Blog Jiwa Rusia Pelajari bahasanya, kenali budayanya!

Rabu, Mei 16, 2018

Perpecahan Politik di Kepangeranan Rus Abad XII

Pada abad XII Kepangeranan Rus-Kiev mulai terbagi atas beberapa pemerintahan yang berdiri mandiri. Hal ini terjadi karena adanya tradisi dari pangeran-pangeran sebelumnya yang membagi-bagi daerah kekuasaannya untuk diwariskan pada para anaknya. Anak-anak keturunan para pangeran ini seringkali tak bisa mencapai kesepakatan untuk menentukan siapa di antara mereka yang paling berhak untuk menjadi pemimpin atas yang lainnya. Mereka bersaing dan tak mau saling membantu. Di masa-masa yang rumit tersebut, seorang pangeran Rus bernama Vladimir Monomakh (1113-1125), cucu dari Yaroslav Mudry, akhirnya berhasil memulihkan keadaan dan menyatukan kembali Kepangeranan Rus. Sayangnya keadaan ini tak berlangsung lama.

"Vladimir Monomakh sedang beristirahat setelah berburu" karya Viktor Vasnetsov
 
Kekuasaan para pangeran di luar Kiev kembali semakin menguat secara bertahap. Mereka memiliki tanah kekuasaan dan pasukannya sendiri. Mereka lagi mau membayar pajak kepada "velikiy knyaz" atau pangeran agung di Kiev, sementara itu ekonomi di menjadi wilayah menjadi melemah, meski kegiatan pertanian tetap berjalan. Alhasil, di pertengahan abad XII masyarakat di Tanah Rus terbagi atas beberapa kelompok berdasarkan tanah kekuasaan pangeran yang berbeda, di antaranya adalah Kepangeranan Kiev, Chernigovsk, Smolensk, Novgorod, Vladimir-Suzdal dan lain sebagainya.

Anak bungsu dari Vladimir Monomakh, yakni Yury Dolgoruky (1125-1157) mendapatkan warisan tanah di timur laut Tanah Rus (di wilayah Rostov-Suzdal), jauh dari ibukota Kiev. Namun Yury berhasil memperluas batas kekuasaannya secara bertahap. Waktu demi tahu, garis batas wilayah kekuasaannya terus bergerak dengan tujuan akhir - Kiev! Pada tahun 1155 ia akhirnya berhasil menduduki Kiev. Ia juga membangun kota-kota baru di tanah Rus, seperti Dmitrov, Kostroma, Pereslavl-Zalessky, dll. Karenanya, orang-orang memberikan julukan "Dolgoruky" yang berarti 'tangan panjang' (karena tanah kekuasaannya yang terus meluas). Nama Yury Dolgoruky juga memiliki hubungan dengan sejarah keberadaan kota Moskwa, di mana dalam letopis (babad, atau catatan sejarah pertahun) yang ditulis berkaitan dengannya, nama kota Moskwa disebutkan untuk pertama kalinya. Kota Moskwa akhirnya menjadi bagian dari wilayah kekuasaannya dan di bukit Borovitsky dibangun benteng atas perintahnya.

Perangko Rusia seri Yury Dolgoruky
 
Setelah kematian Yury Dolgoruky, tanah Rostov-Suzdal dipimpin oleh Andrey Bogolubsky (1157-1174). Ia adalah seorang pangeran yang cerdas dan tegas, namun keras terhadap lawan-lawannya. Andrey berjuang untuk memperkuat kekuasaannya dan melawan pengaruh para boyar, yakni kelompok orang yang memiliki posisi tertinggi di masyarakat feodal Rus karena kepemilikan tanah yang luas. Andrey memutuskan untuk tidak memerintah dari kota Kiev. Ia memerintah dari kota Vladimir dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota Kepangeranan Rus. Ia mulai membangun kota Vladimir secara bertahap, memerintahkan pembangunan Katedral Uspensky, Gerbang Emas (Pintu masuk kota Vladimir dengan kubah emas) serta dinding pertahanan dari kayu sepanjang 7 kilometer.

Setelah kematian Andrey Bogolyubsky, adiknya, Vsevolod menjadi veliky knyaz (pangeran agung). Ia mendapat julukan "Bol'shoye Gnyezdo", yang berarti 'Sarang Besar'. Seperti juga kakaknya, Vsevolod juga berjuang untuk menyatukan wilayah-wilayah di Tanah Rus di bawah kekuasaannya. Di bawah pemerintahannya, daerah utara Rus meluas hingga Kiev dan Novgorod. Periode kekuasaannya menjadi puncak kejayaan Kepangeranan Rus yang berpusat Vladimir-Suzdal. Namun setelah kematiannya pada tahun 1212 Kepangeranan Rus kembali mengalami kehancuran.

Sementara itu, jauh di timur laut Rus mulai berkembang sebuah pemerintahan di Veliky Novgorod yang pertama kali didirikan sejak abad IX di tepi sungai Volkhov. Umumnya wilayah Novgorod merupakan daerah yang dingin dan tidak subur, sehingga kerajinan dan kegiatan perdagangan lebih banyak berkembang dari pada pertanian. Hasil kerajinan dari Novgorod sangat terkenal di seluruh penjuru Rus. Lad'ya (perahu kayu) dari Novgorod sering terlihat di laut-laut utara hingga jauh ke timur. Para saudagar Novgorod melakukan perdagangan di banyak wilayah, mulai dari Eropa Barat, Uni Ganza (persatuan dagang di kota-kota di Jerman), Bizantium hingga ke arah timur ke benua Asia.

Kota Novgorod terkenal dengan penduduknya yang terpelajar. Kebanyakan dari mereka melek huruf. Hal ini dapat dibuktikan dari ditemukannya surat-surat para penduduk yang ditulis di atas kulit kayu pohon berk. Para peneliti menemukan ratusan dokumen bersejarah yang ditulis para penduduk Novgorod. Tak hanya kaum lelaki, tapi juga kaum wanitanya, bahkan anak-anak Novgorod di masa itu bisa membaca dan menulis. Hasil penelitian juga membuktikan, bahwa tak hanya penduduk yang kaya yang bisa menulis, bahkan penduduk biasa pun sudah terbiasa dengan budaya tulis-menulis.

Catatan peninggalan penduduk Novgorod kuno yang ditulis di atas kulit pohon berk
 
Pada tahun 1136 muncul pemberontakan terhadap knyaz (pangeran) di Novgorod. Masyarakat mengusir knyaz dan membuat perjanjian bahwa siapapun yang menjadi knyaz, maka kebijakannya harus disesuaikan dengan keinginan masyarakat Novgorod. Jika knyaz melanggar perjanjian, maka ia akan diusir dari Novgorod. Selain itu, mereka juga mengimbangi kekuasaan pangeran dengan mengangkat "posadnik", yakni seorang yang dipercaya sebagai tetua di kota tersebut. Posadnik biasanya dipilih dari kalangan boyar setempat.

Dalam menyelesaikan masalah-masalah utama, warga dari kalangan pria dewasa akan berkumpul di lapangan utama di pusat kota. Perkumpulan tersebut disebut "narodnoye veche" atau 'sidang rakyat'. Untuk mengumpulkan masyarakat, digunakanlah "vechevoy kolokol" atau 'lonceng veche' yang kemudian menjadi simbol kekuatan rakyat di Novgorod. Dalam sidang ini, hal-hal penting, mulai dari keputusan untuk berperang atau berdamai, memilih pejabat tinggi, dll.

Bisa dibilang, sistem yang mirip dengan demokrasi modern ini membuat pemerintahan Novgorod di awal abad XII ini seakan menjadi semacam pemerintahan republik pertama yang ada di Rusia, karena sistem yang berlaku di Novgorod sangat berbeda dengan sistem pemerintahan yang digunakan di berbagai wilayah lainnya di Tanah Rus di masa itu.





Sumber Bacaan :
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).

Sumber gambar
Lukisan tentang Vladimir Monomakh karya Viktor Vasnetsov
Perangko Rusia seri Yury Dolgoruky
Catatan peninggalan penduduk Novgorod kuno yang ditulis di atas kulit pohon berk

Selasa, Mei 15, 2018

Kristenisasi di Tanah Rus dan Kebangkitan Rus-Kiev

Vladimir adalah seorang knyaz (pangeran) Rus yang terkenal dan diingat oleh banyak orang hingga saat ini. Ia menjadi memerintah Rus-Kiev sejak tahun 980. Di bawah masa pemerintahannya, Rus menjadi negara yang besar dan kuat. Pasukannya berhasil melindungi wilayah kekuasaannya dari serangan bangsa-bangsa nomaden yang sering datang sebagai musuh.

Vladimir dikenal sebagai seorang yang tangguh dalam pertempuran dan bijaksana dalam pemerintahan. Pada tahun 988, sang pangeran menganut agama baru, yakni agama Kristen. Agama yang mengajarkan keyakinan kepada Yesus Kristus ini di masa itu memang sedang meluas dan menyebar di negara-negara Eropa. Knyaz Vladimir juga ingin agar masyarakat di Tanah Rus juga menganut agama Kristen agar lebih mudah dalam melakukan negosiasi dengan negara-negara tetangganya. Sang pangeran memerintahkan bangsa Rus untuk mengikuti ajaran Kristen dari Bizantium yang saat itu merupakan pusat Kekaisaran Romawi Timur.

Kristen Ortodoks Timur kemudian menjadi agama resmi di Kepangeranan Rus. Berbeda dengan kepercayaan pagan sebelumnya yang percaya pada banyak dewa, penganut Kristen Ortodoks percaya hanya terhadap satu Tuhan dan anaknya, Yesus Kristus, yang rela mati di tiang salib untuk menebus dosa umat manusia. Kitab suci mereka adalah Alkitab dan para penganut Kristen Ortodoks menggunakan salib sebagai simbol kepercayaan mereka.


Kristenisasi di Rus oleh pangeran Vladimir
 
Agama Kristen berperan penting dalam sejarah Kepangeranan Rus. Kehidupan masyarakat mulai berubah. Kebudayaan berkembang menjadi lebih cepat. Vladimir mengundang ahli agama dari Bizantium untuk membuka sekolah agama. Bangsa Rus juga mengenal aksara untuk menuliskan bahasa Slavia yang disebut "azbuki" (dua bunyi huruf awal aksara Slavia, yakni dari huruf 'az' dan 'buki') atau dikenal juga dengan sebutan "kirillitsa" (aksara Kiril) untuk mengenang St. Kiril sebagai penyusun purwarupa aksara ini.

Kisah tentang masa pemerintahan Pangeran Vladimir diceritakan dalam byliny (kisah-kisah puitis tentang masa lalu). Di masa hidupnya, Vladimir selalu dikelilingi oleh para bogatyr (orang-orang kuat) bangsa Rus yang terkenal, di antaranya adalah Ilya Muromets, Dobrynya Nikitich dan Alyosha Popovich. Masyarakat Rus menyebut Pangeran Vladimir sebagai "krasnoye solnyshko" yang berarti 'matahari merah' meski dalam bahasa Rus kuno, kata sifat "krasnoye" berarti 'indah'. Adapun di gereja-gereja Ortodoks, sosok Vladimir dimasukkan ke dalam kategori orang suci (Santo).

Pada abad XI mulai lahir sastra Rusia kuno. Karya-karya sastra yang pertama ditulis disebut "letopis" (babad, catatan sejarah tentang kejadian berdasarkan tahun). Letopis tertua yang pernah ditulis, di antaranya adalah "Slovo o zakone i blagodati" (Khotbah tentang Hukum dan Anugerah) yang ditulis oleh Ilarion, seorang mitropolit pertama yang berdarah Slavia. Catatan sejarah lainnya dibuat sekitar tahun 1113 oleh Nestor, seorang biarawan Ortodoks.



Letopis
 
Setelah kematiannya, kekuasaan Pangeran Vladimir dilanjutkan oleh anaknya, Yaroslav Mudry (1019-1054). Di bawah kepimpinannya, Rus-Kiev menjadi lebih makmur dan kuat. Masa-masa ini menjadi awal perkembangan pemerintahan Rus kuno. Yaroslav membangun gereja dan katedral, di antaranya adalah Katedral Suci Sofia di Kiev.


Katedral Sofia di Kiev
 
Di bawah pemerintahan Yaroslav, wilayah Rus semakin meluas. Di tepi sungai Volga ia membangun kota baru yang dinamakan Yaroslav. Kepangeranan Rus semakin berjaya dengan berkembangnya benda-benda hasil kerajinan tangan. Para ahli pembuatan senjata juga semakin baik dalam membuat peralatan perang, seperti tombak, pedang, perisai, dan baju zirah rantai (pakaian atau lapisan pelindung yang terbuat dari untaian rantai untuk melindungi tubuh dari senjata yang bisa membuat luka). 

Yaroslav Mudry juga memperkuat posisi dengan melakukan pernikahan antardinasti (pernikahan yang dilakukan antara perwakilan penguasa dari pemerintahan yang berbeda). Yaroslav sendiri menikah dengan seorang putri Swedia, sedangkan putri-putrinya menikah dengan raja Prancis, Hungaria, dan Norwegia. Adapun putra Yaroslav menikah dengan putri Bizantium.

Yaroslav membuat hukum tertulis pertama di Kepangeranan Rus yang berisi tentang aturan hukum umum, hukuman untuk pembunuhan (hutang darah dibayar darah) serta hukuman untuk pencemaran nama baik. Catatan hukum tersebut dinamakan "Russkaya pravda". Selanjutnya anak-anak Yaroslav melengkapi Russkaya pravda ini dengan hukum-hukum baru. Hukum Russkaya pravda terus berlaku hingga akhir abad XV. Berbeda dengan pangeran-pangeran sebelumnya, Pangeran Yaroslav tidak menjadi tokoh utama dalam byliny, tetapi di catatan sejarah disebutkan bahwa dirinya merupakan seorang pemimpin yang besar, seorang yang berpendidikan dan orang Rus pertama yang memberikan pencerahan kepada banyak orang. Karenanya ia mendapatkan sebutan "mudry" atau 'sang bijak'.





Sumber Bacaan :
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).


Sumber Gambar :

Senin, Mei 14, 2018

Kemunculan Bangsa Slavia Timur dan Pembentukan Kepangeranan Rus

Bangsa Slavia muncul pada abad VI-IX di sebagian besar wilayah Eropa Timur. Mereka hidup dengan cara bertani dan beternak. Orang-orang Slavia menanam gandum, tanaman untuk bahan roti dan biji-bijian, beternak sapi, biri-biri dan kuda. Selain itu, berburu hewan dan menangkap ikan juga merupakan kegiatan penting lainnya dalam kehidupan masyarakat Slavia.

Masyarakat Slavia hidup dengan cara bertani dan beternak
Bangsa Slavia awalnya adalah penganut paganisme dan menyembah banyak dewa. Mereka melihat alam sebagai sesuatu yang hidup dan setiap unsur alam diwakili oleh dewa tertentu. Dewa utama dalam mitologi bangsa Slavia di antaranya adalah Svarog atau Rod sebagai dewa pencipta alam dan kehidupan, Yarilo sebagai dewa matahari dan musim semi, serta Perun sebagai dewa petir. Agar para dewa memberikan berkah kepada manusia, orang-orang Slavia membuat patung dewa dari pohon (terkadang dari batu) dan melakukan perayaan tertentu sebagai bentuk terima kasih kepada para dewa. Hingga hari ini beberapa perayaan tersebut masih bisa kita lihat, misalnya perayaan pergantian musim dingin ke musim semi yang disebut Maslenitsa. Saat berlangsungnya perayaan ini, orang-orang akan memasak bliny (panekuk atau kue dadar) sebagai simbol matahari.


 Perayaan Maslenitsa, bliny sebagai hidangan utama
 
Bangsa Slavia kuno hidup secara berkelompok. Di antara mereka ada yang mendapat gelar “knyaz” (pangeran) yang berperan sebagai pemimpin orang-orang Slavia lainnya. Seorang knyaz harus bisa bertindak sebagai kepala pemerintahan di masa damai dan cakap dalam pertempuran saat menghadapi musuh datang. Demi menjaga diri dari musuh, orang-orang Slavia membangun benteng pertahanan. Adapun pemukiman yang dikelilingi benteng tersebut disebut sebagai gorod (grad) yang kini berarti ‘kota’. Di dalam kota-kota tersebut berkembanglah perdagangan dan kerajinan. Kelompok orang bersenjata yang bertugas menjaga kota tergabung dalam satuan yang disebut druzhiny. Orang-orang druzhiny ini hidup berdampingan bersama knyaz dalam satu tempat tinggal. Perdagangan mulai berperan penting dalam kehidupan masyarakat Slavia Timur pada abad IX, berawal dari jalur perdagangan yang melalui sungai Dniepr. Jalur tersebut dinamakan “iz varyag v greki” atau ‘dari Varyag (Viking) menuju Yunani’. Jalur ini menghubungkan kegiatan perdagangan antara Laut Baltik dengan Laut Hitam. Akhir jalur tersebut mengantarkan pada Kekaisaran Bizantium dengan ibukotanya - Konstantinopel (bangsa Slavia menyebutnya sebagai Tsargrad yang berarti ‘Kota Kaisar’. Di sepanjang jalur perdagangan ini terdapat dua kota terkenal, yakni Novgorod di utara dan Kiev di selatan. Seorang Varyag yang disebut Ryurik menjadi knyaz di Novgorod pada tahun 862. Kata “Varyag” adalah sebutan bangsa Slavia untuk bangsa Viking yang pernah hidup di barat laut Eropa hingga kepulauan Skandinavia. Orang-orang Varyag atau Viking ini merupakan leluhur orang Swedia, Norwegia, Denmark dan Islandia di masa kini. Naiknya Ryurik sebagai knyaz atau pangeran di Tanah Rus ini menjadi awal dinasti kepangeranan Rus dan kekaisaran Rus kuno. Keberadaan dinasti Ryurik bertahan hingga tahun 1598.
 
Lukisan tentang kedatangan Ryurik ke Tanah Rus
 
Setelah kematian Ryurik, saudaranya, Oleg mulai melakukan ekspansi ke selatan dan merebut kota Kiev. Pada tahun 882 Oleg menjadikan Kiev sebagai pusat pemerintahan di wilayah kekuasaannya dan menyebut Kiev sebagai “ibu dari kota-kota Rus’.

Setelah disatukannya dua pusat utama bangsa Slavia Timur, yakni Novgorod di utara dengan  Kiev di Selatan, dibentuklah pemerintahan yang disebut “Rus”. Ini merupakan bentuk pemerintahan pertama yang dibentuk oleh orang-orang Slavia Timur. Pemerintahan tersebut kemudian disebut sebagai Drevnyaya Rus (Rus kuno) atau Kiyevskaya Rus (Rus-Kiev, sebutan berdasarkan nama ibukotanya).





Sumber Bacaan :
Третьякова, И.А. 2016. История России с древнейших времён до февраля 1917 года (часть 1).

Sumber Gambar :

Selasa, Mei 08, 2018

Nasib Seorang Manusia (Film)


Film hitam-putih ini diangkat dari novela karya Mikhail Sholokhov yang berjudul Nasib Seorang Manusia (dalam bahasa Rusia: "Судьба человека"), diterbitkan pertama kali pada tahun 1956-1957 di koran "Pravda". Sergey Bondarchuk, sutradara Soviet terkenal saat pertama kali membaca kisah ini langsung mendapatkan ilham untuk mengangkatnya ke layar lebar.

Film ini berkisah tentang nasib seorang tentara Soviet bernama Andrey Sokolov yang mengalami pengalaman pahit dalam hidupnya selama Perang Dunia II. Ia harus meninggalkan rumah dan anak-istrinya. Dalam pertempuran, ia tertangkap dan menjalani kerja paksa di kamp-kamp tahanan Jerman. Cobaan demi cobaan terus berlanjut, namun ia tetap menjalani kehidupannya sebagai seorang pria sejati, menjaga sisi kemanusiaannya untuk tetap bisa mencinta...


Fakta Menarik
Selama setahun pembuatan film ini, para kru bepergian ke berbagai tempat. Beberapa episode diambil di sekitar Sungai Don, tak jauh dari desa Veshenskaya, tempat kelahiran Sholokhov, misalnya adegan saat Sokolov bertemu dengan Vanyechka. Episode untuk kehidupan kamp konsentrasi Jerman diambil di wilayah pertambangan di Rostov. Episode saat tahanan tiba di stasiun diambil di wilayah Kaliningrad. Adapun pertempuran psikologis antara Sokolov dan Muller diambil di paviliun Mosfilm di Moskwa.

Film ini dirilis pada 1959 dan mendapat sambutan yang besar dari banyak pihak. Di tahun pertama kemunculannya, film ini telah ditonton oleh hampir 40 juta orang.

Judul: Nasib Seorang Manusia (Судьба человека)
Tahun: 1959
Negara: Uni Soviet
Genre: Perang
Durasi 97 menit
Pemeran: Sergey Bondarchuk, Pavel Volkov, Pavel Boriskin, Zinaida Kiriyenko, Konstantin Alekseyev, Pavel Vinnikov, Yevgeny Teterin, Anatoliy Chemodurov, Lev Borisov, Yuriy Averin.
Sutradara: Sergey Bondarchuk
Distributor: Mosfilm










Sumber:

Sumber Gambar:
Gambar 2
Gambar 2
Poster

Kamis, April 12, 2018

Gagarin. Yang Pertama di Luar Angkasa (Film)


"Gagarin. Yang Pertama di Luar Angkasa" (dalam bahasa Rusia: Гагарин. Первый в космосе) adalah sebuah film Rusia tentang Yury Gagarin, kosmonot pertama yang berhasil melakukan penerbangan ke luar angkasa. Film yang dirilis pada 2013 ini disutradarai oleh Pavel Parkhomenko.

Motif utama dalam film ini adalah persaingan antara Uni Soviet dan Amerika Serikat dalam mengembangkan teknologi pembuatan roket ke luar angkasa, dan tentunya untuk menjadi negara pertama yang mengirimkan manusia ke luar angkasa. Dari ribuan pilot pesawat tempur di seluruh Uni Soviet, dicari yang terbaik dari yang terbaik, hingga terpilih dua puluh penerbang legendaris Soviet. Mereka dipersiapkan untuk melaksanakan misi penerbangan ke luar angkasa.


Dalam film ini juga digambarkan tentang kehidupan pribadi Gagarin, dari masa kecilnya, hubungannya dengan istrinya, Valentina, juga dengan Sergey Korolyov, perancang pesawat antariksa yang menjadi tokoh utama di balik keberhasilan penerbangan pertama manusia ke luar angkasa. Dari film ini, kita bisa mengetahui latihan dan persiapan ketat yang mesti dilalui oleh para kosmonot pertama di masa itu. Pada akhirnya, Gagarin mendapatkan kesempatan untuk melaksanakan misi besar itu dan berhasil menjadi kosmonot pertama yang melakukan penerbangan ke luar angkasa.

Judul: Gagarin. Yang Pertama di Luar Angkasa (Гагарин. Первый в космосе)
Tahun: 2013
Negara: Rusia
Genre: Drama, Biografi, Sejarah
Durasi: 108 menit
Pemeran: Yaroslav Zhalnin, Vadim Michman, Olga Ivanova, Nadezhda Markina, Viktor Proskurin, Vladimir Steklov, Mikhail Filippov, Inga Oboldina
Sutradara: Pavel Parkhomenko
Distributor: Kremlin Filmz







Sumber Gambar

Sabtu, April 07, 2018

Perayaan Paskah dalam Tradisi Kristen Ortodoks Rusia

Paskah dalam bahasa Rusia adalah "Пасха" (dibaca: /pas-kha/). Kata ini berasal dari bahasa Aram. Dalam Perjanjian Lama kata ini memiliki makna 'pembebasan' adapun dalam Perjanjian Baru, kata ini memiliki makna pembebasan dari kematian, kekuatan iblis dan dari perbudakan dosa dan nafsu dengan melalui pengorbanan Kristus.

Perayaan Hari Paskah berubah-ubah tanggal setiap tahunnya, karena merupakan hari raya dalam kategori perayaan yang berpindah dan disesuaikan dengan hari Minggu. Dalam tradisi Kristen Ortodoks Rusia, Paskah dirayakan seminggu setelah perayaan Paskah oleh umat Katolik dan Protestan, karena Kristen Ortodoks menggunakan perhitungan kalender lama (kalender Julian). Sebelum paskah, para penganut Kristen Ortodoks melaksanakan puasa dengan pantangan memakan produk hewani, seperti daging dan makanan yang terbuat dari susu.

Merayakan Paskah bersama keluarga
 
Dalam tradisi Ortodoks Rusia, Hari Paskah dianggap sangat penting, bahkan lebih penting dari perayaan Natal. Meski di Rusia banyak orang yang tidak religius, namun saat tiba Hari Paskah kebanyakan orang merayakan Paskah bersama keluarganya, karena tradisi perayaan Paskah ini telah berlangsung di Rusia selama berabad-abad.

Di malam Paskah, umat Ortodoks akan berkumpul di gereja untuk menghadiri doa bersama. Saat merakayan Hari Paskah, umat Ortodoks akan saling mengunjungi satu sama lain dan memberikan hadiah. Mereka saling memberi selamat dengan ungkapan "Христос воскресе!" (dibaca: /khri-stos va-skrye-syi!), adapun kawan bicaranya akan menjawab "Воистину воскресе!" (dibaca: /va-i-sci-nu va-skrye-syi/). Setelah saling memberi selamat, mereka akan saling mencium pipi masing-masing tiga kali.

Kue kulich dan telur Paskah.
 
Ada beberapa tradisi khas yang biasa dilakukan saat merayakan Paskah. Di antaranya adalah menghidangkan kue Paskah yang disebut "кулич" (dibaca: /ku-lich/) dan melukis telur Paskah yang disebut "крашенки" (dibaca: /kra-shin-ki/) yang berarti telur lukis atau "писанки" (dibaca: /pi-san-ki/) yang berarti sesuatu yang dilukis, dari kata "писать" (menulis atau melukis). Konon tradisi melukis telur ini berasal dari Roma Kuno, saat Maria Magdalena menghadiahkan telur kepada Kaisar Tiberius sambil mengabarkan kebangkitan Kristus. Awalnya Kaisar tidak mempercayainya dan mengatakan "seperti telur ayam yang berwarna putih tidak akan bisa jadi merah, maka orang mati tak akan bisa bangkit kembali". Di saat yang sama, tiba-tiba telur yang dihadiahkan itu berubah warnanya menjadi ungu. Seiring berjalannya waktu, orang-orang tak hanya melukis telur saat merayakan Paskah, namun juga membuat pola-pola tertentu di permukaan telur sehingga tampak indah. Selain telur lukis, simbol yang paling sering digunakan adalah kelinci Paskah, baik sebagai pernak-pernik dan hiasan, dalam kartu ucapan hingga coklat berbentuk kelinci.





Sumber Bacaan:

Sumber Gambar:

Minggu, April 01, 2018

Minggu Palma dalam Tradisi Kristen Ortodoks Rusia

Minggu Palma adalah hari penting bagi umat Kristen yang diperingati sepekan sebelum Paskah. Umat Kristen Ortodoks Rusia menyebut Minggu Palma sebagai "Вербное воскресенье" (dibaca: /vyerb-na-ye va-skryi-sye-nyi/). Perayaan ini merupakan peringatan hari masuknya Kristus ke Yerusalem sebelum disalibkan. Umat Kristen di masa itu menyambut Kristus layaknya raja. Mereka membawa daun palem di tangan mereka sebagai simbol kemenangan atas dosa dan kematian. Adapun saat ini, umat Kristen di seluruh dunia menggunakan jenis daun yang berbeda-beda untuk menyambut Minggu Palma, misalnya di Italia menggunakan ranting zaitun, di Prancis menggunakan rosmarin atau dafnah, dsb. Adapun di Rusia, umat Ortodoks memperingati Minggu Palma dengan bunga vyerba (semacam dedalu atau gandarusa) yang melambangkan kebangkitan kehidupan baru dan datangnya musim semi.

Bunga vyerba, simbol Minggu Palma dan Paskah di Rusia

Di Minggu Palma ini umat Kristen Ortodoks Rusia saling memberi selamat dengan mengucapkan: "Со светлым вербным воскресеньем!" (dibaca: /sa-svye-tlym va-skryi-sye-nyim/) yang berarti 'Selamat merayakan Minggu Palma yang Suci!' atau dengan mengucapkan "Со Входом Госпoдним в Иерусалим!" (dibaca: /sa-vkho-dam gas-po-dnyim v-iye-ru-sa-lim/) yang berarti 'Selamat hari Masuknya Sang Raja ke Yerusalem'.

Pada malam Minggu Palma, Patriakh Moskwa dan Seluruh Rus biasanya melaksanakan liturgi Ilahi di Gereja Kristus Sang Juru Selamat di Moskwa dengan mempersembahkan ranting vyerba. Sehari setelah Minggu Palma, saat umat Ortodoks melaksanakan puasa paling ketat selama seminggu dalam Pekan Suci. Rangkaian puasa ini kemudian diakhiri dengan perayaan Paskah.





Sumber Bacaan dan Gambar:

Minggu, Januari 14, 2018

Moskwa Tak Percaya pada Air Mata (Film)

Film "Moskwa Tak Percaya pada Air Mata" (dalam bahasa Rusia: Москва слезам не верит) adalah salah satu adikarya film Soviet yang sukses di zamannya. Selama setahun sejak pertama kali diluncurkannya di Uni Soviet, film ini telah ditonton oleh 90 juta orang! Pada tahun 1981, film karya Vladimir Menshov mendapatkan penghargaan Oscar untuk Film Bahasa Asing Terbaik. Bahkan hingga hari ini, film "Moskwa Tak Percaya pada Air Mata" masih menjadi salah satu film populer dan tak jarang ditampilkan di layar televisi Rusia.

Secara singkat, film ini mengisahkan tentang gadis pinggiran bernama Katya Tikhomirova yang baru datang ke Moskwa demi mengejar karirnya di ibukota. Ia kemudian bekerja di pabrik dan sering bekerja hingga malam hari. Ia menjadi ahli teknik di tempat kerjanya, kemudian berhasil menjadi direktur pabrik besar tersebut. Meski demikian, ia merasakan suatu kekosongan di dalam dirinya.

Suatu hari, Katya tergoda oleh seorang pria yang bekerja di sebuah kanal televisi Moskwa. Hasil dari hubungan mereka, Katya mendapatkan seorang bayi perempuan, Sasha. Sayangnya pria itu tak mau bertanggung jawab, sehingga Katya harus membesarkan anaknya sendirian.

Waktu berlalu, Sasha pun telah tumbuh menjadi menjadi remaja. Suatu hari di kereta listrik, Katya berkenalan dengan Gosha (diperankan oleh Aleksey Batalov), seorang tukang kunci. Meski pria itu agak aneh, namun akhirnya Katya menyadari bahwa Gosha adalah sosok yang ia butuhkan.

Sasha, Katya dan Gosha dalam film "Moskwa Tak Percaya pada Air Mata".
 
Tokoh Katya yang sangat pendiam dan dingin diperankan oleh Vera Alentova. Selain itu, ada juga artis berbakat Soviet lainnya yang bermain sebagai teman dekat Katya di film ini, yakni Irina Muraviyeva dan Raisa Ryazanova yang memerankan tokoh Lyudmila yang ambisius dan Tosya yang sederhana. Kehidupan tiga orang wanita Soviet ini dikisahkan begitu unik dalam film ini. Mereka dengan caranya sendiri berusaha bertahan hidup dalam menghadapi kehidupan ibukota yang kejam. Berkat kesabaran dan kesedarhanannya, Tosya dapat membangun rumah tangga yang baik dan penuh cinta. Lyudmila yang awalnya merasa paling bahagia saat menikah, di kemudian hari menyadari bahwa ia merasa tertipu karena rumah tangganya menjadi yang paling menyedihkan di antara teman-temannya. Katya yang sempat rendah diri, kemudian belajar mensyukuri hidup setelah ia memulai kehidupan baru dengan si tukang kunci. Satu hal yang dapat kita sadari dari kehidupan mereka, bahwa Moskwa tak percaya pada air mata.


Judul: Moskwa Tak Percaya pada Air Mata
Tahun: 1979
Negara: Uni Soviet
Genre: Melodrama
Durasi: 150 menit (terdiri dari dua episode)
Pemeran: Aleksandr Fatyushin, Vera Alentova, Irina Muravyeva, Viktor Uralskiy, Valentina Ushakova, Aleksey Batalov, Boris Smorchkov, Raisa Ryazanova, Yuriy Vasiliyev, Nataliya Vavilova
Sutradara: Vladimir Menshov
Distributor: Mosfilm


Episode 1

Episode 2

Sejarah Tahun Baru Lama di Rusia

Untuk mengucapkan "selamat tahun baru lama!", orang Rusia biasa mengatakan:
"со старым новым годом!" (dibaca: /sa-sta-rym no-vym go-dam/)

Tradisi memperingati malam tahun baru berdasarkan kalender lama (kalender Julius) dalam pergantian tanggal 13 ke 14 Januari masih berlangsung hingga saat ini di Rusia. Selain Rusia, beberapa negara yang penduduknya banyak menganut Kristen Ortodoks juga merayakan tahun baru lama ini, seperti di Persemakmuran Negara-Negara Merdeka, negara-negara Baltik, di Serbia, Montenegro, Makedonia, Romania, dan Yunani.

Sejarah Perayaan Tahun Baru Lama
Sebelum masuknya agama Kristen ke Tanah Rus, perayaan tahun baru pernah berubah berkali-kali. Awalnya tahun baru dirayakan setiap terjadi fenomena titik balik matahari di musim dingin (biasanya terjadi pada tanggal 21 atau 22 Desember). Kemudian berubah dan tahun baru dirayakan pada saat ekuinoks vernal (biasanya pada 22 Maret) atau saat bulan purnama pertama muncul. Setelah agama Kristen masuk ke tanah Rus dan dijadikan agama resmi Kepangeranan Rusia pada tahun 988, mulailah digunakan kalender Julius yang diadopsi dari kekaisaran Byzantium. Berdasarkan perhitungan kalender Byzantium, hitungan tahun saat itu adalah tahun 5508 sejak masa "penciptaan dunia" berdasarkan kepercayaan Ortodoks. Meski sudah ada kalender baru, tapi perayaan tahun baru di bulan Maret masih terus terpelihara hingga abad ke-15. 

Pada tahun 1492 (atau pada tahun 7000 dari masa penciptaan dunia), berdasarkan keputusan Ivan III, perayaan tahun baru dipindahkan ke tanggal 1 September karena bersamaan dengan hari panen raya serta berakhirnya masa pembayaran pajak. Peraturan ini juga kemudian digunakan oleh pihak Gereja Ortodoks Rusia.

Pada tahun 1582, Paus Gregorius XIII di Roma mereformasi kalender Julius menjadi kalender Gregorian untuk menyesuaikan perbedaan yang terus meningkat antara perhitungan astronomi dengan perhitungan kalender yang berlaku. Akibatnya perhitungan kalender dimajukan 10 hari ke depan. Adapun sejumlah gereja Kristen, termasuk Kristen Ortodoks Rusia tetap melanjutkan penggunaan kalender Julius.

Pada tanggal 29 dan 30 Desember 1699, Peter I mengeluarkan dua keputusan untuk mengenalkan kalender baru serta perintah merayakan tahun baru. Pertama, yakni perhitungan tanggal dimulai dari masa kelahiran Yesus Kristus, sehingga tahun saat itu yang seharusnya terhitung sebagai 7208 mulai dihitung menjadi tahun 1699. Kedua, tahun baru dirayakan pada tanggal 1 Januari. Namun pada saat itu kalender Gregorius masih belum digunakan oleh Rusia. Hingga awal abad XX, bangsa Rusia masih terus menggunakan kalender Julius sehingga tahun baru mereka dirayakan 11 hari setelah kebanyakan negara lainnya di Eropa. Adapun perhitungan awal tahun baru gereja masih tidak berubah, yakni pada 1 September.

Memasuki abad XX, kalender yang di gunakan Rusia bahkan tertinggal selama 13 hari dari kalender yang digunakan di kebanyakan negara-negara Eropa. Saat itu kaum Bolshevik telah mendapatkan kekuasaannya di Rusia. Menyadari hal ini, mereka pun mencoba mengurangi celah tersebut. Pada 24 Januari 1918, Dewan Komisioner Rakyat RSFSR mulai mengadopsi sebuah keputusan tentang pengenalan kalender Gregorius di Rusia. Keputusan resmi ini ditandatangani pada 26 Januari 1918 oleh Ketua Dewan Komisar Rakyat, Vladimir Lenin. Di kemudian hari, kalender Gregorius ini lebih dikenal sebagai kalender "gaya baru", sedangkan kalender Julius disebut sebagai kalender "gaya lama". Berdasarkan keputusan tersebut, satu hari setelah tanggal 31 Januari 1918 bukanlah dihitung sebagai 1 Februari, namun tanggal 14 Februari demi menghilangkan celah perbedaan 13 hari antara kalender "gaya lama" dan "gaya baru" tersebut. Adapun pihak gereja Ortodoks Rusia tetap mempertahankan penggunaan kalender Julius tersebut.

Sejak keputusan itu, seperti di kebanyakan negara lainnya di dunia, tahun baru di Rusia juga mulai dirayakan pada 1 Januari berdasarkan kalender Gregorius. Adapun tanggal sebelumnya (1 Januari berdasarkan kalender Julius) berada pada tanggal 14 Januari. Meski bukan liburan resmi, namun sebagian orang masih merayakan "tahun baru lama" ini. Perbedaan antara kalender Julius dan Gregorius ini akan terus meningkat di awal tahun 2100-an, hingga akan mencapai 14 hari. Pada tahun 2101, tahun baru akan dirayakan pada malam tanggal 14 saat beralih ke tanggal 15 Januari.

Tradisi Saat Perayaan Tahun Baru Lama
Tahun baru berdasarkan kalender baru jatuh pada hari keempat puluh puasa dalam kepercayaan Kristen Ortodoks. Adapun tahun baru lama dirayakan setelah perayaan Hari Natal (7 Januari), pada saat svyatki (12 hari setelah hari Natal hingga Epifani). Karenanya para penganut Kristen Ortodoks yang menjaga tradisi Ortodoks secara ketat baru benar-benar merayakan tahun barunya pada 14 Januari.

Pada 14 Januari, pihak gereja biasanya melakukan perayaan untuk mengenang Santo Basil Yang Agung. Hari itu juga dikenal sebagai Hari Vasiliyev atau di beberapa wilayah Rusia dikenal juga dengan sebutan hari Ovsen', sedangkan malam Vasiliyev sendiri dirayakan setiap tanggal 13 Desember.

Meja makan yang penuh dengan hidangan saat perayaan tahun baru, merupakan
simbol pengharapan akan kehidupan yang makmur sepanjang tahun.
 
Secara tradisional, biasanya mereka yang merayakan tahun baru lama ini menghidangkan sebanyak mungkin makanan di atas meja makan. Berdasarkan kepercayaan, dengan menghidangkan sedemikian banyaknya akan memberikan kemakmuran di rumah orang yang menghindangkannya sepanjang tahun.

Hidangan utama yang disajikan salah satunya adalah "kut'ya", yakni bubur berbahan dasar padi atau gandum yang dicampur dengan kacang, biji-bijian dan madu. Orang-orang biasanya saling bertukar hidangan kut'ya yang mereka buat satu sama lain sambil bermaaf-maafan bila pernah ada konflik di antara mereka. Selain kut'ya, ada juga kue panggang, pai, vareniki (semacam kue goreng isi) dan anak babi goreng atau panggang. Setelah semua anggota keluarga berkumpul di meja makan, mereka bersama-sama berdoa, mengharapkan kesehatan, kesejahteraan keluarga dan di antara keluarga petani, mereka juga mengharapkan keberhasilan panen. Orang-orang merayakan hari itu dengan suka cita, minum bersama, menceritakan kisah-kisah lucu dari kehidupan sehari-hari, kenangan-kenangan indah yang pernah dialami, atau bahkan rencana pekerjaan mereka di masa yang akan datang.





Sumber Bacaan: