Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya!

Minggu, Januari 06, 2019

Teater Bolshoy

Teater Bolshoy adalah simbol seni dan budaya Rusia, khususnya bidang seni musik. Banyak pertunjukan opera dan balet yang ditampilkan di sini kini dianggap klasik. Di Teater Bolshoy juga sering diadakan Kompetisi Balet Internasional. Tak hanya berfungsi sebagai panggung seni, Teater Bolshoy juga memiliki sekolah koreografinya sendiri. Teater Bolshoy diabadikan pada uang kertas Rusia dengan nominal 100 Rubel.

Gedung Teater Bolshoy di malam hari.
 
Teater Bolshoy merupakan teater opera dan balet tertua di Rusia. Nama resminya adalah "Государственный академический Большой театр России" atau 'Akademi Teater Bolshoy Negara Rusia".

Teater Bolshoy kini juga dianggap sebagai monumen arsitektur. Gedung teaternya dibangun dengan gaya kekaisaran. Dinding luar bagian depannya dihiasi dengan 8 tiang, sedangkan di bagian serambinya terdapat patung Apollo, Sang Dewa Seni Yunani Kuno, yang sedang mengendalikan quadriga (kereta dengan dua roda yang ditarik oleh empat ekor kuda) karya P. K. Klodt. Bagian interior teater dihiasi dengan hiasan perunggu, logam berlapis emas dan beludru merah serta cermin-cermin. Bagian auditoriumnya dihiasi dengan lampu kristal, tirai bersulam emas, sedangkan di bagian langit-langitnya terdapat lukisan 9 Musai (kelompok Dewi Yunani Kuno pelindung beragam jenis seni).

Tahun 1776 dianggap sebagai hari lahirnya Teater Bolshoy, saat diselenggarakannya sebuah pertunjukan oleh sekelompok pemain teater profesional di Moskwa untuk pertama kalinya. Pertunjukan opera, balet dan drama pun oleh kelompok teater ini. Namun kelompok pemain teater ini tidak memiliki tempat khusus yang tetap. Hingga tahun 1780 pertunjukan demi pertunjukan diselenggarakan di kediaman milik Graf Vorontsov di Znamenka. Oleh karena itu, kelompok teater ini dikenal sebagai Teater Znamensky, atau terkadang juga disebut sebagai "Teater Medoks" (berdasarkan marga M. Medoks, sang direktur teater). Di akhir tahun 1780 untuk pertamakalinya dibangun sebuah gedung teater yang dirancang oleh arsitektur Kh. Rozberg di Jalan Petrovsky sehingga gedung ini dinamakan Gedung Teater Petrovsky. Namun pada tahun 1805 gedung tersebut mengalami kebakaran sehingga selama 20 tahun pertunjukan demi pertunjukan kembali diselenggarakan di tempat yang berbeda, di antaranya di rumah Pashkov, di Noviy Arbat, dll. Pada tahun 1824 arsitektur O. I. Bove merancang sebuah gedung teater baru yang lebih megah bagi Teater Petrovsky, merupakan gedung teater terbesar kedua di masanya setelah gedung teater Milan "La Scala", karenanya gedung teater ini juga dijuluki sebagai Bolshoy Petrovsky (Petrovsky yang Besar). Gedung teater ini baru dibuka pada tahun 1825. Pada tahun yang sama, grup untuk drama dipisahkan dari grup opera dan balet. Selanjutnya pertunjukan drama hanya diselenggarakan di gedung Teater Maliy (Teater Kecil) yang dibangun di sebelah gedung besar tersebut.

Bagian dalam gedung teater yang megah.
 
Pada tahun 1853 gedung teater yang dibangun oleh O. I. Bove mengalami kebakaran hebat. Mulai dari dekorasi, kostum-kostum, alat musik hingga perpustakaan musik habis dilalap api. Proyek pembangunan selanjutnya dimenangkan oleh arsitektur Albert Kavos. Proyek pembangunan yang dipimpinnya berlangsung selama tahun 1855-1856 dan gedung yang dikenal sebagai Teater Bolshoy itu berdiri hingga saat ini.

Selama tahun 2005-2011 gedung teater mengalami rekonstruksi dengan penambahan banyak alat modern serta tempat baru di bagian bawah tanahnya. Selain itu dinding luar bagian depan teater serta interiornya direkonstruksi kembali sebagaimana bentuknya yang dulu. Sebelumnya pada tahun 2002 panggung baru dibuka di Teater Bolshoy.

Pada awal abad XIX umumnya di Teater Bolshoy ditampilkan karya-karya penulis Prancis dan Italia, namun kemudian ditampilkan juga opera dan balet karya komposer Rusia seperti A. N. Vertovsky, A.A. Alyabyev dan A. Ye. Varlamov. Ketua kelompok balet saat itu adalah A.P. Glushkovsky yang merupakan murid dari Charles-Louis Frédéric Didelot. Pada abad pertengahan di panggung teater sering ditampilkan karya-karya romantis Eropa yang terkenal, seperti "La Sylphide" dengan iringan musik oleh Jean-Madeleine Schneitzhoeffer, "Giselle" dengan iringan musik oleh Adolphe, "La Esmeralda" dengan iringan musik oleh Cesare Pugni.

Penampilan terpenting di paruh pertama abad XIX adalah penampilan perdana dua opera karya M. I. Glinka, yakni "Жизнь за царя" (Hidup untuk Tsar) dan "Руслан и Людмила" (Ruslan dan Lyudmila, 1846). Di paruh kedua abad XIX karya-karya seniman Rusia semakin banyak ditampilkan, di antaranya adalah "Русалка" (Rusalka 1858) karya A.S. Dargomyzhsky, "Юдифь" (Judith, 1865) dan "Рогнеда" (Rogneda, 1868), selama tahun 1870-1880 ditampilkan "Демон" (Iblis, 1879) karya A. G. Rubinshtein, "Евгений Онегин" (Yevgeny Onegin, 1881) karya P. I. Chaykovsky, "Борис Годунов" (Boris Godunov, 1888) karya M. P. Musorgsky; dan di akhir abad ke XIX – "Пиковая дама" (Ratu Sekop, 1891) dan "Иоланта" (Iolanta, 1893 г.) karya Chaykovsky, "Снегурочка" (Gadis Salju, 1893) karya N. A. Rimsky-Korsakov, "Князь Игорь" (Pangeran Igor, 1898) karya A. P. Borodin.

Penampilan balet Teater Bolshoy juga mengalami kemajuan yang pesat sejak akhir abad XIX. Di tahun-tahun tersebut mulai ditampilkan "Лебединое озер"о(Danau Angsa), "Спящая красавица" (Putri Tidur), "Щелкунчик" (Boneka Pemecah Kacang) dengan iringan musik oleh Chaykovsky. Karya-karya tersebut kemudian menjadi simbol balet Rusia yang hingga saat ini menjadi sajian tontonan wajib di Teater Bolshoy. Pada tahun 1899 Teater Bolshoy menampilkan master balet terkenal A. A. Gorsky. Di abad XX teater ini juga menampilkan balerina-balerina terkenal seperti Galina Ulanova dan Maiya Plisetskaya, Yekaterina Maksimova, serta penari terkenal lainnya seperti Nikolay Fadeyechev dan Vladimir Vasiliyev. Di panggung opera juga muncul tokoh teater terkemuka seperti Sergey Lemeshev, Ivan Kozlovsky, Irina Arkhipova dan Yelena Obraztsova. Bertahun-tahun berikutnya teater ini menjadi tempat berkaryanya seniman terkenal seperti sutradara B. A. Pokrovsky, konduktor Ye. F. Svetlanov, serta master balet Yu. N. Grigorovich yang namanya sering dikaitkan dengan perkembangan balet Moskwa di kuartal pertama abad XX.

Memasuki abad XXI banyak pertunjukan-pertunjukan yang diperbarui, undangan penampilan kepada sutradara teater dan master balet terkenal, serta pertunjukan solo dan kelompok teater dari berbagai negara.





Sumber:

Selasa, Agustus 28, 2018

Sergey Rakhmaninov

Sergey Rakhmaninov dikenal sebagai pianis dan komposer yang sangat berbakat. Ia menyelesaikan studinya di Konservatorium Moskwa saat masih berusia 19 tahun dan menerima medali emas atas karya untuk tugas akhirnya, yaitu opera satu babak berjudul "Aleko". Chaikovsky yang saat itu menjadi pengujinya, memberi nilai "5+++" (lima dengan tiga plus)—lima adalah nilai tertinggi dalam sistem penilaian di lembaga pendidikan Rusia. Atas rekomendasi dari Chaikovsky, opera milik Rakhmaninov dapat dipentaskan di Teater Bolshoy.


Sergey Vasilyevich Rakhmaninov, keturunan bangsawan Rusia, dikenal sebagai pianis dan komposer yang brilian. Ia menjadi simbol musik Rusia di seluruh dunia. Setelah Revolusi Oktober, ia beremigrasi ke Amerika Serikat dan tinggal di sana selama sepertiga akhir masa hidupnya. Meski demikian, komposisi musik miliknya tetap dikenal di seluruh dunia, tak terkecuali di Uni Soviet.

Lima dengan Tiga Plus
Sergey Rakhmaninov lahir di sebuah rumah seni milik Semenovo, Novgorod (menurut sumber lain, di rumah seni milik Starorusskiy, Novgorod) pada bulan April 1873. Ia lahir dari keluarga musisi. Kakeknya merupakan murid dari seorang guru musik dan kompositor bernama John Field. Ayahnya yang merupakan seorang berdarah bangsawan Tambov, juga mencintai musik, meski tidak bermain musik secara profesional. Adapun ibunya, Lyubov Rakhmaninova, yang merupakan guru musik pertama Sergey Rakhmaninov, ialah puteri dari pimpinan Satuan Kadet Arakcheyev.

Saat Sergey berusia delapan tahun, keluarganya pindah ke Sankt-Peterburg. Pada musim gugur tahun 1882, Sergey muda mulai belajar di Konservatori Peterburg di kelas Vladimir Demyansky. Awalnya Sergey sering merasa kesulitan dalam mengerjakan tugas-tugasnya dan sering tidak masuk kelas. Sampai pada suatu hari, ia bertemu dengan sepupunya, seorang pianis muda yang terkenal bernama Aleksandr Ziloti. Ziloti yang mendengarkan permainan pianis muda ini kemudian membujuk orangtuanya untuk mengirim Sergey ke Moskwa untuk mendapat bimbingan langsung dari Nikolay Zverev, seorang guru musik terkenal yang memiliki sistem belajar dengan disiplin yang ketat dan membimbing muridnya selama enam jam setiap hari.


Pada 1888, Rakhmaninov melanjutkan studinya ke kelas senior di Konservatorium Moskwa di kelas Ziloti. Rakhmaninov akhirnya menyelesaikan studinya di Konservatorium Moskwa di usianya yang ke-19 dan menerima medali emas atas karya untuk tugas akhirnya, yaitu opera satu babak berjudul "Aleko". Chaikovsky yang saat itu menjadi pengujinya, memberi nilai "5+++" (lima dengan tiga plus)—lima adalah nilai tertinggi dalam sistem penilaian di lembaga pendidikan Rusia. Atas rekomendasi dari Chaikovsky, opera milik Rakhmaninov dapat dipentaskan di Teater Bolshoy.

Dari Simfoni Pertama hingga "Tarian Simfoni"

Rakhmaninov muda dengan cepat menjadi terkenal di Moskwa. Banyak media yang menyanjungnya sebagai pianis, komposer dan konduktor berbakat. Namun pada tahun 1897 ia mendapatkan pengalaman buruk dalam kariernya saat komposer Aleksander Glazunov gagal menampilkan Simfoni Pertamanya di Peterburg. Hal ini sempat membuatnya terpukul karena karya inovatif Rakhmaninov tidak mendapat kritik atau bahkan publikasi sama sekali. Sang komposer pun mengalami depresi dan hampir selama empat tahun ia tidak menghasilkan karya apapun, bahkan ia hampir tidak pernah meninggalkan rumahnya saat itu.

Babak baru dalam kehidupan dan kariernya dimulai tahun 1901, saat sang komposer berhasil menyelesaikan konser piano keduanya. Karya barunya ini benar-benar memulihkan kembali status Rakhmaninov sebagai seorang musisi. Ia pun banyak menulis kembali, menjadi dirigen di pertunjukan musik Ziloti, bahkan melakukan konser di Eropa, Amerika dan Kanada. Rakhmaninov juga mendapat posisi sebagai dirigen di Teater Bolshoy dan sempat mengarahkan seluruh repertoar opera Rusia selama beberapa musim. Masih di tahun yang sama ia memimpin dewan seni produksi musik Rusia.


Pada tahun 1902 Sergey Rakhmaninov menikah dengan sepupunya, Nataliya Satina. Mereka dikaruniai dua anak perempuan, Tatiyana dan Irina.

Tak lama setelah Revolusi 1917, sang komposer diundang untuk tampil di sebuah konser di Stockholm. Revolusi dan kejatuhan Kekaisaran Rusia merupakan tragedi yang nyata bagi dirinya dan keluarganya. Ia pun membawa keluarganya dan meninggalkan Rusia nyaris tanpa bekal yang cukup. Namun Rakhmaninov harus mencari nafkah bagi anak dan istrinya serta untuk melunasi utang-utangnya. Ia harus bermain piano lagi dan tampil di konser. Sang pianis akhirnya berhasil menaklukkan hati publik Eropa. Pada tahun 1918 ia pergi ke Amerika dan melanjutkan konsernya di sana. Para kritikus dan pendengarnya mengenalnya sebagai salah satu pianis dan konduktor terbaik di zamannya.

Hampir 10 tahun pertama masa emigrasi Rakhmaninov, ia belum juga bisa menulis kembali. "Setelah meninggalkan Rusia, aku kehilangan keinginan untuk menulis. Setelah kehilangan tanah airku, aku juga kehilangan diriku..." kenang Rakhmaninov. Komposisi pertama—Konser keempat dan lagu-lagu Rusia—baru ia tulis pada tahun 1926-1927.

Rakhmaninov memang sangat tidak terima dengan keberadaan pemerintahan Soviet. Tapi ia tidak bisa diam begitu saja melihat saudara setanah airnya saat mereka dilanda bahaya. Saat Perang Dunia Kedua pecah, ia memberikan banyak dana bantuan bagi Tentara Merah dan Pertahanan Uni Soviet. Dengan uang sumbangannya ini pihak Rusia bisa membuat pesawat-pesawat perang. "Ini adalah bantuan dari seorang Rusia untuk bangsa Rusia agar bisa berjuang melawan musuh. Aku ingin tetap percaya, percaya pada kemenangan yang penuh", tulis Rakhmaninov.

Pada tahun-tahun terakhir hidupnya Rakhmaninov melahirkan karya berjudul "Tarian Simfoni" yang oleh para peneliti musik dianggap sebagai salah satu karya terbaiknya. Rakhmaninov terus melakukan konser bahkan hingga enam minggu sebelum kematiannya. Sang komposer wafat pada 1943. Ia bahkan tidak sempat bertahan hingga hari ulang tahun ke-70nya yang hanya tinggal beberapa hari lagi sebelum ajal menjemputnya. Rakhmaninov dimakamkan di pemakaman Kensiko, New York, di samping kuburan istri dan puterinya.






Film-Film Komedi Terbaik Soviet

"Kini yang seperti ini sudah tidak lagi dibuat". Begitulah kenang orang-orang Rusia ketika berbicara tentang komedi Soviet. Film bergenre komedi di Uni Soviet sangat populer di zamannya. Tentu saja itu semua berkat tokoh-tokohnya yang memiliki karakter unik sehingga membekas kuat dalam ingatan penontonnya. Belum lagi petualangan dan tingkah laku konyol mereka yang bisa membuat semua orang tertawa terbahak-bahak membuat film komedi digemari oleh semua kalangan, baik orang dewasa maupun anak-anak.

Trus, Balbes dan Byvaly dari film komedi "Tawanan Kaukasus"

Jutaan orang yang pernah tinggal di Uni Soviet pasti tahu siapa itu Shurik si mahasiswa yang selalu ceria, tiga gerombolan penjahat: Trus, Balbes dan Byvaly, pria teladan Semyon Semyonovich Gorbunkov, hingga Tsar Ivan Grozny yang dibuat versi komedinya oleh Leonid Gayday. Begitu juga nama sutradara terkenal Soviet Eldar Ryazanov yang pernah membuat kisah cinta yang tak biasa tentang pertemuan Zhenya Lukashin dan Nadiya Sheveleva dalam film "Ирония судьбы, или С легким паром!" (Ironi Takdir, atau Selamat Mandi!), atau hubungan cinta yang kikuk antara Lyudmila Prokofyevna dan Novoseltseva dalam film "Служебный роман" (Roman Kantoran). Sedangkan sutradara Georgy Daniyela pernah menghasilkan karya fantasi berjudul "Kin-dza-dza!" yang orang-orangnya berbicara dalam bahasa chatlan, dan "Mimino" - film semidongeng yang diangkat dari sejarah nyata.

Penasaran seperti apa film-film komedi Soviet? Berikut film-film komedi Soviet terbaik yang bisa ditonton secara gratis dari situs culture.ru.




















Minggu, Juli 29, 2018

Sergey Yesenin

Sergey Yesenin adalah seorang penyair Rusia yang berasal dari keluarga petani. Ia dilahirkan di kota Ryazan. Setelah lulus dari sekolah dasar, Yesenin melanjutkan pendidikannya di sekolah gereja selama dua tahun. Pada musim gugur 1912, saat Yesenin telah berusia 17 tahun, Yesenin meninggalkan rumah dan pergi ke Moskwa, kota di mana sang ayah bekerja. Awalnya Yesenin bekerja di toko daging, kemudian di percetakan Sytin. Kemudian ia menjadi seorang auditor di Fakultas Filologi dan Sejarah, Universitas Rakyat A.L. Shanyavsky.

Pada tahun 1918 - 1920 Yesenin bergabung dengan komunitas imajinis Rusia. Setahun kemudian, ia bertemu dengan Isadora Duncan, penari terkenal yang kemudian menjadi istrinya. Mereka pergi bulan madu ke Eropa dan Amerika Serikat dari musim semi tahun 1922 hingga musim panas 1923. Namun tidak lama kemudian mereka berpisah.
 
Isadora Duncan dan Sergey Yesenin
 
Tahun 1924, Yesenin meninggalkan kelompok imajinis dan mulai menjalani kehidupan yang berantakan sehingga menuai banyak kritikan. Keadaan ini bahkan membawa Yesenin dalam beberapa kasus kriminal, terutama karena hooliganisme. Di akhir November 1935, istrinya yang bernama Sofya (cucu perempuan Lev Tolstoy) membantu menyembuhkan Yesenin di sebuah klinik psikoneurologi. Namun sebulan kemudian Yesenin meninggalkan klinik itu dan pergi ke Leningrad. Di sanalah jasad Yesenin ditemukan tak bernyawa setelah melakukan bunuh diri di kamar hotelnya.



Sumber bacaan:
Sumber gambar:


Kamis, Juni 28, 2018

Serial Film Dokumenter "Adikarya Ermitazh"

Film dokumenter dari seri "Шедевры Эрмитажа" atau 'Adikarya Ermitazh' menceritakan tentang sejarah karya-karya yang dipamerkan di Museum Ermitazh, Sankt-Peterburg, Rusia. Dalam film ini dijelaskan pula tentang teknik dan karya para master serta beragam gaya seni yang mereka gunakan dari berbagai zaman.

Museum Ermitazh, Sankt-Peterburg, Rusia
 
Film ini memiliki empat seri, di mana setiap serinya menceritakan periode yang berbeda-beda, yaitu: zaman kebangkitan Italia, zaman kebangkitan Utara, Belanda abad XVII dan zaman Inggris kuno. Melalui film dokumenter yang ditampilkan secara gratis oleh situs culture.ru ini kita dapat menikmati perjalanan virtual di museum terbesar di dunia yang pernah ada.












Sumber Bacaan:
Культура.РФ: Документальные фильмы «Шедевры Эрмитажа»

Senin, Juni 11, 2018

Perlawanan Rus-Moskwa terhadap Zolotaya Orda



Pada abad ke-14 kekuasaan Kepangeranan Rus-Moskwa mulai menguat. Adapun pengaruh Zolotaya Orda (Gerombolan Emas) yang saat itu menguasai kebanyakan wilayah Rus mulai melemah. Dalam 20 tahun Zolotaya Orda mengalami pergantian khan hingga 25 kali. Zolotaya Orda akhirnya terpecah menjadi dua bagian, yakni di barat dan di timur.

Di wilayah barat kekuasaan Zolotaya Orda diambil alih oleh Mamay, seorang komandan militer yang licik. Mamay berhasil mengembalikan kekuatan militer Zolotaya Orda. Namun saat itu Rus-Moskwa tidak mau tunduk dengan pemerintahan Orda di bawah kekuasaan Mamay, sehingga ia merasa perlu untuk memberikan hukuman bagi Moskwa. Knyaz (pangeran) Moskwa saat itu, Dmitry Ivanovich, paham betul bahwa pasukan Mongol-Tatar hanya bisa dikalahkan jika seluruh para knyaz di tanah Rus bersatu. Ia mulai mencoba mengumpulkan kekuatan sesegera mungkin. Pertemuan pertama pasukan Rus dan Orda terjadi pertama kali pada tanggal 11 Agustus 1378 di wilayah Ryazan, di tepi sungai Vozhe. Untuk pertama kalinya pasukan Orda dapat dikalahkan oleh pasukan Rus.

Wilayah Kekuasaan Zolotaya Orda
 
Mamay tidak terima dengan kekalahan tersebut. Dalam waktu singkat, Mamay mengumpulkan kembali pasukan dalam jumlah besar. Menyadari adanya bahaya mengerikan di depan mata, banyak knyaz di yang melupakan pertengkaran mereka sementara waktu dan bersedia untuk memenuhi seruan Moskwa demi melindungi Tanah Rus.

Terkumpulah pasukan Rus dari Suzdal, Rostov, Yaroslav, Kostroma dan dari wilayah Rus lainnya. Berkumpulnya pasukan sebesar itu tidak pernah terjadi sebelumnya di Tanah Rus. Sergy Radonezhsky sebagai tokoh Gereja Ortodoks yang sangat berwibawa kala itu memberkati para pangeran Rus sebelum berangkat ke medan perang. Ia juga merupakan pendiri monastir yang kini dinamakan Monastir Trinitas Santo Sergy Lavra yang terletak di Sergiev Posad, tak jauh dari kota Moskwa. Sergy Radonezhsky memiliki dua orang murid bernama Peresvet dan Oslyabya. Mereka adalah merupakan prajurit tangguh sebelum mereka memutuskan untuk menjadi biarawan. Merasa bahwa knyaz Dmitry memerlukan pengawal tangguh, Sergy Radonezhsky memerintahkan mereka untuk membantu knyaz dalam pertempuran, sehingga mereka harus membatalkan sumpahnya sebagai seorang biarawan (dalam ajaran Kristen Ortodoks, biarawan tidak diperbolehkan membunuh).

Khan Mamay
 
Knyaz Dmitry membawa pasukannya ke selatan untuk bertemu pasukan Mamay. Pasukan Rus tiba di tepi sungai Don dan pada malam harinya mereka mulai menyeberangi sungai tersebut. Saat fajar, pada 8 September 1380 pasukan Rus bersiaga di padang Kulikovo, padang seluas 10 Km. Sebagaimana kebiasaan pertempuran kala itu, pertempuran dimulai dengan duel satu lawan satu antara prajurit terkuat dari masing-masing pasukan. Dari pihak Orda, maju Chelubey, sedang dari pihak Rus, Peresvet yang mewakili. Mereka saling menusuk satu sama lain dengan tombak dan terbunuh di tempat. Hal ini semakin menambah keyakinan bagi pasukan Rus, bahwa mereka tak kalah kuat dibandingkan dengan pasukan Orda.

Pertarungan yang mengerikan berlangsung hampir sehari penuh. Terjadi momen, ketika pasukan Mongol-Tatar tampak menguasai pertempuran. Namun mereka mendapatkan serangan tiba-tiba dari belakang, sehingga akhirnya pasukan Mongol-Tatar melarikan diri dari pertempuran. Pasukan di bawah pimpinan Mamay pun hancur. Setelah pertempuran tersebut, knyaz Dimitry mendapatkan julukan “Donskoy” karena pertempuran yang dimenangkannya berada di dekat Sungai Don. Namun Tanah Rus baru benar-benar terbebas dari penguasaan Zolotaya Orda yakni 100 tahun setelah pertempuran dengan pasukan Mamay itu, yang dikenal dengan sebutan "Pertempuran Kulikovo".

Pertempuran Kulikovo
 
Meski telah kalah di Pertempuran Kulikovo, kekuatan Zolotaya Orda tidak bisa dianggap remeh. Penaklukan demi penaklukan wilayah di Tanah Rus masih terus berlangsung. Pada 1382, Khan Tokhtamysh merebut kekuasaan Orda, kemudian berhasil menaklukkan Moskwa, membakar kota dan menghancurkan kekuasaan kepangeranan. Kewajiban membayar pajak pun berlanjut.

Bagaimanapun, setelah Pertempuran Kulikovo, orang-orang Mongol-Tatar mulai mengerti, bahwa kekuasaan mereka di Tanah Rus cepat atau lambat akan berakhir karena Zolotaya Orda terus melemah. Sebaliknya, Kepangeranan Rus-Moskwa semakin menguat dan Moskwa menjadi pusat perlawanan untuk membebaskan rakyat Rus dalam melawan kekuasaan Zolotaya Orda.





Sumber Bacaan:
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).

Sumber Gambar:

Minggu, Juni 10, 2018

Vasily Zhukovsky


Vasily Andreyevich Zhukovsky adalah seorang penyair, penerjemah dan pengajar Rusia abad XIX. Ia merupakan salah satu pendiri gerakan sastra romantisme di Rusia dan dianggap sebagai mentor bagi banyak generasi penulis Rusia.

Ia terlahir sebagai anak tidak sah tuan tanah bernama Afanasy Bunin dari hubungannya dengan seorang wanita Turki, Salhi. Vasily menerima nama keluarga dari seorang bangsawan miskin dari Belarus yang menjadi ayah baptisnya dan kemudian menjadikannya sebagai anak angkatnya. Meski diangkat anak oleh keluarga bangsawan, ia tidak serta merta mendapat gelar bangsawan, karenanya untuk mendapatkan status yang tinggi, ia diberikan pendidikan di sekolah asrama, didaftarkan secara fiktif dalam satuan pasukan hussar, sehingga Vasily mendapat pangkat opsir dan status bangsawan.

Ketika ia belajar di sekolah asrama di bawah Universitas Moskwa, Zhukovsky yang masih berusia 14 tahun telah dipercaya menjadi ketua komunitas sastra muda "Sobraniye". Pada 1802 Vasily Andreyevich berkenalan dengan Karamzin dan mulai menggemari aliran sentimentalisme. Karya-karya pertamanya di antaranya adalah "Вадим Новгородский" (Vadim Novgorodsky, 1803) dan "Сельское кладбище" (Desa Pekuburan, 1802) yang merupakan terjemahan bebas dari elegi karya penyair Inggris, Thomas Gray.

Karya-karya Zhukovsky diterbitkan di majalah "Vestnik Yevropy" (Kabar Eropa), tempatnya pertama bekerja sejak 1805. Pada 1808 ia mulai bekerja sebagai redaktur di majalah tersebut. Di tahun yang sama untuk pertama kalinya ia tertarik mendalami balada "Lenore" karya Gottfried Bürger. Kemudian ia membuat terjemahan bebas berdasarkan balada Jerman tersebut dan muncullah karyanya yang berjudul "Lyudmila". Kemunculan karyanya ini dianggap sebagai kelahiran aliran romantisme Rusia. Selanjutnya Zhukovsky menulis balada berjudul "Svetlana", versi terjemahan yang lebih akurat atas karya Gottfried Bürger yang diterbitkan atas namanya sendiri.

Karya besar lainnya yang ditulis Zhukovsky lahir saat terjadi pendudukan Moskwa oleh pasukan Prancis tahun 1812. Sambil menunggu pertempuran di dekat Tarutino, Zhukovsky menulis "Певца во стане русских воинов..." (Seorang Pendendang di kamp Pasukan Rusia...) yang oleh generasi sezamannya dihapal luar kepala oleh banyak orang.

"Pushkin dan Zhukovsky di Rumah Glinka" karya Viktor Artamonov
 
Pada 1815, Komunitas Arzamas muncul dalam kehidupan sastra Rusia dan menyatukan para pendukung aliran Karamzin yang baru sekaligus melahirkan aliran oposisi terhadap kelompok masyarakat "retrograd", sebutan bagi para anggota komunitas "Obrolan Para Pencinta Kata Rusia" (Беседа любителей русского слова).

Di antara para anggota komunitas Arzamas, terdapat sejumlah politisi, di antaranya adalah Uvarov, Bludov, serta para anggota Gerakan Desembris (Dekabrist), Orlov dan Turgenev, juga penyair Rusia terkenal, Batyushkov, Vyazemsky, paman serta keponakan Pushkin. Vasily Zhukovsky menjadi sekretaris di komunitas tersebut. Setiap anggota komunitas ini biasa memberikan julukan lucu satu sama lain, tak terkecuali Zhukovsky yang mendapat julukan "Svetlana" yang diambil dari judul balada yang ditulisnya. Zhukovsky sendiri merasa terhormat saat dipanggil dengan sebutan "Svetlana".

Zhukovsky sering mengunjungi Derpt (kini Tartu) sehingga ia tidak bisa selalu hadir dalam pertemuan-pertemuan yang diadakan komunitasnya. Namun ia tetap aktif terus mengirimkan karya-karyanya ke sana, seperti puisi parodi "Овсяный кисель" (Bubur Gandum) yang para anggota Arzamas dengan suara bulat memuji karyanya sebagai "райским кремом" (krim surga).

Pada 1817, muncul babak baru dalam kehidupan Zhukovsky. Selain menjadi penyair, ia memulai profesinya sebagai guru bahasa Rusia bagi Putri Agung Rusia Aleksandra Fyodorovna yang di kemudian hari menjadi permaisuri Tsar Rusia. Tentunya Zhukovsky menjalani pekerjaannya ini dengan antusias. Ia tidak memisahkan pengajaran bahasa Rusia dari sastra dan kegiatan menulis. Sambil mengajar, Zhukovsky masih terus menulis, bahkan di masa itu ia menghasilkan beberapa balada yang berjudul "Vadim", "Tsar Hutan", "Ksatria Togenburg" dan lain sebagainya.

Zhukovsky mengajar calon Tsar, Aleksandr II
 
Pada 1825 Vasily Zhukovsky kembali ditunjuk sebagai pengajar. Kali ini untuk calon Tsar, Aleksandr II. Dalam biografi Aleksandr II, disebutkan bahwa pengaruh Zhukovsky begitu besar terutama dalam membentuk pandangan hidup Sang Tsar yang dikenal sebagai "Tsar Pembebas" ini. Zhukovsky yang juga memiliki pengaruh besar di istana berkali-kali menolong beberapa penyair masa itu. Ia pernah membebaskan Taras Shevchenko (penyair Ukraina) dari perbudakan, serta memohon keringanan hukuman bagi Pushkin bahkan meminta keringanan bagi para pemuda yang terlibat dalam pemberontakan Desembris.

Tsar muda akhirnya naik takhta, membuat Zhukovsky pensiun dari pekerjaannya. Tak lama kemudian, ia menikah dengan gadis muda berusia 19 tahun bernama Yelizaveta Reitern. Ia menghabiskan 12 tahun terakhir masa hidupnya di Jerman bersama istri dan anak-anaknya.

Vasily Zhukovsky wafat pada 24 April 1852 di Baden-Baden. Jenazahnya dikirim ke Rusia dan dimakamkan di Sankt-Peterburg.


Sumber Bacaan

Sumber Gambar

Minggu, Juni 03, 2018

Kamus Bahasa Rusia Bertema Sepak Bola


Piala Dunia FIFA 2018 akan segera digelar di 11 kota di Rusia pada 14 Juni-15 Juli 2018. Untuk menyambutnya, Institut Pushkin membuat "Kamus Sepak Bola" yang dapat diakses secara daring (online). Kamus ini dibuat untuk membantu para penonton, pendukung dan penggemar sepak bola pada umumnya dalam memahami kosa kata yang berkaitan dengan sepak bola.

Selain menampilkan daftar kata, di bagian "Словарь" kita bisa mendengarkan bagaimana bunyi kata-kata tersebut diucapkan dalam bahasa Rusia, dilengkapi juga dengan gambar dan video untuk mempermudah memami makna kata. Untuk menguji kemampuan kita dalam memahami kosa kata bahasa Rusia tentang sepak bola yang telah dipelajari, kita bisa mengklik bagian "Тест".

Tampilan kamus bahasa Rusia bertema sepak bola yang dibuat oleh Institut Pushkin
 
Kamus Sepak Bola ini bisa diakses di chm2018.pushkininstitute.ru.


Jumat, Juni 01, 2018

Aleksandr Pushkin


Aleksandr Sergeyevich Pushkin adalah seorang penyair, penulis dan pelopor aliran realisme kesusastraan Rusia abad XIX. Ia dianggap sebagai penulis terbesar Rusia dan peletak dasar bahasa Rusia modern. Kontribusinya yang begitu besar dalam perkembangan puisi dan kesusastraan Rusia membuatnya dijuluki sebagai "Matahari Puisi Rusia".
 
Penyair termasyhur Rusia ini lahir di Moskwa pada 6 Juni 1799 dari keluarga bangsawan. Meski bukan bangsawan kaya, namun keluarga Pushkin dikenal sebagai pencinta sastra dan memiliki hubungan dekat dengan lingkaran penulis di kota Moskwa. Sejak kecil ia telah terbiasa berbicara bahasa Prancis. Aleksandr Pushkin telah mulai menulis puisi pada usia 6 tahun dan menuliskan puisi-puisi pertamanya dalam bahasa Prancis. Di masa kanak-kanaknya juga Pushkin sering berkunjung ke rumah neneknya, Mariya Alekseyevna Gannibal. Melalui perbincangan dengan neneknya Pushkin menyadari keindahan bahasa Rusia.

Pushkin tumbuh sebagai pemuda yang cerdas dan berbakat. Ia fasih berbicara dalam bahasa Prancis, Rusia, Jerman dan Yunani. Pada usia 11 tahun, Aleksandr muda dikirim Sankt-Peterburg untuk belajar di Lyceum Tsarkoye selo agar mendapatkan pendidikan terbaik selama enam tahun di masa remajanya. Sekolah ini cukup ketat di masanya dan setiap muridnya harus belajar 7 jam setiap hari. Adapun untuk liburan sekolahnya hanya sebulan, yakni pada bulan Juli. Pushkin mengalami kesulitan dalam pelajaran matematika dan tidak menyukai pelajaran seni rupa. Namun di sekolah ia menemukan sahabat-sahabat dekat yang kemudian berpengaruh bagi kehidupannya hingga akhir masa hidupnya. Di lyceum ini juga Pushkin dapat mengasah bakatnya dalam menulis puisi dan mempelajari lebih dalam bahasa-bahasa asing. Ia kemudian bergabung dengan komunitas sastra "Arzamas". Secara perlahan, nama Pushkin sebagai penyair semakin dikenal.


"Pushkin saat ujian lyceum 8 Januari 1815" karya Ilya Repin
 
Setelah lulus dari lyceum, di usianya yang ke-18 Pushkin bekerja sebagai sekretaris di Kementerian Luar Negeri Rusia. Tiga tahun kemudian Pushkin diasingkan ke selatan Rusia akibat karyanya yang dianggap melawan pemerintah Kekaisaran Rusia. Selama masa pengasingan dari tahun 1820 hingga 1824, Pushkin harus menjalani masa pengabdian militer di Krimea, pegunungan Kaukasus, Chisinau dan Odessa. Musim panas tahun 1824 Pushkin bebas dari tugas dan melanjutkan masa pengasingannya di Mikhaylovskoe di provinsi Pskov selama dua tahun.

"Pushkin di Mikhaylovskoye" karya Pyotr Konchalovskiy
 
Di tahun-tahun berikutnya Pushkin baru bisa mendapatkan kebebasan penuhnya kembali untuk mendapat izin tinggal di ibukota. Pada tahun 1829 Pushkin mengajukan lamaran pertama kepada Nataliya Goncharova. Sayangnya ia mendapat penolakan. Pushkin kemudian kembali meninggalkan ibukota dan bergabung dengan pasukan militer Rusia di bawah pimpinan Paskyevich. Ia bergabung di lini terdepan dalam Perang Rusia-Turki di Kaukasus. Pushkin juga sempat tinggal di Tiflis. Pada tahun 1830 Pushkin kembali mengajukan lamaran kepada Nataliya Goncharova yang sangat dicintainya dan akhirnya lamaran Pushkin diterima. Namun akibat adanya wabah kolera, diberlakukan masa karantina sehingga Pushkin mesti tinggal di Boldino untuk sementara waktu. Musim gugur di Boldino menjadi masa paling produktif bagi Pushkin dalam menghasilkan karya-karyanya. Pushkin sangat menyukai musim gugur karena musim tersebut memberikan banyak inspirasi baginya dalam berkarya.

Monumen Aleksandr Pushkin dan Nataliya Goncharova di Jalan Arbat, Moskwa 
 
Pada Februari 1831, Aleksandr Pushkin menikah dengan Nataliya Goncharova. Mereka dikaruniai dua anak laki-laki dan dua anak perempuan. Pushkin kembali bekerja sebagai pegawai negeri sipil, sebagai historiografer untuk penulisan sejarah Tsar Pyotr Yang Agung. Di masa ini, Pushkin semakin banyak mengasah kemampuannya dalam menulis karya-karya prosa. Pada tahun 1833 Pushkin mulai mendalami sejarah Pemberontakan Pugachyov. Ia melakukan perjalanan ke tempat-tempat di mana pernah terjadi pemberontakan tersebut. Musim gugur tahun 1833 Pushkin kembali ke Boldino dan masa itu menjadi musim gugur di Boldino yang kedua baginya.

Pada 8 Februari 1837 terjadi duel antara Aleksandr Pushkin dan Georges-Charles de Heeckeren d'Anthès di pinggiran kota Sankt-Peterburg akibat konflik yang berkepanjangan. Dalam duel tersebut mereka saling menembakkan pistol ke tubuh lawan dan Pushkin mengalami luka parah. Dua hari kemudian ia menghembuskan napas terakhirnya.





Sumber Bacaan

Sumber Gambar:
Pushkin saat ujian di lyceum
Monumen Aleksandr Pushkin dan Nataliya Goncharova (arsip pribadi)