertama yang dikenal sebagai Sekolah Alkitab Preslav. Sejak tahun 886 Kliment mendapatkan posisi sebagai guru dan pendakwah di wilayah Kutmichevitsa. Penduduk setempat menerimanya dengan penuh hormat dan memberikan segala hal yang ia perlukan. Pengajaran yang diberikan Kliment menjadikan dirinya terkenal sebagai guru yang ahli di bidang keslaviaan.


Kliment bekerja sebagai guru selama 7 tahun (hingga 893), kemudian atas perintah Kaisar Simeon ia dipilih menjadi episkop di Ohrid. Posisinya sebagai guru digantikan oleh Naum. Pada tahun 910 Naum wafat sehingga Kliment kembali ke sekolah tersebut dan mengajar hingga akhir kehidupannya. Selama 30 tahun masa pengabdiannya sebagai guru telah tercatat 3500 murid yang mendapatkan pendidikan di sekolah yang didirikannya itu. Pendidikan yang didapatkan para murid berupa pengetahuan tentang gereja dan pendidikan karakter berdasarkan Alkitab. Mereka mendapatkan pengetahuan tentang pelayanan di gereja, serta untuk menjadi pendeta dan diakon.

Nama Kliment dari Ohrid sering dikaitkan dengan kemunculan aksara Kiril atau Kirillitsa. Berdasarkan hipotesis dari Viktor Istrin, aksara Kiril yang digunakan untuk menulis bahasa Gereja Slavia Tua disusun oleh Kliment berdasarkan aksara Yunani. Dalam salah sebuah Zhitiye ditemukan catatan yang menyatakan bahwa "[Kliment] menemukan gaya penulisan untuk huruf-hurufnya, sehingga huruf-huruf tersebut menjadi lebih jelas daripada yang telah ditemukan oleh Kiril yang Bijaksana." Meski tidak semua peneliti sepakat dengan pendapat tersebut, namun sebagian besar peneliti mempercayai bahwa Kiril dan Metodius yang menyusun aksara Glagolitsa, sedangkan Kirillitsa disusun oleh murid mereka, yaitu Kliment dari Ohrid, kemudian menamakan aksara tersebut sebagai Kirillitsa sebagai penghormatan terhadap gurunya, Santo Kiril.

Gereja Santo Panteleimon di Ohrid, tempat relikui Santo Kliment dari Ohrid disimpan.
Di pojok kanan atas adalah lukisan ikon yang menggambarkan Santo Kliment dari Ohrid. 

Selama hidupnya St. Kliment melanjutkan penerjemahan dan penulisan karya-karya sastra yang pernah dilakukan oleh Santo Kiril dan Metodi. Apa yang dilakukannya sejalan dengan apa yang dilakukan pula oleh Konstantin Preslavski, di mana keduanya merupakan episkop pertama di Bulgaria. Buku-buku yang ditulis dalam bahasa Gereja Slavia Tua juga bermunculan di wilayah tersebut. Kekaisaran Bulgaria akhirnya menjadi pusat penyebaran aksara Kirillitsa ini. Penggunaan Kirillitsa terus berkembang dan mencapai masa keemasannya di masa pemerintahan Tsar Simeon Agung (893-927), putra Tsar Boris. Bahasa Gereja Slavia Tua menyebar ke Serbia, dan pada akhir abad X mulai digunakan sebagai bahasa utama gereja-gereja di Rus Kuno di Slavia Timur. Bahasa Gereja Slavia Tua yang digunakan di Tanah Rus pada akhirnya mengalami banyak pengaruh dari bahasa Rusia kuno.


Dengan demikian Kirillitsa menjadi umum dipakai di wilayah Slavia Selatan, Slavia Timur, hingga Romania. Seiring dengan berjalannya waktu, aksara Kirillitsa di daerah-daerah tersebut mulai mengalami perubahan dan menjadi berbeda satu sama lain karena adanya pengaruh masing-masing tempat. Meski demikian, sebagian besar huruf dan prinsip ejaannya masih memiliki kesamaan, kecuali di wilayah Serbia Barat yang kemudian aksara tersebut disebut sebagai bosanchitsa (aksara Kiril Bosnia).

 

Bersambung...

Selanjutnya: 

Sejarah Aksara Kiril (Bag. III): Perkembangan Aksara Kiril dari Masa ke Masa


Bahan Bacaan:

TextoLogia.Ru: Kлимeнт Oxpидcкий – yчитeль и пpoпoвeдник
https://www.textologia.ru/literature/lit-centr-jugnoj-vosoch-evropy/bolgarskaja-literatura/kliment-ohridskiy-uchitel-i-propovednik/4428/?q=471&n=4428

Wikipedia: Кириллица: История создания и развития
https://ru.wikipedia.org/wiki/%D0%9A%D0%B8%D1%80%D0%B8%D0%BB%D0%BB%D0%B8%D1%86%D0%B0#%D0%98%D1%81%D1%82%D0%BE%D1%80%D0%B8%D1%8F_%D1%81%D0%BE%D0%B7%D0%B4%D0%B0%D0%BD%D0%B8%D1%8F_%D0%B8_%D1%80%D0%B0%D0%B7%D0%B2%D0%B8%D1%82%D0%B8%D1%8F


Rabu, Januari 12, 2022

Sejarah Aksara Kiril (Bag. I): Misi Kiril dan Metodius dalam Penyusunan Aksara Slavia

St Methodius and St Cyril – May 11 First Teachers and Enlighteners of the  Slavs | One In Christ
Santo Kiril dan Santo Metodius

Santo Kiril (826-869) dan Metodius (815-885) adalah dua tokoh yang dikenal sebagai penyusun aksara Slavia. Mereka dianggap sebagai santo (orang suci) yang disetarakan dengan apostol (rasul) dalam Gereja Kristen Ortodoks. Mereka menerjemahkan Alkitab dan teks-teks keagamaan ke bahasa Slavia. Kiril (yang memiliki nama lahir Konstantin) dan Metodius lahir di kota Tesalonika (wilayah Yunani) yang saat itu berada dalam wilayah Kerajaan Bizantium.

Di masa mudanya Metodius mengawali kariernya pada tahun 833 sebagai seorang prajurit yang mengabdi kepada Kaisar Theophilus. Kemudian ia menjadi penguasa di salah satu kerajaan Slavia selama tahun 835-845. Selanjutnya ia mengabdi di Monastir (biara) Bifin di Olympus. Berbeda dengan Metodius, di masa mudanya Kiril menghabiskan waktunya dengan belajar di Konstantinopel. Kiril tertarik terhadap kajian filologi, kemudian ia bekerja sebagai pustakawan di Gereja St. Sophia (Hagia Sophia). Karena terlibat perselisihan pendapat dengan Patriark Ignatius, ia pergi dan menetap di sebuah monastir di tepi Selat Bosphorus. Setengah tahun kemudian ia kembali ke sekolah tempat ia belajar dan menjadi pengajar filsafat di sana. Di sana ia mulai dijuluki sebagai "Kiril Filosof" atau 'Kiril Sang Filsuf'.

Sekitar tahun 855 Kiril melaksanakan misi diplomatik dan dikirim kepada bangsa-bangsa Arab. Pada tahun 860-861 Kiril dan Metodius ditugaskan bersama untuk misi diplomatik dan dikirim kepada bangsa Khazar. Mereka mengunjungi wilayah Kherson (kini di wilayah Ukraina) yang waktu itu merupakan wilayah Kekhanan Khazar (Khazaria). Dalam "Zhitiye sv. Kirilla" (Catatan Kehidupan St. Kiril) hal. 10 disebutkan bahwa mereka menemukan naskah yang dituliskan dengan "aksara bangsa Rus" untuk penulisan Mazmur dan Injil. Pernyataan tentang penemuan tersebut ditafsirkan secara berbeda oleh kalangan peneliti. Sebagian peneliti menafsirkan bahwa penemuan tersebut bermaksud membicarakan tentang aksara yang digunakan oleh bangsa Rus sebelum mereka mengenal aksara Kiril atau Kirillitsa. Peneliti lainnya menafsirkan bahwa aksara yang dimaksud merupakan varian dari terjemahan alfabet Gothik yang disusun oleh Ulfilas (Wulfila), sehingga kebanyakan dari peneliti meyakini bahwa cara membacanya bukan sebagai "pyccкиe" (Rusia), melainkan "cypcкиe" (Suriah). Di wilayah Khazar inilah mereka melakukan disputasi keilahian, yaitu debat resmi demi mencari kebenaran di bidang teologi, termasuk dengan umat Yahudi.

Pada musim gugur tahun 861 mereka kembali dari Khazaria. Metodius kemudian menjadi kepala monastir di Polykhron, sedangkan Kiril melanjutkan pengabdiannya di Gereja Rasul 12 di Konstantinopel. Dua tahun kemudian, Pangeran Rostislav dari Moravia meminta Bizantium agar mengirimkan perwakilan ke wilayah Moravia untuk mengajarkan kebenaran iman Kristen bagi bangsa Slavia yang tinggal di wilayah tersebut sebagai bangsa mayoritas. Atas perintah Kaisar Bizantium Mikhail III, maka Kiril dan Metodi diperintahkan untuk melaksanakan misi tersebut. Meskipun Injil telah diajarkan di Moravia, namun rupanya ajaran Kristen masih belum mengakar kuat. Karena itu Kaisar Mikhail III memerintahkan Kiril dan Metodius untuk menerjemahkan teks-teks keagamaan yang berbahasa Yunani ke bahasa Slavia. Kiril dan Metodius mempersiapkan diri mereka untuk melaksanakan misi tersebut. Mereka menyusun aksara Slavia yang dapat digunakan untuk menerjemahkan teks-teks keagamaan sehingga pengajaran Kristen dapat lebih mengakar dan lebih mudah dipahami.

Всё же кириллица или глаголица? | Блог Крестьянин | КОНТ
Perbedaan antara Kirillitsa dan Glagolitsa

Dalam waktu yang lama para filsuf dan sejarawan mendiskusikan tentang aksara apa sebenarnya yang disusun mula-mula oleh Kiril dan Metodius saat itu, apakah aksara Glagolitsa atau aksara Kirillitsa. Para peneliti umumnya menyebutkan bahwa Kiril dan Metodius memperkenalkan terlebih dahulu aksara Glagolitsa yang disusun berdasarkan sistem aksara Yunani (dengan pengecualian huruf "Ш" diambil dari aksara Ibrani). Baru pada akhir abad ke-IX aksara Glagolitsa di seluruh wilayah Slavia Selatan segera tergantikan oleh aksara Kirillitsa. Dengan adanya aksara untuk bangsa Slavia ini maka Kiril dan Metodius mulai mengerjakan proyek pertamanya, yaitu penerjemahan Injil Aprakos yang diperlukan untuk kegiatan kebaktian.

Proyek penerjemahan yang mereka lakukan antara tahun 864-867 terhadap teks-teks keagamaan sehingga terkumpul terjemahan Injil dan Mazmur. Pekerjaan mereka rupanya memunculkan ancaman politik dari para episkop Jerman yang khawatir akan kehilangan hak-haknya di Moravia. Mereka yang tidak setuju dengan adanya proyek penerjemahan teks-teks keagamaan ini kemudian menyebarkan "doktrin trilingual" yang menyebutkan bahwa "hanya tiga bahasa yang pantas digunakan untuk memuji Tuhan, yaitu bahasa Ibrani, Yunani dan Latin". Mereka berusaha untuk menghentikan usaha yang dilakukan oleh Kiril dan Metodius. Namun Kiril terus menangkis ancaman tersebut dengan argumen-argumennya. Menghadapi situasi ini, rupanya Paus Adrianus II berada di pihak Kiril dan Metodius. Saat Kiril dan Metodius datang ke Roma sambil mengantarkan relikui St. Kliment (Paus St. Kliment I) dari Kherson, Paus Adrianus II menyambutnya dengan hormat.

Santo Kiril dan Metodius memberikan aksara kepada bangsa Slavia


Setelah kedatangannya ke Roma, Kiril wafat dan dikuburkan di sana. Adapun Metodius melanjutkan pekerjaan yang telah mereka mulai sebelumnya. Metodius menjadi arkhepiskop di Panonia dan Moravia. Ia menerjemahkan sebagian besar Kanon Alkitab pada 870 bersama tiga orang muridnya selama 8 bulan. Meski pekerjaan penerjemahan teks-teks keagamaan untuk penyebaran Kristen tersebut didukung oleh Roma, namun dalam praktiknya tetap ada perebutan pengaruh di antara Roma dan Bizantium di wilayah Slavia.

Di tahun-tahun akhir masa hidupnya, Metodius banyak menaruh harapan untuk mendapat pertolongan dari penguasa Konstantinopel dibandingkan Roma. Setelah Metodius wafat, seorang rohaniawan Jerman bernama Wiching yang memiliki pandangan berlawanan dengan Metodius menggantikan posisinya. Ia menuduh Metodius telah merusak perjanjian dalam pelaksanaan kebaktian dalam bahasa Latin yang telah disepakati di sana sebelumnya, sehingga ia mengusir seluruh murid Metodius keluar dari Moravia. Meski demikian, usaha Kiril dan Metodius tidak pernah dilupakan. Alkitab berbahasa Slavia menyebar secara luas dan dibaca oleh lebih banyak orang hingga akhirnya sampai ke Tanah Rus. Hingga saat ini Gereja Ortodoks selalu memperingati Hari Santo Kiril setiap 14 Februari, Hari Santo Metodius setiap 6 April, sedangkan Hari Santo Kiril dan Metodius setiap 11 Mei.

bersambung ...

Selanjutnya:
Sejarah Aksara Kiril (Bag. II): Kliment dari Ohrid dan Penyebaran Aksara Kiril

Sumber Bacaan:
TextoLogia.ru: Kиpилл и Meфoдий – o coздaтeляx киpиллицы

Kиpилл и Meфoдий – o coздaтeляx киpиллицы
Kиpилл и Meфoдий – o coздaтeляx киpиллицы