Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya!

Senin, Mei 14, 2018

Kemunculan Bangsa Slavia Timur dan Pembentukan Kepangeranan Rus

Bangsa Slavia muncul pada abad VI-IX di sebagian besar wilayah Eropa Timur. Mereka hidup dengan cara bertani dan beternak. Orang-orang Slavia menanam gandum, tanaman untuk bahan roti dan biji-bijian, beternak sapi, biri-biri dan kuda. Selain itu, berburu hewan dan menangkap ikan juga merupakan kegiatan penting lainnya dalam kehidupan masyarakat Slavia.

Masyarakat Slavia hidup dengan cara bertani dan beternak
Bangsa Slavia awalnya adalah penganut paganisme dan menyembah banyak dewa. Mereka melihat alam sebagai sesuatu yang hidup dan setiap unsur alam diwakili oleh dewa tertentu. Dewa utama dalam mitologi bangsa Slavia di antaranya adalah Svarog atau Rod sebagai dewa pencipta alam dan kehidupan, Yarilo sebagai dewa matahari dan musim semi, serta Perun sebagai dewa petir. Agar para dewa memberikan berkah kepada manusia, orang-orang Slavia membuat patung dewa dari pohon (terkadang dari batu) dan melakukan perayaan tertentu sebagai bentuk terima kasih kepada para dewa. Hingga hari ini beberapa perayaan tersebut masih bisa kita lihat, misalnya perayaan pergantian musim dingin ke musim semi yang disebut Maslenitsa. Saat berlangsungnya perayaan ini, orang-orang akan memasak bliny (panekuk atau kue dadar) sebagai simbol matahari.


 Perayaan Maslenitsa, bliny sebagai hidangan utama
 
Bangsa Slavia kuno hidup secara berkelompok. Di antara mereka ada yang mendapat gelar “knyaz” (pangeran) yang berperan sebagai pemimpin orang-orang Slavia lainnya. Seorang knyaz harus bisa bertindak sebagai kepala pemerintahan di masa damai dan cakap dalam pertempuran saat menghadapi musuh datang. Demi menjaga diri dari musuh, orang-orang Slavia membangun benteng pertahanan. Adapun pemukiman yang dikelilingi benteng tersebut disebut sebagai gorod (grad) yang kini berarti ‘kota’. Di dalam kota-kota tersebut berkembanglah perdagangan dan kerajinan. Kelompok orang bersenjata yang bertugas menjaga kota tergabung dalam satuan yang disebut druzhiny. Orang-orang druzhiny ini hidup berdampingan bersama knyaz dalam satu tempat tinggal. Perdagangan mulai berperan penting dalam kehidupan masyarakat Slavia Timur pada abad IX, berawal dari jalur perdagangan yang melalui sungai Dniepr. Jalur tersebut dinamakan “iz varyag v greki” atau ‘dari Varyag (Viking) menuju Yunani’. Jalur ini menghubungkan kegiatan perdagangan antara Laut Baltik dengan Laut Hitam. Akhir jalur tersebut mengantarkan pada Kekaisaran Bizantium dengan ibukotanya - Konstantinopel (bangsa Slavia menyebutnya sebagai Tsargrad yang berarti ‘Kota Kaisar’. Di sepanjang jalur perdagangan ini terdapat dua kota terkenal, yakni Novgorod di utara dan Kiev di selatan. Seorang Varyag yang disebut Ryurik menjadi knyaz di Novgorod pada tahun 862. Kata “Varyag” adalah sebutan bangsa Slavia untuk bangsa Viking yang pernah hidup di barat laut Eropa hingga kepulauan Skandinavia. Orang-orang Varyag atau Viking ini merupakan leluhur orang Swedia, Norwegia, Denmark dan Islandia di masa kini. Naiknya Ryurik sebagai knyaz atau pangeran di Tanah Rus ini menjadi awal dinasti kepangeranan Rus dan kekaisaran Rus kuno. Keberadaan dinasti Ryurik bertahan hingga tahun 1598.
 
Lukisan tentang kedatangan Ryurik ke Tanah Rus
 
Setelah kematian Ryurik, saudaranya, Oleg mulai melakukan ekspansi ke selatan dan merebut kota Kiev. Pada tahun 882 Oleg menjadikan Kiev sebagai pusat pemerintahan di wilayah kekuasaannya dan menyebut Kiev sebagai “ibu dari kota-kota Rus’.

Setelah disatukannya dua pusat utama bangsa Slavia Timur, yakni Novgorod di utara dengan  Kiev di Selatan, dibentuklah pemerintahan yang disebut “Rus”. Ini merupakan bentuk pemerintahan pertama yang dibentuk oleh orang-orang Slavia Timur. Pemerintahan tersebut kemudian disebut sebagai Drevnyaya Rus (Rus kuno) atau Kiyevskaya Rus (Rus-Kiev, sebutan berdasarkan nama ibukotanya).





Sumber Bacaan :
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).

Sumber Gambar :

Selasa, Mei 08, 2018

Nasib Seorang Manusia (Film)


Film hitam-putih ini diangkat dari novela karya Mikhail Sholokhov yang berjudul Nasib Seorang Manusia (dalam bahasa Rusia: "Судьба человека"), diterbitkan pertama kali pada tahun 1956-1957 di koran "Pravda". Sergey Bondarchuk, sutradara Soviet terkenal saat pertama kali membaca kisah ini langsung mendapatkan ilham untuk mengangkatnya ke layar lebar.

Film ini berkisah tentang nasib seorang tentara Soviet bernama Andrey Sokolov yang mengalami pengalaman pahit dalam hidupnya selama Perang Dunia II. Ia harus meninggalkan rumah dan anak-istrinya. Dalam pertempuran, ia tertangkap dan menjalani kerja paksa di kamp-kamp tahanan Jerman. Cobaan demi cobaan terus berlanjut, namun ia tetap menjalani kehidupannya sebagai seorang pria sejati, menjaga sisi kemanusiaannya untuk tetap bisa mencinta...


Fakta Menarik
Selama setahun pembuatan film ini, para kru bepergian ke berbagai tempat. Beberapa episode diambil di sekitar Sungai Don, tak jauh dari desa Veshenskaya, tempat kelahiran Sholokhov, misalnya adegan saat Sokolov bertemu dengan Vanyechka. Episode untuk kehidupan kamp konsentrasi Jerman diambil di wilayah pertambangan di Rostov. Episode saat tahanan tiba di stasiun diambil di wilayah Kaliningrad. Adapun pertempuran psikologis antara Sokolov dan Muller diambil di paviliun Mosfilm di Moskwa.

Film ini dirilis pada 1959 dan mendapat sambutan yang besar dari banyak pihak. Di tahun pertama kemunculannya, film ini telah ditonton oleh hampir 40 juta orang.

Judul: Nasib Seorang Manusia (Судьба человека)
Tahun: 1959
Negara: Uni Soviet
Genre: Perang
Durasi 97 menit
Pemeran: Sergey Bondarchuk, Pavel Volkov, Pavel Boriskin, Zinaida Kiriyenko, Konstantin Alekseyev, Pavel Vinnikov, Yevgeny Teterin, Anatoliy Chemodurov, Lev Borisov, Yuriy Averin.
Sutradara: Sergey Bondarchuk
Distributor: Mosfilm










Sumber:

Sumber Gambar:
Gambar 2
Gambar 2
Poster

Kamis, April 12, 2018

Gagarin. Yang Pertama di Luar Angkasa (Film)


"Gagarin. Yang Pertama di Luar Angkasa" (dalam bahasa Rusia: Гагарин. Первый в космосе) adalah sebuah film Rusia tentang Yury Gagarin, kosmonot pertama yang berhasil melakukan penerbangan ke luar angkasa. Film yang dirilis pada 2013 ini disutradarai oleh Pavel Parkhomenko.

Motif utama dalam film ini adalah persaingan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat dalam mengembangkan teknologi pembuatan roket ke luar angkasa, dan tentunya untuk menjadi negara pertama yang mengirimkan manusia ke luar angkasa. Dari ribuan pilot pesawat tempur di seluruh Uni Soviet, dicari yang terbaik dari yang terbaik, hingga terpilih dua puluh penerbang legendaris Soviet. Mereka dipersiapkan untuk melaksanakan misi penerbangan ke luar angkasa.


Dalam film ini juga digambarkan tentang kehidupan pribadi Gagarin, dari masa kecilnya, hubungannya dengan istrinya, Valentina, juga dengan Sergey Korolyov, perancang pesawat antariksa yang menjadi tokoh utama di balik keberhasilan penerbangan pertama manusia ke luar angkasa. Dari film ini, kita bisa mengetahui latihan dan persiapan ketat yang mesti dilalui oleh para kosmonot pertama di masa itu. Pada akhirnya, Gagarin mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan misi besar itu dan berhasil menjadi kosmonot pertama yang melakukan penerbangan ke luar angkasa.

Judul: Gagarin. Yang Pertama di Luar Angkasa (Гагарин. Первый в космосе)
Tahun: 2013
Negara: Rusia
Genre: Drama, Biografi, Sejarah
Durasi: 108 menit
Pemeran: Yaroslav Zhalnin, Vadim Michman, Olga Ivanova, Nadezhda Markina, Viktor Proskurin, Vladimir Steklov, Mikhail Filippov, Inga Oboldina
Sutradara: Pavel Parkhomenko
Distributor: Kremlin Filmz







Sumber Gambar

Sabtu, April 07, 2018

Perayaan Paskah dalam Tradisi Kristen Ortodoks Rusia

Paskah dalam bahasa Rusia adalah "Пасха" (dibaca: /pas-kha/). Kata ini berasal dari bahasa Aram. Dalam Perjanjian Lama kata ini memiliki makna 'pembebasan' adapun dalam Perjanjian Baru, kata ini memiliki makna pembebasan dari kematian, kekuatan iblis dan dari perbudakan dosa dan nafsu dengan melalui pengorbanan Kristus.

Perayaan Hari Paskah berubah-ubah tanggal setiap tahunnya, karena merupakan hari raya dalam kategori perayaan yang berpindah dan disesuaikan dengan hari Minggu. Dalam tradisi Kristen Ortodoks Rusia, Paskah dirayakan seminggu setelah perayaan Paskah oleh umat Katolik dan Protestan, karena Kristen Ortodoks menggunakan perhitungan kalender lama (kalender Julian). Sebelum paskah, para penganut Kristen Ortodoks melaksanakan puasa dengan pantangan memakan produk hewani, seperti daging dan makanan yang terbuat dari susu.

Merayakan Paskah bersama keluarga
 
Dalam tradisi Ortodoks Rusia, Hari Paskah dianggap sangat penting, bahkan lebih penting dari perayaan Natal. Meski di Rusia banyak orang yang tidak religius, namun saat tiba Hari Paskah kebanyakan orang merayakan Paskah bersama keluarganya, karena tradisi perayaan Paskah ini telah berlangsung di Rusia selama berabad-abad.

Di malam Paskah, umat Ortodoks akan berkumpul di gereja untuk menghadiri doa bersama. Saat merakayan Hari Paskah, umat Ortodoks akan saling mengunjungi satu sama lain dan memberikan hadiah. Mereka saling memberi selamat dengan ungkapan "Христос воскресе!" (dibaca: /khri-stos va-skrye-syi!), adapun kawan bicaranya akan menjawab "Воистину воскресе!" (dibaca: /va-i-sci-nu va-skrye-syi/). Setelah saling memberi selamat, mereka akan saling mencium pipi masing-masing tiga kali.

Kue kulich dan telur Paskah.
 
Ada beberapa tradisi khas yang biasa dilakukan saat merayakan Paskah. Di antaranya adalah menghidangkan kue Paskah yang disebut "кулич" (dibaca: /ku-lich/) dan melukis telur Paskah yang disebut "крашенки" (dibaca: /kra-shin-ki/) yang berarti telur lukis atau "писанки" (dibaca: /pi-san-ki/) yang berarti sesuatu yang dilukis, dari kata "писать" (menulis atau melukis). Konon tradisi melukis telur ini berasal dari Roma Kuno, saat Maria Magdalena menghadiahkan telur kepada Kaisar Tiberius sambil mengabarkan kebangkitan Kristus. Awalnya Kaisar tidak mempercayainya dan mengatakan "seperti telur ayam yang berwarna putih tidak akan bisa jadi merah, maka orang mati tak akan bisa bangkit kembali". Di saat yang sama, tiba-tiba telur yang dihadiahkan itu berubah warnanya menjadi ungu. Seiring berjalannya waktu, orang-orang tak hanya melukis telur saat merayakan Paskah, namun juga membuat pola-pola tertentu di permukaan telur sehingga tampak indah. Selain telur lukis, simbol yang paling sering digunakan adalah kelinci Paskah, baik sebagai pernak-pernik dan hiasan, dalam kartu ucapan hingga coklat berbentuk kelinci.





Sumber Bacaan:

Sumber Gambar:

Minggu, April 01, 2018

Minggu Palma dalam Tradisi Kristen Ortodoks Rusia

Minggu Palma adalah hari penting bagi umat Kristen yang diperingati sepekan sebelum Paskah. Umat Kristen Ortodoks Rusia menyebut Minggu Palma sebagai "Вербное воскресенье" (dibaca: /vyerb-na-ye va-skryi-sye-nyi/). Perayaan ini merupakan peringatan hari masuknya Kristus ke Yerusalem sebelum disalibkan. Umat Kristen di masa itu menyambut Kristus layaknya raja. Mereka membawa daun palem di tangan mereka sebagai simbol kemenangan atas dosa dan kematian. Adapun saat ini, umat Kristen di seluruh dunia menggunakan jenis daun yang berbeda-beda untuk menyambut Minggu Palma, misalnya di Italia menggunakan ranting zaitun, di Prancis menggunakan rosmarin atau dafnah, dsb. Adapun di Rusia, umat Ortodoks memperingati Minggu Palma dengan bunga vyerba (semacam dedalu atau gandarusa) yang melambangkan kebangkitan kehidupan baru dan datangnya musim semi.

Bunga vyerba, simbol Minggu Palma dan Paskah di Rusia

Di Minggu Palma ini umat Kristen Ortodoks Rusia saling memberi selamat dengan mengucapkan: "Со светлым вербным воскресеньем!" (dibaca: /sa-svye-tlym va-skryi-sye-nyim/) yang berarti 'Selamat merayakan Minggu Palma yang Suci!' atau dengan mengucapkan "Со Входом Госпoдним в Иерусалим!" (dibaca: /sa-vkho-dam gas-po-dnyim v-iye-ru-sa-lim/) yang berarti 'Selamat hari Masuknya Sang Raja ke Yerusalem'.

Pada malam Minggu Palma, Patriakh Moskwa dan Seluruh Rus biasanya melaksanakan liturgi Ilahi di Gereja Kristus Sang Juru Selamat di Moskwa dengan mempersembahkan ranting vyerba. Sehari setelah Minggu Palma, saat umat Ortodoks melaksanakan puasa paling ketat selama seminggu dalam Pekan Suci. Rangkaian puasa ini kemudian diakhiri dengan perayaan Paskah.





Sumber Bacaan dan Gambar:

Minggu, Januari 14, 2018

Moskwa Tak Percaya pada Air Mata (Film)

Film "Moskwa Tak Percaya pada Air Mata" (dalam bahasa Rusia: Москва слезам не верит) adalah salah satu adikarya film Soviet yang sukses di zamannya. Selama setahun sejak pertama kali diluncurkannya di Uni Soviet, film ini telah ditonton oleh 90 juta orang! Pada tahun 1981, film karya Vladimir Menshov mendapatkan penghargaan Oscar untuk Film Bahasa Asing Terbaik. Bahkan hingga hari ini, film "Moskwa Tak Percaya pada Air Mata" masih menjadi salah satu film populer dan tak jarang ditampilkan di layar televisi Rusia.

Secara singkat, film ini mengisahkan tentang gadis pinggiran bernama Katya Tikhomirova yang baru datang ke Moskwa demi mengejar karirnya di ibukota. Ia kemudian bekerja di pabrik dan sering bekerja hingga malam hari. Ia menjadi ahli teknik di tempat kerjanya, kemudian berhasil menjadi direktur pabrik besar tersebut. Meski demikian, ia merasakan suatu kekosongan di dalam dirinya.

Suatu hari, Katya tergoda oleh seorang pria yang bekerja di sebuah kanal televisi Moskwa. Hasil dari hubungan mereka, Katya mendapatkan seorang bayi perempuan, Sasha. Sayangnya pria itu tak mau bertanggung jawab, sehingga Katya harus membesarkan anaknya sendirian.

Waktu berlalu, Sasha pun telah tumbuh menjadi menjadi remaja. Suatu hari di kereta listrik, Katya berkenalan dengan Gosha (diperankan oleh Aleksey Batalov), seorang tukang kunci. Meski pria itu agak aneh, namun akhirnya Katya menyadari bahwa Gosha adalah sosok yang ia butuhkan.

Sasha, Katya dan Gosha dalam film "Moskwa Tak Percaya pada Air Mata".
 
Tokoh Katya yang sangat pendiam dan dingin diperankan oleh Vera Alentova. Selain itu, ada juga artis berbakat Soviet lainnya yang bermain sebagai teman dekat Katya di film ini, yakni Irina Muraviyeva dan Raisa Ryazanova yang memerankan tokoh Lyudmila yang ambisius dan Tosya yang sederhana. Kehidupan tiga orang wanita Soviet ini dikisahkan begitu unik dalam film ini. Mereka dengan caranya sendiri berusaha bertahan hidup dalam menghadapi kehidupan ibukota yang kejam. Berkat kesabaran dan kesedarhanannya, Tosya dapat membangun rumah tangga yang baik dan penuh cinta. Lyudmila yang awalnya merasa paling bahagia saat menikah, di kemudian hari menyadari bahwa ia merasa tertipu karena rumah tangganya menjadi yang paling menyedihkan di antara teman-temannya. Katya yang sempat rendah diri, kemudian belajar mensyukuri hidup setelah ia memulai kehidupan baru dengan si tukang kunci. Satu hal yang dapat kita sadari dari kehidupan mereka, bahwa Moskwa tak percaya pada air mata.


Judul: Moskwa Tak Percaya pada Air Mata
Tahun: 1979
Negara: Uni Soviet
Genre: Melodrama
Durasi: 150 menit (terdiri dari dua episode)
Pemeran: Aleksandr Fatyushin, Vera Alentova, Irina Muravyeva, Viktor Uralskiy, Valentina Ushakova, Aleksey Batalov, Boris Smorchkov, Raisa Ryazanova, Yuriy Vasiliyev, Nataliya Vavilova
Sutradara: Vladimir Menshov
Distributor: Mosfilm


Episode 1

Episode 2

Sejarah Tahun Baru Lama di Rusia

Untuk mengucapkan "selamat tahun baru lama!", orang Rusia biasa mengatakan:
"со старым новым годом!" (dibaca: /sa-sta-rym no-vym go-dam/)

Tradisi memperingati malam tahun baru berdasarkan kalender lama (kalender Julius) dalam pergantian tanggal 13 ke 14 Januari masih berlangsung hingga saat ini di Rusia. Selain Rusia, beberapa negara yang penduduknya banyak menganut Kristen Ortodoks juga merayakan tahun baru lama ini, seperti di Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, negara-negara Baltik, di Serbia, Montenegro, Makedonia, Romania, dan Yunani.

Sejarah Perayaan Tahun Baru Lama
Sebelum masuknya agama Kristen ke Tanah Rus, perayaan tahun baru pernah berubah berkali-kali. Awalnya tahun baru dirayakan setiap terjadi fenomena titik balik matahari di musim dingin (biasanya terjadi pada tanggal 21 atau 22 Desember). Kemudian berubah dan tahun baru dirayakan pada saat ekuinoks vernal (biasanya pada 22 Maret) atau saat bulan purnama pertama muncul. Setelah agama Kristen masuk ke tanah Rus dan dijadikan agama resmi Kepangeranan Rusia pada tahun 988, mulailah digunakan kalender Julius yang diadopsi dari kekaisaran Byzantium. Berdasarkan perhitungan kalender Byzantium, hitungan tahun saat itu adalah tahun 5508 sejak masa "penciptaan dunia" berdasarkan kepercayaan Ortodoks. Meski sudah ada kalender baru, tapi perayaan tahun baru di bulan Maret masih terus terpelihara hingga abad ke-15. 

Pada tahun 1492 (atau pada tahun 7000 dari masa penciptaan dunia), berdasarkan keputusan Ivan III, perayaan tahun baru dipindahkan ke tanggal 1 September karena bersamaan dengan hari panen raya serta berakhirnya masa pembayaran pajak. Peraturan ini juga kemudian digunakan oleh pihak Gereja Ortodoks Rusia.

Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII di Roma mereformasi kalender Julius menjadi kalender Gregorian untuk menyesuaikan perbedaan yang terus meningkat antara perhitungan astronomi dengan perhitungan kalender yang berlaku. Akibatnya perhitungan kalender dimajukan 10 hari ke depan. Adapun sejumlah gereja Kristen, termasuk Kristen Ortodoks Rusia tetap melanjutkan penggunaan kalender Julius.

Pada tanggal 29 dan 30 Desember 1699, Peter I mengeluarkan dua keputusan untuk mengenalkan kalender baru serta perintah merayakan tahun baru. Pertama, yakni perhitungan tanggal dimulai dari masa kelahiran Yesus Kristus, sehingga tahun saat itu yang seharusnya terhitung sebagai 7208 mulai dihitung menjadi tahun 1699. Kedua, tahun baru dirayakan pada tanggal 1 Januari. Namun pada saat itu kalender Gregorius masih belum digunakan oleh Rusia. Hingga awal abad XX, bangsa Rusia masih terus menggunakan kalender Julius sehingga tahun baru mereka dirayakan 11 hari setelah kebanyakan negara lainnya di Eropa. Adapun perhitungan awal tahun baru gereja masih tidak berubah, yakni pada 1 September.

Memasuki abad XX, kalender yang di gunakan Rusia bahkan tertinggal selama 13 hari dari kalender yang digunakan di kebanyakan negara-negara Eropa. Saat itu kaum Bolshevik telah mendapatkan kekuasaannya di Rusia. Menyadari hal ini, mereka pun mencoba mengurangi celah tersebut. Pada 24 Januari 1918, Dewan Komisioner Rakyat RSFSR mulai mengadopsi sebuah keputusan tentang pengenalan kalender Gregorius di Rusia. Keputusan resmi ini ditandatangani pada 26 Januari 1918 oleh Ketua Dewan Komisar Rakyat, Vladimir Lenin. Di kemudian hari, kalender Gregorius ini lebih dikenal sebagai kalender "gaya baru", sedangkan kalender Julius disebut sebagai kalender "gaya lama". Berdasarkan keputusan tersebut, satu hari setelah tanggal 31 Januari 1918 bukanlah dihitung sebagai 1 Februari, namun tanggal 14 Februari demi menghilangkan celah perbedaan 13 hari antara kalender "gaya lama" dan "gaya baru" tersebut. Adapun pihak gereja Ortodoks Rusia tetap mempertahankan penggunaan kalender Julius tersebut.

Sejak keputusan itu, seperti di kebanyakan negara lainnya di dunia, tahun baru di Rusia juga mulai dirayakan pada 1 Januari berdasarkan kalender Gregorius. Adapun tanggal sebelumnya (1 Januari berdasarkan kalender Julius) berada pada tanggal 14 Januari. Meski bukan liburan resmi, namun sebagian orang masih merayakan "tahun baru lama" ini. Perbedaan antara kalender Julius dan Gregorius ini akan terus meningkat di awal tahun 2100-an, hingga akan mencapai 14 hari. Pada tahun 2101, tahun baru akan dirayakan pada malam tanggal 14 saat beralih ke tanggal 15 Januari.

Tradisi Saat Perayaan Tahun Baru Lama
Tahun baru berdasarkan kalender baru jatuh pada hari keempat puluh puasa dalam kepercayaan Kristen Ortodoks. Adapun tahun baru lama dirayakan setelah perayaan Hari Natal (7 Januari), pada saat svyatki (12 hari setelah hari Natal hingga Epifani). Karenanya para penganut Kristen Ortodoks yang menjaga tradisi Ortodoks secara ketat baru benar-benar merayakan tahun barunya pada 14 Januari.

Pada 14 Januari, pihak gereja biasanya melakukan perayaan untuk mengenang Santo Basil Yang Agung. Hari itu juga dikenal sebagai Hari Vasiliyev atau di beberapa wilayah Rusia dikenal juga dengan sebutan hari Ovsen', sedangkan malam Vasiliyev sendiri dirayakan setiap tanggal 13 Desember.

Meja makan yang penuh dengan hidangan saat perayaan tahun baru, merupakan
simbol pengharapan akan kehidupan yang makmur sepanjang tahun.
 
Secara tradisional, biasanya mereka yang merayakan tahun baru lama ini menghidangkan sebanyak mungkin makanan di atas meja makan. Berdasarkan kepercayaan, dengan menghidangkan sedemikian banyaknya akan memberikan kemakmuran di rumah orang yang menghindangkannya sepanjang tahun.

Hidangan utama yang disajikan salah satunya adalah "kut'ya", yakni bubur berbahan dasar padi atau gandum yang dicampur dengan kacang, biji-bijian dan madu. Orang-orang biasanya saling bertukar hidangan kut'ya yang mereka buat satu sama lain sambil bermaaf-maafan bila pernah ada konflik di antara mereka. Selain kut'ya, ada juga kue panggang, pai, vareniki (semacam kue goreng isi) dan anak babi goreng atau panggang. Setelah semua anggota keluarga berkumpul di meja makan, mereka bersama-sama berdoa, mengharapkan kesehatan, kesejahteraan keluarga dan di antara keluarga petani, mereka juga mengharapkan keberhasilan panen. Orang-orang merayakan hari itu dengan suka cita, minum bersama, menceritakan kisah-kisah lucu dari kehidupan sehari-hari, kenangan-kenangan indah yang pernah dialami, atau bahkan rencana pekerjaan mereka di masa yang akan datang.





Sumber Bacaan:

Sabtu, Januari 13, 2018

Institut Pushkin Kenalkan Kamus Pintar "Rossiya"

Tampilan laman utama kamus pintar "Rossiya"
 
Kamus ini tak hanya berbentuk seperti kamus bahasa, tapi juga menjadi semacam ensiklopedia pengetahuan umum tentang Rusia yang dilengkapi dengan konten multimedia (teks verbal, gambar, foto, rekaman audio, fragmen video, panorama, karaoke, hingga kuliah dalam bentuk video).

Institut Pushkin belum lama ini mengenalkan proyek situs yang inovatif berupa kamus pintar multimedia "Rossiya".  Dalam webinar (seminar yang dilangsungkan secara daring lewat situs tertentu) yang berlangsung pada 11 Januari 2018 lalu, Yevgeniya Rostova selaku pembicara dari Institut Pushkin menjelaskan kegunaan kamus "Rossiya" ini. Ia menekankan bahwa dalam mempelajari bahasa Rusia, pemahaman budaya Rusia sama pentingnya dengan memahami tata bahasa, sehingga diperlukan kamus yang tak hanya menjelaskan makna suatu kata, tapi juga kamus yang memuat penjelasan yang berkaitan dengan seni, sejarah, dan budaya Rusia secara umum.

Kamus "Rossiya" bisa menjadi sumber yang menarik bagi mereka yang ingin mengetahui lebih banyak tentang bahasa dan budaya Rusia. Dalam kamus daring ini terdapat latihan interaktif yang bisa dicoba oleh pengunjungnya untuk menguji wawasan dari yang telah mereka pelajari. Hal-hal inilah yang membedakannya dengan kamus elektronik lainnya.

Tujuan dibuatnya kamus ini adalah untuk membantu para pemelajar bahasa Rusia dalam menguasai kosa kata dan ungkapan yang memiliki komponen semantik dan unsur budaya nasional Rusia. Kamus ini juga sangat berguna bagi pengajar bahasa Rusia untuk penutur asing serta pemelajar bahasa Rusia yang setidaknya telah memasuki tingkat A1.

Hasil tampilan pencarian dengan kata kunci "новый год" (tahun baru)

Kamus ini tak hanya menampilkan makna kata atau frasa saja, namun juga menampilkan penjelasannya secara umum, kaitannya dengan budaya Rusia serta penggunaannya dalam percakapan sehari-hari.
Contoh laman interaktif untuk menguji kemampuan berbahasa setelah pengguna
membaca materi dari hasil pencarian kata kunci yang ditampilkan sebelumnya.
 
Proyek kamus ini telah dikerjakan sejak tahun 2014 dan pada tahun 2018 ini akan segera dibuat korpus utama kamus ini. Hingga kini kamus ini masih terus mengalami pembaruan secara teratur, khususnya dalam hal kelengkapan materi yang menampilkan interaksi antara bahasa dan budaya Rusia.

Kamus ini kini bisa diakses secara gratis tak hanya oleh pengguna komputer, namun juga bisa diakses secara nyaman oleh pengguna tablet dan ponsel pintar. Para kontributor kamus juga memberikan kesempatan bagi pengguna untuk ambil bagian dalam mengevaluasi artikel-artikel yang tersedia di dalam kamus ini serta untuk memberikan saran materi dan laman uji interaktif yang menarik agar kamus ini bisa menjadi lebih baik lagi.

Untuk mengakses kamus pintar "Rossiya" ini, silakan kunjungi di tautan: https://ls.pushkininstitute.ru/lsslovar/index.php





Sumber:

Jumat, Januari 12, 2018

Penumpang Kereta MTsK di Moskwa Unduh Lebih dari 30 Ribu Buku Elektronik dari "Perpustakaan Mobile"

Penumpang di Stasiun Kereta MTsK yang sedang menggunakan ponsel pintar.

Buku-buku yang masuk dalam daftar rekor buku audio yang terbanyak diunduh di aplikasi ini antaranya adalah "Dongeng dari Kota Kuno Vilnius" karya Max Frei (nama pena dari Svetlana Yuryevna Martynchik), "Pulau Hari Kemarin" karya Umberto Eco, "Jam Malam" karya Sergey Lukyanenko, "Master dan Margarita" karya Mikhail Bulgakov dan "Perangkap bagi Para Pencinta" karya Oleg Roy.

Lebih dari 30 ribu buku telah diunduh dari "perpustakaan mobile" oleh para penumpang kereta di Jalur Lingkar Tengah Moskwa (Moskovskoye Tsentral'noye Kol'tso) atau biasa disingkat sebagai "MTsK" sejak pertama kali dirilisnya aplikasi tersebut. Sejak bulan April 2017, sebanyak 30 rak virtual telah ditempatkan di stasiun-stasiun MTsK lengkap dengan foto sampul buku dan kode QR. Untuk mengunduhnya secara gratis di ponsel pintar, para penumpang hanya perlu memindai kode tersebut atau membuka tautan yang telah ditentukan.

"Proyek "perpustakaan mobile" ini memungkinkan warga Moskwa dan para pelancong yang mengunjungi ibukota Rusia ini untuk memanfaatkan waktu perjalanan mereka dengan membaca karya sastra atau mendengarkannya dalam bentuk buku audio. Para penumpang menyukai buku-buku karya sastra yang disediakan, baik karya sastra klasik maupun karya modern," kata Deputi Utama Kepala Metro Moskwa untuk Pembangunan Strategis dan Kerja Pelanggan, Roman Latypov, sebagaimana dilansir Mos.ru pada Kamis (11/1).

Sepanjang tahun ini, sebagian besar penumpang mengunduh buku-buku seperti "Debu Bintang" karya Neil Gaiman, "Di Bawah Kubah" karya Stephen King, "Setelah Api" karya Ollie Vinget, kumpulan karya berbagai penulis "12 Kisah tentang Cinta Sejati" dan "Stasiun Mimpi yang Hilang" karya China Miéville. Di antara buku audio yang paling populer diunduh para penumpang adalah ""Dongeng dari Kota Kuno Vilnius" karya Max Frei, "Pulau Hari Kemarin" karya Umberto Eco, "Jam Malam" karya Sergey Lukyanenko, "Master dan Margarita" karya Mikhail Bulgakov dan "Perangkap bagi Para Pencinta" karya Oleg Roy.

Melalui aplikasi "Perpustakaan Mobile" penumpang juga mengunduh buku-buku terlaris karya para penulis terkenal Rusia, seperti Pavel Sanaev, Dina Rubina, Yekaterina Vilmont dan Helena Mikhailov. Begitu juga dengan karya-karya klasik dunia yang ditulis oleh Ivan Turgenev, Fyodor Dostoyevsky, Anton Chekhov, William Shakespeare, Honore de Balzac dan Friedrich Nietzsche. Selain buku audio bahasa Rusia, para penumpang juga bisa mengunduh buku audio yang tersedia dalam bahasa Inggris. Totalnya ada 200 karya yang tersedia di rak perpustakaan virtual ini.

Untuk mengunduh koleksi buku yang tersedia, pengguna hanya perlu memindai kode QR menggunakan kamera ponsel cerdas atau tablet. Dalam kode tersebut terdapat enkripsi tautan yang mengantarkan pengguna ke laman internet di mana terdapat buku yang dipilih. Layanan "Perpustakaan Mobile" ini telah tersedia di lebih dari 20 stasiun kereta di MTsK, termasuk di stasiun Lokomotiv, Delovoy Tsentr, Izmaylovo, Vladykino, Okruzhnaya dan Baltiyskaya.

"Perpustakaan Mobile" adalah proyek gabungan yang didukung oleh Metro Moskwa, layanan buku elektronik terbesar di Rusia "LitRes" dan kelompok penerbit "Eksmo-AST".





Sumber Berita dan Ilustrasi: